
Biip biip biip...
Seperti biasa, alarm ponsel Kenan berbunyi tepat di pukul 04.00 dini hari, waktu setempat. Kenan yang baru akan terjaga, sembari berupaya membuka mata diulurkan nya tangannya mengikuti insting untuk meraih ponselnya di atas nakas dan mematikan alarm yang terus berbunyi.
Hoaaam...
Menarik kembali tangannya, Kenan lanjut menggunakan tangan itu untuk mengucek kucek matanya sembari menguap panjang meluapkan sisa - sisa kantuk serta mengumpulkan kesadaran. Ketika hendak bangkit dari berbaring nya, ia merasa ada sesuatu yang melingkar di perutnya serta menindih tangan sebelahnya.
"Ups... Aku hampir lupa." gumam Kenan lirih sembari tersenyum sayup ketika berbalik dan mendapati Fara tengah terlelap di sampingnya menggunakan tangannya sebagai bantal sambil melingkarkan sebelah tangan di perutnya. Lantas pelan - pelan ia menyingkirkan anak - anak rambut yang menutupi wajah Fara agar dapat melihat lebih jelas wajah lelap sang istri. "Maafin Kakak soal semalam, sayang. Kakak janji, itu akan menjadi yang terakhir kalinya." cup... lanjutnya bergumam sambil membelai lembut penuh sayang pipi Fara dan mendaratkan sebuah kecupan di kening istrinya itu.
Sepertinya perlakuan Kenan mengusik tidur Fara. Perlahan kelopak mata wanita itu berkedut sebelum terbuka sayup.
"Selamat pagi, sayang!" sambut Kenan dengan mengembangkan senyum tampan seraya mengalihkan tangan yang ia gunakan untuk membelai pipi Fara tadi dilingkarkan pada pinggang wanita itu.
Fara yang kesadarannya masih sangat sedikit terkumpul, hanya diam sambil mengerjap - ngerjapkan matanya, linglung menanggapi sambutan Kenan.
Cup cup cup...
Tak bisa membantu. Kenan yang gemas melihatnya, menghujani wajah Fara dengan kecupan bertubi - tubi. Namun, alih - alih tersadar sepenuhnya, Fara malah semakin linglung dan shock dibuatnya dengan wajah termangu yang membuat Kenan semakin gemas.
Cup...
Akhirnya Kenan tak dapat lagi menahan keinginan untuk mendaratkan bibirnya ke bibir ranum Fara yang seakan menggodanya sejak tadi meminta untuk di cium.
Jangan tanyakan reaksi Fara. Seketika pupil matanya melebar sempurna sekaligus membawa kesadarannya ke dunia nyata. Sepertinya sejak tadi ia mengira dirinya sedang bermimpi mendapatkan perlakuan yang begitu manis dari Kenan. Namun tak lantas ia membalas ciuman Kenan akibat masih diselimuti shock.
"Kenapa diam aja sayang?" tanya Kenan gemas setelah melepaskan ciumannya yang tidak mendapatkan balasan. Namun yang ditanya tidak bergeming, sekali lagi Fara hanya diam sembari mengerjap - ngerjapkan matanya, imut nan menggemaskan menurut Kenan. Lantas Kenan menarik tubuh Fara dengan tangan yang ia lingkarkan di pinggang istrinya itu untuk lebih mendekatkan tubuh mereka. "Oh, sepertinya ciuman aja gak cukup buat bangunin kamu. Lalu, apa yang harus Kakak lakukan hmm?" bisiknya menggoda di ceruk leher Fara.
Fara sukses dibuat meremang karenanya. Suara Kenan terdengar sangat s*ksi di telinganya serta hembusan nafas suaminya itu terasa hangat menerpa kulit lehernya. Ketegangannya semakin menjadi kala tangan nakal Kenan mulai menyelinap masuk ke balik bajunya menyusuri punggung mulusnya. "Aahhh... Ka- Kak Ken mau ngapain?" d*sahnya dengan suara serak khas baru bangun tidur serta ter*ngsang oleh sentuhan s*nsual Kenan. Akhirnya bibir yang sejak tadi tertutup rapat terbuka juga untuk berucap. Tubuhnya sedikit bergetar menggeliat.
"Oh, jadi gini cara buat kamu bangun. Tapi, sepertinya kamu belum benar - benar bangun. Haruskan Kakak ngelakuin lebih dari ini, hmm?" alih - alih berhenti, aksi tangan nakal Kenan semakin menjadi sembari menyunggingkan senyum usil di sudut bibirnya.
__ADS_1
Fara menggigit bibir bawahnya keras - keras sambil memejamkan mata erat. "Fa- Fara udah benar - benar bangun kok, Kak Ken. I- ini buktinya Fara ngomong."
"Beneran?"
"I-iya."
"Yakin?"
"Ya- yakin, aahhh..." sekali lagi d*sahan Fara lolos dari bibirnya kala Kenan mengisap ceruk lehernya yang ia yakini meninggalkan bekas di sana.
"Hehe..." Kenan malah terkekeh tanpa dosa setelah menghentikan semua aksi nakalnya dan merenggangkan rangkulannya pada pinggang Fara. Tangannya sudah kembali keluar dari balik baju Fara. "Sepertinya istri Kakak emang udah benar - benar bangun."
"Dari tadi kali!" sungut Fara kesal sembari masih memejamkan matanya demi menetralisir sisa - sisa r*ngsangan yang masih terasa.
