
"Kudengar kamu sudah belajar sedikit tentang Departemen Jasus," Master Khaled yang berkacak pinggang menatap Ats dengan tajam. Aura intimidasi merembes dari tubuh bongsornya yang terlatih. Meski begitu, ia sebenarnya tak bermaksud menakut-nakuti sama sekali. "Apa yang kamu tahu tentang departemen itu?"
"Departemen Jasus," Ats dapat langsung menjawabnya, "Merupakan departemen khusus yang dibangun guna bersinggungan dengan dunia di luar konstelasi pulau. Mereka yang menjadi jembatan bagi hubungan internasional Kekaisaran Altair. Tanpa departemen itu, Kementrian Luar Negeri tak akan mampu bekerja dengan baik."
"Oh, kamu bahkan tahu tujuan dari depertemen itu," Master Khaled manggut-manggut sambil memilin-milin janggutnya yang tipis. "Lalu, apa saja divisi utama mereka?"
"Divisi Diplomatik," Ats pun menyebutkannya satu per satu, "Adalah divisi paling utama dalam departemen. Merekalah alasan dibentuknya Departemen Jasus. Tugas mereka adalah untuk bernegosiasi dan bertukar ilmu pengetahuan dengan kaum di permukaan bumi, baik yang dari Kaum Aklali maupun Kaum Elemental."
"Divisi Observasi," lanjut Ats, "Berbeda dengan Divisi Diplomatik, mereka adalah divisi yang bersinggungan langsung dengan alam. Biasanya, mereka terdiri dari tim-tim praktisi zarahian yang terlatih guna mencari sumber daya di seluruh alam semesta, bahkan di luar angkasa."
"Lalu?" Master Khaled melotot, terus memperhatikan Ats dengan serius.
"Divisi Logistik," Ats mengangkat kedua tangannya seperti menengadah, "Divisi ini merupakan divisi yang mendukung kedua divisi lainnya. Mereka yang bertanggung jawab atas kebutuhan para utusan atau diplomat yang dikirim ke luar negeri. Mereka juga yang bertanggung jawab atas sumber daya yang ditemukan oleh para praktisi zarahian dari Divisi Observasi."
"Itu saja?" tanya Master Khaled begitu Ats menghentikan penjelasannya. Pemuda yang ia tanyai itu pun mengangguk, lalu menjawab, "Sejauh inilah yang saya tahu. Hanya itu yang tertulis di buku dari Perpustakaann Ilmiah."
"Hm, baiklah," Master Khaled mengangguk kecil, "Itu sudah lebih dari cukup untukmu. Sekarang, tentukan mana yang kamu pilih?"
"Eh?" Ats sedikit terkejut. Sebenarnya, ini sama saja memaksa ia untuk jadi kandidat amtenar di departemen itu. Namun, karena inilah yang gurunya arahkan, ia pun tak mengeluh. "Secara pribadi, saya cenderung memilih Divisi Observasi, lebih tepatnya lembaga penelitian yang terdapat di dalamnya."
"Oh, seperti katamu kemarin," Maaster Khaled kembali mengangguk kecil, "Kamu benar-benar ingin menjadi seorang ilmuan, ya? Padahal, ayahmu adalah laksamana agung yang hebat."
"Keluarga tedekat saya pun lebih berkehendak agar saya tidak mendekati profesi yang sama dengan ayahanda," jelas Ats sambil tersenyum tipis, "Mereka lebih suka saya menjadi ilmuan seperti ibunda."
"Keluarga Asir menyuruhmu seperti itu?" Master Khaled bertanya tak yakin dengan penjelasan Ats. Ats pun kembali menegaskan, "Saya tidak masuk ke keluarga utama. Ada pemuda lain yang difokuskan ke ranah militer. Saya bukanlah satu-satunya anak muda dari Keluarga Asir."
__ADS_1
"Oh, jadi begitu," Master Khaled pun bangkit dari duduknya. Ia mengajak Ats untuk pergi ke balai pelatihan. Sesampainya di sana, ia langsung memberikan sebilah pedang latihan pada Ats. "Seperti kata Profesor Han, kamu harus ikut Kelas Zarah guna mengembangkan potensimu meskipun kamu hanya ingin menjadi seorang ilmuan. Untuk itu, cobalah lawan aku dengan segenap kemampuanmu."
"Pedang?" Ats mengerutkan kening. Ini adalah senjata kuno yang jarang dipakai sekarang. Ilmunya pun cenderung dipelajari untuk seni seperti yang ia lakukan di Keluarga Ats. Di zaman yang ultramodern ini, senjata jarak jauh lebih mendominasi.
