Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional
Akibat Mendesak Fara


__ADS_3

"Menurut Kak Ken, gimana?" tanya Fara pada Kenan. Kini mereka tengah berada dalam perjalanan kembali ke NK Hospital setelah pertemuan dengan beberapa saat yang lalu.


"Kalo itu benar, apa yang bakal kamu lakuin? Apa kamu bakal kembali padanya?" Kenan malah bertanya sembari menatap Fara lekat - lekat. Ia tahu yang ditanyakan Fara adalah perihal kebenaran tentang penjelasan Bagus mengenai fakta di balik skandal antara Bagus dan Sherina sekaligus alsan Bagus membatalkan pernikahannya dengan Fara dan malah menikah dengan Sherina.


Fara balas menatap Kenan dan menggeleng tegas "Gak, Fara sama sekali gak ada kepikiran seperti itu, Fara cuman..." ucapnya menggantung sembari menunduk menghindari tatapan Kenan.


"Cuman apa?" sebelah alis Kenan terangkat tegang.


"Fara cuman ngerasa bersalah aja sama Kak Bagus, disaat dia lagi dalam masalah, Fara malah bahagia." cicit Fara.


"Hufh..." Kenan menghembuskan nafas yang sempat ditahannya akibat harap - harap cemas menantikan jawaban Fara yang ia pikir akan bimbang meneruskan pernikahan mereka, seperti yang juga dipikirkan Bagus sebelumnya.


Baik Kenan maupun Bagus sama - sama tahu tentang kepribadian Fara yang terbilang sangat loyal. Fara tidak akan bisa merasa senang di atas penderitaan orang - orang terdekatnya, seperti Bagus yang sudah dianggapnya sahabat sekaligus seorang kakak. Dan kasus yang Fara alami sekarang adalah seperti itu.


Sebenarnya, Kenan mengetahui bahwa penjelasan Bagus adalah kebenaran. Dengan koneksinya yang sangat besar, tidak sulit baginya untuk mengetahui itu disaat bersamaan dengan ia yang ingin menghancurkan keluarga Sanjaya waktu itu.


Bahkan Kenan sedikit banyak mengetahui tentang Bagus yang sangat mencintai Fara. Dari laporan penyelidikan yang ia terima, sangat banyak melaporkan tentang betapa baik dan perhatiannya Bagus pada Fara selama ini.


Itulah mengapa sebelumnya Kenan berpikir bahwa Fara sering merenungkan hubungannya yang kandas dengan Bagus dan berniat kembali kepada Bagus. Jika dipikirkan secara logika, tidak akan ada wanita yang tidak akan luluh dengan perhatian sebesar yang Bagus berikan pada Fara. Kenan juga tahu bahwa Bagus adalah pria yang sangat setia. Buktinya, dari sekian banyak wanita yang mengejar Bagus termasuk Sherina, pada akhirnya hati Bagus hanya tertuju pada Fara.

__ADS_1


Jujur saja sebagai sesama lelaki, Kenan sangat mengakui tabiat Bagus yang satu itu dan tidak cukup percaya diri jika mereka harus bersaing. Bukannya ia tidak yakin bahwa dirinya juga orang yang setia, hanya saja kesetiaannya belum teruji.


Itulah mengapa saat Farzan menitipkan Fara padanya waktu itu, Kenan tidak berani menjanjikan dapat membahagiakan Fara. Sebab ia berpikir, sebagimana Bagus mencintai Fara, Fara juga mencintai Bagus sedemikian rupa. Jadi, secara logika ia menyimpulkan bahwa yang bisa membahagiakan Fara sebagai teman hidup adalah Bagus. Kurang lebih seperti itulah perspektif Kenan sebelum mengetahui fakta bahwa Fara tidak pernah mencintai Bagus. Oleh karena itu, saat Fara menyatakan demikian, Kenan sangat sulit untuk percaya.


Kenan meraih dagu Fara dan mengangkatnya demi kembali mempertemukan tatapan mereka "Dengerin Kakak, sayang! Kamu gak salah apapun tentang apa yang terjadi sama Bagus. Semua yang terjadi udah menjadi ketentuan takdir, termasuk bagaimana Kakak dan Fara bisa menikah. Jadi, yang perlu kita lakuin sekarang hanyalah memperbaiki jika ada yang salah dengan takdir itu. Namun, belum tentu juga pernikahan Bagus dan Sherina adalah kesalahan, jodoh siapa yang tahu?" tuturnya panjang lebar mencoba memberi pengertian pada Fara.


Fara terhenyak mencerna penuturan Kenan dengan seksama, tidak bisa dipungkiri bahwa semua yang dikatakan Kenan memang benar adanya. Bagaimana ia bisa langsung menyimpulkan bahwa pernikahan Bagus dan Sherina adalah kesalahan? Apakah tanpa sadar, ia berharap kembali kepada Bagus menggantikan Sherina seperti yang Kenan pikirkan? Tidak, tidak mungkin, Fara segera menyangkal pemikiran yang menurutnya sangat menyeramkan itu.


Fara yakin, ia sangat mencintai Kenan dan tak akan mungkin mengorbankan cintanya dengan kembali kepada Bagus. Sangat mustahil baginya melakukan itu, memikirkan berpisah dengan Kenan saja ia tak berani. Lantas apa yang membuatnya berpikir bahwa pernikahan Bagus dan Sherina adalah kesalahan? Karena Sherina tidak pantas untuk Bagus? Ya, pasti karena itu, pikir Fara menyimpulkan.


