Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional
Fara + Farzan VS Kenan


__ADS_3

"Akhirnya, hiks..." Farzan terisak haru mendengar kabar kehamilan Fara "Hiks... Gak lama lagi Ayah bakal jadi Kakek."


Usai makan malam di restauran tadi, Fara meminta Kenan untuk pulang ke kediaman Farzan, katanya ingin memberikan kejutan pada sang ayah. Kenan yang sejatinya juga rindu ingin bertemu Farzan, sang ayah mertua, dengan senang hati mengiyakan. Dan di sinilah mereka sekarang, di ruang keluarga kediaman Farzan.


Kenan dan Fara yang duduk mengapit di sisi kanan dan kiri Farzan hanya tersenyum sembari sama - sama mengusap - usap punggung pria paruh baya itu.


"Udah berapa minggu umur calon cucu Ayah?" tanya Farzan kemudian, sembari menyeka air matanya.


"Belum cukup sebulan Yah, baru 3 minggu lebih." Kenan yang menjawab.


Farzan mendelik pada Kenan dan Fara secara bergantian "Udah hampir sebulan dan kalian baru ngasih tau Ayah?" protesnya tidak terima.


Kenan dan Fara kompak menyengir salah tingkah "Hehe... Bukannya baru mau ngasih tau Yah, tapi Kenan sama Fara juga baru tau tadi pagi setelah meriksain Fara ke Dokter spesialis kandungan." sekali lagi Kenan yang menjawab.


"Kok bisa, kalian baru tau?" Farzan menaikan sebelah alisnya.


"Soalnya Fara gak ada nunjukin tanda - tanda kehamilan Yah." kali ini Fara yang menjawab sembari menggaruk - garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ooh... Emang sih biasanya gitu. Biasanya diawal - awal bulan belum kerasa tanda - tanda kehamilannya." Farzan manggut - manggut "Terus, gimana kalian bisa inisiatif buat periksa ke Dokter spesialis kandungan?" tanyanya kemudian.


Fara menggedikan bahunya juga tak tahu seraya mengalihkan pandangannya pada Kenan "Kalo itu Kak Ken yang tau, soalnya Kak Ken yang ngatur pemeriksaannya tanpa sepengetahuan Fara."

__ADS_1


Farzan pun ikut mengalihkan pandangannya pada Kenan dan menatap menantunya itu dengan tatapan ingin tau.


Giliran Kenan yang menggaruk - garuk tengkuknya yang tidak gatal. Ia tiba - tiba speechless, bingung mau menjelaskan bagaimana. Sumpah demi apapun, kalau bisa ia benar - benar tidak ingin menjawab pertanyaan ini. Bukan tak punya jawaban, ia punya 2 malah.


Yang pertama, perihal jadwal datang bulan Fara yang tak sekalipun ia temui bahkan setelah sebulan lebih mereka menikah. Ia sangat tahu riwayat kesehatan Fara, dimana tak ada yang melampirkan bahwa Fara memiliki masalah terkait perihal datang bulan, alias menstruasi dalam bahasa ilmiah. Kalau pun Fara tiba - tiba mengalami telat datang bulan, tidak mungkin akan setelat itu hingga satu bulan + satu minggu. Jika sampai setelat itu, pasti Fara akan mengalami efek samping sebagai dampaknya. Seperti sering mengalami mulas dan sakit perut, sebagai efek samping yang paling umum dialami oleh para wanita yang tengah telat datang bulan. Namun Fara tak pernah sekalipun mengalami itu, sehingga Kenan sangat yakin bahwa Fara tengah hamil.


Yang ke dua lebih simpel, yakni perihal kondisi emosi Fara yang labil dan lebih sering marah - marah akhir - akhir ini. Awalnya Kenan mengira itu sifat Fara yang sesungguhnya yang baru istrinya itu tunjukan setelah hubungan mereka telah lebih erat dan mendalam. Namun ibarat kata ngelunjak, semakin lama sifat Fara itu malah semakin menjadi yang Kenan sendiri baru menyadarinya setelah mengingat obrolan singkatnya dengan Ju Woon yang hanya berbasa basi membahas tentang itu. Namun setelah merenungkan lebih jauh dengan mengaitkan semua asumsi dan fakta, Kenan yakin bahwa sifat Fara itu adalah pengaruh hormon kehamilan.


Begitulah kurang lebih, bagaimana Kenan bisa menyimpulkan bahwa Fara tengah hamil dan berinisiatif memeriksakan sang istri ke dokter spesialis kandungan. Dan sekarang, dari kedua jawaban tersebut, ia harus memilih yang mana untuk menjawab rasa ingin tahu Fara dan Farzan yang masih terus menatapnya dengan tatapan ingin tahu?


Kenan benar - benar dilema. Sebenarnya mudah saja, tinggal memilih salah satu dengan acak dan beres. Namun masalahnya adalah setelah ia menjawab. Yang mana setiap jawaban memiliki resiko masing - masing.


Jawaban yang pertama resikonya adalah Farzan pasti akan menjadikan Kenan sebagai bulan - bulanan subjek godaan. Salah satu pertanyaan yang pasti ditanyakan Farzan untuk menggoda Kenan adalah, bagaimana Kenan bisa mengetahui jadwal datang bulan Fara? Lantas Kenan harus menjawab apa?


