Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
petunjuk


__ADS_3

Sudah tiga hari ini Karin meminta izin pada sang papa untuk tinggal bersama walau kini Samson telah berada di Singapura. Samson tak pernah menaruh curiga pada putrinya. dia tau Karin masih Karin yang dulu. Karin yang selalu di takuti banyak orang ketika nama charla menjadi pengganti nama gadis itu. Samson juga tak pernah mengambil pusing bagaimana hubungan Zaky dan anaknya. Samson percayakan segalanya pada topan.


Penyelidikan tentang sosok Andreas sandres, Karin perketat karena mengingat marga dan tujuan menyewa pembunuh untuk keluarga suaminya sendiri. tidak akan Karin biarkan keluarga baru nya itu tergores sedikitpun. identitas rahasia tetap akan menjadi rahasia untuk nya dan papa mertuanya. kadang Karin sering bertanya dalam diam. dari mana topan tau identitas aslinya? benarkah dari papanya? tapi jika begitu kenapa Zaky belum tau apa apa? pertanyaan yang selalu berputar riang di kepalanya.


Charla mengendap endap penuh kewaspadaan. kini dirinya tak ada di wilayahnya melainkan di wilayah dangerous tiger. charla tau mereka adalah mafia kejam yang di sewa Andreas dan adiknya untuk mengusik hidup keluarga Hartanto yang tak lain adalah keluarganya sendiri.


"queen ada anggota yang masuk kedalam markas" ujar James lirih.


Charla mengangguk lalu memberi aba aba pada anak buahnya yang lain untuk terus mengikuti pergerakan. sementara dirinya dan james mengatur bom kecil yang akan mengacaukan pikiran seluruh anggota dangger (dangerous Tiger).


"James hitungan ketiga lempar ke lubang kecil itu" perintah charla menunjuk lubang bawah pintu besi yang tak jauh dari mereka.


"satu... dua... tiga new" lirih charla penuh penekanan di setiap kata yang terucap.


James dengan cepat dan hati hati melempar benda kecil hitam itu masuk ke dalam lubang pintu. dirinya tak ingin membuat benda itu tertabrak pintu dan menghasilkan denting karena pintu terbuat dari besi.


Selesai dengan tugasnya, James memberi aba aba untuk charla dan anggota white crocodile yang ikut untuk mudur. menjauh dari pintu di ikuti dirinya sendiri.


Hanya dengan hitungan detik bom kecil itu berhasil meledak dengan sempurna dengan perhitungan yang tepat pula. di situ charla, James dan yang lain dapat melihat pergerakan brutal dari dalam markas itu.


Charla masih meminta pada anggotanya untuk diam di tempat sebelum anggota dangger tenang. mereka akan menyerang setelah anggota itu merasa aman.


Sebenarnya tak ingin ada kecurigaan dalam dirinya pada istri sendiri. akan tetapi tingkah Karin akhir akhir ini membuat dirinya kalang kabut. sudah ia mencoba untuk tenang, akan tetapi hati menolak itu semua. sesekali bertanya pada Nata, atau mama papanya tapi respon mereka tak dapat memuaskan.


Ada sesuatu yang membuat Zaky mencurigai Karin. setiap pagi ia rutin mengecek kantor istrinya tapi jawaban dari para karyawan membuatnya terkejut.


Bagiamana tidak, ternyata selama ini Karin jarang masuk kantor. bahkan Karin jarang memberi kabar soal keberadaanya pada jezzy maupun karyawan lain.


Sudah ada tiga puluh menit Zaky hanya diam sambil menatap layar laptop yang mulai meredup hendak mati. ia tak dapat memfokuskan pikiran pada pekerjaannya.


Sebuah ketukan pintu membuatnya tersadar dari lamunan.


"masuk" tegasnya.


Tania masuk dengan wajah serius. membolak balik kertas di tangannya. sembari terus memasang senyum tenang.


"ada jadwal rapat perkembangan perusahaan sore ini tuan" lapor tania.


"hah? kapan jadwal itu di buat?"


"sudah saya tuliskan dan catatkan beberapa hari lalu"


"cancel, saya tidak enak badan" jawab Zaky lalu pergi meninggalkan Tania masuk ke dalam ruangan pribadi yang ada di ruangan luasnya.


Tania menatap heran punggung Zaky yang kemudian hilang di telan pintu. laki laki itu nampak lelah hati, tapi sama saja. ia juga tengah mengalami hal yang sama.


