
"Kak, nona Asmita itu siapanya Kak Ken sih?" tanya Fara pada Kenan. Saat ini mereka tengah berbaring di atas ranjang yang rencananya telah bersiap untuk tidur. Namun baik Fara maupun Kenan tak dapat memejamkan mata dikarenakan ada sesuatu yang mengusik pikiran mereka.
Lain Fara lain Kenan. Kalau Fara pikirannya tengah diusik oleh pertanyaan - pertanyaan tentang siapa Mita bagi Kenan. Sedangkan Kenan, pikirannya tengah diusik oleh hasil pemeriksaan terhadap kondisi Mita yang diperiksanya siang tadi yang hasilnya menunjukan bahwa wanita yang dulu bahkan hingga sekarang dianggapnya saudara itu ternyata mengalami amnesia setelah operasi pencangkokan tumor 3 tahun yang lalu.
"Hm, panggil aja Mita. Bisa dikatakan, Mita adalah wanita dari masa lalu Kakak." jawab Kenan ambigu yang sontak membuat Fara yang berbaring di sampingnya memicingkan mata tajam padanya.
"Maksud Kakak, wanita dari masa lalu?" tanya Fara memastikan sembari mencoba menepis segala tebakan yang membuat api cemburunya mulai berkobar.
Namun dengan santai nan tenangnya, sekali lagi Kenan menjawab ambigu "Ya, wanita dari masa lalu Kakak yang bisa dikatakan tidak akan ada seorang Naufal Kenan yang dikenal sebagai dokter spesialis bedah dan penyakit dalam. Mita, dialah sosok yang menciptakan seorang Naufal Kenan ini."
Deg...
Jangan tanyakan reaksi Fara. Ia benar - benar tengah terbakar cemburu yang menggebu - gebu, hingga detak jantungnya memompa begitu hebat seolah ingin melompat dari tempatnya, saking geramnya. "Hmm... Sebegitu berartinya nona Asmita bagi Kakak ya?" tanyanya lagi dengan suara yang mulai terdengar berat.
"Ya, tentu saja." dan Kenan masih menjawab dengan tenang dan santainya, bahkan terdengar bangga. Ia tak tahu saja kalau di sampingnya, Fara setengah mati menahan cemburu yang kian membuncah. Pandangannya terus saja tertuju menatap langit - langit kamar dengan tatapan menerawang.
"Humps..." Fara mendengus teredam "Dasar Kak Ken buaya!" cibirnya, lalu membalikan badan berbaring memunggungi Kenan.
"Hah?" sesaat Kenan tercengang dan spontan mengalihkan perhatiannya pada Fara. Ia benar - benar tidak mengerti atas dasar apa Fara mengatai dirinya sebagai buaya. Terlebih lagi dengan intonasi yang sangat jelas terdengar kesal. "Sa- sayang, maksud kamu ngatain Kakak buaya barusan apa?" tanyanya hati - hati kemudian, sembari mencoba merangkul pinggang Fara dari belakang.
Plak...
Tentu saja Fara langsung menepis tangan Kenan dengan kasar "Kak Ken gak boleh meluk - meluk Fara lagi. Udah ngehamilin orang, masih aja nyimpan cewek lain di hatinya. Kalo bukan buaya apa lagi? Cih..." cerocosnya mencibir menggebu - gebu.
Kenan meringis mendapati reaksi Fara. Ia baru sadar bahwa ternyata Fara telah salah paham. Sekali lagi dicobanya merangkul pinggang Fara. Kali ini dengan sedikit memaksa namun lembut sembari mengabaikan upaya Fara yang terus mencoba menepis tangannya. "Sayang, dengerin Kakak. Kamu salah paham." ucapnya mencoba menenangkan Fara yang terus meronta meminta dilepaskan dari rangkulannya.
__ADS_1
Hosh hosh hosh...
Pada akhirnya Fara kelelahan sendiri tak dapat membebaskan diri dari rangkulan Kenan yang tenaganya lebih besar. "Salah paham gimana? Jelas - jelas tadi Kak Ken akuin kalo nona Asmita berarti banget bagi Kakak. Bukankah itu berarti Kak Ken cinta banget sama nona Asmita? Hiks... Kak Ken jahat. Hiks..." iapun mulai terisak pilu nan manja.
"Hufh..." Kenan mend*sah berat. Lalu dengan paksa namun lembut kembali dibalikannya tubuh Fara berbaring menghadap dirinya lagi dan langsung membenamkan wajah istrinya itu pada dada bidangnya. "Dengerin Kakak ya sayang! Emang Kakak nganggap Mita itu berarti banget. Tapi, bukan seperti yang kamu pikirin. Kakak sama sekali gak cinta sama Mita. Kakak cuman nganggap Mita sebagai saudara yang bagi Kakak sudah seperti saudara kandung." jelasnya mengklarifikasi.
Sembari masih terisak, Fara mendongak demi bertemu tatap dengan Kenan mencoba mencari kesungguhan pada raut wajah dan sorot netra suaminya itu. "Beneran gitu? Hiks..." tanyanya memastikan kemudian. Ia memang menemukan kesungguhan yang dicarinya, namun merasa belum puas dengan itu.
"Iya sayang, sumpah!" Kenan mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya membentuk simbol 'V'.
