
Seminggu yang lalu, tepatnya 3 hari selepas Kenan dan Fara menemui Bagus, nama Bagus dan Sherina kembali menggemparkan publik. Yakni, terungkapnya fakta di balik skandal yang menimpa mereka, dimana Sherina terbukti menjebak Bagus.
Siapa lagi dalang di balik pengungkapan itu kalau bukan Kenan. Ya, Kenan. Setelah perdebatan antara dirinya dan Fara, perihal Fara yang tidak menyetujui pernikahan antara Bagus dan Sherina karena menganggap Sherina tidak pantas untuk Bagus atas dasar kepedulian terhadap sahabat, Kenan memutuskan membantu Fara untuk membebaskan Bagus dari Sherina. Lagi pula Kenan tahu betul tabiat seorang Sherina yang sejatinya bukan wanita baik - baik seperti yang dikatakan Fara. Selain itu, Kenan juga memutuskan membantu Bagus atas dasar rasa peri kemanusiaan dan keadilan yang mana akibat skandal itu Bagus memang sangat dirugikan.
Terlepas akibat skandal itu pula Kenan tidak jadi kehilangan Fara, sang cinta pertama, itu adalah alasan lainnya. Peri kemanusiaan Kenan terhadap Bagus adalah nyata nan tulus. Sungguh tidak adil bagi orang sebaik Bagus harus berakhir naas akibat kesalahan yang benar - benar tidak dilakukannya. Kenan yang sejatinya mempunyai rasa keadilan yang tinggi, tidak mungkin diam saja tanpa membela keadilan. Meskipun sedikit terlambat, dimana Kenan baru bertindak setelah meyakini bahwa Fara tidak akan meninggalkannya.
Begitulah sifat alamiah manusia, sebaik apapun mereka, jika harus memilih, maka mereka akan mengutamakan kebaikan mereka terlebih dahulu sebelum kebaikan orang lain. Bukankah menyakiti diri sendiri disebut dzalim terhadap diri sendiri. Itulah landasan yang Kenan gunakan untuk membenarkan tindakannya yang lebih mementingkan dirinya yang tak ingin ditinggalkan oleh Fara, hingga menunda menegaskan keadilan untuk Bagus.
Jadilah setelah benar - benar yakin bahwa Fara tidak akan meninggalkannya, Kenan tanpa ragu menguak semua bukti yang dimilikinya atas kejahatan Sherina yang telah menjebak Bagus.
Sebagai imbasnya, Bagus dapat terbebas dari cengkraman Sherina yang semenjak skandal itu terjadi selalu mengendalikan Bagus. Tak tanggung - tanggung, Bagus langsung menceraikan Sherina. Proses perceraian mereka berjalan sangat lancar dimana Bagus telah sedikit memulihkan nama baiknya, sedang Sherina malah semakin terjatuh.
Keuntungan lain yang Bagus peroleh, perusahan keluarganya, PT. Sanjaya bisa beroperasi lagi meski harus kembali memulai dari nol dengan dibantu oleh sang ayah, Bagas beserta para kerabatnya yang mana kepercayaan mereka terhadap Bagus telah kembali sepenuhnya. Meskipun Bagus terbukti benar - benar tidak bersalah, tak lantas hal itu bisa mendongkrak nya langsung kembali ke puncak kejayaannya seperti sebelumnya. Begitulah hukum alam di dunia bisnis dan politik bekerja. Sekali namamu tercoreng, tak akan mudah untuk benar - benar membersihkannya hingga tak berbekas.
Sementara di sisi lain, sama halnya dengan Sherina, sang putri, Mahmud pun semakin tercoreng nama baiknya. Proses pelengseran jabatannya sebagai presiden sudah mencapai tahap final, dimana Mahmud tidak lagi memiliki kesempatan untuk mempertahankan jabatannya. Bahkan namanya sudah masuk daftar black list dalam dunia politik pemerintahan. Tak ada yang mempertimbangkan atas jasanya selama ini yang cukup baik dalam memimpin negara Indonesia. Semua itu tertutupi oleh tabiat buruk Sherina sebagai putrinya.
Sungguh naas, setitik noda mencemari seember susu. Mungkin itu perumpamaan yang cocok untuk menggambarkan nasib keluarga besar Hendrawan. Ya, bukan hanya Mahmud dan Sherina yang terkena imbasnya, melainkan seluruh keluarga besar Hendrawan.
Dan terkhusus nasib seorang Sherina, tak perlu dipertanyakan seberapa naasnya. Sangat, sangat naas. Bukan hanya dari keluarga kecil Mahmud, bahkan dari keluarga besar Hendrawan, namanya dicoret. Sungguh semua itu membuatnya benar - benar terpukul dan terpuruk.
__ADS_1
Dan di sinilah Sherina berada saat ini, berbaris dalam antrian yang berbondong - bondong ingin memberikan ucapan selamat pada Kenan dan Fara pada acara resepsi pernikahan mereka yang sedang berlangsung. Tidak ada satupun orang yang dapat mengenali rupanya dengan penampilan yang cukup tertutup. Yakni dengan setelan kebaya serta kerudung panjang hitam senada yang salah satu kutub nya digunakan untuk menutupi sebagian wajah bawahnya. Hanya dirinya sendiri yang tahu alasan kehadirannya dalam acara ini.
