Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional
H-3 Menjelang Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, hari ini sudah H-3 menjelang acara resepsi pernikahan Kenan dan Fara. Persentase persiapannya sudah mencapai 98%. Adapun kemajuan dalam hubungan mereka, semakin membaik setelah keduanya saling mengungkapkan pengakuan kepada satu sama lain. Kenan yang bucin dan Fara yang posesif menjadikan mereka hari demi hari semakin harmonis nan romantis. Kenan masih kerap kali mencoba mengerjai sang istri, namun ketika Fara sudah mengeluarkan jurus ultimate nya, ancaman mogok praktek reproduksi, Kenan pasti auto memasuki mode suami takut istri.


Seperti saat ini, dimana beberapa saat yang lalu Kenan baru saja mencoba menggoda Fara yang tengah sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan mereka, Fara tak segan - segan mengeluarkan jurus ultimate nya ketika mulai jengah. Dan hasilnya, Kenan sukses dibuat menjadi layaknya anak kecil yang penurut pada sang ibu, duduk manis di meja kaman.


"Ok, done." ucap Fara dengan ekspresi berseri - seri ketika telah selesai menyiapkan makanan dan menatanya dengan rapih di atas meja makan. Lalu ia beralih pada Kenan yang masih setia dengan duduk manisnya tanpa berani melakukan apapun sebelum mendapat perintah dari ibu negara. "Cuci tangan, sayang!" titahnya sembari tersenyum manis kemudian.


"Ok, sayang." balas Kenan tersenyum manis pula, lalu beranjak menuju wastafel mini di sudut ruang makan.


"Eh, eh, mau ngapain?" tegur Fara ketika Kenan sudah kembali dan hendak mengambil makanan ke pring makannya. "Kakak duduk manis aja, biar Fara yang ngambilin!" kembali ia bertitah dengan senyuman manisnya yang bagi Kenan malah mematikan.


"O- ok, sayang." Kenan meringis dan kembali menurut pula. Kalau suami lain pasti senang dilayani seperti ini oleh istrinya, tapi tidak bagi Kenan. Ia yang sejatinya sosok introver yang lebih suka melakukan apapun sendiri dan tak ingin merepotkan orang lain, terutama orang - orang terdekatnya, diperlakukan sedemikian oleh Fara cukup menyiksa batinnya. Namun ia sadar, ia harus terbiasa dengan ini dan harus mulai belajar bergantung pada Fara yang hanya ingin melayani dirinya layaknya seorang istri pada umumnya, sebagaimana mestinya.


Usai sarapan, Fara kembali bertitah pada Kenan agar membiarkan dirinya saja yang membereskan meja makan dan mencuci piring bekas makan mereka. Tentu saja Kenan berusaha menolak karena merasa tidak enak hati, namun pada akhirnya ia menurut juga setelah mendapatkan senyuman manis namun mematikan dari Fara.


"Sayang, ayo sini!" Kenan memanggil Fara yang baru saja selesai mencuci piring. Sekarang ia tengah bersantai di ruang santai sambil menonton televisi. Hari ini dirinya dan Fara sudah mulai cuti. Jadi usai sarapan tadi, ia tak lagi langsung bersiap berangkat kerja seperti biasa.


Fara menurut dan bergegas menghampiri Kenan yang tengah duduk di sofa mewah king size yang terletak tepat di tengah - tengah ruangan itu.


"Naik, terus rebahan!" titah Kenan begitu Fara tiba di sisinya.


"Rebahan? Buat apa Kak?" Fara menurut, tapi bukan rebahan, melainkan duduk di sebelah Kenan.


"Kakak mau pijatin kamu, kakinya naikin ke sini!" Kenan menepuk - nepuk atas pahanya. "Anggap aja ini sebagai balasan Kakak yang udah dilayanin dengan baik sama Istri Kakak yang cantik ini." imbuhnya sembari mengerlingkan sebelah matanya, menggoda Fara yang tampak sungkan.

__ADS_1


Seketika pipi Fara merona dengan hati berbunga - bunga, namun ia belum juga bergerak menuruti perintah Kenan yang memintanya rebahan dan meletakan kakinya di atas pangkuan suami tampannya itu.


"Tapi Kak___ Kyaaa!"


Kenan tidak lagi memerintahkan Fara secara baik - baik, dengan paksa namun lembut ia langsung merebahkan tubuh Fara yang sukses membuat istri ngeyelnya itu memekik kaget.


"Aaahh..."


Fara langsung mend*sah nikmat ketika Kenan baru saja memulai aksi pijatannya di kaki Fara. Tidak tanggung - tanggung, sebagai sosok perfeksionis yang penuh totalitas dengan keahlian medisnya, Kenan bahkan mempelajari tehnik pengobatan tradisional Tiongkok atau yang sering disebut tehnik akupuntur. Jadi, kemampuan memijatnya tidak perlu diragukan dalam mencari titik - titik krusial pada tubuh pasiennya.


"Gimana, enak kan pijatan ku, sayang?" tanya Kenan dengan nada bangga yang hanya dijawab dengan lenguhan mengeram kenikmatan oleh Fara. "Hehe... Siapa dulu? Kenan gitu loh." imbuhnya semakin membanggakan diri.


