
Tak terasa waktu berlalu, perasaan baru kemarin hari senin, sekarang akhir pekan kembali menyapa yang juga menandakan usia pernikahan Kenan dan Fara sudah berjalan selama 2 minggu. Sejauh ini rumah tangga mereka berjalan cukup baik dan mengalami cukup banyak kemajuan. Baik Kenan maupun Fara sudah mulai belajar saling terbuka sejak pertengkaran kecil antara keduanya beberapa waktu yang lalu akibat dilanda kejenuhan dan kesalahpahaman serta kehadiran Gabela yang sedikit menggoyahkan kepercayaan diri Fara untuk terus mempertahankan pernikahan mereka. Memang benar kata pepatah, setiap musibah pasti ada hikmah di baliknya, tergantung bagaimana kita menyikapinya untuk membuat hikmah itu bermakna.
Hari ini Kenan dan Fara akan fitting baju untuk acara resepsi pernikahan mereka yang akan diadakan 2 minggu lagi, susuai hasil rembukan keduanya bersama Farzan terakhir kali. Dengan dibantu jasa WO, Kenan dan Fara tidak terlalu sibuk mengurus persiapan resepsi pernikahan. Terutama Kenan, suami Fara itu tahunya hanya memberi perintah. Sedangkan Fara cukup disibukan dengan memilih konsep resepsi pernikahan mereka yang diberikan tanggung jawab penuh oleh Kenan, sang suami. Ralat, bukan tanggung jawab, lebih tepatnya Kenan hanya malas berurusan dengan itu karena minim pengetahuan dengan hal tersebut. Jadilah segala keputusan diserahkan pada Fara sepenuhnya. Dan Fara sendiri tidak masalah dengan itu, justru sangat senang karena diberi kesempatan untuk merealisasikan konsep resepsi pernikahan impiannya. Maslah biaya seberapapun banyaknya, tenang saja, ada sang suami sensasional dengan kekayaan yang tidak akan habis untuk 8 turunan sekalipun.
Kini sepasang pengantin yang masih terbilang baru itu sudah berada di salah butik terbesar dan ternama di ibu kota. Dibantu oleh pelayan butik serta perias, Kenan dan Fara dipandu ke walk in closet untuk mengetes kostum yang akan mereka gunakan di acara resepsi pernikahan nanti sekaligus riasannya.
Sebagai pria yang tidak banyak neko-neko, Kenan lebih dulu selesai dengan pemakaian kostum serta riasannya. Cukup lama Kenan menunggu, akhirnya Fara selsai juga gilirannya. Sesaat Fara keluar dari ruangan walk in clost dengan di tuntun salah seorang pelayan butik, Kenan tampak terpana dengan penampilan istrinya itu. Berbalut kebaya putih sederhana semi modern dengan lengan menggantung di atas sikut serta bagian pundak dan depan sedikit terbuka yang menampakan kulit putih mulusnya, Fara tampak anggun nan elegan. Dipadukan dengan make up tipis natural serta gaya rambut yang disanggul konde rendah, benar-benar memancarkan kecantikannya. Jangan lupakan ukuran kebaya yang sangat pas di tubuh Fara yang cukup jelas menampakan kemolekan tubuhnya yang ideal. Ini adalah pertama kalinya Kenan terkesan akan penampilan Fara dan baru menyadari bahwa istrinya itu ternyata sangat cantik dan seksi, menurut Kenan hingga tanpa sadar meneguk saliva. Selama ini kemana saja? Entah kecantikan Fara yang baru tampak atau Kenan saja yang tak pernah memperhatikannya sedetail ini.
Tidak jauh berbeda dengan Kenan, Fara juga tampak terpana oleh penampilan suaminya itu. Ia memang sejak dulu menyadari bahwa Kenan memang sangat tampan. Tapi tidak bisa dipungkiri, saat ini suaminya itu tampak lebih, lebih dan lebih tampan lagi. Setelan tuxedo putih dipadukan dalaman hitam, sangat kompleks dengan kulit putih susunya. Jangan lupakan gaya rambut lurus khasnya yang disisir rapih gaya blateng, alias belah tengah. Bukan hanya Fara, para pelayan serta perias butik yang semuanya adalah wanita, melongo tak berkedip dibuatnya, seolah tidak ingin melewatkan keindahan maha karya Tuhan itu barang sedetikpun.
__ADS_1
"Ehem..." itu Fara yang berdehem guna mengalihkan perhatian para pelayan serta perias butik yang menatap intens pada Kenan, seolah ingin menerkam suaminya itu. Ia tak sadar saja kalau sedetik yang lalu, ia juga seperti itu.
Deheman itu sekaligus menyadarkan Kenan dari keterpanaan. Ia pun ikut berdehem "Ehem... Ternyata kamu cantik juga, sayang." pujinya pada Fara secara gamblang.
Jangan tanyakan reaksi Fara. Istri Kenan itu serasa tengah berada di langit ke 7 akibat pujian sederhana sang suami. Ya, sederhana bagi orang lain, tapi bagi Fara seperti sebuah jack pot bernilai triliunan, sebab baru kali ini dipuji oleh Kenan. Bagaimana jika Fara tahu bahwa ini juga merupakan kali pertama bagi Kenan memuji seorang wanita? Jangankan langit ke 7, langit ke 777+ pun lewat. "Terima kasih, Kak. Kak Ken juga tampan." balasnya tersipu.
