
Malam semakin larut. Tepat pukul 23.00 PM, waktu setempat, acara resepsi pernikahan Kenan dan Fara akhirnya usai. Para tamu mulai berbondong - bondong meninggalkan ballroom hotel tempat utama pengadaan acara tersebut.
Namun tidak untuk seorang tamu pria berparas tampan nan rupawan dengan wajah baby face ala oppa - oppa Korea nya, Alih - alih mengikuti tamu lainnya meninggalkan ballroom hotel, ia malah kembali menghampiri Kenan dan Fara. Siapa lagi kalau bukan Ju Woon.
"Ngapain kamu kesini, bukannya pulang seperti tamu lain?" tanya Kenan judes begitu Ju Woon tiba di sisinya dan Fara.
"Oh, ayolah Hyung, tidak bisakah Hyung bersikap lebih baik ke Ju Woon?" keluh Ju Woon dengan ekspresi sedih.
"Iya Kak, bersikap baiklah ke Kak Ju Woon skali - skali." timpal Fara membela Ju Woon. Ia yang tidak lagi berada dalam mode singa betina marahnya, tentu saja akan bersikap ramah terhadap Ju Woon. Terlebih setelah mengetahui identitas Ju Woon sebagai CEO Choi's Group yang merupakan salah satu perusahan raksasa di Asia serta hubungannya dengan Kenan yang sangat akrab. Selain itu, iapun merasa berhutang budi pada Ju Woon atas penyelamatan yang pria itu lakukan kepada dirinya dalam insiden ditengah berlangsungnya acara tadi.
Ya, Fara hanya mengetahui identitas Ju Woon sebagai CEO Choi's Group, sesuai penjelasan Kenan. Kenan sengaja tidak memberitahukan identitas Ju Woon sebagai bos besar The Dangerous karena itu sangatlah rahasia. Bahkan dalam The Dangerous itu sendiri, hanya segelintir orang - orang tertentu yang mengetahui identitas Ju Woon sebagai bos besar mereka. Dalam dunia bawah sangatlah berbahaya jika identitas sang pemimpin organisasi terekspose, terutama organisasi sebesar The Dangerous yang mempunyai sangat banyak musuh. Bukan hanya sang pemimpin organisasi itu sendiri yang akan berada dalam bahaya, mereka yang mengetahui identitasnya pun begitu.
Jadi, itulah mengapa Kenan tidak memberitahukannya pada Fara. Bukannya Kenan tidak mempercayai Fara tidak dapat menjaga rahasia, ia hanya mengantisipasi kemungkinan resiko terburuk yang dapat membahayakan sang istri. Selain itu, ia juga tidak ingin Fara mengetahui tentang dirinya yang pernah terlibat dalam organisasi mafia yang pekerjaannya tidak jauh dari pekerjaan yang tidak dapat disebut baik, alias pekerjaan kotor.
Adapun untuk keselamatan Ju Woon sendiri yang telah dianggapnya sebagai seorang adik, Kenan tidak begitu khawatir. Terlepas dari kemampuan melindungi diri sendiri yang dimiliki Ju Woon, Kenan berpikir sangat kecil kemungkinan pria dengan wajah baby face itu akan dicurigai berkecimpung dalam dunia bawah, apa lagi sebagai sorang bos besar. Namun setiap ada kesempatan, Kenan selalu menyarankan kepada Ju Woon untuk hengkang dari dunia bawah.
Sayangnya sejauh ini, Ju Woon selalu saja mengabaikan saran Kenan. Ralat, bukan mengabaikan, melainkan tak bisa walaupun ia ingin. Sebab organisasi itu adalah wasiat turun temurun keluarga besar Choi di Korea. Choi's Group hanyalah perusahan yang dibangun keluarga Choi sebagai kamuflase untuk menutupi identitas asli mereka sebagai keluarga yang memimpin organisasi mafia terbesar di dunia.
"No, Fara Noona, gak pake Kak, Ju Woon aja. Noona kan udah jadi Kakak Ipar Ju Woon sekarang." sanggah Ju Woon meralat panggilan Fara padanya.
"Ck..." Kenan mencebik "Siapa yang kamu maksud Kakak Ipar? Aku gak pernah menganggap mu sebagai Adik."
"Kak Ken, jangan mulai deh!" peringat Fara sembari memutar kedua bola matanya jengah mengetahui Kenan dan Ju Woon akan mulai berdebat lagi.
Benar saja, Ju Woon yang awalnya ingin mendebat perkataan Kenan, langsung kembali menelan mentah - mentah kata demi kata yang sudah berada di ambang bibirnya hendak dilontarkan. Lalu ditutupnya bibirnya rapat - rapat.
__ADS_1
Sedangkan Kenan yang mendapatkan peringatan, meringis dengan nyali menciut "Ma- maaf, sayang." ucapnya cicit.
Lalu Fara beralih mendelik tajam pada Ju Woon yang seketika membekukan senyuman yang sempat terbit di bibir pria itu, senyuman mengejek Kenan.
"Kamu juga!" peringat Fara juga pada Ju Woon.
