Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional
Drama Menjemput Kepulangan Kenan


__ADS_3

"Kak Kenn!!!"


Grep...


"Ugh... Hati - hati sayang, ingat loh kamu lagi hamil!" Kenan tertegun sembari merasa lega karena berhasil dengan sigap menangkap Fara yang langsung berhambur melompat ke pelukannya ketika dirinya baru saja memijakkan kakinya ke aspal landasan setelah menuruni setiap anak tangga tangga jet.


"Hehe..." Fara menyengir setelah Kenan menurunkan dirinya yang sempat menggantung di udara dengan penuh kehati - hatian "Ups... Maaf, maaf, Fara lupa, saking kangennya pingin meluk Kak Ken." ucapnya sedikit merasa bersalah dan menyesal.


"Hufh..." Kenan menghembuskan nafas lembut sembari tersenyum dan mengusap - usap puncak kepala Fara "Gak apa - apa sayang, lain kali hati - hati ya!" peringat nya lagi penuh perhatian.


"Siap Kakak Suami!" tanggap Fara manja sambil berpose hormat asal.


Cup...


Kenan mendaratkan sebuah kecupan singkat di kening Fara dan langsung memeluk gemas istrinya itu "Kakak kangen bangeet sama kamu dan dede bayi, sayang." ucapnya melankolis kemudian.


"Fara sama dede bayi juga kangen bangeet sama Kakak." Fara balas memeluk Kenan.


Lama, sekitar 10 menit lebih sudah Kenan dan Fara terhanyut saling berpelukan erat meluapkan kerinduan membuncah terhadap satu sama lain, hingga tiba - tiba terdengar sebuah suara batuk berdehem yang sukses menginterupsi kehanyutan kedua sejoli yang tengah saling melepas rindu itu.


"Ehem ehem..." Farzan yang sejak tadi berdiri di belakang Fara, ialah pelakunya. Sepertinya pria paruh baya itu telah kehilangan kesabarannya karena merasa keberadaannya benar - benar diabaikan sejak tadi.


Kenan yang posisinya memang menghadap ke arah Farzan, hanya perlu mendongak sedikit untuk bertemu tatap dengan ayah mertuanya itu "Eh, Ayah juga datang ngejemput Kenan?" ucapnya sedikit terkejut.


"Ugh..." sontak Farzan tertegun, ternyata lebih para dari dugaannya. Kenan bukan hanya mengabaikan keberadaannya, tapi bahkan tidak menyadari kehadirannya. Bibirnya berkedut - kedut, ingin sekali rasanya menghardik, mencaci dan memaki Kenan dengan sejuta sumpah serapah. Namun pada akhirnya ia hanya mencibir sinis nan geram - geram gemas "Gak, Ayah gak datang buat ngejemput kamu. Ayah justru datang buat nyuruh kamu balik lagi ke Swiss dan gak usah balik lagi ke Indonesia."


"Ugh..."

__ADS_1


Sementara Kenan balas tertegun dengan wajah pias tak tahu harus berkata apa untuk menanggapi cibiran Farzan, Fara sontak melerai pelukannya dengan Kenan dan langsung berbalik menghadap sang ayah "Iissh... Ayah apa - apaan sih? Kalo Kak Ken balik ke Swiss dan gak balik - balik ke Indonesia, Fara gimana dong?" protesnya tak terima.


Dengan santainya Farzan menggedikan bahu sambil menyilang kan kedua tangannya di depan dadanya bersidekap "Nanti Ayah bakal cariin suami yang lebih baik dari suami gak ada akhlak mu itu. Masa Ayah udah berbaik hati gini buat datang ngejemput kepulangannya, dianya malah gak nyadarin kehadiran Ayah. Humps..." dengusnya kesal.


"Hah?" Kenan dan Fara kompak melongo terperangah mendengar penuturan Farzan.


"Ugh... Ma- maaf Yah, Kenan bener - bener gak nyadarin kehadiran Ayah. Fokus Kenan dari tadi cuman sama Fara." cicit Kenan kemudian, mengaku bersalah sembari menundukkan pandangannya tak berani bertemu tatap dengan Farzan.


"Iya Yah, Kak Ken gak sengaja. Lagian Ayah nya aja yang baperan banget." timpal Fara membela Kenan dan balik menyalahkan Farzan.


"Nak, kamu kok malah nyalahin Ayah?" protes Farzan tak terima.


"Ck..." Fara mencebik "Emang gitu kenyataannya kan?"


Farzan menggaruk - garuk tengkuknya yang tidak gatal sembari meringis tak dapat menyangkal.


"Tuh kan, suamimu aja ngaku kalo dia emang salah." timpal Farzan cepat tak menyia - nyiakan kesempatan untuk kembali mendapatkan momentum dalam pembelaan dirinya.


"Hufh..." Kenan menghembuskan nafas jengah dan segera mencegah Fara yang ingin kembali mendebat Farzan. "Udah sayang, gak apa - apa. Kita yang muda, ngalah aja sama yang tua." ujarnya sembari melirik sinis pada Farzan sekilas.


"Em, iya ya. Ayah kan udah tua." Fara mengiyakan sependapat dengan Kenan, sembari juga melirik sinis pada Farzan sekilas.


Tidak bisa membantu, Farzan hanya dapat melototi putri dan menantu tak berakhlak nya itu, tanpa dapat menyangkal.


