Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional
Drama Diskusi Tentang Ju Woon Dan Nabila


__ADS_3

"Kak Ken, menurut Kakak gimana? Apa Ju Woon dan Nabila bakal baik - baik aja?" tanya Fara pada Kenan. Saat ini mereka tengah berada dalam perjalanan pulang dari acara pertemuan lamaran Ju Woon dan Nabila tadi yang hasilnya kedua belah pihak keluarga sepakat akan menikahkan putra putri mereka 3 bulan mendatang.


Hening...


Setelah sekian waktu berlalu, Fara tak kunjung mendapatkan jawaban apapun dari Kenan. Menoleh pada Kenan yang duduk di sampingnya, Fara mendapati suaminya itu ternyata tengah melamun sembari memandang keluar kaca pintu mobil.


Fara memutar bola matanya malas, lalu ditepuknya pundak Kenan pelan sembari menegur "Kak Ken!"


"Ah..." Kenan tersentak dari lamunannya dan spontan balas menoleh pada Kenan "Eh, i- iya sayang, ada apa?"


"Ck..." Fara mencebik "Seharusnya Fara yang nanya gitu, Kak Ken ngelamunin apa sih? Sampe - sampe Fara nanya ngomong gak didengar."


Kenan menggaruk - garuk tengkuknya yang tidak gatal "Ah, itu gak penting kok. Emang kamu tadi ngomongin apa?" kelitnya tidak memberitahu apa yang ia lamun kan.


Fara memicingkan matanya "Beneran gak penting? Kok Fara liatnya barusan Kakak ngelamunnya dalem banget?"


Kenan menggeleng sembari tersenyum senatural mungkin "Iya sayang, beneran gak penting kok."


Seperti biasa, Kenan memang sangat hebat dalam menyembunyikan ekspresinya, hingga Fara benar - benar tidak dapat mendeteksi apakah suaminya itu berkata jujur atau tidak. Meskipun tidak sepenuhnya percaya dan masih penasaran, Fara juga tidak ingin memaksa Kenan. Ia pun tidak bertanya lebih jauh tentang apa yang baru saja dilamunkan Kenan dan kembali pada pertanyaan pertamanya "Hmm... Fara tadi nanya, menurut Kak Ken gimana tentang Ju Woon dan Nabila? Apa mereka bakal baik - baik aja?"


"Hmm..." Kenan manggut - manggut seraya merangkul pundak Fara "Kamu percaya sama Kakak kan?"


Fara hanya mengangguk mengiyakan menanggapi pertanyaan Kenan.


"Ya udah, kamu tenang aja. Kakak jamin, Ju Woon dan Nabila bakal baik - baik aja. Kakak kenal banget sama Ju Woon, Kakak yakin dia gak bakal ngebiarin ada yang nyakitin Nabila, termasuk keluarganya sendiri." ujar Kenan bersungguh - sungguh.


Ya, perihal kualifikasi Nabila yang sebenarnya berada di luar kualifikasi menantu keluarga Choi, Fara sudah diberitahukan itu oleh Kenan sebelum keberangkatan mereka ke pertemuan tadi. Kenan memberitahukannya karena berpikir tidak ada salahnya jika Fara tahu dan justru lebih baik. Buktinya, Fara bisa membantu meyakinkan Nabila yang tiba - tiba meragu ditengah - tengah pertemuan tadi. Kenan sudah mengantisipasi itu, sehingga itulah mengapa ia memberitahukan kebenaran tentang kualifikasi tersebut pada Fara.

__ADS_1


Saat mengetahui kebenaran itu, awalnya Fara berada di sisi kontra yang menentang kelanjutan hubungan Ju Woon dan Nabila. Tentu saja ia menginginkan yang terbaik dan tak ingin sahabatnya itu tersakiti. Namun dengan penuh kesungguhan Kenan menyatakan semua akan baik - baik saja. Pada akhirnya, Fara pun mencoba percaya pada Kenan dan berpindah ke sisi pro yang mendukung kelanjutan hubungan Ju Woon dan Nabila.


Namun setelah melihat langsung keotoriteran dan kesombongan pihak keluarga Ju Woon, Fara kembali dibuat goyah untuk tetap berada di sisi pro. Sehingga, sampai detik ini ia masih bertanya - tanya, apakah tindakannya meyakinkan Nabila tadi telah benar? Ia sangat resah dengan hal itu. Takutnya tindakannya tersebut adalah kesalahan dan malah menjerumuskan Nabila kedalam kehancuran. Mendapati jawaban Kenan yang tetap sama dnegan menyatakan semua akan baik - baik saja, kali ini Fara sangat sulit percaya. "Kenapa Kak Ken bisa seyakin itu? Jaminannya apa?" cecar nya kemudian.


Kenan mengerti apa yang membuat Fara sangat sulit untuk percaya padanya. Iapun kalau berada di sisi Fara pasti juga demikian. Entahlah, Kenan sendiri juga tak begitu mengerti mengapa ia bisa seyakin itu pada Ju Woon. Intinya, terlepas dari berapa lama dirinya dan Ju Woon saling mengenal, ia juga merasakan ada sesuatu dari lubuk hati terdalamnya yang mendorongnya untuk percaya pada Ju Woon.


