Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional
Rahasia Besar Ju Woon


__ADS_3

"Selamat pagi Pak Bambang!" sapa Kenan dan Fara bersamaan sembari mengukir senyuman cerah di wajah masing - masing.


Saking cerahnya, si Bambang sampai silau melihatnya. Matanya menyipit melihat tuan dan nyonya nya itu baru saja keluar dari lift basemen apartemen sambil bergandengan tangan dengan mesranya. Bambang benar - benar heran pada Kenan dan Fara, kemarin pagi bermesraan, malam harinya perang dingin, pagi ini kembali bermesraan, apakah malam nanti akan perang dingin lagi? Entahlah, sekali lagi Bambang sadar diri bahwa ia hanyalah figuran, tak mau ambil pusing dengan hubungan sepasang sumi istri aneh bin absurd itu.


"Selamat pagi Tuan, Nyonya." balas Bambang kemudian. Seperti biasa, dengan sikap sok cool nya, ia hanya tersenyum tipis pada Kenan dan Fara.


Dan Kenan dan Fara yang sudah terbiasa dengan sikap sok cool si supir omes itu, tidak ambil pusing ataupun menganggap Bambang kurang sopan. Keduanya langsung saja memasuki mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh Bambang.


Setelah memastikan tuan dan nyonya nya sudah benar - benar memasuki mobil, Bambang pun menyusul masuk dan langsung duduk di kursi kemudi. Lalu dengan telaten mulai menjalankan mobil yang ditujukan ke mana lagi, kalau bukan NF Hospital, tempat Kenan dan Fara bekerja.


>>>


Setibanya di basemen NF Hospital, Kenan dan Fara yang baru saja keluar dari mobil, kebetulan mendapati sebuah mobil yang cukup mereka kenali baru saja berhenti dan parkir tepat di sebelah mobil yang mereka tumpangi. Itu adalah mobil Ju Woon, mobil sport mewah berwarna putih yang merupakan keluaran terbaru di unitnya. Beberapa saat kemudian, keluarlah si empunya mobil bersama seorang gadis yang sangat mereka kenali, terutama Fara.


"Woi, Nab! Gimana lo bisa bareng sama Ju Woon?" tanya Fara seraya bergegas menghampiri sang gadis yang tidak lain dan tidak bukan adalah Nabila.


Nabila menggaruk - garuk tengkuknya yang tidak gatal, sedikit salah tingkah. Ia merasa seperti orang yang baru saja kedapatan nyolong. Sementara Ju Woon di sampingnya, pria itu meringis mendapatkan tatapan tajam mematikan dari Kenan yang mengekor tepat di belakang Fara.


"Eh, ini Far, mobil gue lagi di bengkel. Tadinya gue mau berangkat kerja diantarin supir rumah. Tapi, gak taunya Tuan Ju Woon ternyata dateng ke rumah gue nawarin tumpangan. Katanya, Tuan Ju Woon juga mau ke NF Hospital. Ya udah gue terima aja tawarannya, kan gak baik nolak niat baik orang." jawab Nabila panjang lebar sejujur - jujurnya sembari terus menggaruk - garuk tengkuknya yang tidak gatal.


Ringisan di wajah Ju Woon semakin menjadi, kala Fara juga mendelik tajam padanya. Ia benar - benar merasa terintimidasi oleh sepasang suami istri yang sudah dianggapnya sebagai kakak dan kakak ipar itu. "I- iya, benar apa yang dikatakan Dokter Nabila, Noona." ujarnya takut - takut membantu Nabila menjelaskan. Namun apa yang ia dapatkan, tatapan Kenan serta delikan Fara semakin tajam saja menghunus nya yang sukses membuatnya meremang.


Gkek...

__ADS_1


Susah paya Ju Woon meneguk saliva. Kenan dan Fara seolah ingin menerkamnya hidup.


Lalu Fara kembali meluruskan pandangannya pada Nabila "Ya udah, yuk naik!" ajaknya seraya tanpa permisi langsung menarik tangan Nabila, menuntun sahabatnya itu menuju lift, meninggalkan Kenan dan Ju Woon yang masih diam pada posisi masing - masing saling berhadapan satu sama lain.


"Jadi?" tanya Kenan dingin pada Ju Woon setelah sosok Fara dan Nabila baru saja menghilang di balik pintu lift yang tertutup.


"Y- ya, seperti itu Hyung." jawab Ju Woon dengan ringisan yang masih setia membingkai wajahnya.


"Seperti itu gimana?"


"Se- seperti yang dijelasin Dokter Nabila tadi."


"Maksudmu MODUS yang katanya kamu mau ke NF Hospital biar bisa nganterin Dokter Nabila, hmm?"


Sekali lagi Ju Woon susah paya meneguk saliva mendapati nada suara Kenan yang semakin dingin serta menekankan kata 'MODUS' dalam ucapannya. "Ju- Ju Woon, emang mau ke NF Hospital kok, Hyung." kilahnya tidak ingin mengaku.


"Humps..." Kenan mendengus "Hei, bocah! Kamu lupa aku ini siapa? Kamu pikir bisa membohongiku? Cepat katakan, apa yang lagi kamu rencanain!"


Ju Woon menggigit bibir bawahnya keras - keras. Ia tahu, ia tidak akan bisa membohongi Kenan yang sangat mengetahui tentang dirinya, termasuk bagaimana bahasa tubuhnya saat sedang berbohong.


