Sistem Arselan: Pengendali AI

Sistem Arselan: Pengendali AI
Bab 074: Arena Pertama


__ADS_3

"Mata 1," panggil Ats dengan peranti komunikasi jarak jauhnya. Ia menatap peta digital yang ada di pusat basis komando. Peta itu menunjukkan topografi keseluruhan area mech yang berbentuk perbukitan. Seorang kawan menemaninya meneliti peta itu.


"Positif," jawab Arjuna yang singkat. "Mereka berjalan di jalur A."


"Dimengerti," balas Ats yang kemudian kembali bertanya, "Bagaimana dengan yang lain."


"Positif," jawab Tim Mata 4, "Aku melihat mereka di antara jalur C dan D."


"Negatif," Tim Mata 2 yang paling dekat dengan basis komando melapor. Itu berarti, musuh masih jauh dari jangkauan.


"Di sini juga negatif," lapor Mata 3, "Oh, tidak. Positif, positif. Aku baru saja melihat mereka muncul di jalur C-1."


"Apa mereka berniat menggunakan strategi yang sama?" gumam Ats yang kemudian dibalas oleh kawannya yang bernama Ali, "Kemungkinan begitu. Mereka tampak meremehkan kita."


"Wajar saja," Ats mengangguk setuju, tapi tetap waspada dan memikirkan probabilitas lain yang mungkin terjadi, "Mereka berhasil memburu kita di sepuluh menit pertama tahun lalu. Markas kita dikepung dari segala penjuru sehingga tak ada kesempatan sedikit pun untuk melawan."


"Kali ini berbeda," ujar Ali penuh tekad, "Kita akan mengalahkan mereka seluruhnya."


"Ya," Ats kembali mengangguk kecil, "Kita kalahkan mereka hari ini."


"Positif!" seru Mata 2 melapor, "Pataka mereka sudah terlihat."


"Bidik!" satu kata perintah dari Ats itu langsung direspon oleh semua Tim Penembak Jitu, "Tumbangkan pemimpin mereka!"


"Target terkunci!"


"Target terkunci!"

__ADS_1


"Target terkunci!"


"Target terkunci!"


Seru para penembak jitu hampir bersamaan. Ats menatap titik-titik merah yang berjalan lambat di petanya. Saat titik-titik itu sampai di tempat-tempat yang sudah diperkirakan, pemuda dari Keluarga Asir itu pun memberi perintah, "Tembak!"


Tanpa suara bagai angin yang berhembus halus, peluru-peluru dimuntahkan. Besi pans meluncur cepat, melesat ke sasaran. Dalam sekejap, para pemimpin pasukan musuh tereliminasi. Mereka keluar dari mech begitu saja sehingga membuat anggota tim lainnya terkejut.


"Serbu!" seru Solar yang memimpin Tim Penyerang di lapangan. Bersama timnya, ia lekas menghabisi musuh yang ada di C-1. Setelah mengisi ulang amunisi, ia pun memimpin kawan-kawannya untuk menyerbu pasukan musuh yang paling dekat dari mereka.


Baku tembak yang sengit terjadi di wilayah Regu Yildirim. Tim Mata 2 dan Mata 3 membantu tim penyerang untuk mengeliminasi musuh yang merepotkan. Dengan kerja sama yang baik. Mereka bersihkan arenanya dengan cepat.


"Wow! Saudara-saudara! Lihatlah, Saudara-saudara!" seru pembawa acara heboh, "Regu Yildirim dari angkatan tahun pertama berhasil menghabisi seluruh musuhnya seperti kilat. Itu tadi adalah penyergapan yang menakjubkan."


"Hai, Ari," panggil pembawa acara lainnya, "Bukankah performa mereka telah meningkat jauh dibandingkan semester lalu?"


"Ini masih pembukaan, Ari," Jemy menepuk pundak rekannya, "Mari kita lihat, sejauh apa perkembangan anak-anak tahun pertama."


"Benar juga," Ari mengangguk setuju, "Lihatlah! Akan ada pertunjukan yang lebih seru selepas ini."


"Musuh kembali datang!" lapor Arjuna dari tempatnya berada, "Sepertinya, mereka mengerahkan seluruh kekuatannya."


"Mereka akan melewati perbatasan kurang dari lima menit," Tim Mata 4 ikut melapor, "Pasukan utama kita akan habis kalau mereka datang."


"Bersih," lapor seorang komandan dari Tim Penyerang, "Seluruh musuh di area telah dieliminasi. Kami siap menerima komando selanjutnya."


"Bagus," ucap Ats yang kemudian segera memberi arahan, "Belati 1, Belati 2, bertahan di titik C dan titik A! Mata 2, Mata 3, berpindah ke pos D dan pos E! Bantu Belati 1 dan 2 menahan serangan musuh. Mata 1, Mata 4, terus awasi pergerakan musuh."

__ADS_1


"Dimengerti!" seru seluruh anggota regu kompak.


"Belati 3," panggil Ats setelah ia selesai memberi instruksi pertahanan, "Laporkan kondisi kalian."


"Kami berhasil masuk lebih dalam," lapor Tim Belati 3, "Musuh bergerak maju serempak tanpa menyadari keberadaan kami."


"Berhati-hatilah!" tegas Ats, "Rebut basis komando musuh setelah pasukan utama mereka maju seluruhnya. Kami akan menahan mereka selama mungkin."


"Dimengerti!" Tim Belati 3 menjawab tak kalah tegasnya, "Kami akan merebut markas mereka secepat-cepatnya."


"Aku melihat mereka," Solar yang ada di titik pertahanan C berseru, "Semuanya, bersiap untuk pertempuran!"


Baku tembak terjadi. Musuh menyerbu dengan jumlah pasukan yang dua kali lebih banyak. Dalam pembagian anggotanya, mereka memfokuskan pada pelindung dan penyerang. Mereka bahkan tidak membuat unit pengintai dan tembak jitu.


"Mereka mengincar anggota medis," Solar menunjukkan pengamatannya yang tajam, "Tim Penyokong, berhati-hatilah saat maju."


"Pelindung kita tereliminasi," lapor seorang dari Tim Belati 1, "Musuh mulai mendek—"


Orang itu belum sempat menyelesaikan laporan saat sebuah peluru menembus kepalanya. Ia pun tereliminasi seketika. Sosoknya langsung menghilang di hadapan Solar.


"Kamu!" Solar menepuk pundak seorang yang tersisa dari timnya, "Jaga titik ini sampai aku kembali. Aku akan menunjukkan pada para senior itu bagaimana cara Klan Zarah memaksimalkan potensinya."


"Eh, apa?!" bocah itu tak sempat protes sama sekali karena tubuh Solar keburu menghilang. Ia menggunakan teknik zarahian untuk menerjang lawannya. Di semester lalu, hal seperti itu tak mungkin dapat dilakukan.


"Solar, jangan tinggalkan posisimu!" cegah Ats dari basis komando. Sayang sekali, ucapannya itu tak digubris sama sekali oleh Solar dan malah dibalas, "Diam! Mereka akan segera menembus pertahanan kalau kita tak bergerak cepat."


Ats menggeram kesal. Ia menatap satu-satunya lingkaran biru di titik C. Itu adalah tanda untuk satu-satunya orang yang tersisa di sana. Titik itu pasti akan segera menghilang kalau sampai Solar tereliminasi. 

__ADS_1


"Hais …!" Ats menghela napas panjang, "Apa yang dia pikirkan saat menyuruh seorang penyokong menjaga titik pertahanan. Lebih baik ia mundur dan bergabung dengan Tim Belati 2."


__ADS_2