Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional
Pelukan Pelepas Rindu


__ADS_3

"DOKTER KENAN!!!" seruan antusias terdengar dari depan gerbang ketika sebuah mobil ceper panjang mewah memasuki halaman rumah sakit diikuti dua mobil sedan mewah lainnya mengekor di belakangnya. Di dalam mobil ceper panjang mewah tersebut, menampakan sosok Kenan yang duduk di deretan kursi penumpang yang kedua pintu, kanan kirinya diturunkan kacanya.


Kenan yang mendapatkan sambutan atas kedatangannya, tersenyum dan melambai sebagai balasan. Bukan mencari perhatian, itu hanyalah bentuk penghargaan Kenan atas sambutan mereka.


Hingga akhirnya mobil yang ditumpangi Kenan berhenti tepat di tepi panggung penyambutan. Pria tampan nan rupawan itu pun keluar dari mobil setelah sang sopir membukakan pintu untuknya.


"DOKTER KENAN!!!" sekali lagi terdengar seruan antusias. Kali ini lebih terkesan histeris.


Bagaimana tidak? Kenan yang baru keluar dari mobil sudah lengkap dengan setelan jas dokter yang menjadi dayatarik khasnya. Mungkin ini kali pertama mereka melihat penampilan Kenan yang seperti itu secara langsung. Bahkan Fara terkesiap dibuatnya. Padahal ini bukan kali pertamanya melihat sosok sang suami secara langsung. Namun tidak bisa dipungkiri, tampilan Kenan yang satu ini benar-benar membuat pria itu terlihat semakin tampan dan mempesona.


'Oh Tuhan, benarkah dia suamiku?' batin Fara shock bercampur takjub.


Sementara itu, Kenan yang mendapat sambutan lagi-lagi hanya membalas dengan senyuman dan lambaian tangan. Kemudian tanpa membuang waktu, iapun segera naik ke atas panggung untuk menyampaikan pidato penyambutannya.


Tak banyak kata yang diucapkan Kenan. Ia hanya mengucapkan sepatah dua kata ucapan terima kasih atas penyambutannya, serta mengumumkan peresmian pemindahan tugasnya secara langsung.


Setelah itu, para jajaran orang-orang penting berbondong-bondong menyalaminya satu persatu. Seharusnya diantaranya hadir sosok Mahmud dan Bagas. Namun dikarenakan kasus yang menjerat anak-anak mereka, jangankan menampakan sosok, bahkan untuk sekedar menampakan batang hidung, mereka tak punya muka untuk itu. Terlebih harus menampakan diri di hadapan sosok sensasional seperti Kenan. Sungguh mereka benar-benar tak punya keberanian. Jadilah sang duta besar yang bertugas sebagai penyampaian maaf atas ketidak hadiran mereka. Sedangkan dari negara tetangga, Malaysia, Myanmar dan Vietnam, para pemimpin negara lengkap dengan wakilnya, ikut serta dalam acara penyambutan tersebut.


Sungguh image Indonesia benar-benar jatuh kali ini. Namun bagi Kenan yang sejatinya warga kenegaraan Indonesia sendiri, sama sekali tidak ambil pusing tentang itu. Lagipula itu juga diakibatkan olehnya. Jadi, mengapa ia harus malu? Ia malah tersenyum miring dalam hati.


Saat hiruk pikuk masa masih berbondong-bondong antusias ingin menyalami Kenan, terjadi suatu pemandangan menarik di atas panggung penyambutan. Tepatnya ketika tiba giliran Farzan yang menyalami Kenan. Kenan benar-benar memperlakukan sang mertua secara istimewa. Tidak seperti yang lainnya yang hanya sekedar berjabat tangan, termasuk pada perwakilan ketiga negara tetangga, tanpa rasa canggung ataupun malu, Kenan malah mencium punggung tangan Farzan dengan takzim bahkan sempat merangkul pria paru bayah itu selama beberapa saat.


Reaksi masa? Jangan ditanya. Terkejut bercampur iri, termasuk Fara sebagai putri Farzan sekaligus istri Kenan.


'Apakah Kak Kenan juga akan memperlakukan ku istimewa seperti Ayah?' batin Fara yang sedikit harap-harap cemas menanti tiba gilirannya menyalami Kenan.

__ADS_1


"Wow... Far, gue gak salah liat kan? Itu bokap lo kan, paman Farzan?" Nabila yang berada tepat di belakang Fara, menepuk pundak sang sahabat agak keras, saking terkejutnya.


"Iiih... Apaan sih lo, Nab? Sakit tau. Lo kan punya mata, liat sendiri lah. Mata lo sehat kan?" sewot Fara meringis menahan sakit.


"Ya elah, namanya juga orang terkejut Far, maklumin aja napa?" alih-alih meminta maaf, Nabila malah balas sewot "Ya iyalah, mata gue sehat, peke walafiat malah."


"Terus, napa peke nanya segala? Mukul pundak gue lagi. Humps..." Fara mendengus.


"Ugh..." Nabila tertegun baru menyadari kesalahannya "Iya, iya deh, gue salah. Maaf ya, sumpah gak sengaja. Replek doang tadi." ucapnya sembari mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya membentuk simbol 'V' serta menyengir.