"Hufh..." Ju Woon mend*sah pasrah "Ju- Ju Woon cuman pengen deket sama Dokter Nabila, Hyung." ungkapnya cicit sembari menunduk tidak berani bertemu tatap dengan Kenan. Meskipun pandangannya menunduk, ia dapat merasakan tangan Kenan terangkat dan diayunkan ke arahnya seolah akan memukulnya. Dipejamkan matanya erat - erat, pasrah dengan apa yang akan dilakukan Kenan kepada dirinya.


Puk...

__ADS_1


Sesaat kemudian, Ju Woon merasakan sebuah tepukan santai di pundaknya disusul suara Kenan yang bertutur dengan suara berat nan tegas "Aku gak akan ngelarang kamu ngedeketin Dokter Nabila. Tapi, kalo kamu cuman mau deketin Dokter Nabila seperti perempuan - perempuan yang kamu deketin selama ini, mending jangan. Kamu taukan kalo Dokter Nabila, sahabat Nisha, Istriku, bahkan hubungan mereka udah seperti keluarga. Dan siapapun yang dianggap keluarga oleh Istriku, maka akan ku anggap keluarga juga. Jadi, seharusnya kamu tau apa yang bakal aku lakukan kepada orang - orang yang berani nyakitin keluargaku. Sekalipun itu kamu yang juga udah ku anggap keluarga."


Sejenak Ju Woon terdiam mencerna penuturan panjang lebar Kenan yang intinya memperingatkan dirinya agar tidak melakukan sesuatu yang dapat menyakiti Nabila. Tidak, bukan peringatan, lebih tepatnya ancaman.


Kalau itu orang lain, pasti Ju Woon akan tertawa terbahak - bahak detik ini juga. Tapi, ini Kenan. Bukannya ia takut dengan kemurkaan Kenan, tapi ia tidak ingin hubungan mereka menjadi buruk. Dirinya yang menganggap Kenan sebagai seorang Kakak, lebih besar dari yang Kenan sendiri bayangkan. Ia menganggap Kenan sebagai seorang Kakak bukan hanya karena hubungan mereka sejauh ini. Ada sebuah rahasia besar antara dirinya dan Kenan yang Kenan sendiri tidak tahu. Hanya ia seorang yang tahu bahwa Kenan adalah kakak kandungnya.


Namun itu masih merupakan praduga Ju Woon, dengan asumsi dan hasil penyelidikan yang berdasar pada fakta - fakta kontekstual. Meskipun belum ada bukti nyata, ia sangat yakin dengan praduganya itu. Dan tujuan kedatangannya ke Indonesia kali ini, selain untuk menghadiri acara resepsi pernikahan Kenan dan Fara seminggu silam, ia juga ingin mencari kebenaran yang sesungguhnya tentang praduganya tersebut.


Sebenarnya fakta bahwa diirnya memiliki seorang saudara kandung yang lebih tua 3 tahun darinya, baru diketahui Ju Woon sekitar 4 bulan yang lalu. Selama 4 bulan belakangan ini, ia benar - benar melakukan penyelidikan secara maksimal mencari keberadaan sang saudara dengan mengandalkan intel terbaiknya. Dan betapa terkejut sekaligus bahagianya dirinya saat mendapati semua petunjuk menuju pada Kenan.


Memang sejak awal - awal pertemuan mereka, Ju Woon kerap kali merasakan adanya sebuah ikatan samar yang entah apa itu diantara dirinya dan Kenan. Yang sekarang ia yakini bahwa itu adalah ikatan batin. Dan ia semakin yakin dengan praduganya saat pertemuan kembali dengan Kenan setelah 3 tahun silam, pada acara resepsi pernikahan Kenan dan Fara seminggu yang lalu. Yang mana saat itu, ia semakin jelas merasakan ikatan antara dirinya dan Kenan. Ia pun semakin meyakini bahwa Kenan adalah kakak kandungnya.


Perlahan Ju Woon mendongak demi bertemu tatap dengan Kenan yang sedikit lebih tinggi darinya. "Tenang aja Hyung, Ju Woon gak mungkin nyakitin keluarga Hyung. Karena keluarga Hyung adalah kekuarga Ju Woon juga. Hyung tau kan betapa royal dan loyalnya Ju Woon sama keluarga?" ucpanya penuh kesungguhan kemudian.


Kenan pun menerbitkan sebuah senyuman di bibirnya. Namun hanya sesaat, sesaat kemudian senyuman itu kembali hilang dan ekspresinya kembali dingin.


"Ck..." Kenan mencebik mengejek "Royal, loyal? Aku gak yakin."


Ju Woon menyeringai, ia tahu Kenan hanya bercanda. "Gak apa - apa kalo Hyung gak yakin. Ya, tinggal Ju Woon buktiin aja. Hyung boleh lakuin apapun pada Ju Woon kalo Ju Woon nyakitin Dokter Nabila. Gimana?" tantangnya.


"Aku serius Ju Woon!" Kenan menatap intens tepat ke wajah Ju Woon.


"Ju Woon juga serius Hyung!" balas Ju Woon melakukan hal serupa dengan Kenan. Ia juga menatap tak kalah intens tepat ke wajah Kenan.

__ADS_1


__ADS_2