
Bruk...
"S*it!"
"F*ck!"
"B*ngsat! Berani - beraninya dia mempermalukan ku." sambil melajukan mobil sport mewahnya dengan sedikit ugal - ugalan di jalanan yang tampak renggang pagi ini, seorang pria kisaran usia 28 tahunan memukul setir mobilnya cukup keras seraya melontarkan berbagai sumpah serapah. Ialah Andre yang baru saja meninggalkan kediaman Farzan dan tengah menuju NF Hospital. Siapa lagi yang dimaksud 'dia' dalam sumpah serapahnya kalau bukan Kenan.
Ya, Andre benar - benar merasa malu telah dipermalukan oleh Kenan beberapa waktu yang lalu, tanpa dapat berkutik. Dalam pikirannya yang dipenuhi emosi hingga tak bisa berpikir jernih, ia yakin saat ini Kenan serta Fara dan Farzan tengah menertawakan dirinya.
"Apanya yang lupa mengganjal perut, saking ingin menjemputnya? Pers*tan!" gerutu Andre dengan rahang mengeras sembari terus memandang ke depan lintasan jalan dengan kilatan kemarahan serta dendam kesumat di matanya kala mengingat sindiran sarkas Kenan terakhir kali "Lihat saja, aku pasti akan membalasnya. Jangan pikir seorang Andre akan diam saja setelah dipermalukan seperti ini!" luapan emosi yang tengah menyelimuti dirinya benar - benar tidak membuatnya berpikir jernih saat ini. Sembari tersenyum smirk nan licik, ia mulai merangkai rencana dalam benaknya untuk membalas Kenan.
###
Sementara di tempat lain, di kediaman Farzan, stelah membahas tentang Andre yang terobsesi pada Fara menurut penilaian Kenan tadi, Kenan dan Fara beralih ke kamar Fara, sedang Farzan beralih ke kamarnya sendiri pula untuk bersiap berangkat kerja.
"Umph..."
Hosh hosh hosh...
Kenan dan Fara terengah - engah akibat ciuman panas nan panjang yang baru saja mereka lakukan. Sekitar 10 menit yang lalu, sesaat keduanya baru saja memasuki kamar dan kembali menutup pintu, Kenan langsung menghimpit Fara ke daun pintu dan langsung menyumpal bibir istrinya itu dengan bibirnya sendiri secara agresif namun lembut.
Fara yang memang juga sangat merindukan Kenan dan ingin mencium suaminya itu, tentu saja dengan senang hati membiarkan perlakuan Kenan dan membalasnya tak kalah agresif.
"Love you more, sayang." ucap Kenan dengan suara parau pertanda tengah diliputi hasrat s*ksual. Sembari menempelkan dahinya dengan dahi Fara, ia menatap istrinya itu dnegan tatapan sayu.
"Love you more too, Kak." balas Fara juga dengan suara parau sembari menatap Kenan dengan tatapan sayu pula. Sama seperti Kenan yang terus menegang kedua sisi pinggangnya, iapun terus mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya itu.
"Kakak mau nengokin dede bayi, boleh kan?" pinta Kenan penuh harap kemudian.
__ADS_1
"Hm." Fara langsung mengangguk sembari sedikit tersipu yang sukses membuat Kenan tersenyum sumringah dan langsung kembali melahap bibirnya.
"Umph..."
Mulai dari ciuman mesra, ciuman tersebut beralih ke ciuman panas dan penuh gairah. Tangan nakan Kenan kini sudah mulai beraksi menyelinap ke dalam baju dan celana Fara. Kalian tahulah apa yang dituju tangan - tangan nakal itu.
"Aahh..." sontak Fara mend*sah tertahan di sela - sela ciuman penuh gairah mereka, kala tangan nakal Kenan hampir secara bersamaan menggerayangi puncak sebelah gunung kembarnya serta bibir gua dalam lembah nya.
"Sayang, kamu udah basah. Pindah ke ranjang yuk!" ajak Kenan vulgar.
"Hm." sekali lagi Fara hanya bisa mengangguk dan tersipu.
"Kyaaa..." sejurus kemudian Fara memekik kaget akibat Kenan yang tanpa permisi tiba - tiba menggendong dirinya ala birdal style dan langsung memboyongnya ke atas ranjang dengan agak tidak sabaran.
Setelah membaringkan Fara di atas ranjang dengan telaten, Kenan bergegas melepaskan semual helai kain yang melekat di tubuhnya, lalu melakukan hal serupa pada Fara. Sangat cepat, tak sampai hitungan menit keduanya sudah dalam keadaan polos tanpa ada sehelai benangpun yang menempel pada tubuh masing - masing. Kemudian mereka kembali saling mencumbu dengan posisi Kenan menindih Fara dan baru memulai permainan inti, alias praktek reproduksi 5 menit kemudian.
3 jam kemudian...
"Aw, aw..." sesekali Kenan merintih kecil sembari meringis menahan pedih pada punggungnya yang terkena air. Saat ini dirinya dan Fara tengah berendam bersama dalam bathub usai melakukan olah raga pagi penuh gairah beberapa saat yang lalu. "Aw... Sayang, sepertinya punggung Kakak banyak lecetnya nih. Kamu kok jadi ganas gini." adu nya mengeluh serta memprotes sembari menopang kan dagunya pada sebelah pundak Fara yang tengah didekapnya dari belakang.