Namun beberapa saat kemudian, wajah Kenan berubah pias. Bagaimana tidak? D*sahan serta lenguhan kenikmatan terus saja keluar dari bibir Fara yang terdengar sangat s*ksi di pendengaran Kenan. Sehingga sukses membuat sesuatu di bawah sana berdiri tegak tapi bukan keadilan. Siapa lagi kalau bukan si Jonny yang dengan kurang ajarnya main memasuki mode tempur tanpa bisa di kendalikan oleh Kenan. Jadilah Fara mengeram, Kenan meringis.


"Su- suara apa Kak? Aaahh..." tanya Fara lugu dan lagi - lagi mend*sah pula.


Glek...


Kenan susah paya meneguk saliva dibuatnya. "Nah, suara gitu tuh." ujarnya.


"Gitu, gimana? Aaahhh..." sebenarnya Fara sudah mengerti maksud Kenan. Tapi ia sengaja terus berpura - pura lugu, ingin menguji iman suaminya itu. Di balik wajah mengeram nya, tersematkan senyuman tertahan. D*sahannya pun semakin menjadi, dibuat ses*ksi mungkin.


Sshh...

__ADS_1


Kenan auto mendesis ketika merasakan darahnya sekilas berdesir hebat. "Ayolah sayang!" namun ia tidak juga mengatakan secara terus terang apa maksudnya. Ia takut jika Fara menganggapnya pria mesum. Meskipun ia merupakan orang yang suka berkata jujur, namun ia tidaklah lugu - lugu amat. Baginya, jujur boleh, tapi jangan terlalu lugu. Kalau orang terlalu lugu, niscaya orang itu cenderung mudah dibodohi, ditipu, ataupun dimanfaatkan. Tentu saja ia tak ingin menjadi seperti itu.


"Ayo apa sih, Kak? Unghhh..." namun jangan lupakan Fara yang sejatinya sosok ambisius, ia tak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia semakin gencar menjalankan aksi menguji iman Kenan.


Kenan menggigit bibir bawahnya geram - geram gemas. Sumpah demi apapun, ingin sekali rasanya ia menerkam Fara detik ini juga. Di bawah sana si Jonny sudah benar - benar merasa sesak, terus meronta, meminta dikeluarkan. Darahnya pun kian memanas. Namun akal sehatnya masih mampu mengendalikan dirinya. Setengah mati ditahannya hasratnya yang mulai membuncah. "Sayang, 3 hari kita cuti loh." ujarnya kemudian, yang tidak dimengerti Fara apa maksud ujaran tersebut.


"Terus? Aaahhh..."


"Kita di rumah aja ya, selama 3 hari ke depan."


"Ngapain di rumah aja? Aaahh..." Fara masih belum mengerti. Namun entah mengapa, ia tiba - tiba merasakan firasat buruk. D*shannya pun mulai dikondisikan.


"Mempercepat proses pembuatan Kenan junior." jawab Kenan lugas nan enteng.


Glek...


Kali ini Fara yang dibuat susah paya meneguk saliva. Firasatnya benar - benar terjadi. Bukan tak mau melayani Kenan untuk yang satu itu, tapi kalian tahulah, bagaimana Kenan kalau sudah menyangkut tentang praktek reproduksi. Suaminya itu benar - benar memiliki stamina yang sangat banyak dalam tubuhnya. Ia sangat mengetahui itu. Ternyata proses malam pertama mereka hanyalah pemanasan bagi Kenan. Mulai malam ke dua, ke tiga dan seterusnya hingga malam tadi, ia benar - benar harus dibuat mengakui ketangkasan Kenan dalam praktek reproduksi.


Itulah mengapa, ketika subuh tiba, selalu Fara yang bangun lebih awal. Bagaimana tidak? Bahkan ketika Fara sudah terlelap, Kenan masih sibuk mencari kepuasan seorang diri. Konyol memang, tapi begitulah faktanya. Kenan seolah - olah suami cabul yang menggauli istrinya dikala sedang tidur. Mungkin kalau ada pasal perundang - undangan yang tidak memperbolehkan memp*rkosa istri sendiri, niscaya Kenan sudah berada di balik jeruji kini.


Membayangkan selama 3 hari Kenan akan menggaulinya dengan praktek reproduksi tanpa mengenal waktu, Fara bergidik ngeri. Jika ia punya ancaman maut, mogok praktek reproduksi, maka Kenan sebaliknya, non stop praktek reproduksi.


"Gak, gak, masa di rumah aja? Fara gak mau, Fara pengen jalan - jalan keluar bareng Kak Ken. Kak Ken mau, ya! Fara pingin banget loh jalan bareng Kakak kayak orang lagi pacaran gitu." tolak Fara tegas kemudian. Sebenarnya ingin kencan dengan Kenan memang keinginan sungguhan nya. Tapi disini, ia hanya menjadikannya sebagai dalih untuk merayu Kenan agar membatalkan niatnya. Tutur katanya dibuat semanja nan semanis mungkin.

__ADS_1


"Baiklah." siapa sangka? Ternyata Kenan juga mempunyai keinginan serupa. Dengan senang hati diturutinya.


__ADS_2