
Wiuuu wiuuu wiuuu...
Total 5 buah mobil polisi yang membawa serta Sherina baru saja berlalu meninggalkan pekarangan hotel tempat diadakannya acara resepsi pernikahan Kenan dan Fara. Ya, setelah interogasi singkat menanyakan motif Sherina menyerang Fara yang ternyata atas dasar dendam karena menganggap Fara adalah dalang utama penyebab kehancurannya, Kenan pun langsung menyerahkan Sherina ke pihak yang berwajib. Dengan ini bisa dipastikan bahwa Sherina akan mendekam dalam waktu yang sangat lama di balik jeruji. Belum selesai kasusnya akibat tuntutan pencemaran nama baik oleh Bagus, Sherina malah nekat melakukan kasus percobaan pembunuhan terhadap Fara. Sungguh ironis. Yang awalnya Sherina merasa menang dari Fara karena berhasil mendapatkan Bagus, sekarang ia malah kehilangan semuanya, harta, tahta, pujaan hati, bahkan keluarganya, dan berakhir di balik jeruji.
"Kamu baik - baik aja, sayang?" tanya Kenan pada Fara yang kini berada dalam rangkulannya dengan kondisi yang sudah lebih baik dari sebelumnya, sedikit lebih rileks.
"Hm, udah mendingan Kak." jawab Fara.
"Tenang aja, kejadian seperti ini gak bakal terjadi lagi. Maafin Kakak udah lalai jagain kamu." ucap Kenan penuh rasa bersalah.
"Kak Ken gak salah kok, anggap aja ini musibah." sanggah Fara tidak ingin Kenan menyalahkan diri sendiri.
Kenan tersenyum kecut. Memang benar apa yang dikatakan Fara, tapi tetap saja ia tak dapat memungkiri bahwa ia telah lalai menjaga istrinya itu saat berada di sisinya. Namun tak ada gunanya juga berlarut - larut dalam rasa bersalah, ia hanya perlu menjadikan ini pelajaran dan tak akan membiarkan kejadian serupa terjadi dimasa depan.
"Hm, baiklah. Ya udah, yuk masuk!" pungkas Kenan kemudian, mengajak Fara kembali masuk ke dalam hotel untuk melanjutkan acara resepsi pernikahan mereka yang sempat terhenti akibat insiden percobaan pembunuhan yang Sherina lakukan terhadap Fara.
"Hm." Fara hanya ber'hm' singkat menerima ajakan Kenan.
Namun baru saja Kenan dan Fara hendak berbalik kembali masuk ke dalam hotel, kehendak mereka diurungkan oleh sebuah cibiran sinis.
"Ck... Kenan Hyung udah berubah, udah gak royal lagi. Apa Hyung udah lupa cara berterima kasih? Fara Noona juga gitu." bunyi cibiran itu yang ternyata berasal dari sang pria yang menyelamatkan Fara sebelumnya. Pria itu tak pernah beranjak sedetikpun dari sisi Kenan dan Fara, mulai dari saat terjadinya insiden hingga detik ini. Namun keberadaannya benar - benar diabaikan oleh sepasang suami istri tak tahu terima kasih itu.
__ADS_1
"Hyang, Hyung, siapa Hyung mu?" Kenan malah balik mencibir pura - pura tidak kenal.
"Siapa Kak?" tanya Fara pada Kenan sembari menunjuk sang pria dengan ekor matanya.
"Entahlah, Kakak gak kenal. Udahlah, gak usah peduliin, orang nyasar kali. Yuk, masuk!" Kenan menggedikan bahunya cuek dan kembali mengajak Fara memasuki hotel.
Melihat interaksi singkat antara Kenan dan Fara, sang pria benar - benar dibuat terperangah. Awalnya ia pikir Kenan dan Fara kembali berbalik karena sadar atas kesalahan mereka. Namun apa yang ia dapati? Kenan malah balik mencibirnya, sedang Fara lebih parah lagi, bahkan tidak mengenali orang yang telah menyelamatkannya. 'Dasar suami istri gak ada rahang!' umpatnya meradang dalam hati. "HYUUNGGG!!!" pekiknya panjang nan lantang kemudian, yang sekali lagi sukses menghentikan kehendak Kenan dan Fara kembali memasuki hotel.
"Oh s*it!" Kenan mengumpat dan kembali berbalik sambil menutup kedua telinganya dengan tangannya, begitupun Fara melakukan hal serupa. "JU WOON, STOP!" sentak nya keras memerintahkan sang pria yang dipanggilnya 'Ju Woon' itu agar berhenti memekik.
Ju Woon patuh menuruti perintah Kenan. Namun, alih - alih merasa bersalah melihat Kenan dan Fara yang masih menutupi telinga mereka yang berdengung akibat pekikan nya, ia malah tersenyum sinis dan kembali mencibir "Katanya gak kenal?"
"Ck..." Kenan berdecak kesal setelah pendengarannya mulai membaik "Kamu apa - apaan sih, bocah?"
"Hilih, kamu mah kawin aja, gak nikah - nikah. Nikah dulu baru kawin, ogeb."
"Ju Woon kan masih muda Hyung, gak kayak Hyung yang udah tua."
"Etdah bocah, kamu barusan ngatain aku tua?"