"Hm, itu adalah senjata paling dasar bagi seorang praktisi zarahian," ujar Mater Khaled, "Kamu pasti sudah pernah mempelajarinya juga dari ayahmu, bukan?"
"...."
Ats mengangguk kecil sekali. Itu membuat Master Khaled tersenyum senang, lalu memasang kuda-kuda. "Nak, majulah! Aku tahu bahwa keluargamu punya ilmu pedang yang hebat. Biarkan pria ini merasakan kehebatannya."
Ats tak mengatakan sepatah kata pun lagi. Ia langsung menunjukkan yang namanya aksi. Tubuhnya membentuk kuda-kuda. Kedua tangannya menggenggam pedang dengan erat, memposisikan diri sebagai penyerang. Matanya menatap tajam ke Master Khaled. Meskipun ia terlihat tegar di luar, hatinya tengah berdebar karena berhadapan dengan seorang master praktisi zarahian.
Sekelompok murid masuk ke balai pelatihan ketika Ats membuat kuda-kudanya. Mereka tertegun begitu melihat Master Khaled berdiri di sana dengan seorang murid. Awalnya, mereka mau keluar lagi, tapi batal begitu melihat Ats maju menyerang sang master. Mereka pun memutuskan untuk duduk di pinggiran balai demi melihat pertarungan itu.
"Bagus! Tunjukkan kemampuanmu!" seru Master Khaled senang melihat pergerakan Ats yang sempurna. Dari gerakan itu, sang master tahu bahwa pemuda di depannya bukan sekadar tahu dasar-dasar ilmu praktisi zarahian, tapi juga sangat paham dengan esensinya. Jika ia murid biasa, tantu ia akan langsung diterima. Namun, dia adalah murid yang direkomendasikan oleh keluarga kekaisaran, tentu saja standarnya harus lebih tinggi.
Trang!
"Lambat," Master Khaled kembali menangkis serangan itu dengan mudah. Namun, Ats tidak kembali terdorong oleh tangkisan itu, melainkan berkelit ke titik buta sang master. Ia berniat menyerang dari belakang.
"...."
Dilihat sekilas, pedang Ats tampak menembus tubuh Master Khaled. Para murid sampai tercengang menyaksikannya. Mereka pun semakin terkejut ketika Ats tiba-tiba mencabut pedangnya dan menjauh dari sang master. Sejenak kemudian, gantian Master Khaled yang menyabetkan pedang.
Itu bukan sabetan biasa. Ada gelombang energi yang datang bersamanya. Jika batu terkena sabetan itu, pasti sabetannya akan berbekas cukup dalam di sana atau bahkan menghancurkannya.
__ADS_1
Ats tertegun. Ia tak akan bisa menghindari sabetan energi zarah itu. Tubuhnya pun otomatis menajamkan fokus. Ia sudah siap mengaktifkan teknik praktisi zarahian untuk bertahan dari sabetan itu.
Trang!
Suara benturan kembali terdengar. Ada sebuah tabir transparan yang menahan tebasan itu. Ats mengedipkan matanya begitu mendengar notifikasi dari Arselan.
"Terdeteksi serangan tak kasar mata," kata sistem itu, "Tabir pelindung otomatis diaktifkan. Serangan berhasil dinetralkan."
"Ck! Itu pasti karena mainan itu, kan?" Master Khaled menunjuk cakram kecil yang terbang di sekitar Ats, lalu menggerutu dan menyalahkan Profesor Han. Ia memiliki penglihatan yang sangat baik sampai dapat melihat droid sekecil itu. Walaupun kesal, ia juga lega karena Ats tidak terluka oleh serangannya. Jujur saja, ia terlalu bersemangat sampai hampir mencelakai muridnya.
"Penyerang terindentifikasi," kata Arselan. Di mata Ats, sistem itu menunjukkan wujud seekor anak kucing militer. Dari ekspresinya, Arselan terlihat marah dan waspada.
Nama: Khaled el Kalesi
Usia: 28 tahun
Status: Master Zarahian (menengah)
Afiliasi: Akademi Altair, (***)
Level Ancaman: Berbahaya
"Apa maksud dari kurungan berbintang di panel afiliasi itu?" tanya Ats bingung. Arselan pun langsung mengoceh, "Informasi terblokir. Fungsi sekunder penembus data masih dalam keadaan terkunci."
"Oh," Ats segera memahami maksudnya. Sebelum ia bisa bergumam lagi, Master Khaled sudah lebih dulu memanggilnya, "Hai, Nak. Ke marilah!"
__ADS_1
"Baik, Master," Ats langsung mendekat.
Master Khaled menyarungkan pedangnya. Ats pun ikut menyarungkan pedangnya. Ini pertarungan yang singkat, tapi mengena bagi kedua belah pihak.