"Ck..." Fara mencebik "Kak Ken tuh yang ganas, liat aja nih badan Fara hampir dipenuhin bekas gigitan Kakak." balasnya mencibir sembari menunjuk bagian depan tubuhnya yang menampakan sangat banyak bekas kiss mark karya original Kenan.
"Hehe..." Kenan malah terkekeh pelan "Itu bukan bekas gigitan sayang, tapi kiss mark." ralat nya membenahi kepolosan Fara yang tidak bisa membedakan bekas gigitan dan kiss mark.
"Hmm?" Fara mendelik curiga pada Kenan yang masih terus menopang kan dagu di sebelah pundaknya "Sepertinya Kakak tau betul sama yang ginian? Kakak sering buatnya ya?"
Kenan langsung menggeleng tegas "Mana ada sayang, Kakak cuman sering nemuin difilm - film yang Kakak nonton." jelasnya jujur.
Fara sedikit gagal paham "Maksud Kakak, Kakak sering nontonin film dewasa."
__ADS_1
Sekali lagi Kenan menggeleng tegas "Bukan sayang, tapi difilm - film action barat yang sering Kakak nonton itu loh. Adegan - adegan kiss mark gitu mah gak jarang." perjelas nya.
"Hmm? Beneran?" Fara masih belum terlalu percaya meskipun mendapati kejujuran dalam raut wajah Kenan.
Kenan mengangguk mantap "Beneran sayang, mangkanya kalo Kakak lagi nonton, skali - skali kamu ikut nonton juga dong." sarannya.
"Cih..." Fara berdecih "Males, Fara gak suka film barat." tolaknya mentah - mentah.
Kenan hanya memutar bola matanya, tak mau juga memaksakan kehendaknya pada Fara. "Ya udah kalo gak mau, tapi kamu udah percaya sama Kakak kan?" tanyanya kembali ke topik kemudian.
"Hm." Fara hanya mengangguk mengiyakan, ia tak ingin juga memperpanjang masalah sepele seperti ini. Lagi pula ia juga tak menemukan sedikitpun kebohongan dalam raut wajah Kenan.
Setelahnya tak ada obrolan lagi diantara Kenan dan Fara. Keduanya memutuskan segera menyelesaikan ritual mandi dan keramas bersama mereka karena ingin segera mengistirahatkan tubuh mereka yang teras cukup remuk akibat permainan panas tadi.
Terlebih Kenan yang sejatinya baru saja menempuh perjalanan jauh, tentu saja dirinya benar - benar lelah. Jika dalam keadaan fit, jangan harap Kenan akan membiarkan ritual mandi dan kermas bersama ini terlewatkan dengan sekedar mandi dan keramas saja. Pasti akan ada ronde ke dua, ke tiga, yang entah hingga ronde ke berapa dalam melanjutkan praktek reproduksi dengan Fara.
Adapun Fara yang tidak selelah Kenan, ia hanya ingin menemani suaminya itu beristirahat seharian sekaligus melepaskan kerinduan yang telah dipendamnya selama hampir seminggu ini. Oleh karena itu hari ini ia bahkan rela tak masuk kerja, melalaikan tanggung jawabnya sejenak.
Jadilah seharian ini Kenan dan Fara hanya berdiam diri, bersantai dan bermalas - malasan di kediaman Farzan. Dan pada malam harinya usai makan malam, mereka memutuskan untuk kembali ke apartemen.
"Yah, rumah Ayah bakal sepi lagi nih." keluh Farzan sedikit sedih ketika Kenan dan Fara baru saja menyalaminya.
Fara kembali meraih tangan Farzan. Kali ini bukan untuk disalami, melainkan untuk digenggamnya lembut dengan kedua tangannya. "Ayah jangan sedih gitu dong. Kan jarak dari sini ke apartemen deket. Kalo Ayah kangen sama Fara dan Kak Ken Ayah tinggal ke apartemen aja. Atau suruh aja Fara dan Kak Ken kesini." usulnya mencoba menghibur Farzan.
Berbeda dengan dirinya yang kini telah benar - benar nyaman bersama Kenan yang tak seperti pertama kali saat akan berpisah dengan Farzan, Fara tahu bahwa sang ayah pasti kesepian di rumah sendirian. Tapi bukan berarti ia tidak pernah rindu kepada Farzan, pernah, bahkan selalu. Hanya saja berkat keberadaan Kenan yang selalu disisinya, kerinduannya terhadap Farzan itu terobati.
Kenan ikut meraih dan menggenggam tangan Farzan yang satu lagi "Iya Yah, benar kata Nisha. Kenan bakal usahain selalu penuhin tiap kali Ayah manggil kami ke sini." timpalnya ikut menghibur.
"Humps..." Farzan malah mendengus dan menyentakan kedua tangannya hingga terlepas dari genggaman Kenan dan Fara "Bukan kalian yang bakal Ayah kangenin, tapi calon cucu Ayah. Siapa juga yang bakal kangen sama anak dan mantu gak berakhlak seperti kalian? Cuih..."
__ADS_1