Mendapati Farzan yang tak berkutik, Kenan dan Fara saling pandang dan merekah kan senyum kemenangan pada wajah masing - masing. Lalu mereka saling merangkul pinggang dengan mesranya dan berjalan menghampiri Farzan.


Begitu tiba tepat di hadapan Farzan, tanpa permisi Kenan langsung meraih dan menyalami tangan kanan mertuanya itu serta mencium punggung tangannya dengan takzim "Kenan pulang Yah, terima kasih udah datang ngejemput Kenan." ucapnya kemudian, sembari tersenyum tulus nan syahdu.

__ADS_1


"Hm, selamat datang kembali, dan selamat atas kesuksesan operasi mu yang ke 273." tanggap Farzan sok jutek.


Operasi yang ke 273? Sebenarnya Kenan telah melakukan operasi lebih dari 273 kali. Namun yang tercatat di publik hanya 273 plus operasi yang dilakukannya 4 hari yang lalu. Bukan karena selebihnya tidak sukses, bukan, semua operasi yang dilakukan Kenan menuai kesuksesan. Hanya saja di luar dari yang ke273 itu, operasinya dilakukan di balik layar karena ilegal. Tepatnya saat Kenan masih bekerja untuk The Dangerous yang jika dihitung, mungkin ada 100 lebih operasi yang Kenan lakukan.


"Terima kasih Ayah." sekali lagi Kenan berterima kasih tanpa berniat membenahi kekeliruan Farzan yang tidak tepat menyebutkan jumlah operasi yang disukseskan nya.


"Ya udah, mending kita segera pulang sebelum para pengejar berita kepulangan mu datang. Ayah yakin, sebentar lagi mereka datang." usul Farzan kemudian.


Benar kata Farzan. Para jurnalis pasti akan segera tiba dan memenuhi bandara Soetta sebentar lagi, melihat sinar sang mentari yang sudah mulai menyinari bumi meski wujudnya belum terlihat. Saat ini masih sekitaran pukul setengah 6 pagi buta. Sepertinya para jurnalis tersebut tidak menyangka bahwa Kenan akan tiba di Indonesia sepagi ini karena kabar waktu kepulangannya yang dipublikasikan memang tidak akurat. Di seluruh media pemberitaan, kabarnya hanya menyatakan bahwa Kenan akan tiba di Indonesia pagi ini tanpa menyebutkan waktu tepatnya. Jadi, mereka mungkin menyimpulkan bahwa pagi yang dimaksud adalah pagi ketika sang mentari telah menampakan wujudnya.


"Hm." Kenan dan Fara kompak mengangguk sependapat. "Benar Yah, ayo!" ajak Kenan sembari mempersilahkan kepada Farzan untuk berjalan lebih dulu menuju mobil, lantas dirinya dan Fara mengekor di belakang dengan berjalan berdampingan sambil saling merangkul pinggang satu sama lain.


Setibanya di sisi mobil ceper panjang mewah milik Kenan, Bambang segera membukakan ketiganya masing - masing pintu dengan Farzan duduk di kursi penumpang depan samping kemudi, sedang Kenan dan Fara duduk bersama di kursi penumpang belakang kemudi. Dan setelah semua orang telah siap pada posisi masing - masing termasuk dirinya yang sudah siap di balik kemudi, Bambang segera menjalankan mobil dengan telaten, mulai dari kecepatan rendah hingga kecepatan standar berkendara, berlalu semakin menjauh meninggalkan bandara Soetta.


Seperti yang diharapkan, dalam perjalanan pulang mereka cukup banyak saling berpapasan dengan kendaraan - kendaraan umum milik agensi surat kabar dan stasiun televisi lokal yang menuju ke bandara.


"Kak, Kak Ken jahat banget ya. Kok Kakak tega sih PHPin para jurnalis dan wartawan itu." Fara yang merasa sedikit iba pada para jurnalis dan wartawan itu, malah menyalahkan Kenan. Ia berucap sembari terus memperhatikan setiap kendaraan para jurnalis dan wartawan tersebut yang berpapasan di sisi lain jalan yang berlawanan arus dengan mobil yang mereka tumpangi.


"Hufh..." Kenan menghembuskan nafas berat "Kakak juga sebenarnya gak tega sayang. Bukan maksud Kakak gak ngebiarin mereka buat ngais rejeki, Kakak capek aja gak bisa ladenin pertanyaan - pertanyaan mereka nanti. Lagian, nanti juga pasti bakal ada jumpa pers. Nah, mereka kan bisa ngais rejekinya disitu sebagai gantinya." ujarnya mencoba membenarkan diri.


"Iya Nak, benar kata suamimu. Kamu kan tau sendiri kalo suamimu abis dari perjalanan jauh." timpal Farzan di depan sana, mendukung serta membela Kenan.


"Hm, iya juga sih." Fara manggut - manggut berhasil dipahamkan.


>>>


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, akhirnya mereka tiba di Kediaman Farzan yang memang menjadi tempat tujuan kepulangan mereka. Bersamaan dengan mobil yang mereka tumpangi hendak memasuki pekarangan, terdapat sebuah mobil dari arah berlawanan juga demikian. Bambang pun terpaksa menghentikan mobil sedikit mendadak demi menghindari tabrakan yang hampir saja terjadi.

__ADS_1


__ADS_2