Sudah, begitu saja. Tak ada lagi kata-kata saling memuji yang terlontar baik dari bibir Kenan maupun bibir Fara. Meskipun masih banyak pujian dalam benak mereka, semua itu tak terucapkan dan mereka simpan untuk diri mereka sendiri dalam diam menghanyutkan. Selanjutnya mereka meneruskan berswafoto untuk foto pra wedding serta sampul undangan. Untuk foto sampul undangan, mereka memilih satu dengan pose Kenan duduk di sebuah bangku mini tanpa sandaran sambil mencium tangan Fara yang dikalungkan di lehernya sambil berdiri tepat dibelakang Kenan agak mencondongkan rubuh ke depan bersandar di punggung bidang Kenan, persis seperti cover novelnya.
Setelah segera keperluan di butik selesai, Kenan dan Fara memutuskan mengunjungi Farzan di kediamannya. Berhubung hari masih siang, mereka tidak memutuskan langsung pulang ke apartemen karena tidak ada juga yang akan mereka lakukan di sana untuk mengisi waktu. Untung-untung kalau hanya bosan berdiam diri dalam apartemen, bagaimana kalau si perusak suasana, alias Gebela datang berkunjung dan mengganggu ketenangan mereka? Sungguh Kenan dan Fara sangat tidak menginginkan itu disaat mood mereka tengah baik-baik seperti ini.
__ADS_1
Berbicara tentang Gabela, sebenarnya gadis itu tinggal di unit lain, satu apartemen dengan Kenan dan Fara. Sejatinya, apartemen itu adalah salah satu properti milik NK Hospital. Itulah mengapa Kenan memiliki 1 unit khusus tersendiri di lantai teratas. Hanya saja yang bisa menghuninya hanyalah dokter-dokter yang mempunyai jabatan tinggi di NK Hospital. Dan Gabela sebagi asisten Kenan, tentu saja termasuk diantaranya. Jangan tanyakan keadaan Gabela dalam 1 minggu terakhir ini. Gadis itu sangat, sangat buruk. Berbagai upaya ia lakukan untuk bisa masuk diantara Kenan dan Fara. Sayangnya, Kenan dan Fara tidak memberikan celah sedikitpun.
Terutama Fara, ancaman serta peringatan yang pernah ditegaskan oleh Gabela kepada dirinya, benar-benar diabaikannya. Bahkan sehari setelah pulih dari sakitnya dan sudah bisa masuk kerja, Fara membalas ungkapan Gabela yang menyatakan bahwa dirinya yang paling pantas untuk Kenan. 'Pantas atau tidaknya saya, faktanya saya lah yang terpilih menjadi istri Kenan. Masalah memantaskan diri, bukankah itu bisa diupayakan? Dan saya bisa menjamin bahwa saya akan menjadi lebih pantas dibandingkan kau.' Itulah balasan telak yang diucapkan Fara yang sukses membungkam Gabela.
Tidak cukup sampai disitu, Fara juga memberikan ultimatum tantangan pada Gabela. Ia akan membiarkan Gabela dengan segala upayanya merebut Kenan, dan untuk dirinya sendiri, Fara juga akan melakukan upaya terbaiknya untuk mempertahankan Kenan. Sungguh, segala perhatian Kenan yang menjaganya selama sakit, membuat Fara benar-benar termotivasi untuk mempertahankan dan memperjuangkan pernikahannya. Jangan tanyakan perasaannya pada Kenan, cintanya semakin membuncah dan meluap-luap tak terbendung. Walaupun ia tahu bahwa saat ini perasaan Kenan pada dirinya hanyalah sebatas sayang. Lalu apa? Fara yakin, jika ia biasa membuat Kenan menyayangi dirinya, ia juga pasti bisa membuat Kenan jatuh cinta pada dirinya. Itu hanyalah masalah waktu dan lebih banyak usaha lagi. Itulah tekad Fara.
Kenan dan Fara tiba di kediaman Farzan tepat saat azan Dzuhur terdengar dikumandangkan. Setelah menyalami dan bertegur sapa singkat dengan Farzan, Ketiganya menunaikan kewajiban mereka sebagai umat muslim di mushola kediaman Farzan, berjamaah dengan para pekerja di kediaman tersebut. Usai shalat, mereka melanjutkan dengan makan siang bersama di ruang makan kediaman Farzan. Setelahnya, mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Jadi, apakah udah ada tanda-tanda Ayah akan menjadi seorang Kakek?" tanya Farzan saat mereka tengah bersantai menonton tv sambil menikmati camilan pencuci mulut.
__ADS_1
"Uhuk uhuk..." sontak Kenan dan Fara tersedak berjamaah oleh camilan yang tengah mereka lahap. Pertanyaan Farzan benar-benar salah waktu dan tak terduga. Mengapa juga pria paruh baya itu bertanya demikian disaat bahkan makanan berat yang mereka makan beberapa saat yang lalu belum sepenuhnya tercerna dalam perut mereka.