Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional
Status


__ADS_3

Hari ini Fara mengawali paginya dengan perasaan berkecamuk. Gugup, senang serta gundah berpadu menjadi satu kesatuan mengobrak abrik hatinya. Ia bingung memikirkan harus bersikap seperti apa nanti di depan suaminya yang ternyata adalah cinta pertamanya.


Hal itu Fara pikirkan sejak semalam, tidak, lebih tepatnya kemarin siang sejak Nabila memberitahukan kabar kepulangan Kenan. Ia mungkin tidak akan mengetahui kabar itu jika sang sahabat tidak memberitahukannya secara langsung. Padahal kabar itu menjadi trending utama di forum chat resmi para pegawai NK Hospital, bahkan hampir di seluruh jejaring sosial resmi. Hanya saja sejak pernikahan Bagus dan Sherina dipublikasikan, ia menjauh dari situs sosial, sebab takut mendapati obrolan publik yang berisi gunjingan terhadap dirinya. Jadilah ia kudet, alias kurang update dengan berita terkini.


Pertama kali mengetahui kabar itu, jujur terbesit rasa kecewa yang cukup mendalam di hati Fara. Sempat terpikir olehnya sebagai istri tak dianggap. Pasalnya, bahkan ia sebagai istri Kenan sendiri malah tidak mengetahui kabar kepulangan sang suami. Namun ia mencoba untuk positif thinking, adalah hal yang wajar jika Kenan tidak mengabari tentang kepulangannya secara langsung pada Fara, sebab keduanya belum saling bertukar kontak, pikirnya.


Pemikiran itu memang tidak sepenuhnya salah. Selain karena tidak memiliki kontak Fara, Kenan hanya mengabarkan kabar kepulangannya pada Farzan yang ia yakini bahwa Farzan akan meneruskan kabar itu pada sang putri. Hanya saja, mungkin karena lupa atau berpikir Fara telah mengetahuinya, Farzan tidak melakukan seperti yang dipikirkan Kenan. Dan Fara pun tidak menanyakan itu pada sang ayah, sebab berpikir, itu adalah tindakan bodoh, tentu saja sang ayah pasti mengetahui kabar kepulangan Kenan dari forum chat resmi pemerintahan.


Sekali lagi ditegaskan, Kenan adalah sosok yang sangat sensasional. Jadi, jangankan di jejaring sosial lokal, bahkan mungkin kabar kepulangannya juga beredar di seluruh jejaring sosial internasional. Maka jangan heran, jika nanti jajaran orang-orang penting baik lokal maupun negeri tetangga memenuhi NK Hospital untuk menyambut kedatangan Kenan.


"Kamu kenapa Nak? Makanannya gak enak?" tanya Farzan pada Fara. Kini mereka berdua tengah sarapan bersama di ruang makan kediaman Farzan. Namun sejak tadi, Farzan memperhatikan gelagat sang putri yang makan sangat pelan seolah tidak berselera makan.


Fara sedikit tersentak tersadar dari lamunannya "Eh, Gak kok Yah. Fara gak lagi berselera makan aja."


"Kenapa? Kamu lagi sakit? Atau mau makan yang lain?" tanya Farzan lagi perhatian.


"Gak kok Yah, Fara baik-baik aja, ini aja makanannya. Fara lagi banyak pikiran aja."


"Mikirin apa?" tiba-tiba sesuatu terlintas di benak Farzan "Eh, Nak ngomong-ngomong, kamu tau kan kalo suamimu pulang hari ini? Maaf, kemarin Ayah lupa ngasih tau kamu, Kenan ngechat Ayah ngabarin kepulangannya hari ini. Ayah pikir kamu pasti udah tau dari forum chat resmi NK Hospital." ujarnya sedikit merasa bersalah karena terlambat memberitahu sang putri.

__ADS_1


"Banaran Yah? Kak Kenan ngechat Ayah?" Tanya Fara harap-harap cemas dan Farzan mengangguk membenarkan. Mata gadis itu pun sedikit berbinar, rasa kecewanya sedikit terobati. Paling tidak Kenan mengabari sang Ayah yang menandakan bahwa Kenan menghargainya sebagai mertua. Dan jika Kenan menganggap Farzan sebagai mertua, bukankah Kenan juga menganggap dirinya sebagai istri? Pikir Fara lagi-lagi mencoba positif thinking.


"Emangnya Kenan gak ngechat kamu juga?" tanya balik Farzan dan Fara hanya menggeleng mendadak lesu lagi.


"Apa kalian udah tukeran kontak?" lanjut Farzan bertanya dengan pemikiran positif.


Fara menggeleng sembari nyengir getir.


"Pantes aja, Ayah yakin pasti itu alasannya, kenapa Kenan gak ngabarin kamu." pungkas Farzan penuh keyakinan.


Di satu sisi Fara sangat ingin membenarkan pernyataan Farzan, namun di sisi lain ia juga ragu "Kenapa Ayah bisa seyakin itu?"


