Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
berteman lagi.


__ADS_3

malam ini Karin dan resa berencana untuk menemui Tania setelah mendapat kabar dari Zaky bahwa dia resign dari kantor. sekitar dua Minggu lagi resa akan menikah, apa mungkin dirinya tega tak mengundang sahabat nya sendiri hanya kerena soal cinta?. setelah acara tunangan itu, Tania menjauh dari resa bahkan nomer resa di blokir oleh nya. Karin sendiri yang memiliki nomer Tania ikut ragu untuk menghubungi terlebih dahulu. ada rasa bersalah yang bergelayut di hati Karin. dia merasa telah tega menghancurkan persahabatan antara resa dan Tania walau itu murni bukan salahnya.


akan tetapi dengan adanya bantuan dari Bima, tania bisa mereka temui. walau menggunakan cara yang menjebak. mengatakan bahwa beberapa berkas dari perusahaan Zaki belum seluruhnya dia ambil. tania yang berasa masih bersangkutan pun menyetujui pertemuan nya dengan Bima dengan catatan tak mengajak resa maupun Zaki. Bima pun setuju. Tania tidak tau bahwa yang akan menemuinya tak lain dan tak bukan adalah Karin dan resa tanpa membawa satu pun lelaki.


jam di arloji milik Karin sudah menunjuk pukul 18.00. masih ada waktu satu jam lagi untuk menemui Tania. Karin bergegas, ia berencana menjemput resa terlebih dahulu.


sesampai di depan rumah resa, Karin beberapa kali mengklaksoni rumah berlantai dua itu. beberapa menit kemudian resa keluar dengan setelan celana kain panjang dan tubuh di baluti jaket kulit berwarna merah.


"Rin kalau kita sampai di sana terlebih dahulu, lalu bagaimana jika Tania menyadari keberadaan kita di sana? nanti bisa bisa dia balik tanpa kita tau" resah resa saat sudah duduk manis di samping Karin.


"sudah ku atur semua... Bima telah memilihkan tempat yang cocok untuk pertemuan kita." jawab Karin santai.


mobilnya berlalu dari depan rumah resa untuk menuju tepat yang sudah Bima siapkan untuk pertemuan mereka. sebuah cafe yang lumayan besar dan terkenal. letaknya sedikit jauh dari cafe cafe yang sering Karin atau yang lain kunjungi. Bima memilih cafe ini dengan alasan 'cafe ini jarang di datangi oleh mereka karena letaknya yang lumayan jauh' ucap Bima oada tania. tanpa di sangka ternyata cafe ini adalah salah satu cabang usaha keluarga Bima.


cafe white golden adalah cabang usaha keluarga besarnya yang letaknya lumayan jauh dari rumah pemilik nya. dengan nuasansa ke barat barat an cafe ini berkembang sangat pesat.


setelah perjalanan hampir satu jam akhirnya Karin Sampai di cafe ini. sebelumnya Karin dan Bima sudah menyusun rencana agar pelayan yang berada di bagian penyambut mendata nama nama pengunjung yang datang dari jam 6 sore. dengan begitu Karin dan resa bisa tau Tania sudah datang atau belum.


"maaf mas Karin Evelin Santos bersama resa dinda Mayang Sari" ucap Karin pada seorang lelaki yang berdiri di pintu utama cafe tersebut.


mendengar nama yang di sebutkan Karin pelayan itu paham. dia pun mengangguk lalu berbisik di teling Karin.


"belum terdata" bisiknya.


"baik, kita segera meluncur ke ruangan VIP." ucap Karin. dia pun menarik resa untuk memasuki sebuah ruangan yang sebagian besar dindingnya terbuat dari kaca tembus pandang.


sekitar lima menit Karin dan resa menunggu, mata sipit resa menangkap seorang wanita yang berjalan mendekat ke sebuah meja.


"Karin... menunduk" ucap resa cepat.


Karin yang sedikit kaget pun hanya mengikuti perintah resa. dia yakin yang di tunggu sudah datang dan mata orang itu Pasti terarah pada ruangan VIP yang jelas bisa melihat resa dan Karin di dalam ruangan itu.

__ADS_1


beberapa menit Karin dan resa tetap menunduk. lalu akhirnya resa memutuskan untuk keluar terlebih dahulu dan di susul Karin. kebetulan tempat duduk Tania membelakangi pintu ruang VIP jadi dengan mudah resa dan Karin mendekat ke arah Tania tanpa Tania tau.


Tania masih sibuk dengan ponselnya beberapa kali ia mengirim pesan pada Bima. tapi sayang nomer bima sedang tidak aktif. sesuatu yang aneh menjalar di tubuh Tania. dia merasa ada seseorang yang akan mendekatinya dari belakang. belum sempat Tania membalikan badan, ada dua tangan yang menyentuh bahu kanan dan kirinya. sedikit tersentak Tania membalikan tubuhnya. mata gadis cantik itu terbelalak saat melihat dua wanita di depannya.


"apa yang kalian lakukan disini?" bentak Tania.


resa dan Karin saling berpandangan lalu melempar senyum manis. membuat tania semakin geram melihat keduanya.


"Tania aku mau kau dan resa kembali seperti dulu, saling melengkapi dan selalu mendukung satu sama lain" ucap Karin lembut. dia berjalan duduk di kursi depan tania yang masih kosong. di susul oleh resa.