Menunggu entah sampai kapan. otaknya selalu beranggapan omongan laki laki itu hanya sekedar bualan semata. hanya untuk menyenangkan hati wanita yang mudah luluh dengan kata kata janji. tapi hati... selalu mengatakan untuk semangat menunggu janji itu. atau memang bukan janji, laki laki itu hanya ingin berusaha. dan berusaha beda dengan janji.


Tania melangkah pergi meninggalkan. ruangan itu setelah menghembuskan nafas pajang lelah. ia berjalan dan mencoba santai dengan segala pikiran yang menggangu.


di markas black dragon.


Urat leher laki laki itu menegang melihat apa yang terpampang di layar komputer. selama ini dia memasang mata mata untuk mengawasi ibu mertuanya tapi hasil yang di dapat nata sama saja.


Nata berbalik menatap empat orang bertubuh tegap, tinggi. matanya memerah kala mendapati salah satunya adalah orang suruhan Kakak tirinya. tak kenal ampun lagi, nata dengan sigap menghajar laki laki yang tubuhnya lebih besar dari pada dirinya.

__ADS_1


"Dibayar berapa kau sehingga berani menyusup ke black dragon?!" tanya nata terdengar seperti pertanyaan malaikat mencabut nyawa.


laki laki itu malah tersenyum miring menandakan kepuasan. "hah... sudah sadar rupanya" balasnya.


"mati sekarang atau bertemu dengan maut yang sesungguh dulu?"


"dasar bocah, mati ku tidak dapat merubah apapun" bisik laki laki itu tak kalah seram.


Mendengar pintu di buka, nata tersenyum miring. menjadi wakil dari black dragon tidak membuatnya besar kelapa sehingga memutuskan hukuman sepihak. dia masih menghargai adanya Zaky (Jack) sebagi ketua. walau kini Jack dalam keadaan gundah hati.


"penyusup? di wilayah ku? berani kau rupanya" sarkas Jack yang baru datang.


"kita apakan bung?" tanya nata dengan senyuman puas.


"kita mutilasi hidup hidup gimana?" tawar Jack.


mendengar ucapan Jack, seseorang yang tadinya pede dan penuh senyuman tiba tiba terdiam seribu bahasa. wajahnya memucat dengan raut ketakutan yang merekat.


"lihatlah dia bung... dia jadi bayi" ejek nata.


Jack hanya tersenyum mendengar bualan nata. Jack berjalan menjauh dari nata dan laki laki yang kini tersimpuh.


gergaji mesin yang terpajang di dinding ruangan kedap suara itu menjadi incaran Jack. dirinya telah di buat geram dengan segala hal yang terjadi dari ulah kakak tiri nata.


brumm...brummm...brumm


suara gergaji mesin semakin membuat nyali laki laki itu menciut. tubuhnya gemetar tapi ia masih terlihat tenang. ingin berteriak takut tapi di ganti dengan senyuman miring.


gerak gerik yang di lakukan laki laki itu di tiru oleh Jack. hanya dengan gelengan kepala yang di arahkan untuk anak buahnya, laki laki itu sudah berpindah tempat.


"mau di hitung dari berapa?" tanya Jack yang masih memegang gergaji mesin dalam keadaan menyala.


laki laki itu tak menjawab, dirinya malah menampilkan senyum menyeringai.


"ajal mu sudah di depan mata. masih sanggup sombong kau rupanya" ucap nata.


"sombong sebelum mati tidak pernah menjadi larangan kan? malah bagiku itu tradisi" ujar laki laki itu kembali mengundang senyum dari nata dan Jack.


"baik... sombong lah dan kami akan mengerjakan apa yang harus kami kerjakan... oke?.." ucap Jack.


gergaji mesin itu semakin mendekat ke tubuh laki laki itu. dengan segala suasana yang ada laki laki itu terus menahan sampai akhirnya...


gh.... argh.....


pekikan itu terdengar nyaring. penuh sayatan bagi mereka yang tak pernah mendengar. bahkan anak buah Jack yang berdiri di balik pintu ikut ngilu dengan pekikan itu.


bersamaan dengan pekikan itu semburan darah berhamburan kemana mana. tak ayal mengenai tubuh Jack dan nata. tapi untung saja mereka mereka mengenakan jas hujan berwarna hitam. jadi tubuh mereka aman dari darah manusia brengsek itu.


sedangkan tubuh laki laki itu kini telah berbagi menjadi dua. nata yang melihat itu langsung menyalakan gergaji mesin yang ada di tangannya. dirinya mengambil bagian kaki untuk di potong potong berubah menjadi ukuran sedang.


sama halnya dengan nata, Jack juga mendapat bagian. yaitu bagian kepala. tapi entah kenapa dirinya menyerahkan tugasnya itu pada malfionso terkejamnya.


