Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
kesadisan jiwa iblis


__ADS_3

Dalam perjalanan ke markas Karin masih memikirkan ucapan Bima. Jika sampai dugaan sahabatnya itu benar posisinya dalam keadaan tersudut. Kini dirinya lah yang menjadi incaran mereka. Tak mau berurusan lebih panjang, Karin mengambil jalan pintas. Terlintas di benak nya untuk segera menghabisi Sabrina tanpa ada verel.


"Ini jalan paling tepat... Gue ga bakal limbat in papa dalam hal ini" ucap Karin pada dirinya sendiri.


Markas white crocodile.


Seluruh anak buah charla sedang duduk-duduk santai di ruang tengah dengan menyedu minuman beralkohol dan beberapa rokok. Raut wajahnya menggambarkan keberhasilan yang sangat mumpuni. Menghukum orang-orang yang telah berani mempermainkan sang leader adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka.


"Apa kalian berhasil?" Tanya charla tiba tiba.


Dengan wajah sedikit terkejut semua anggota menjawab.


"Berhasil queen."


"Berita hancurnya keluarga Arifin telah tersiar di Tv, semua real di anggap kecelakaan dan kami berhasil mengambil aset penting dari perusahaan perusahaan nya juga" imbuh James.


"Bagus... Bersantailah lagi karena setelah ini akan ada peperangan antara white crocodile dan black dragon"


"Juelo, karsa kalian ku kerahkan untuk menjaga verel, di rumah sakit keluarga ku... jadilah diri kalian dan ingat tetap waspada." Perintah charla.


"Siap queen" jawab juelo dan karsa.


Charla meninggalkan anak buahnya menuju ruang bawah tanah. Tak ingin di bantu siapa pun, dia tetap akan menghabisi Sabrina dengan caranya sendiri. Kekhwatiran tentang ancaman Jack membuat pikirannya semakin bergemuruh.


Sabrina yang melihat pintu di buka secara kasar terkaget. Dia hanya diam dan tak perpindah tempat sedikit pun dari pojokan. Pandanganya teralih pada tatapan charla yang tajam. Dan tatapan itu mengarah padanya.


"apa yang akan dia lakukan pada Ku sekarang...?" Tanya nya dalam hati.


"Menghabisi mu... Siap?" ucap charla yang mengerti arti pandangan Sabrina.


"Tuhan jika sudah saat nya aku mati kembalikan aku pada keluarga ku dan jaga mereka yang menjaga ku sejak kecil" doanya dalam hati.

__ADS_1


"Mungkin itu lebih baik" jawabnya membuka suara.


"Bagus... Tak perlu aku memaksa mu lagi kan..?" Charla tersenyum licik di balik topeng hitamnya.


Charla mengangkat tangan kanan yang sedari tadi tersembunyi di balik badannya. Pistol hitam berlogo buaya putih dan nama pemilik di bagian gagang pistol bertulis 'charla.s'. menjadi benda terakhir yang Sabrina lihat untuk terakhir kalinya.


"Membayar kematian ibuku..."


Dorr.. dorr.. dorr....


Tembakan berhenti. Terdengar suara gemuruh dari arah pintu.


"Queen apa yang terjadi?...." Tanya para anak buah charla.


"Diam lah...atau.."


"Dor.." charla menembak bagian ventilasi kecil yang terletak di atas pintu.


"Ada apa dengan queen?" Tanya salah satu anak buah charla.


"Ku rasa iblisnya bangun" jawab Deon asal.


"Kalau queen dengar kau akan bernasib sama dengan anak itu" jawab James. Pandanganya mengarah pada pintu ruang bawah tanah.


Sementara charla masih meredakan nafasnya yang terdengar brutal. Matanya menatap tajam ke arah Sabrina sedangkan bibirnya mengulum senyum licik. Menatap Sabrina yang penuh darah dengan baju kucal yang ia pakai saat pertama kali di sekap. Namun Sabrina gadis kuat yang masih menahan rasa sakit dari tiga peluru yang berhasil menembus tubuhnya.


"Ternyata kau kuat juga" charla kembali mengacungkan pistolnya.


"Masih untuk kematian ibuku!" Teriak charla.


Dor...dorr...

__ADS_1


Kini kondisi sabrina hanya tinggal menunggu nafas terakhir terhembus. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini charal berjalan perlahan menuju Sabrina. Ia mengangkat pisau tajam dan berkarat dari saku celananya.


"Kematian mu adalah sumber ketenangan ibuku di alam sama.."


"Bye.. bye..." Charla menusuk beribu kali pisau tersebut pada perut Sabrina.


Seperti cabut nyawa dengan cara paling pedih di nafas terakhir Sabrina. Dia pun menghembuskan nya secara tenang dan damai. Ini jalan terbaik dari pada harus di merasakan pedihnya siksaan dunia yang bisa di lihat dan di ratapi.


"Hahaha mati! Mati! Hahaha" tawa iblis terdengar dari mulutnya charla yang penuh kemenangan. Khawatirannya sedikit berkurang sebab dendam nya terpenuhi.


Perlahan dia berjalan mengambil pisau tajam dan kembali ke mayat Sabrina yang masih hangat. Di buka secara perlahan lembar kain yang menutup tubuh gadis malang itu.


Karena kini jiwa iblis sedang menguasai diri charla, tidak membuat gadis sadis ini merasa jijik dengan tubuh penuh luka milik Sabrina.


Dengan senyum iblisnya juga yang menemani gadis ini merobek bagian perut Sabrina. Mengambil organ dalam nya dan menempatkan nya pada ember hitam.


Selesai dengan ritual sadisnya charla memanggil para anak buahnya untuk membungkus tubuh Sabrina. Dengan perasaan terkejut para anggota white crocodile itu melakukan perintah Queen nya.


Charla yang bersimbah darah ini pun pergi ke kandang buaya. Dia melempar organ tubuh Sabrina yang dia ambil.


"Berpesta lah ini hasil dari kemenangan ku" ujarnya sambil terus melempar oragan tubuh ke kandang.


Setelah habis charla berjalan ke kamar mandi, membersihkan diri dan menyejukkan pikirannya kembali.


rumah sakit keluarga santos.


.


.


Selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2