"hm... saling melengkapi atau malah menusuk dari belakang, tega ya aku yang selalu mendukung hubunganmu bersama nata tapi ini balasannya? kau malah mendukung lelkai yang aku cintai bersama wanita lain?" suara Tania sedikit meninggi.


"Tan... entah nilai apa yang kau berikan padaku sekarang, tapi jujur tidak ada niat sedikit untuk menghancurkan hati mu. aku tak memiliki hak untuk melarang Karin dan Zaky bersatu, mereka saling mencintai dan kamu, jangan lah kamu jadi benalu Tan... ada banyak lelaki di luar sana" mata resa mulai berkaca kaca.


"kau menganggap ku benalu? sahabat macam apa yang menganggap sahabat nya sendiri benalu, dia yang benalu. andai dia tidak datang di hidup Zaky pasti aku dan Zaky sudah bersatu" teriak tania. dia begitu egois Samapi Sampai menunjuk kasar Karin dan menegaskan bahwa 'dia lah benalu yang sebenarnya'.


"secara tak langsung kau memblenggu kebahagian Zaky. dengan caramu resign dari kantornya, apa cinta membuat mu buta Sampai gak tau mana bahagia dan mana menderita? coba bayang jika tania ku ini terus bersikap seperti anak kecil lalu Zaky atau Karin iba padamu. mereka melepas satu sama lain hanya demi kebahagiaan mu. dan Zaky bersama mu tapi setiap langkah hubungan kalian, Zaky harus menahan sesak didada. kamu tega? Tania jawab aku... apa dengan keegoisan mu ini semua masalah akan selesai? apa dengan ini kau bisa mendapat Zaky? atau bahkan lelaki lain? tidak Tan... kau sahabatku... terimakasih telah mendukung hubungan ku, maaf kan aku tidak dapat membalas itu..." resa menangis. dengan erat ia menggenggam tangan Tania.


deg... apa yang di katakan resa memang benar. cinta membuatnya lupa bahwa dunia tak sekecil kacang hijau. masih banyak lelaki di luar sana. perlahan kemarahan tania mereda. pandanganya kabur. air mata memenuhi pelupuk matanya. rasa bersalahnya telah menghancurkan acara sahabatnya sendiri itu muncul.


"aku yang seharusnya minta maaf, karena keegoisan ku kau merasa bersalah. bahkan aku bertindak bodoh" jawab Tania. bulir Air mata mulai berjatuhan menghujani pipi.


karin, resa dan Tania berpelukan. kehangatan yang di dapat Tania lebih dari apa yang dia harapkan. sebagai anak rantau Tania sangat membutuhkan kehangatan macam ini. tapi lama dia terasingkan hanya resa yang selalu ada untuknya. dan kini dia bersyukur sahabatnya bertambah satu, Karin gadis ini sangat hangat dan mudah akrab. dia tak segan membantu masalah resa dan Tania agar keduanya bersama sama kembali.


tanpa sadar jam susah menunjukkan pukul 22.00. sudah terlalu larut untuk anak gadis yang keluar malam. sesegera mungkin mereka mengakhiri pembicaraan. tapi di saat mereka saling berpamitan ponsel Karin bergetar menandakan ada telpon yang masuk.


Karin sedikit menjauh saat menyadari nomer yang di telpon adalah nomer dirinya sebagai charla.


"apa?! jam segini?" teriak Karin refleks.


Tania dan resa yang berada tak jauh dari Karin pun ikut gelisah. mendadak raut wajah Karin memucat. entah siapa yang menelponnya tadi sampai sampai membuat Karin seperti itu.

__ADS_1


"Karin ada apa?" tanya tania.


Karin hanya menggeleng karena panggilan belum berakhir.


"queen keadaan KS. tiga sudah berantakan. Deon dan malfionso senior sudah ku kirim ke sana" lapor James dari sebrang.


"sesegara mungkin aku akan menyusul" jawab Karin lalu panggilan pun berakhir.


sesaat Karin mencoba mengatur nafas. saking kagetnya dengan laporan yang di berikan James membuat jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. ujung jari kaki juga tangan menjadi dingin saking gelisah nya.


"kamu kenapa Karin? ada masalah apa?" tanya tania.


"kau sangat terlihat pusat Rin" sambung resa.


"huh... aku gak apa apa... resa aku minta maaf tidak bisa mengantarmu pulang. jika jam segini sudah tidak ada ojek biar ku pesankan hotel dekat sini" ucap Karin ia masih mencoba mengatur nafasnya.


"oh tidak perlu, kau sangat berlebihan Karin. biar ku pesan ojek online saja" jawab resa cepat.


"hm... kalian menganggap ku apa? hantu? sudahlah biar resa aku yang antar" jawab Tania.


"oh makasih Tania maaf kan aku jadi merepotkan kalian... aku harus pergi dah..." Karin meninggalkan resa dan Tania sambil melambaikan tangan.


"kamu tidak merepotkan..." teriak tania saat Karin masih berada sekitar lima meter dari mereka.


Karin menoleh, lagi lagi dia mendapat teman di dunianya sebagi Karin Evelin. dia tak menyangka Tania sekarang juga sahabat nya.


.


.


selanjutnya...

__ADS_1


maaf dari author kalau ada kesalahan tulis atau penempatan kata yang gak pas. juga penggambaran kurang detail. akhirnya akhir ini banyak acara keluarga.


makasih yang udah pengertian:)


__ADS_2