
Seminggu sudah berlalu selepas acara resepsi pernikahan Kenan dan Fara. Kenan dan Fara sudah kembali melakoni rutinitas keseharian mereka sebagai dokter di NK Hospital yang kini telah berganti nama menjadi NF Hospital. 'NF' adalah inisial dari 'Naufal - Faranisha'.
Ya, setelah pernikahannya dan Fara terpublikasi, Kenan memutuskan merubah nama rumah sakit swasta miliknya baik pusat maupun cabang. Tentu saja publik sangat digemparkan karenanya. Bukan hanya dalam negeri Indonesia, bahkan seluruh dunia. Bagaimana tidak? NF Hospital mempunyai cabang di hampir seluruh dunia, kecuali di Kanada yang kalian tahulah alasannya, apa lagi kalau bukan kerena Kenan sangat menghormati Berhan, sang mantan mentor, tak ingin bersaing dengannya. Namun tetap saja, terkhusus dunia medis Kanada ikut digemparkan oleh perubahan nama NK Hospital menjadi NF Hospital.
Siapa yang tidak mengenal nama besar Naufal Kenan? Adalah rahasia umum bahwa keahlian medis Kenan lebih hebat dibandingkan Berhan. Hanya saja, tidak ada yang pernah mengungkapkannya secara terang - terangan.
Terkhusus di kalangan para kaum Hawa, belum juga patah hati mereka terobati oleh terpublikasi nya pernikahan Kenan dan Fara seminggu yang lalu, hati mereka semakin digerogoti oleh rasa cemburu yang menggebu - gebu. Jadilah hari ini, hari terbakar cemburu internasional.
Sementara di NF Hospital pusat, Indonesia, tempat Kenan dan Fara bekerja, para pegawai yang pernah menggunjing Fara di balik layar dulu karena mengira Fara gagal menikah, kini benar - benar dibungkam hingga ke akar - akarnya.
Siapa sangka? Alih - alih gagal menikah, ternyata Fara, wanita yang selalu menjadi gunjingan mereka di balik layar selama sebulan belakangan ini malah menjadi istri seorang Kenan, big bos mereka. Terlebih setelah Kenan bahkan merubah nama NK Hospital menjadi NF Hospital yang secara tidak langsung menunjukan betapa besarnya cintanya pada Fara. Sudah barang tentu bahwa tidak akan ada lagi seorangpun yang berani menggunjing Fara baik di balik, apa lagi di depan layar. Samar - samar dapat diraba apa yang akan terjadi kepada orang - orang yang berani melakukan itu. Bercermin saja pada nasib Sherina sekarang, tidak, bukan hanya Sherina, bahkan nasib seluruh keluarga Besar Hendrawan benar - benar dihancurkan, sehancur - hancurnya. Keluarga yang bahkan telah menjadi salah satu keluarga kelas elite diantara yang terelite di Indonesia selama hampir 3/4 dekade itu, dengan mudahnya lulu lantahkan oleh Kenan.
Ya, semua orang tahu bahwa dalang yang menyebabkan hancurnya keluarga Hendrawan adalah Kenan. Siapa lagi yang bisa melakukan itu selain Kenan? Keluarga Sanjaya? Mungkin saja, tapi pasti tidak akan semudah dan semulus Kenan melakukannya. Alasan lain mengapa tebakan orang - orang tidak tertuju kepada keluarga Sanjaya sebagai dalang penyebab kehancuran keluarga Hendrawan, apa lagi kalau bukan fakta bahwa bahkan keluarga Sanjaya sendiri hampir ikut dihancurkan bersama keluarga Hendrawan. Dan satu - satunya entitas yang bisa memporak porandakan 2 keluarga kaliber sekaligus seperti itu, hanya Kenan seorang di Indonesia. Mengutip kenaasan nasib 2 keluarga kaliber di atas, apakah masih ada yang berani mengusik Fara sebagai istri Kenan? Terkhusus di Indonesia, jawabannya sudah pasti tidak ada dan tidak akan ada.
Disepanjang perjalanan Kenan dan Fara menuju ruang kerja, setiap orang yang berpapasan dengan mereka akan menyapa ramah dan menunduk hormat. Kalau biasanya hal itu hanya mereka lakukan pada Kenan saja, kali ini mereka lakukan pada Fara juga. Terlebih mendapati betapa mesranya Kenan menggandeng tangan Fara sepenjang perjalanan, hanya orang buta yang tidak dapat melihat betapa besarnya cinta Kenan kepada Fara melalui sorot mata penuh cinta dalam kedua netra pria tampan nan rupawan penuh sensasional itu. Tak ada sandiwara ataupun pencitraan di sana, yang ada hanyalah kesungguhan dan ketulusan.
__ADS_1
Ceklek...
"Selamat pagi Prof Ken, Dokter Fara!" seperti yang sudah - sudah, Gabela akan langsung menyambut begitu Kenan dan Fara memasuki ruangan.
"Selamat pagi Dokter Gaby." dan seperti yang sudah - sudah pula, Kenan dan Fara membalas dengan ramah.
Namun tatapan Gabela yang biasanya dingin saat bertemu tatap dengan Fara, kali ini terkesan datar nan damai. Meskipun masih tersirat kecemburuan samar dalam kedua netra nya, tak ada lagi sorot ketidaksukaan di sana.