Alternatif lain yang bisa Kenan gunakan untuk menjawab pertanyaan Farzan adalah jujur dengan menyatakan bahwa ia bisa mengetahui jadwal datang bulan Fara berkat rutinnya dirinya dan Fara melakukan praktek reproduksi. Tidak, sungguh tidak mungkin Kenan memberitahukan itu pada Farzan. Bisa dipastikan Farzan akan semakin gencar menggodanya setelahnya.


Sedangkan resiko dari jawaban yang kedua adalah pasti akan terjadi perang dunia ketiga dalam rumah tangga Kenan dan Fara. Dimana bisa dipastikan jika Kenan menyatakan bahwa Fara labil, istrinya itu pasti auto memasuki mode singa betina marahnya, plus ngambek.


"Ayo jawab Ken, kenapa kamu diam aja? Gimana kamu bisa inisiatif meriksain Fara ke Dokter spesialis kandungan?" cerocos Farzan mendesak Kenan dengan tidak sabarnya mendapati menantunya itu hanya diam setelah sekian waktu berlalu.


"Iya Kak, ayo! Fara juga penasaran." timpal Fara tak kalah tidak sabarnya dari Farzan.

__ADS_1


Kini tengkuk Kenan yang sejak tadi terus digaruk - garuknya benar - benar terasa gatal. Digigitnya keras - keras bibir bawahnya demi meringankan bibirnya yang terasa berat untuk berucap. "Se- sebenarnya Kenan iseng - iseng aja meriksain Fara ke Dokter spesialis kandungan." 'Astaghfirullah alhadzim. Ampuni hamba Mu ini, ya Allah. Hamba terpaksa berbohong demi kebaikan bersama.' lanjutnya dalam hati merasa bersalah dan berdosa telah membohongi Fara dan Farzan.


"Iseng?" Farzan membeo tak percaya "Masa sih?"


"Iya, Fara juga gak percaya. Mana ada iseng - iseng aja, alat - alat dan prosedur pemeriksaannya maksimal gitu?" Fara yang melakukan pemeriksaan secara langsung lebih tak percaya. Bagaimana tidak? Dokter Susi memeriksa dirinya mulai dari menanyakan keluhan terkait gejala - gejala kehamilan hingga tes USG. Dan sekarang Kenan menyatakan bahwa semua itu hanyalah keisengan belaka? Fara benar - benar tak percaya.


'Ck... Like Father, like Daughter! Gak bisakah mereka langsung percaya aja? Oh, ayolah...!' Kenan membatin dongkol. "I- iya, Kenan emang iseng - iseng aja. Pemeriksaan maksimal itu sengaja Kenan lakuin biar hasilnya lebih efektif dan jelas." jangan lupakan keahlian Kenan yang sangat ilahi memainkan kata - katanya. Tidaklah sulit baginya merangkai alasan yang terdengar masuk akal dan meyakinkan seperti ini.


Sejenak Fara dan Farzan saling pandang yang Kenan yakini sepasang ayah dan anak itu tengah mendiskusikan nilai kebenaran dari jawaban yang baru saja ia tuturkan. Lalu Fara dan Farzan saling mengangguk terhadap satu sama lain, pertanda bahwa diskusi mereka telah mencapai kesimpulan.


"Hmm... Benar juga sih. Tapi, apa emang itu alasan kamu yang sebenarnya?" tanya Farzan memastikan kemudian, sembari kembali menatap Kenan. Begitupun Fara yang juga kembali menatap Kenan sembari manggut - manggut menyetujui tindakan sang ayah yang kembali bertanya memastikan. Sebenarnya dari hasil diskusi dalam diam mereka, menyimpulkan untuk percaya terhadap jawaban Kenan yang tampak sangat masuk akal dan meyakinkan itu. Namun dalam hati keduanya masih terbesit keraguan.


"Iya Yah, itulah yang sebenarnya." sambar Kenan langsung menjawab tanpa ragu dan penuh kesungguhan.


Fara dan Farzan terdiam sejenak sembari menelisik raut wajah serta sorot kedua Netra Kenan, mencari jikalau ada kedustaan di sana. Namun bukan Kenan namanya jika tidak dapat menyembunyikan ekspresinya dengan sangat baik, hingga baik Fara maupun Farzan tak menemukan apa yang mereka cari.


"Hm, ya udahlah kalo emang gitu." dengan segenap keberatan hati, Farzan menyerah pada akhirnya.


"Hufh..." begitupun Fara yang hanya bisa mend*sah lemah.


'Hufh...' sementara Kenan menghembuskan nafas lega dalam hati sembari menyeringai penuh kemenangan 'Hehe... Kenan dilawan.'

__ADS_1


"Eh? Gak kerasa, ternyata udah selarut ini. Kalian mau bermalam di mana?" sejurus kemudian Farzan tiba - tiba berujar dengan sedikit kaget kala tatapannya tidak sengaja jatuh pada arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


Refleks Kenan ikut melihat arloji pada pergelangan tangan kirinya sendiri. Dan benar kata Farzan sudah cukup larut, waktu sudah menunjukan tepat pukul 21.48 PM. Kemudian ia mendongak menatap Fara "Kita bermalam di sini aja ya, sayang!" putusnya setelah menimang singkat.


__ADS_2