Selain itu, entah mengapa Kenan juga sangat ingin melihat Ju Woon bahagia yang tentunya dengan menikahi wanita yang dicintainya, yakni Nabila. Seperti dirinya yang bahagia telah menikahi Fara. Pernyataan sangat mengenal Ju Woon yang ia nyatakan pada Fara bukanlah sekedar pernyataan kosong, ia sangat yakin bahwa Ju Woon benar - benar tulus mencintai Nabila. Oleh karena itu Kenan sangat yakin bahwa Ju Woon tidak akan membiarkan ada yang berani menyakiti Nabila. "Kalo Kakak bilang jaminannya adalah 'cinta', apa kamu percaya?" ujarnya menjawab pertanyaan Fara dengan pertanyaan balik.


"Cinta?" Fara membeo sembari mengernyit benar - benar tak paham dengan maksud ujaran Kenan. "Maksudnya?"


"Ya, seperti Kakak mencintai Nisha, Kakak gak bakal biarin ada yang nyakitin Nisha. Begitupun Ju Woon yang mencintai Nabila, Kakak yakin Ju Woon juga demikian." tutur Kenan dengan analogi.


"Ah..." Fara malah lebih terfokus pada pernyataan Kenan yang secara terang - terangan mengakui mencintai dirinya. Ia benar - benar dibuat terkesima dengan hati yang berbunga - bunga. Kedua sisi pipinya merona tersipu. Dan ia pun terdiam speechless dan benar - benar melupakan pertanyaannya yang menanyakan jaminan Kenan.


Hening...


Sementara Fara terdiam tak bisa berkata - kata, Kenan juga diam menunggu tanggapan Fara atas penuturannya barusan. Jadilah keduanya sama - sama diam dalam waktu yang cukup lama hingga Kenan mulai menunjukan raut ketidak sabaran di wajahnya.


Namun Fara tetap diam tak bergeming seperti patung hidup, bagaikan raga tanpa jiwa.


Mendapati itu, Kenan menggaruk - garuk pelipisnya sembari meringis bingung dengan apa yang terjadi pada Fara. Lalu dilambai - lambaikan tangannya tepat di depan wajah Fara sembari berseru sedikit keras "Halo sayang! Apakah kamu masih di situ?"


"Ugh..." sontak Fara tertegun dari keterkesimaannya "Eh, ba- barusan Kak Ken ngomong apa?" tanyanya sedikit gelagapan.


"Hmm? Kamu kenapa sayang?" Kenan mengabaikan pertanyaan Fara dan balik bertanya.


"Eh, Fa- Fara kenapa? Fara gak kenapa - napa kok." Fara malah semakin gelagapan. Ia bertanya dan ia sendiri pula yang menjawab.

__ADS_1


Ringisan di wajah Kenan semakin menjadi. Lalu diulurkan nya tangannya menyentuh kening Fara dengan punggung tangan tersebut. "Iya ya, kamu baik - baik aja."


Plak...


Fara segera menepis tangan Kenan sedikit kasar "Emang iya Fara baik - baik aja. Kakak tuh kali yang gak baik - baik aja." sewotnya sedikit ketus.


"Hah?" Kenan terperangah. Apa dirinya telah melakukan kesalahan? Mengapa sikap Fara tiba - tiba berubah seperti ini? Mungkinkah ini pengaruh hormon kehamilan? Pikirnya menebak. Ia pun memutuskan mengiyakan ucapan Fara saja, tidak ingin berdebat dan membuat mood si bumil lebih buruk. "Em, ya, sepertinya Kakak yang gak baik - baik aja." ucapnya sembari menggaruk - garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"Humps..." Fara hanya mendengus.


'Sshh... Untung sayang!' Kenan mendesis gemas dalam hati. "Ehem... Jadi, gimana? Sekarang kamu udah percaya sama Kakak Kan?" tanyanya kemudian, kembali ke topik.


"Hmm? Percaya? Maksud Kakak?" kedua alis Fara saling bertaut erat benar - benar tak mengerti maksud pertanyaan Kenan.


'Ok Kenan, sabar! Ingat, Istrimu ini lagi hamil!' Kenan membatin berusaha sabar. "Itu loh sayang, tentang pertanyaan mu tadi. Kamu kan nanya apa jaminan Kakak sampe segitu yakinnya Ju Woon dan Nabila bakal baik - baik aja? Dan Kakak jawab jaminan Kakak ya, 'cinta'. Seperti Kakak yang mencintai Nis___"


"Ok, ok, cukup! Fara udah ingat." Fara segera memotong penjelasan Kenan yang sudah sangat ia tahu lanjutannya.


"Hmm? Beneran udah ingat sayang?" Kenan menaikan alisnya tak begitu yakin.


"Iya, Fara udah ingat."


"Kalo gitu, coba kamu lanjutin penjelasan Kakak!"


"Kakak please! Kalo Fara bilang udah ingat, ya berarti udah ingat. Kenapa sih Kakak ngeyel banget?" sewot Fara sedikit memekik.


Kenan kembali meringis dibuatnya sembari menggigit keras - keras bibir bawahnya. Dimana lagi letak kesalahannya? Perasaan ia kan hanya ingin memastikan, apakah Fara sudah benar - benar ingat? Namun sekali lagi ia hanya bisa bersabar dan mengiyakan ucapan Fara. "Iya deh, maaf. Jadi, gimana? Kamu udah percaya sama Kakak kan?"

__ADS_1


"Hmm...?" Fara menimbang sejenak "Gimana Kakak bisa yakin bahwa Ju Woon benar - benar cinta sama Nabila?"


"Hmm? Gimana ya jelasinnya? Entah kamu percaya atau tidak, Kakak dan Ju Woon tuh, kepribadian kami rada mirip loh."


__ADS_2