"Sayang, kamu dengerin Kakak kan?" tegur Kenan mendapati Fara malah melamun.


"Lalu, sekarang bagaimana menurutmu?"


Fara ingin kembali menunduk menghindari tatapan Kenan, ia takut Kenan salah mengartikan jawabannya. Namun tangan Kenan yang masih setia menjawil dagunya, tidak membiarkannya menunduk. Sebagai gantinya, ia hanya bisa menggigit keras bibir bawahnya. "Entahlah Kak, Fara akui yang Kakak katakan emang benar. Tapi, entah mengapa Fara tetap ngerasa pernikahan itu salah." jawabnya hati - hati kemudian.


Kenan diam, ia tahu Fara belum mengutarakan semua isi hatinya.


Sekali lagi Fara menggigit bibir bawahnya, tiba - tiba saja bibirnya terasa berat untuk berucap "Fa- Fara rasa, Sherina gak pantas untuk Kak Bagus."

__ADS_1


"Lalu, siapa yang pantas? Kamu?" kali ini Kenan langsung menyela meskipun tahu Fara masih belum selesai.


Akhirnya yang Fara takutkan terjadi juga. Dengan tegas ia menggeleng "Bukan, Fara gak sedikitpun berpikir seperti itu. Mungkin ini feeling Fara aja, Fara ngerasa Sherina itu bukan perempuan baik - baik." ia hanya berdalih dengan feeling tanpa mengungkapkan semua keburukan Sherina yang ia ketahui selama ini. Bukan tak mau, hanya saja ia malas menjelaskan. Jika harus dijelaskan, mungkin satu episode pun tak akan cukup untuk menuliskannya. Author juga malas ngetiknya.


Kenan sebenarnya tahu betapa buruknya seorang Sherina. Ia mengetahui itu saat menyelidiki skandal yang terjadi antara Bagus dan Sherina. Namun ia ingin menguji seberapa jujurnya Fara dengan ucapannya. Bukan tentang keburukan Sherina, melainkan tentang benarkah Fara benar - tidak tidak pernah berpikir untuk kembali kepada Bagus? "Hmm? Sebegitu peduli kah kamu sama Bagus?" tanyanya memancing.


Lagi - lagi bibir Fara terasa berat untuk berucap. Dengan keras ia memutar otak untuk merangkai kata - kata yang tepat agar Kenan tidak semakin salah paham. Ya, memang benar ia sangat peduli pada Bagus. Tapi hanya sebatas rasa peduli pada sahabat sekaligus seseorang yang dianggapnya sebagai kakak. Kenan mungkin berpikir, rasa pedulinya pada Bagus lebih dari itu, pikirnya.


'Ayo Fara, kamu bisa!' Fara membatin menyemangati diri sendiri.


"Hmm? Kenapa diam aja? Ayo jawab! Sebegitu peduli kah kamu sama Bagus, sehingga bahkan perempuan yang menjadi istrinya harus sesuai dengan keinginanmu? Lagian, gimana bisa kamu ngejudge Sherina sebagai bukan perempuan baik - baik hanya dengan feeling mu? Bukankah itu sangat klise dan tidak masuk akal? Terus___ Umph..." sementara Kenan dengan tidak sabar mendesak dengan berbagai cercaan. Namun belum selesai ia mencerca, bibirnya langsung dibungkam oleh Fara menggunakan bibir pula.


Ya, Fara mencium Kenan. Entah karena semakin terdesak dan tak tahu harus menjawab apa, atau memang karena ingin, atau mungkin juga dua - duanya.


Kenan yang benar - benar tidak menyangka akan mendapatkan serangan maut mendadak, dibuat shock sesaat. Ketika tersadar dari shock nya, ia mencoba melepas ciuman Fara meski sangat menyayangkannya juga. Namun, entah sahwat nya yang lemah atau kendali Fara yang terlalu kuat, ia tak bisa melepaskannya dan malah terbuai membalas ciuman Fara. Sungguh ironis bagi Kenan, disaat ia tidak lagi melakukan perlawanan apapun dan sudah benar - benar menikmati ciuman mereka, malah Fara yang melepaskan ciumannya hanya dalam sekali hentakan.


Kini Fara menangkup kedua sisi pipi Kenan dengan kedua tangannya sembari mengatur pernafasan yang sedikit terengah - engah akibat ciuman barusan. "FFara eemang peduli sama Bagus, ttapi Fara lebih ppeduli pada Kak Ken. FFara gak mungkin ninggalin Kak Ken dan kkembali sama Kak Bagus, kkarena Fara ssangat mencintai Kak Ken. " ucapnya tersengal - sengal kemudian. Antara sadar dan tidak ia mengucapkan itu. Mungkin karena tak bisa lagi memikirkan jawaban yang tepat serta terbawa suasana, ia terpaksa mengakui perasaanya.


Kenan meringis dengan kedua pupil mata melebar sempurna. Ia meringis akibat dipaksa berhenti ciuman disaat sedang nikmat - nikmatnya. Sedangkan kedua pupil matanya yang melebar akibat shock mendapatkan pengakuan tak terduga. Sementara nafasnya yang tadinya juga terengah - engah seperti Fara, kini tertahan di kerongkongannya.

__ADS_1


Jangan coba bayangkan dan rasakan terlebih lagi praktekan seperti apa ekspresi Kenan sekarang. Author tidak bertanggung jawab, jika ada yang melihat dan menganggap kalian orang gila.


__ADS_2