Seperti biasa, setiap kali mendengar kata 'sumpah' terucap dari bibir Kenan, Fara langsung dibuat yakin dan percaya. "Terus maksud Kak Ken mengatakan bahwa tidak akan ada seorang Naufal Kenan tanpa Nona Asmita, apa? Hiks..." lanjutnya bertanya ingin meluruskan semua kesalahpahaman nya sembari masih terisak.
"Itu ceritanya panjang sayang. Kakak bakal ceritain, tapi kamu berhenti nangis ya!" dengan lembut Kenan membantu menyeka air mata Fara.
"Hm." Fara mengangguk patuh dan mencoba menghentikan tangisnya sembari terus membiarkan Kenan menyeka air matanya.
Dengan seksama, Fara terus mendengar dan mencerna penjelasan Kenan. Dan pada akhirnya, ia terdiam mendadak speechless tak tahu harus berkata untuk menanggapi penjelasan Kenan. Sungguh, walaupun Kenan telah menjelaskan bahwa hanya menganggap Mita sebagai saudara, ia tak bisa menampik perasaan cemburu kala menemukan fakta bahwa alasan Kenan menjadi seorang dokter adalah Mita.
Bisa dipastikan sebesar apa rasa sayang Kenan kepada Mita hingga rela berusaha keras menjadi seorang dokter hebat seperti sekarang. Sangat, pastilah sangat besar. Dan itu benar - benar membuat Fara sangat cemburu pula. Terlepas dari Kenan yang hanya menganggap Mita sebagai saudara, fakta bahwa mereka tak memiliki hubungan darah tak bisa terbantahkan. Terlebih lagi, Mita adalah seorang wanita.
Fara jadi bertanya - tanya. Benarkah perasaan Kenan kepada Mita hanya sebatas sayang? Atau mungkin lebih dari itu, namun Kenan sendiri tidak menyadarinya? Seperti Kenan yang juga awalnya tidak menyadari bahwa dirinya mencintai Fara. Sungguh Fara benar - benar dilema dan harap - harap cemas dibuatnya.
"Sayang, kok kamu diam aja? Kamu udah percaya sama Kakak kan?" tegur Kenan mendapati Fara malah diam dan belum juga menanggapi penjelasannya setelah sekian waktu berlalu.
"Ah..." Fara sedikit tersentak dari lamunannya "I- iya, Fara udah percaya. Tapi..." jawabnya sedikit tergagap kemudian. Ingin sekali rasanya ia menanyakan pertanyaan - pertanyaan yang kini bersarang di benaknya. Namun ia takut mendapati bahwa tebakannya tentang Kenan yang sebenarnya mencintai Mita adalah benar. Jadi, segera diurungkannya niatnya yang ingin menanyakan itu.
__ADS_1
"Tapi apa sayang, hmm?" sebelah alis Kenan terangkat harap - harap cemas menantikan lanjutan ucapan Fara.
Fara menggeleng tegas sembari tersenyum senatural mungkin "Gak kok Kak. Iya, Fara udah percaya sama Kakak."
Entah mungkin belajar dari Kenan sendiri, Fara kini benar - benar dapat menyembunyikan ekspresinya hingga suaminya itu tidak dapat membacanya.
"Beneran kamu udah percaya sama Kakak?" namun Kenan bukanlah orang yang mudah dikelabui. Ia kembali bertanya sembari terus menatap lekat - lekat wajah Fara.
"Iya Kak." jawab Fara santai nan tenang sembari terus mempertahankan ekspresi poker nya.
"Hm, baguslah kalau begitu." Kenan menyerah pada akhirnya. Yang seharusnya ia lega karena Fara telah mempercayai dirinya, ia malah berucap datar tanpa semangat.
"Hmm? Kakak gak senang Fara percaya?" tanya Fara sok bingung.
"Eh, ah..." Kenan gelagapan "Te- tentu aja Kakak senang, pake bangeett malah."
"Tapi kok Fara perhatiin gak gitu? Bahkan Kakak kayak gak semangat gitu."
"Mana ada, perasaanmu aja kali sayang."
Keadaan berbalik, kali ini giliran Fara yang mencoba membaca ekspresi poker Kenan. Dan seperti yang diharapkan, Fara benar - benar tidak dapat membacanya.
"Benarkah?" tanya Fara kemudian, masih berusaha membaca ekspresi Kenan.
"Iya sayang" dengan tenang nan santainya Kenan menjawab sembari terus mempertahankan ekspresi poker nya.
__ADS_1
'Hufh...' Fara mend*sah lemah dalam hati. Sebenarnya ia masih ingin terus mendesak Kenan untuk berkata jujur, namun ia takut keadaan akan kembali berbalik dan justru dirinya yang terdesak. "Hm, mungkin emang perasaan Fara aja kali." ia hanya bisa menyerah pada akhirnya. "Eh, tapi kok tadi siang Fara perhatiin, nona Asmita kayak gak kenal sama Kak Ken?" imbuhnya yang tiba - tiba terbesit kejanggalan di benaknya kala tidak sengaja teringat gelagat Mita siang tadi.
"Hufh..." Kenan mend*sah sedih "Itu dia yang lagi ngusik pikiran Kakak, sayang. Ternyata Mita amnesia." ungkapnya.