Ya, Farzhan memang sangat mengagumi sosok Kenan terlepas dari statusnya sebagai mantan anak didik sekaligus anak angkat yang kini merangkap jadi menantu. Ia akui, Kenan memang pribadi yang sangat loyal. Sangat jarang menemui sosok seperti dirinya. Biasanya, sifat alami manusia itu ibarat kata pepatah 'Bagaikan kacang yang lupa akan kulitnya'. Saat mereka telah berada di puncak pencapain, mereka cenderung lupa dengan orang-orang yang pernah berjasa walaupun hanya sedikit atas pencapaian yang mereka raih. Dan Kenan benar-benar sangat jauh dari perumpamaan itu, keloyalannya tidak diragukan lagi. Sungguh suatu keberuntungan bagi Farzan dapat mengenal bahkan terbilang sangat dekat dengan seorang Kenan.


Dan Fara yang dengan seksama mendengarkan penuturan Farzan, meski telah mengetahui perihal keloyalan Kenan dari kutipan publik, tetap saja masih membuatnya terkagum-kagum setelah mendengarnya secara langsung. Jujur ia merasa sangat bangga bisa menjadi istri seorang Kenan. Namun ia juga merasa rendah diri jika dibandingkan dengan sang suami. Iapun terbungkam tak tahu harus bagaimana menanggapi penuturan Farzan. Dalam diamnya, Fara berpikir, pantaskah dirinya bersanding dengan Kenan?


"Lah, kok malah diam? Kalo orang laen pasti bakal kegirangan dan ngerasa bangga saat suaminya dipuja puji." tegur Farzan membuyarkan lamunan sang putri.


"Ugh..." Fara tertegun sembari mengenakan ekspresi bodoh, tidak tahu harus berkata apa.

__ADS_1


"Apa kamu ngerasa gak pantas bersanding dengan Kenan?" tebak Farzan seolah dapat membaca pikiran sang putri.


"Ugh..." Kali ini Fara tertegun atas ketepatan tebakan sang ayah "Ayah bisa ngebaca pikiran, ya?"


"Haha..." Farzan tertawa pelan merasa lucu dengan pertanyaan sang putri "Mana ada, Ayah nebak doang. Jadi tebakan Ayah benar, ya?"


Fara hanya mengangguk sembari nyengir getir.


"Hufh..." Farzan menghembuskan nafas berat "Bukan kamu aja Nak. Dulu, Ayah juga terkadang berpikir seperti itu. Pantaskah Ayah dipanggil Ayah olehnya? Ayah selalu bertanya-tanya akan hal itu." ungkapnya sendu, namun sesaat kemudian ekspresinya berubah sumringah "Tapi itu dulu, sekarang gak lagi. Kenan sendirilah yang menumpas pemikiran itu hingga tak tersisa dari benak Ayah. Katanya, siapapun dirinya baik dulu maupun sekarang, dia tetaplah Kenan, anak Ayah. Baginya, selalu dan selamanya dia akan tetap menjadi Kenan, anak Ayah. Dia bahkan sedih saat tau Ayah berpikir seperti itu. Dan Ayah tentu saja merasa bersalah. Jadi, sejak saat itu Ayah mengubur dalam-dalam semua pemikiran tentang kepantasan Ayah sebagai Ayah Kenan. Ayah berpikir logis dan agak religius aja, bukankah kita semua, manusia setara di mata sang pencipta? Termasuk Ayah, kamu dan Kenan. Jadi Nak, Ayah harap kamu juga berpikir seperti Ayah."


Sungguh syahdu Fara mendengar semua tutur kata sang ayah. Hatinya menghangat, serta semua pemikiran buruk yang tadinya sempat terbesit di benaknya, sirna entah kemana. "Baiklah Yah, terima kasih atas petuahnya." ucapnya tersenyum hangat.


Farzan balas tersenyum hangat "Sama-sama Nak. Ya udah, yuk lanjut makan. Cepatan dikit, kamu gak maukan telat nyambut suamimu? Ayah tau kok, kamu pasti kangen setengah mati sama CINTA PERTAMAMU itu." godanya dengan menekankan kata 'CINTA PERTAMAMU'.


Yang digoda hanya menyengir dengan wajah memanas. Sepasang ayah dan anak itu pun kembali melanjutkan sarapan dengan ritme yang sedikit tergesa-gesa.


>>>


Seperti yang diharapkan, saat ini NK Hospital tengah di penuhi manusia. Bahkan halaman rumah sakit yang seluas dua kali lapangan sepak bola itu tidak dapat menampung mereka hingga bagi orang-orang yang statusnya tidak begitu penting hanya dapat menunggu dari luar pagar setinggi tiga meter itu. Untung saja pagar tersebut terbuat dari jeruji besi, hingga mereka bisa menyaksikan kedalaman halaman rumah sakit.

__ADS_1


Sementara bagi orang-orang yang memiliki status penting, tidak perlu ditanya. Bahkan mereka diberikan tempat duduk khusus di bawah tenda yang membentang di seluas 1/2 halaman rumah sakit. Beruntung Farzan dan Fara termasuk diantaranya, Farzan sebagai anggota parlemen, dan Fara sebagai salah seorang dokter di NK Hospital.


__ADS_2