Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional
Gara - Gara Andre


__ADS_3

"Kak Ken kemana aja seharian ini? Kenapa gak hubungin Fara sekalipun? Fara coba hubungin, nomer Kakak gak aktif. Emangnya Kak Ken gimana sih mantau pasiennya? Masa Kakak seharian mantau nya? Atau Kak Ken lupa sama Fara ya?"


Akhirnya setelah penantian yang cukup lama dan sangat menyiksa bagi Fara, Kenan baru menghubunginya di siang hari yang berarti telah malam hari di Swiss sana. Tak tanggung - tanggung, setelah saling salam dan sapa singkat, Fara langsung memborong Kenan dengan cercaan bertubi - tubi tanpa jeda yang sukses membuat suaminya itu meringis di seberang sana.


Kenan langsung menggeleng tegas kala mendengar pertanyaan terakhir Fara yang lebih terkesan menuduh. "Astaga, gak sayang, mana mungkin Kakak lupain kamu. Sumpah, seharian Kakak sibuk banget, musti siaga mantau pasien Kakak yang terkena kompilasi pasca operasi, tekanan darahnya gak stabil. Masalah ponsel Kakak yang gak aktif itu, emang dari kemaren belom Kakak aktifin, saking sibuknya Kakak ngurusin pasien Kakak." jelasnya panjang lebar, bahkan bersumpah demi membuat Fara percaya.


"Beneran?" tanya Fara sekedar memastikan.


Kenan langsung mengangguk mantap sembari mengacungkan jari tengah dan telunjuknya membentuk simbol 'V' "Iya sayang, beneran."


"Hufh..." Fara mend*sah lemah "Baiklah, Fara percaya."


Kenan pun bernafas lega di seberang sana "Maaf ya udah buat kamu resah seharian." ucapnya yang sedari tadi menyadari keresahan yang tersirat dari raut wajah serta sorot netra Fara.


"Gak apa - apa Kak, Kak Ken gak salah kok. Fara aja yang terlalu berlebihan. Seharusnya Fara yang minta maaf karena udah nuduh Kakak lupain Fara barusan." sanggah Fara dan balik meminta maaf dengan sedikit menyesal.


Kenan tersenyum lembut "Gak apa - apa sayang, Kakak ngerti kok. Itu mungkin karena pengaruh hormon kehamilan mu." tanggapnya pengertian.


"Terima kasih udah ngertiin Fara ya, Kak." balas Fara tersenyum lembut pula.


"Hm." Kenan mengangguk sembari terus mempertahankan senyuman lembut di wajahnya. Namun sesaat kemudian senyuman itu sedikit memudar dengan menaikan sebelah alisnya "Ngomong - ngomong, kamu mau kemana sayang? Udah rapi dan cantik aja, hmm?" tanyanya sedikit penasaran serta memuji penampilan Fara yang ia yakini, dengan penampilan seperti itu sang istri pasti hendak keluar rumah.


Tampilan Fara sebenarnya sederhana, namun tampak istimewa bagi Kenan. Dengan berbalut mini dress pink soft, serta tatanan make up tipis natural, membuat Fara tampak cantik di mata Kenan. Namun bukan berarti Kenan tidak menganggap Fara cantik dengan tampilan rumahan dan tanpa make up, hanya saja dengan tampilan Fara saat ini, istrinya itu tampak lebih cantik.


Tok tok tok...


"Dek Fara!"


Baru saja Fara hendak menjawab pertanyaan Kenan, tiba - tiba pintu kamarnya diketuk dari luar disusul sebuah seruan yang terdengar mesra memanggil namanya.


"Hmm? Dek Fara?" Kenan membeo yang menandakan bahwa ketukan serta seruan tersebut juga terdengar di seberang sana "Sayang, itu siapa?" tanyanya penuh selidik kemudian, sembari memicingkan matanya menatap lurus tepat ke wajah Fara.

__ADS_1


Namun Fara mengacuhkan Kenan dan malah menyahuti sang pengetuk pintu kamarnya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Andre. "Bentar Kak Andre, 20 menit lagi Fara turun."


"Kok 20 menit lagi? Nabila sama pacarnya udah ada di bawah loh."


"Suruh aja mereka nunggu! Bilangin, Fara lagi telponan sama suami Fara."


Sementara Fara dan Andre saling berbalas sahutan, Kenan mencoba menjadi penyimak yang baik dan dengan sabar menunggu perhatian Fara kembali tertuju padanya. Dalam proses menunggunya, ekspresi Kenan berubah - ubah. Kadang datar, kadang dingin, kadang pula tersenyum seperti saat ini, dimana Fara baru saja menyatakan tengah telponan dengan dirinya yang disebutkan Fara sebagai suaminya.


"Tapi___"


Terdengar di luar sana Andre hendak memprotes, namun dengan cepat di sela oleh Fara "Udah deh Kak Andre, lakuin aja seperti yang Fara bilang. Nabila sama Ju Woon pasti ngerti kok." ucapnya yang sangat jelas terdengar tidak sabar ingin segera mengakhiri aksi sahut menyahut mereka.


Hening...


Sejenak tak ada balasan dari luar, sebelum suara Andre yang mendadak terdengar berat nam dingin kembali menyahut "Baiklah, Kakak akan lakuin seperti kata Dek Fara."


