Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional
Pasangan Absurd


__ADS_3

Malam harinya, setelah makan malam bersama di kediaman Farzan, Kenan dan Fara kembali ke apartemen. Sepanjang perjalanan, keduanya hanya diam dalam kecanggungan. Pikiran mereka masih di usik oleh pertanyaan Farzan siang tadi yang menanyakan perihal cucu. Sungguh, jika Farzan tidak mengingatkan, Kenan dan Fara mungkin akan lupa bahwa itu juga merupakan tujuan utama adanya pernikahan, melahirkan keturunan. Sejauh ini mereka terlalu sibuk menata hubungan hingga benar-benar mengabaikan hal tersebut.


"Sudah sampai, tuan, nyonya." lamunan Kenan dan Fara buyar oleh laporan sang supir. Sepertinya mereka sudah cukup lama tiba di basemen apartemen, sampai-sampai sang supir yang sok cool dengan gayanya yang sangat irit berbicara itu, akhirnya buka suara juga mendapati tuan dan nyonya nya tak kunjung keluar dari mobil.


"Ehem..." Kenan berdehem "Terima kasih, Pak."


Hening...


Suasana kembali hening. Setelah berucap, Kenan kembali diam, tapi tak kunjung juga keluar dari mobil, begitupun Fara. Keduanya saling menunggu yang lain untuk keluar lebih dulu dan menyusul setelahnya. Namun hingga detik ini, baik Kenan maupun Fara sepertinya tidak ada yang ingin mengalah dan keluar lebih dulu.


"Kamu gak mau keluar?" akhirnya Kenan berinisiatif memecah keheningan, bertanya pada Fara.


"Aku nunggu Kak Ken." jawab Fara jujur sedikit salah tingkah.


Sementara sang supir hanya bisa bersabar menunggu di luar setelah membukakan pintu untuk tuan dan nyonya nya.


"Oh, begitu." Kenan menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal "Baiklah, Ayo!" ajaknya, kemudian beranjak keluar dari mobil diikuti Fara dari sisi berbeda.

__ADS_1


Di dalam lift, Kenan dan Fara kembali terdiam dalam suasana canggung. Selain terinang pertanyaan Farzan, mereka juga terinang dengan kejadian dimana mereka gagal berciuman tempo hari. Sungguh itu sangat mengusik pikiran mereka.


Ting...


Pintu lift terbuka, tibalah mereka di lantai tujuan. Tidak ingin berlama-lama dalam kecanggungan, Kenan berinisiatif melangkah keluar lebih dulu disusul Fara mengekor di belakangnya.


Memasuki apartemen, Kenan dan Fara langsung menuju kamar masing-masing berniat ingin segera membersihkan tubuh mereka yang sudah terasa lengket oleh peluh dari aktivitas mereka seharian. Di kediaman Farzan tadi, mereka tak sempat mandi karena tak membawa pakaian ganti.


Di kamar Kenan...


Usai dengan ritual mandinya, Kenan keluar dari kamar mandi hanya dengan jubah mandi yang membalut tubuh polosnya. Ia tak langsung menuju walk in clost untuk mengenakan pakaian dalam maupun luar. Ia malah duduk termenung di tepi ranjang king size miliknya. Ia duduk dalam posisi kedua sikut bertumpu di atas pahanya serta menopang dagu dengan kedua tangannya yang saling menangkup menggenggam.


Di kamar Fara...


Tidak jauh berbeda dengan Kenan, Fara juga tengah duduk termenung di meja rias setelah mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Ia juga hanya mengenakan jubah mandi, namun sudah dibalut pakaian dalam di baliknya.


"Sepertinya aku tidak bisa lagi mempertahankan prinsip ku untuk memberikan harta paling berhargaku pada Kak Kenan nanti, disaat Kak Kenan sudah mencintaiku." antara sadar dan tidak, Fara menggumamkan pemikiran absurd itu. Sesaat kemudian ia menggigit bibir bawahnya "Tapi, bagaimana caranya? Apakah Kak Kenan akan tertarik pada tubuhku?" jika Kenan kalut meragukan dirinya sebagai laki-laki normal, maka Fara justru meragukan daya tarik tubuhnya untuk membuat Kenan berhasrat. "Aku yakin, pasti Kak Kenan akan tertarik. Buktinya, tempo hari Kak Kenan hampir mencium ku kalau saja tidak diganggu sama wanita perusak suasana itu. Ya, aku yakin pasti begitu." wajahnya sumringah penuh keyakinan. "Sekarang, tinggal memikirkan cara untuk menggoda Kak Kenan."