"Mangkanya kalo orang ngomong tuh, disahutin bukan didiemin." gemas Kenan mencubit pipi Fara yang lumayan chubby. "Ayo bangun! Bentar lagi shalat subuh." bangkit dari berbaring nya, ditariknya tangan Fara agar ikut bangkit.
"Ck... Kakak KDRT, Fara laporin ke pihak berwajib juga nih!" Fara masih saja bersungut - sungut kesal sambil mengusap - usap pipinya yang sedikit sakit akibat cubitan Kenan. Namun tak ayal ia membiarkan Kenan membantunya bangkit dalam posisi duduk.
"Uuhh... Istri Kakak ngegemesin bangeett!" alih - alih takut dengan ancaman Fara, Kenan malah kembali mencubit sebelah pipi lain istrinya itu.
Kenan segera membungkam bibir Fara dengan bibirnya sebelum istrinya itu sempat memekik. "Ok, maaf, maaf. Anggap aja ini hadiah permintaan maaf Kakak." cup cup... Dialihkannya bibirnya mendaratkan 2 kecupan kilat beruntun di pipi kiri dan kanan Fara secara bergantian "Dan ini kompensasinya."
Fara yang berhasil dibungkam, termangu sesaat sebelum melanjutkan pekikan nya yang sempat tertunda "Iiih... Kak Keenn!!!" namun bukan pekikan kesal seperti niat awalnya, melainkan pekikan histeris malu sambil menutupi wajah memerahnya dengan kedua tangannya. Di balik wajahnya yang memerah tertutupi kedua tangannya, terbit sebuah senyuman malu - malu ngeong, alias kucing.
Kenan hanya terkekeh gemas sambil geleng - geleng kepala melihatnya. Kalau tidak mengingat waktu shalat subuh sebentar lagi, sudah dibawanya Fara ke dalam selimut dan menanggalkan semua pakaian istrinya itu baik luar maupun dalam. Dan tentu saja akan menanggalkan semua pakaiannya sendiri juga. Kalian tahulah apa yang terjadi jika keadaan sudah seperti itu.
Allahuakbar - Allahuakbar...
Bayang - bayang permainan panas antara dirinya dan Fara seketika sirna dari benak Kenan kala mendengar adzan subuh dikumandangkan dari masjid terdekat. Si Jonny yang sempat on fire mendadak down, kembali melemas.
"Astagfirullah alhadzim." Kenan beristighfar khusyuk.
__ADS_1
"Ada apa Kak?" tanya Fara yang heran mendengarnya.
"Eh?" Kenan gelagapan "Gak- gak apa - apa kok. Ya udah, ayo wudhu, bersiap shalat! Udah adzan tuh." ujarnya berkelit.
"Hmm, baiklah." Fara menurut tanpa bertanya lebih jauh, lagipula ia tidak begitu penasaran dan lebih penting menurutnya untuk segera menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim.
Selang 10 menit kemudian, Kenan dan Fara sudah siap untuk memulai shalat. Seperti biasa sebagaimana mestinya, Kenan yang memimpin shalat mengimami Fara dengan khusyuk.
>>>
"Sini!" Kenan memanggil Fara yang baru saja selesai melepaskan mukenanya usai shalat beberapa saat yang lalu. Sementara dirinya, masih mengenakan sarung tengah duduk bersandar pada sandaran kepala ranjang.
Fara menurut tanpa bertanya apa tujuan Kenan memanggilnya. Perlahan diayunkan langkahnya menghampiri sang suami dan duduk tepat di samping Kenan ikut bersandar pada sandaran kepala ranjang.
Grep...
Tanpa permisi Kenan merangkul bahu Fara membawanya kedalam pelukan dan menyandarkan kepala sang istri ke dada bidangnya. "Maafin Kakak, ya." ucapnya lirih kemudian sambil mencium - cium pucuk kepala Fara.
Fara mendongak demi mendapati ekspresi Kenan yang sangat jelas menyiratkan penyesalan dan rasa bersalah. Ia tahu apa maksud dan tujuan kata 'maaf' yang baru saja diucapkan suaminya itu. "Kakak gak sepenuhnya salah kok, Fara juga salah." sanggahnya.
"Hm, Kakak janji ini akan menjadi yang terakhir kalinya." ujar Kenan berjanji tanpa menyangkal sanggahan Fara.
"Jangan berjanji Kak, manusia itu tempatnya khilaf." peringat Fara.
Kenan tersenyum syahdu "Baiklah, Kakak ralat, bukan janji, tapi bakal berusaha yang terbaik."
Fara balas tersenyum syahdu pula "Nah gitu baru boleh. Iya, Fara juga bakal berusaha yang terbaik."
Kenan semakin mengeratkan pelukannya dan kembali mencium - cium pucuk kepala Fara "Kakak sangat beruntung bisa jadi suami Nisha. Kakak sayang bangeett sama Nisha."
'Pleassse, katakan juga 'Kakak cinta bangeett sama Nisha'! batin Fara menjerit penuh harap, meski ia tahu tidak akan mendapatkannya. Ralat, bukan tidak, tapi belum, pikirnya. "Fara juga sayang bangeett sama Kak Ken." pada akhirnya hanya itu yang bisa ia ucapkan sebagai balasan.
__ADS_1
Kemudian Kenan dan Fara saling melempar senyum penuh sayang dan mendamba dalam diam.
Singkat cerita bagaimana mereka bisa berbaikan semalam, Fara dengan agresif mengetuk pintu kamar Kenan dan langsung memeluk Kenan begitu pintu terbuka. Setelah melewati perdebatan kecil, keduanya akhirnya saling meminta maaf dan memaafkan.