Bukannya sistem keamanan acara ini yang tidak baik. Hanya saja, dengan adanya sistem undangan terbuka di jejaring sosial yang membolehkan siapapun hadir, identitas para tamu tidak terlalu menjadi fokus yang diutamakan. Namun untuk keamanan acara tentu saja para tamu akan diperiksa terlebih dahulu sebelum memasuki ballroom hotel, tempat berlangsungnya acara. Pemeriksaan yang dilakukan hanyalah pemeriksaan umum, seperti memastikan bahwa tidak ada yang membawa benda berbahaya.
Adapun alasan Kenan dan Fara mengadakan adanya sistem undangan terbuka, mereka hanya ingin semua kalangan dapat hadir, baik kalangan atas maupun bawah, termasuk anak - anak terlantar sekalipun. Hitung - hitung beramal, pikir Kenan dan Fara sehingga memutuskan demikian.
Kini hampir tiba giliran Sherina untuk menyelamati Kenan dan Fara. Posisi tepatnya, ia sudah berada pada urutan ke empat terdepan dalam antrian.
Ke tiga...
Ke dua...
Sementara di lain sisi, sama halnya dengan Kenan, Fara juga tak sedikitpun curiga pada Sherina yang tengah berdiri tepat dihadapannya. Sembari terus mematrikan senyuman kebahagian di wajahnya, dengan sabar ditunggunya Sherina mengulurkan tangan untuk menjabat tangannya. Hingga tiba - tiba...
Wussh...
Grep...
Secepat yang ia bisa, Sherina mengeluarkan tangannya yang ternyata tengah memegang sebuah pisau yang langsung dilesatkan tepat ke arah perut Fara. Namun tinggal beberapa senti meter lagi mencapai targetnya, tiba - tiba ada sebuah tangan yang mencekal tangan Sherina.
__ADS_1
"Kyaaa..." sontak Fara memekik keras histeris ketika tersadar dari shock sesaat nya, sambil melangkah mundur lunglai.
Grep...
"Sayang! Kamu gak apa - apa?" dengan sigap Kenan langsung menghampiri dan mendekap Fara yang hampir saja limbung dari pijakannya, lalu mulai memeriksa keadaan istrinya itu. "Hufh..." dihembuskannya nafas lega setelah memastikan bahwa Fara baik - baik saja secara fisik, namun shock cukup berat secara mental.
Sebenarnya bukan hanya Fara, Kenan pun sama shock nya. Kejadian itu terjadi sangat cepat. Untung saja tamu yang sedang menyelamati dirinya, dengan sigap mencekal tangan Sherina.
Ya, orang yang mencekal tangan Sherina adalah tamu lain yang sejak tadi mengekor di belakang Sherina dalam antrian. Yang merupakan seorang pria berperawakan tampan nan rupawan dengan wajah baby face nya ala oppa - oppa Korea, berusia kisaran 28 tahunan. Dan dari sekilas interaksi pria itu dengan Kenan barusan, keduanya terlihat sangat akrab.
"Tenang sayang, kamu baik - baik aja." ucap Kenan sembari mengeratkan dekapannya pada tubuh Fara, mencoba menenangkan istrinya itu.
Fara yang masih belum benar - benar pulih dari shock nya, hanya membalas dekapan Kenan membenamkan wajahnya ke dada bidang suaminya itu tanpa mengucapkan sepatah katapun. Ia yakin wajahnya pasti memucat saat ini. Tubuhnya pun bergetar lemas.
"Hufh..." Kenan menghembuskan nafas berat, lalu mengalihkan pandangannya pada Sherina dan sang pria yang menyelamatkan Fara tadi yang kini posisi kedua manusia itu sudah beralih dimana sang pria memelintir tangan Sherina ke belakang punggung wanita itu. Dan pisau yang berada dalam genggaman Sherina tadi, kini sudah berada di tangan sang pria.
"Hehe..." pria itu terkekeh mengejek pada Kenan sambil terus menahan Sherina yang mencoba membebaskan diri "Rupanya ada tikus yang berhasil menyelinap dalam acara mu, Hyung." ucapnya dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih, namun terdengar cadel ala orang LN. 'Hyung' dalam bahasa Korea berarti 'Kakak' atau panggilan kepada orang yang lebih tua dimana hubungan sang pemanggil dan yang dipanggil terbilang akrab. Dengan wajah khas baby face nya yang terlihat seperti oppa - oppa Korea serta penggunaan sebutan 'Hyung' yang ia gunakan untuk memanggil Kenan, cukup menjelaskan bahwasanya pria itu memanglah orang Korea.
Kenan mengacuhkan pria itu dan menatap tajam tepat pada wajah Sherina "Buka penutup wajahnya!" perintahnya.
__ADS_1