Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
Triple date


__ADS_3

Selang dua hari dari acara pernikahan Tania dan Bima, Karin mendapat kabar baik. Kedua pengantin baru itu mengajak dirinya bersama sang suami serta Nata dan Resa untuk berbulan madu bersama. Kabar ini membuat Sarah dan Topan senang sebab setelah menikah kedua anak mereka tidak pernah melakukan honey moon.


Kesibukan telah merenggut waktu luang mereka selama ini. Jadi Sarah tak akan membiarkan Zaky dan Nata melewatkan kesempatan untuk memberikannya cucu.


"lalu apa jawaban mu Rin?" tanya Sarah setelah Karin memberi tahu kabar tersebut.


"Karin masih mikir mikir ma... kerjaan juga masih banyak, ya kan sayang" jawab nya sambil menoleh ke arah Zaky.


Zaky hanya menjawab dengan anggukan kecil di sertai senyum tipis.


"Dipending dulu kan bisa... masa udah lebih dari tiga bulan nikah kalian ga pernah punya waktu luang. ayo lah di coba mama sama papa juga udah mendambakan cucu loh" bujuk Sarah lagi.


"iya... kalian ini nunggu apa? mumpung ada kesempatan. tuh liat suami kamu mukanya di tekuk terus pasti dia juga sependapat sama papa mama cuma malu bilang" sahut Topan.


Mendengar namanya di ikutkan, Zaky mendongak dengan raut wajah bingung.


"kok bawa bawa aku sih pah?"


"Halah gaya mu" ucap topan sambil melempar buah apel di hadapan nya pada sang putra.


"duh" decih Zaky lirih. Ia beralih menatap Karin yang tengah diam termenung.


"kamu mau ikut liburan sama Resa Nata, Tania Bima?" tanya Karin.


"Serah kamu sayang" jawab Zaky sambil mengelus rambut Karin.


"huft... yaudah, besok pulang kerja kita langsung take off di bandara aja. aku bakal hubungi Bima kalau kita jadi ikut" ucap Karin yang membuat Sarah dan Topan kegirangan.


"syukurlah otw punya cucu" ucap topan.


"papa" Sarah memukul pelan suaminya yang berjoget seperti orang gila.


Keesokan harinya setelah pulang dari kantor, Karin dan Zaky langsung menuju bandara. Mereka undur diri dari kantor lebih cepat karena jam penerbangan tepat setelah makan siang. Jadi mau tak mau mereka harus meninggalkan pekerjaan mereka terlebih dahulu. Namun itu bukan masalah besar toh mereka bos di sana.


"sayang kok kita cuma bawa satu koper?" tanya Zaky yang hanya mendapati satu koper hitam kecil di bagasi mobil.


"aku tadi udah minta tolong mas jo untuk bawa koper yang satunya lagi, kalau kita pulang dulu takut telat juga" jawab Karin.


Zaky mengangguk angguk paham.


Sesampainya nya di bandara, mereka berdua telah di tunggu oleh dua pasangan. Mereka berkumpul sejenak di resto bandara sebelum take off. Karin juga tengah menunggu mas jo yang akan membawakan koper nya.


"kok mas jo lama benget ya.." ucapnya


"ada lagi yang masih tertinggal Rin?" tanya Tania.


"koper gue kurang satu, ini isinya cuma baju formal sedangkan baju santai masih di koper satunya"


"itu kan mas jo" sahut Resa sambil menunjuk seseorang yang masih berjalan dari kejauhan.


Pandangan Karin langsung teralihkan untuk memastikan seseorang yang di tunjuk Resa itu bener. Dari postur tubuh lelaki itu memang mirip seperti mas jo, tapi mengapa dia memakai topi dan masker?

__ADS_1


Karin mengamati dengan seksama dan ternyata memang Benar seseorang yang di tunjuk Resa tadi memang mas jo.


"mass..." Karin melambaikan tanya memberi kode pada mas jo yang masih mencari keberadaanya.


"makasih ya mas... mas ga makan dulu sebelum pulang?" ucap Karin setelah menerima kopernya.


"tidak terima kasih nona" jawab mas jo dan langsung pergi begitu saja.


"Hal itu membuat nya merasa tak nyaman dengan cara kerja mas jo akhir akhir ini. namun mas jo adalah salah satu orang kepercayaan Samson yang di berikan papanya itu untuknya.


Beberapa menit menunggu, pengumuman penerbangan pesawat mereka akhirnya di beritahukan. Karin dan Bima berjalan sedikit lebih lamban dari rombongan.


"Gimana pun dan di mana pun keberadaan kita, tetap harus waspada. Lo Taukan musuh semakin licik" lirih Karin dengan nada mendesis.


"Tau... hal itu udah gue lakuin" jawab Bima dengan enteng.


"bagus" Karin mempercepat langkah nya menyusul Resa dan Tania yang sudah ada di depan.


"penjagaan tetap ada kan? ingat pesan papa kemarin" nata berbisik santai.


"sebodoh bodohnya gue ga akan ngelupain hal yang akan berpengaruh buat keluarga" jawab Zaky tak kalah santai.


Sekitar satu jam perjalanan, akhirnya pesawat mereka mendarat di Bali dengan selamat. ada dua mobil pribadi yang akan mengantar mereka ke hotel yang telah di pasan, walau harus menunggu setidaknya susah ada kepastian kedatangan jemputan mereka.