__ADS_1


Sembari memikirkan rencana-rencana absurd untuk menggoda Kenan, Fara senyam senyum cengengesan tak jelas. Ia yakin, pasti ia telah gila dengan keputusannya sendiri. Ya, Fara sudah memutuskan dengan sangat matang akan menggunakan cara ini. Selain untuk mewujudkan harapan sang ayah yang ingin menimang cucu, ia juga yakin cara ini dapat menumbuhkan perasaan cinta di hati Kenan untuk dirinya.


Sejujurnya, Fara tengah berada di titik frustasi memikirkan cara untuk membuat Kenan jatuh cinta pada dirinya. Kenan terlalu perfeksionis dan sangat sungkan merepotkan orang lain untuk mengurus kebutuhan kesehariannya, termasuk pada Fara, istrinya sendiri. Sejak mereka menikah, Fara seolah menjadi istri durhaka yang tidak pernah melayani suaminya. Segala keperluan Kenan, seperti menyiapkan makanan, menyiapkan pakaian yang seharusnya di lakukan oleh istrinya, Kenan malah selalu menyiapkannya sendiri. Fara tidak pernah sekalipun diizinkan untuk melakukan itu. Dan justru sebaliknya, selalu Kenan yang melayani Fara dengan selalu menyiapkan makanan untuk sarapan mereka setiap pagi. Sedangkan untuk makan siang dan malam, mereka kebanyakan makan di luar. Bahkan saat akhir pekan seperti ini, contohnya pekan lalu, Kenan lah yang menyiapkan semua makanan mereka, dari sarapan, makan siang, hingga makan malam. Sebenarnya yang suami siapa, yang istri siapa? Bagaimana Fara tidak frustasi.


"Apakah aku perlu memulai rencananya malam ini juga?" Fara kembali bergumam dengan pemikiran absurd yang baru saja terbesit di benaknya. "Tapi, bagaimana caranya?"


Fara bingung sendiri, belum juga menemukan cara untuk menggoda Kenan. Ia betul-betul bukan ahlinya di bidang ini. "Ah, iya, coba tanya mbah google." gadis itu segera beranjak menuju nakas di samping ranjangnya untuk mengambil ponselnya.


Glek...


Fara meneguk saliva susah paya. Setelah membaca sekian kutipan hasil searching nya, ia hanya menemukan satu jawaban. Yaitu, menggunakan pakaian seksi atau pakaian kurang bahan yang sering orang-orang sebut lingerie. Ia bergidik sendiri membayangkan dirinya menggunakan pakaian-pakaian seperti itu.


"Benarkah hanya ini caranya?" gumam Fara meragukan jawaban mbah google "Oh iya, coba tanya Nabila." tidak begitu yakin dengan jawaban mbah google, ia mencoba alternatif lain dengan bertanya kepada sahabat gresek nya, siapa lagi kalau bukan Nabila.


Namun sayang, hasilnya sama saja. Nabila juga mengusulkan mengenakan lingerie. Lebih parahnya lagi, si sahabat gresek itu bahkan menyuruhnya tidak usah mengenakan apapun, alias telanjang. Benar-benar asli gresek si Nabila. Berbicara tentang Nabila, sahabat Fara itu sudah mengetahui hubungan Fara dan Kenan. Ya, setelah Kenan menyatakan ingin segera mempublikasikan pernikahan mereka saat berembuk bersama Farzan terakhir kali, Fara tidak takut lagi perihal pernikahannya dan Kenan diketahui publik. Namun, sejauh ini ia baru memberitahukan itu pada Nabila. Jangan tanyakan reaksi Nabila saat mengetahuinya. Shock, sudah pasti. Namun tak lantas Nabila turut bahagia untuk Fara. Terlebih setelah mengetahui cinta pertama Fara adalah Kenan. Nabila sangat-sangat bersuka cita untuk itu.


Kembali pada Fara yang kini terjebak oleh rencananya sendiri, ia benar-benar telah kehabisan akal. Sepertinya tidak ada cara lain lagi selain menggunakan saran dari mbah google dan Nabila. Iapun memutuskan untuk memulai rencananya besok malam. Pasalnya, sekarang ia tidak punya lingerie. Mau memesannya di online shop, ia takut Kenan akan mengetahui rencananya jika tidak sengaja menerima paketnya nanti. Jadi, lebih baik besok dengan menggunakan NK Hospital sebagai alamat pengirimannya.

__ADS_1


Seabsurd-absudnya Fara, ternyata Kenan lebih absurd lagi. Saat ini masih hanya dengan jubah mandinya, pria itu sedang berdiri di depan pintu kamar Fara. Setelah menimbang lebih jauh lagi tentang kondisinya, ternyata Kenan masih belum benar-benar yakin bahwa dirinya adalah laki-laki normal. Entah mendapat bisikan dari mana, tiba-tiba saja terbesit di benaknya untuk membuktikan langsung. Inilah alasan keberadaannya di depan pintu kamar Fara sekarang, ia ingin menemui Fara untuk menjalankan eksperimennya.


__ADS_2