"Hufh..." Fara menghembuskan nafas gusar setelah memastikan bahwa Andre telah beranjak dari depan pintu kamarnya dengan mendengar derap langkah kaki pria itu. Lantas perhatiannya kembali di tujukan pada Kenan di layar ponselnya. "Itu sepupu Fara, Kak." ucapnya kemudian, memperkenalkan Andre secara singkat apa adanya.


Fara menggigit bibir bawahnya gemas, samar - samar ia sudah dapat menebak arah pembicaraan Kenan akan ke mana. "Se- sepupu dari Om Ardan." jawabnya jujur.


"Oh." hanya itu tanggapan Kenan, ber'oh' singkat, padat dan jelas, plus datar.


"Kak, Kak Ken jangan salah paham ya! Fara___"


"Salah paham? Salah paham gimana?" Kenan langsung memotong ucapan Fara yang ingin menjelaskan bahwa dirinya hanya menganggap Andre sebagai sepupu seperti pada umumnya.


"Fara tau, Kak Ken pasti lagi mikir yang gak - gak soal Fara." jawab Fara yakin.


"Yang gak - gak? Maksudnya?" sembari terus mempertahankan ekspresi serta suara datarnya, Kenan bersikap seolah tak mengerti dengan ucapan Fara.


Sekali lagi Fara menggigit bibir bawahnya gemas. "Kakak pasti curiga Fara sama Kak Andre punya hubungan spesial kan?"

__ADS_1


"Ck..." Kenan mencebik "Maksudmu, aku curiga karena cara panggilan kalian yang mesra gitu? Kak Andre? Dek Fara? Apaan?" cibirnya sinis dengan intonasi sedikit membentak.


Kini Fara tahu sumber kecurigaan Kenan berdasar pada panggilannya dan Andre yang memang terkesan mesra. Tidak, lebih tepatnya, Kenan cemburu terhadap panggilan mesra tersebut, hingga membuatnya mencurigai hubungan Fara dan Andre lebih dari sekedar sepupu. Terlebih lagi setelah mengkonfirmasi bahwa Andre merupakan sepupu Fara dari Ardan yang mengindikasikan bahwa mereka bukan sepupu sedarah, maka semakin menjadi lah kecurigaan Kenan.


"Baiklah, mulai sekarang Fara bakal manggil Andre tanpa embel - embel 'Kak' lagi." Fara mencoba mengerti kecemburuan Kenan serta mencoba menepis rasa kecewanya karena suaminya itu tak begitu mempercayainya.


"Humps..."


Kenan hanya mendengus di seberang sana yang Fara yakini bahwa suaminya itu tidak puas. "Dan juga Fara bakal ngelarang Andre, manggil Fara dengan embel - embel 'Dek' mulai sekarang." imbuhnya kemudian.


"Terus?" tanggap Kenan malah cuek.


"Terus?" Fara membeo sedikit tak habis pikir "Kak, Fara mohon, tolong kasih tau Fara apa yang mesti Fara lakuin supaya Kakak percaya sama Fara!" melasnya dengan mata berkaca - kaca. Ia hampir kehilangan kesabaran menghadapi sikap Kenan yang selalu seperti ini dikala sedang marah. Kenan yang hanya diam benar - benar membuatnya tersiksa batin menghadapinya.


"Hufh..." Kenan menghembuskan nafas di seberang sana "Maaf sayang, Kakak udah berlebihan. Kakak bukannya gak percaya sama kamu, Kakak cuman benar - benar gak rela ada yang manggil kamu semesra itu." ucapnya tampak penuh penyesalan dan rasa bersalah sembari secara tidak langsung mengakui kecemburuannya.


"Hiks..." akhirnya Fara tak dapat lagi membendung air matanya dan mulai terisak. Namun di balik isak nya ada perasaan lega karena mendapati bahwa Kenan sudah kembali bersikap lembut, serta yang penyebutan dirinya yang sempat berubah 'Aku', kini telah kembali menjadi 'Kakak' seperti biasa yang mengindikasikan bahwa kemarahan Kenan telah benar - benar sirna.


"Sayang, Kakak mohon, udahan nangisnya ya! Kakak benar - benar gak sanggup liat kamu nangis gini. Sekali lagi, maafin Kakak!" giliran Kenan yang memelas dengan mata berkaca - kaca ingin ikut menangis.


"Hiks... Mangkanya, lain kali kalo Kak Ken marah jangan diam gini. Fara kesiksa banget tau, gak tau mau lakuin apa. Hiks..." keluh Fara mengadu sembari menyeka air matanya mencoba menghentikan tangisnya.


"Iya deh, Kakak janji, ini yang terakhir. Maaf." Kenan kembali berucap dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah.


"Hiks... Beneran janji?" tanya Fara memastikan.


"Iya sayang, Kakak janji. Sekarang udahan nangisnya ya!" jawab Kenan bersungguh - sungguh dan kembali meminta Fara berhenti menangis.


Isak Fara yang memang sudah mereda, tak perlu banyak usaha lagi untuk menghentikannya "Ja- jadi, sekarang a- apa yang musti Fara lakuin?" tanyanya kemudian, sedikit terbata karena sesugukan kecil.


"Kamu hanya perlu lakuin seperti yang kamu bilang tadi dan mulai sekarang kalian harus jaga jarak. Paling dekat satu meteran, boleh lebih gak boleh kurang."

__ADS_1


__ADS_2