"Iya, kenapa? Emang gitu kenyataannya kan, mangkanya Hyung kebelet nikah."
__ADS_1
"Kamu___"
"STOOOP!!!" Fara yang sudah jengah, akhirnya memekik keras binti kencang dan sukses menghentikan perdebatan tak berfaedah antara kedua pria itu. Ia benar - benar tidak mengerti dengan keadaan yang sedang terjadi. Bukankah sebelumnya Kenan mengatakan tidak mengenal Ju Woon? Lalu mengapa baru saja keduanya terlihat sangat akrab?
Sebenarnya, bukan maksud Fara tadi pura - pura tidak mengenali Ju Woon sebagai pria yang telah menyelamatkannya dari insiden beberapa saat yang lalu. Tapi ia memang benar - benar tidak kenal. Pasalnya, saat insiden terjadi, ia benar - benar shock hingga tak memusingkan keberadaan orang - orang di sekitarnya, kecuali Kenan, suaminya.
Dan sekarang Fara sudah sedikit mengetahui bahwa Kenan dan Ju Woon saling mengenal, bahkan terkesan sangat akrab. Ia juga samar - samar menebak bahwa Ju Woon adalah orang yang telah menyelamatkannya. Namun yang menjadi pertanyaannya, yang benar - benar membuatnya pusing tujuh keliling, mengapa kedua pria itu malah mendebatkan masalah perkawinan dari masalah awal dimana Ju Woon yang menuntut ucapan terima kasih? Berdebat di hadapannya yang sok polos ini lagi? Fara benar - benar jengah, otaknya yang sudah tidak steril, semakin tidak steril.
"Hehe..." Ju Woon menyengir santai pada Fara "Maaf Fara Noona, itu tadi Kenan Hyung yang___"
"Diam!" sentak Fara garang dan sukses membungkam sekaligus memudarkan senyuman di bibir Ju Woon yang hendak melimpahkan kesalahan pada Kenan.
Sementara Kenan yang menunduk sejak Fara memekik, menyeringai mengejek Ju Woon. Ia tahu betul bahwa sekarang Fara telah memasuki mode singa betina marah, yang jika ingin selamat dari amukannya, maka jadilah anak yang baik, patuh nan mabis dalam diam kalian.
Glek...
Sontak Ju Woon ikut menundukkan pandanganya seperti Kenan sembari meneguk saliva susah paya. Ia akui, mode singa betina marah Fara memang benar - benar mengerikan. Ia bahkan sampai melupakan identitas sejatinya yang merupakan bos besar organisasi mafia terbesar di dunia, The Dangerous. Jangankan para musuh, bahkan para anak buahnya, jika mendapati dirinya dalam keadaan seperti ini, pasti akan tergelak menertawakannya. 'Sejak kapan seorang Choi Ju Woon ketakutan seperti ini?' gumamnya dalam hati melankolis, merasa teraniaya.
Ya, singkat cerita, Ju Woon adalah bos besar organisasi mafia terbesar di dunia yang bernama The Dangerous, organisasi tempat Kenan pernah bekerja dulu sebagai dokter pribadi Ju Woon. Hubungan keduanya sangat akrab, bahkan saling menganggap satu sama lainnya sebagai seorang saudara. Namun tidak seperti Ju Woon yang selalu mengakuinya secara terang - terangan, Kenan tak pernah sekalipun mengungkapkan pengakuannya, bahkan cenderung seolah tak mengenali Ju Woon. Ju Woon yang sangat mengenal kepribadian Kenan yang cenderung segan memulai hubungan dengan orang lain, tidak masalah dengan itu. Lagi pula, itulah salah satu karakter Kenan yang sangat disenangi Ju Woon. Meskipun mereka sering berdebat setiap kali bertemu, itu hanyalah cara mereka untuk tetap menjaga keakraban. Perihal royalitas dan loyalitas, keduanya tidak perlu di pertanyakan lagi.
Salah satu contohnya adalah Bambang. Hanya segelintir orang - orang tertentu yang mengetahui bahwa identitas sejati Bambang adalah ketua cabang The Dangerous di Indonesia. Namun mengingat betapa dekatnya hubungan Kenan dan Ju Woon, bos besarnya, ia rela menjadi supir pribadi Kenan. Selain itu ia juga memang sangat mengagumi Kenan baik dari segi keahlian medis, maupun dari segi keahlian bertarungnya.
__ADS_1
Jangan salah, Kenan memang hanya bertugas sebagai dokter pribadi Ju Woon di The Dangerous. Namun tak lantas ia terbebas dari konflik fisik dengan para musuh The Dangerous. Tak jarang ia ikut terlibat dalam pertarungan. Oleh karena itu, jangan heran jika Kenan sangat piawai dengan kemampuan beladiri nya. Ingat, Kenan adalah orang yang penuh totalitas. Jadi, apapun yang ia pelajari, akan dipelajarinya hingga tuntas, termasuk seni beladiri.
Kembali pada Fara. Melihat Kenan dan Ju Woon sudah menjadi anak baik, patuh nan manis, kegeramannya mulai mereda. "Jadi Kak Ken, bisakah Kakak jelasin ke Fara, apa yang sebenarnya terjadi di sini?" pintanya penuh penekanan.