Nata yang melihat Jack pergi begitu saja, hanya diam. dia masih asik bermain dengan tubuh laki laki yang berani membobol penjagaan pada ibu mertuanya.


Charla berkacak pinggang di depan lima laki laki yang telah berhasil dia lumpuhkan. walau apa yang di dapat tak sesuai ekspektasi tapi dia tetap puas. kerena mungkin dari lima orang ini dia akan mendapat sebuah petunjuk baru.

__ADS_1


Charla mengira markas yang ia intai selama ini adalah markas besar milik dangger. tapi ternyata ini adalah markas kedua mereka. dan sialnya lagi hanya ada lima orang ini di dalam markas tersebut.


"dimana Bos kalian?!" tanya charla sambil menodongkan pistolnya pada kepala salah satu dari mereka.


"bukan urusan mu" jawab salah satunya.


charla beralih pada seseorang yang berani menjawab pertanyaannya dengan ketus. dia memperhatikan laki laki bertubuh cungkring yang menggunakan topi bundar.


"beritahu atau kalian mati!" tegas charla mengundang maut untuk mereka berlima.


mereka masih diam dengan kekakuan dan ketakutan. tak ada celah bagi mereka untuk berkutit sedikitpun. pantauan anak buah white crocodile yang tak pernah luput dari setiap sembusan nafas nya.


"jadi kau mencari bos ku hanya untuk membahas Andreas?" tanya salah satu pria yang duduknya di tempatkan membelakangi charla.


"ya" singkat charla.


"begitu khawatir kau kepada keadaan keluarga yang di incar laki laki bodoh itu" ucapan laki laki itu membuat charla bertanya tanya. dia berjalan mendekat ke arah laki laki yang terikat jadi satu dan yang lain.


"apa maksud mu?" tanyanya.


"kau mencoba menyelamatkan keluarga mafia yang di incar Andreas laki laki bodoh itu kan? apa yang kau takutkan?" tanyanya membuat charla membelalakkan mata. "setahuku black dragon dan white crocodile adalah musuh, lalu kenapa sekarang seakan akan white crocodile membantu black dragon?" sambung nya yang semakin membuat charla tak mengerti.


"kau membicarakan omong kosong" sarkas charla.


"aku tau... kau kemari untuk mencari petunjuk kan? sekarang akan ku beri tau-" ucapan laki laki itu terhenti. sementara empat pria lain menatap nanar dirinya.


"Andreas mengincar adik tirinya sendiri yaitu jonata Aditya Sandres alias Nata, salah satu orang yang menonjol di black dragon" ucapnya yang semakin membuat jengah empat temanya.


"kau malah memberi petunjuk keberadaan bos" lirih seseorang di sampingnya.


"tidak kau salah, aku punya strategi lain" jawab pria itu lirih selirih mungkin.


Charla yang mendengar bahwa nata adalah tonjolan dari black dragon, tiba tiba naik pitam. tak di sangka selama ini dia malah mendekati seseorang yang mungkin ikut membunuh mamanya satu tahun silam.


dengan aba aba yang di berikan charla semua anggota white crocodile keluar dari markas itu.


"biarkan mereka melepaskan diri sendiri" ucapnya sebelum benar benar pergi kepada anak buahnya yang masih ada di belakangnya.


setelah semua white crocodile pergi, laki laki yang memberikan informasi pada charla tadi berkata "akan ada kesalah pahaman di antara white crocodile dan black dragon lagi... aku mencoba mengadu domba mereka" lirih laki laki itu.


keempat temannya mengangguk paham. mereka kini malah tersenyum sambil berusaha melepaskan diri dari tali yang mengikat mereka.


.


.


selanjutnya...


*hallo man teman


segitu aja ya aku mumet alias pusing...


see you... Minggu depan Yaa


da... dah 👋 dari @ghaaza1 untuk kalian😙*

__ADS_1


__ADS_2