Setelah bertegur sapa singkat dengan Gabela, Kenan dan Fara langsung beranjak menuju meja kerja masing - masing. Sedangkan Gabela sendiri tetap pada posisinya yang memang sejak tadi sudah berada di meja kerjanya, menyapa Kenan dan Fara dari sana.
"Seperti isinya Prof, saya ingin mengajukan surat pemindahan tugas." terang Fara tenang.
"Iya, saya mengerti. Tapi, mengapa tiba - tiba?" Kenan benar - benar terkejut dengan Gabela yang sangat tiba - tiba mengajukan surat pemindahan tugas secara permanen, kembali ke Logan's Hospital. Ini benar - benar di luar dugaannya.
Sementara dari meja kerjanya, Fara tak kalah terkejutnya kala mendengar Gabela mengatakan 'surat pemindahan tugas'. Ia yang terus memperhatikan sejak saat Gabela beranjak menuju meja kerja Kenan, bertanya - tanya. Apa yang akan Gabela lakukan? Dan siapa sangka? Jawabannya benar - benar berada di luar tebakannya. Tak pernah sekalipun ia menebak bahwa Gabela akan mengajukan surat pemindahan tugas.
__ADS_1
Senang? Tentu saja Fara sangat senang mengetahui salah seorang yang berpotensi dapat merusak rumah tangganya dengan Kenan akan berkurang. Ya, berkurang. Ia sangat sadar bahwa di luar sana, pasti sangat banyak yang ingin merusak rumah tangganya dengan Kenan, terutama para pengagum dan pemuja suami penuh sensasionalnya itu.
Kesampingkan para pengagum dan pemuja Kenan. Yang menjadi pertanyaan Fara sekarang adalah sama seperti yang baru saja ditanyakan Kenan pada Gabela. Mengapa Gabela tiba - tiba mengajukan surat pemindahan tugas?
"Maaf tiba - tiba Prof, ini permintaan Ayah saya untuk menggantikannya menjadi Direktur Utama Logan's Hospital." jelas Gabela.
Kenan tidak terlalu terkejut mendengar penjelasan Gabela, samar - samar ia audah menebak alasan itu. Namun tidak dengan Fara, wanita itu semakin, semakin terkejut lagi, sekaligus semakin senang mengetahui bahwa Gabela bukan hanya akan sekedar pindah tugas, melainkan pindah tugas secara permanen, pikirnya menyimpulkan.
Kenan lalu menangkupkan kedua tangannya saling menggenggam di depan wajahnya dengan kedua sikutnya bertumpu di atas permukaan meja. "Baiklah, saya akan mengurus kepindahan anda secepatnya, Dokter Gaby." putusnya kemudian. Ia tak punya alasan untuk tetap menahan Gabela bekerja di NF Hospital. Selain karena tidak ingin menentang Berhan, sang mantan mentor, ia juga sama halnya dengan Fara yang senang dengan kepindahan Gabela. Dalam lubuk hatinya, ia sangat berharap kali ini Gabela benar - benar menyerah. Bukannya ia tak tahu alasan Bagus dulu mempercepat niatnya bertemu Fara yang tidak lain karena hasutan Gabela. Ia sangat mengetahui itu. Namun ia memilih diam karena tujuan Gabela tidak tercapai. Tapi, tentu saja ia tidak akan tinggal diam lagi jika Gabela mencoba mengusik rumah tangganya dengan Fara lagi dikali berikutnya.
Fara pun bernafas sedikit lega. Sama seperti Kenan, ia sangat berharap kali ini Gabela benar - benar menyerah untuk mengejar Kenan, suaminya. Tidak seperti Kenan, ia memang tidak mengetahui secara pasti penyebab Bagus secara tiba - tiba ingin bertemu dengan dirinya tempo lalu. Namun mendengar pertanyaan yang dilontarkan Bagus sesaat sebelum memulai penjelasannya mengenai alasan sebenarnya kebatalan pernikahan mereka, ia samar - samar dapat menebak bahwa ada yang telah menghasut Bagus. Yang entah mengapa, kecurigaan Fara sangat besar kemungkinan mengarah pada Gabela. Entahlah mengapa demikian? Ia juga tak tahu, mungkin feeling alamiah seorang wanita.
Jika Kenan dan Fara sangat senang dengan perihal kepindahan Gabela, maka Gabela sendiri sebaliknya. Ia sangat - sangat sedih dan sakit hati mana kala Kenan langsung menyetujui pemindahannya tanpa sedikitpun niat untuk menahannya. Ia memang sangat sadar bahwa Kenan tidak pernah menaruh hati kepada dirinya. Dan ia sudah berusaha menerima kenyataan dan merelakan Kenan bersama wanita lain. Namun tetap saja, ternyata sangat sulit dan sangat sakit ketika mendapati itu akan segera terjadi.
'Ayo Gaby, kamu pasti bisa!' Gabela membatin berupaya menegarkan hatinya agar tidak semakin hancur. "Terima kasih Prof." ucapnya kemudian sembari memaksakan seulas senyuman di bibirnya.
__ADS_1