"Ma- maaf, Noona." dan Ju Woon pun sama ciutnya dengan Kenan. 'Ya ampun! Di mana sih Hyung nemuin Kakak Ipar seperti ini? Kalo udah marah, bahkan bos besar dunia bawah sepertiku gak bisa berbuat apa - apa.' batinnya merasa kasihan pada Kenan dan dirinya sendiri yang tidak berdaya di hadapan Fara.
"Jadi, harus dengan sebutan apa Fara manggil Kak Ju Woon nih?" tanya Fara kemudian.
"Kak Ju Woon aja, sayang."
"Ju Woon aja, Noona."
Jawab Kenan dan Ju Woon bersamaan, namun dengan jawaban yang berbeda.
Sontak Kenan dan Ju Woon menghentikan aksi saling memelototi mereka, dan kembali menundukkan pandangan masing - masing.
"Ok, Fara bakal tanyain Kak Ken dan Kak Ju Woon satu per satu. Pertama Kak Ju Woon, atas dasar apa Kak Ju Woon nganggap Kak Ken sebagai Kakak?" Fara memutuskan bertanya pada Kenan dan Ju Woon secara bergantian.
Ju Woon mendongak demi bertemu tatap dengan Fara, lalu mulai menjelaskan dengan penuh keseriusan "Jawabannya sederhana Fara Noona. Ju Woon sama Kenan Hyung udah cukup banyak ngelaluin suka duka bersama. Berjuang mencapai kesuksesan bersama, ngelawan musuh yang sama, jatuh lalu bangkit bersama, tidur bersama, mandi bersama,___"
"Ok, cukup!" pungkas Fara tegas ketika penjelasan Ju Woon mulai ngelantur. Lalu ia beralih pada Kenan "Sekarang giliran Kak Ken, kenapa Kak Ken gak mau nganggapin Kak Ju Woon sebagai adik? Sejauh yang Fara tangkap dari penjelasan Kak Ju Woon, Fara kira itu udah cukup buat Kak Ken nganggapin Kak Ju Woon sebagai adik, seperti Kak Ju Woon yang nganggap Kak Ken sebagai Kakak."
Kenan melakukan hal serupa, seperti yang dilakukan Ju Woon sebelum mulai menjelaskan. Ia mendongak dan bertemu tatap demi bertemu tatap dengan Fara "Kakak gak mau aja punya adik gak ada rahang seperti dia. Contohnya seperti barusan, kamu dengar sendiri kan, disuruh jelasin baik - baik, dia malah ngelantur, ngumbar aib dengan gak tau malunya." ucapan serta pandangannya memang tertuju pada Fara, namun matanya dipicingkan menghindari bertemu dengan mata istrinya itu.
__ADS_1
"Hmm?" Fara menaikan sebelah alisnya "Kalo itu sih Fara setuju sama Kak Ken, Kak Ju Woon emang gak ada rahang. Tapi, Fara gak yakin Kak Ken gak mau nganggapin Kak Ju Woon adik cuman karena itu." ucapnya tak percaya dengan penjelasan Kenan.
Kenan dan Ju Woon sama - sama meringis, namun dengan alasan berbeda. Ju Woon karena merutuki dirinya sendiri yang tak bisa menyaring ucapannya dengan baik, hingga dicap 'gak ada rahang' oleh Kenan dan Fara. Sedang Kenan karena merasa seolah tertangkap basah telah berbohong, hingga Fara tidak percaya padanya.
Padahal memang begitu adanya, bukan 'seolah' lagi. Fara memang dengan jelas menangkap Kenan sedang berbohong, berdasarkan bahasa tubuh suaminya itu yang tak berani mempertemukan mata mereka saat tengah menjelaskan. Sejauh ini, sedikit banyak ia sudah mengetahui cukup banyak tentang Kenan, termasuk bahasa tubuhnya saat tengah berbohong seperti barusan.
"Kenapa diam aja Kak Ken? Ayo katakan yang sejujurnya, alasan Kak Ken gak mau ngnggapin Kak Ju Woon adik!" desak Fara mendapati Kenan yang hanya diam seolah berat untuk menjawab setelah sekian waktu berlalu.
Kenan menggigit bibir bawahnya keras - keras "Ka- Kakak udah jujur kok, sayang." sangkal nya.
"Tatap mata Fara, Kak Ken!" titah Fara tegas, sama sekali tidak mempercayai Kenan.
Kenan kembali menggigit bibir bawahnya lebih keras dari yang pertama. Lantas ditatapnya mata Fara, seperti yang dititahkan istrinya itu.
"Ayo katakan yang sejujurnya!" desak Fara lagi.
Kayak lirik lagu Armada aja,
'Katakanlah...
Katakan sejujurnya...'
kurang lebih seperti itulah.
"Hufh..." Kenan menghembuskan nafas pasrah, sepertinya ia memang tak bisa membohongi Fara "Ok, Kakak jujur nih. Sebenarnya Kakak juga nganggap Ju Woon adik. Cuman,,, Kakak malu aja ngakuin nya. Soalnya, Ju Woon nya pasti bakal ngelunjak." ungkapnya pada akhirnya.
__ADS_1
Fara menyunggingkan senyuman tertahan di sudut bibirnya merasa lucu dengan pengakuan Kenan. Sementara Ju Woon, tak perlu ditanya, wajahnya seketika sumringah berseri - seri.