Setelah beberapa menit menunggu mobil tersebut sampai. Supir dari satu persatu mobil keluar untuk memasukkan koper ke dalam bagasi mobil.


Tania dan Bima menyewa mobil sendiri sebab hotel mereka tidak sama. Sedangkan nata resa dan Zaky Karin memilih untuk menginap di hotel yang sama.


"Rin... apa menurutmu aku ini pantas menjadi anggota keluarga Sandres?" tanya Resa di tengah keheningan keduanya.


"apa maksudnya mu bertanya seperti itu res?"


"Kau tau... keturunan keluarga Sandres gugur di perutku Rin, sungguh aku tak yakin dengan perasaan Nata pada ku untuk saat ini. aku yakin dia kecewa"


"jika kau membicarakan soal kecewa, kaulah yang paling kecewa. aku yakin kau selalu berfikiran bahwa kau gagal menjadi ibu. tapi bukan itu yang sebenarnya terjadi. kau adalah salah satu ibuk hebat yang mau bangkit dari keterpurukannya dan itu lebih dari cukup"


"Tuhan mengambil bayi mu karena tuna ingin memberi kejutan untuk, cobalah menoleh kebelakang" titah Karin.


Resa sedikit bingung dengan perkataan Karin. namun ia tetap mengikuti apa yang di pinta sahabat nya itu.


Resa terkejut sebab ternyata ada Nata yang tengah membawa sebuah kotak berukuran sedang dan buket bunga besar berwarna merah. Dengan senyum menawan Nata merentangkan tangan untuk menyambut perempuan yang kini masih diam membeku.



Karin menyenggol pelan siku Resa yang membuat perempuan di depannya reflek berlari ke arah nata dan memeluknya. mereka sama sama tersenyum menikmati malam.


Karin tersenyum melihat kemesraan mereka berdua. Namun tak lama setelahnya Resa dan Nata sama sama dia sambil menahan senyum. kemudian mereka menunjukkan arah belakang Karin. perubahan yang tak sinkron membuat Karin sedikit waspada. Tapi bukan hal yang menakutkan yang dia dapat melain kan dia juga mendapat hal yang serupa dengan Resa.


Zaky tersenyum sambil membawa kotak hitam dengan ukuran sedang dan buket mawar hitam di tangannya. Karin hanya tersenyum. kemudian dia berjalan perlahan memperpendek jarak antara dirinya dan Zaky.


Jarak di antara keduanya semakin singkat, nampaknya Zaky sungguh tak tahan melihat nonanya berjalan dengan santai sementara hati nya menjerit ingin memeluk lekat. kemudian Zaky menarik Karin dalam dekapannya. Kini dua pasangan itu saling berpelukan dengan bahagia.

__ADS_1



Karin melotot kan matanya saat membuka hadiah yang di berikan Zaky tadi. Dia sungguh tak percaya dengan isi kotakan indah tersebut. Untuk memastikan keraguaannya Karin memutuskan keluar dari kamar mandi. Kelapanya muncul di balik pintu.


"sayang... sut... sayang..." panggil Karin pada Zaky yang tengah tiduran di sofa.


"hm... apa?"


"kamu yakin minta aku pakek baju ini? ga salah apa?" pernyataan yang membuat Zaky tersenyum tipis.


"ada yang salah?"


"em... tapi ini..-"


"pakai saja yang beri" potong Zaky kemudian kembali pada posisinya nyamannya.


Karin menarik nafas panjang kemudian melepaskan perlahan. sungguh kini dia terjebak dengan permainan suaminya.


Beberapa saat kemudian Karin keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono yang tersemat pada tubuhnya. Sebelum benar benar keluar dari kamar mandi, Karin memastikan terlebih dahulu keberadaan Zaky yang ternyata telah tertidur lelap di kasur.


"benar kah dia sudah tertidur?" gumamnya lirih.


Dengan keberanian yang telah terkumpul Karin berjalan perlahan menuju tepat tidur Pasih dengan handuk kimono di tubuhnya.


"kau tidak suka baju itu?" suara itu berhasil membeku kan langkah nya.


pandangan Karin naik melihat Zaky yang tadi tengah tertidur kini telah duduk bersandar pada sandaran tempat tidur.


"A..anu...-"


"nona... aku jarang meminta sesuatu pada mu, kini aku memaksa tanpa menerima menolakan" suara besar nan berat yang di miliki Zaky muncul malam itu juga, membuat seluruh tubuh Karin gemetar di tempat.


Kemudian suasana di buat memanas lagi dengan gerakan Zaky yang perlahan dan tatapan tajam turun dari ranjang sambil menatap lekat Karin yang masih berdiri di tempat.


Tangan kekar itu berhasil merekuh pinggang ramping milik Karin. membuat perempuan itu melemas secara tiba-tiba.


Malam itu adalah malam milik tiga pasangan yang beradu kasih di tempat yang berbeda. Memancarkan senyawa cinta yang selama ini tertahan oleh waktu dan perkerjaan. yah malam itu hanya untuk mereka saja.


.


.


selanjutnya...


***ngerangkainya sambil gemetar sih...


parah kalau gak ninggalin like sama komen><


maaf kalau banyak typo juga...


happy reading 😁***

__ADS_1


__ADS_2