"Woi... Kalo mau ngobrol jangan di sini! Antrian macet tuh." belum sempat Fara menanggapi, tiba-tiba seseorang di belakang Nabila berseru garang.


Sontak sepasang sahabat gresek itu tertegun, lalu mengalihkan pandangan mereka ke depan. Benar saja, deretan di depan sana sudah terputus cukup jauh dengan Fara menjadi pemisahnya. Tidak bisa membantu, Fara dan Nabila pun menunduk malu sembari merutuki kebodohan mereka dalam hati. Namun tak urung, mereka bergegas menyusul deretan depan.


Kebetulan posisi Fara dan Nabila tadi tidak jauh dari Kenan. Mendengar suasana yang cukup ricuh itu, sejenak perhatian Kenan teralihkan pada mereka. Mendapati sang istri yang menjadi biang keroknya, Kenan tersenyum tipis penuh makna, entah apa yang sedang ia pikirkan. Sayangnya, hal itu luput dari pandangan sang istri.


Deg...


Detak jantung Fara berdebar melampaui batas normal ketika kontak fisik antara tangannya dan tangan Kenan saling berjabat. Tangannya gemetar cukup hebat, saking gugupnya.


"Apakah kamu tidak ingin pelukan pelepas rindu dari suamimu ini?"


Glek...


Fara meneguk saliva susah paya, ketika Kenan tiba-tiba menunduk dan berbisik lirih di telinganya tanpa melepaskan jabatan tangan mereka. Mendadak kakinya terasa lemas tak bertenaga.

__ADS_1


Grep...


Dengan sigap Kenan merengkuh pinggang Fara membawanya kedalam dekapan, sesaat gadis itu benar-benar akan kehilangan keseimbangan pada pijakannya.


Dan ya, bisa dipastikan reaksi masa lebih terkejut lagi bahkan shock melebihi menyaksikan perlakuan istimewa Kenan pada Farzan sebelumnya. Sesaat kemudian seruan histeris mulai terdengar.


"KYAAA...!"


Sungguh, terutama kaum hawa sangat shock dan histeris menyaksikan pemandangan romantis itu. Mereka sangat iri, seiri-irinya. Kalau itu dengan pria lain, mungkin mereka tidak akan sedemikian iri pada Fara. Tapi ini dengan Kenan. Siapa yang tidak ingin berada di posisi Fara seperti saat ini? Namun sayang, hal itu hanya bisa menjadi angan-angan mereka.


Cukup lama Kenan dan Fara mematung pada posisi itu, sebelum keduanya sama-sama tersadar. Namun ketika Fara hendak memisahkan diri, Kenan malah mengeratkan dekapannya.


"Sepertinya pelukan pelepas rindunya sampai di sini dulu. Kasihan, masih banyak yang mengantri ingin bersalaman dengan suamimu ini. Tenang saja, hanya sekedar bersalaman, tidak lebih." ucap Kenan dengan cool nya lagi-lagi berbisik lirih. Tak lupa menyematkan godaan memancing kecemburuan sang istri. Kemudian iapun melepaskan Fara dari dekapannya.


Jangan tanyakan reaksi Fara. Sumpah demi apapun, gadis itu benar-benar shock. Wajahnya memanas yang ia yakini saat ini sudah memerah seperti kepiting rebus, serta nafasnya yang terasa berat. Namun tak urung dengan segenap pengendalian dirinya yang masih tersisa, Fara melangkah meninggalkan panggung penyambutan sembari menunduk di bawah tatapan masa yang menatap dengan beragam tatapan berbeda-beda padanya.


Di sisi lain, sebenarnya Kenan juga shock dengan apa yang baru saja terjadi. Awalnya ia hanya berniat menggoda sang istri sedikit saja. Ia tak menyangka reaksi Fara malah diluar ekspetasinya. Adegan mendekap Fara tadi, murni refleks semata saat melihat Fara akan limbung. Dan sialnya, ia sempat terhanyut menikmati nuansa itu. Namun bukan Kenan namanya jika tidak dapat menyembunyikan ekspresinya. Lihatlah, bahkan saat ini ia sudah bersikap normal seperti semula, menyalami deretan masa dengan santai dan tenangnya, plus cool tentunya.


Lain Kenan lain Fara. Gadis itu kini sudah kembali pada tempat duduknya semula. Entah apa yang sedang ia pikirkan, pandangannya kosong menatap lurus ke atas panggung penyambutan. Tepatnya terpatri pada sang suami yang dengan gagahnya menyambut orang-orang yang menyalaminya.


Tak lama kemudian, tibalah Nabila yang langsung duduk tepat di sebelahnya. "Woi... Malah ngelamun! Ngelamunin apa hayo?" sentaknya seraya menepuk pundak Fara. Kali ini kekuatan tepukan nya sudah diperhitungkan. Jadi, tenang saja, Fara tidak akan merasakan sakit seperti sebelumnya.


Namun yang disentak tidak bergeming. Fara diam bagaikan raga tanpa jiwa.


"Wah parah, kek nya nih anak udah berada di dunia lain. Woi... Far, sadar Far!" dengan gemas Nabila meremas kedua bahu Fara dan mengguncangnya sedikit keras.

__ADS_1


Berhasil, Fara pun tersadar.


__ADS_2