Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
rencana


__ADS_3

"Lo lelaki yang harus dilestarikan Nat, gak Mandang status pribadi" bisik nya.


Sementara di kediaman keluarga santos, Karin tengah termenung di balkon kamarnya. Ia memikirkan apa yang di katakan Zaky. Memang ada benarnya tetapi itu terlalu beresiko untuk hubungan antara dirinya, Zaky juga Bima yang sudah membaik. Bahkan Bima sudah tak sungkan untuk mengajukan kembali kerjasama antara perusahaannya dengan perusahaan Zaky.


Arghh... Erang Karin.


Tapi seketika Karin teringat akan laporan jazzy yang mengatakan ada seorang perempuan yang melamar kerja di perusahaan nya. Ia pun segera bergegas pergi ke ruang kerjanya yang dulu menjadi milik mamanya.


"Dia... Sepertinya aku pernah melihat perempuan ini. Tapi di mana?" Tanya Karin pada dirinya sendiri setelah membuka laporan berisi foto juga bio yang di berikan jazzy.


Karin kembali teliti, ia mulai membaca bio perempuan yang ada dalam foro tersebut. Tertera nama "Natina Puspita Arifin" nama yang menurut Karin sangat tidak asing baginya.


"Bukan kah dia Tina Arifin. Yang dulu pernah ku hancurkan. Hahah ternyata dia benar benar hancur" Karin tersenyum licik.


"Tunggu aku besok perempuan sombong..." Imbuhnya lagi.


Pagi harinya di perusahaan Ratih Santos, para karyawan yang datang masih berjumlah sedikit karena hari juga masih pagi di kejutkan dengan kedatangan Karin. Selama menjadi CEO di perusahaan mamanya Karin tidak pernah datang sepagi itu. Ia lebih sering datang setelah jazzy.


Saat berjalan menuju ruanganya Karin di sapa oleh beberapa karyawan yang sudah datang. Karin manjawab sapaan para karyawannya dengan anggukan juga senyuman.


Ia mulai memeriksa berkas berkas yang ada di meja yang kemarin sempat terhendel karena kedatangan Zaky. Berkas berkas tersebut adalah berkas berkas ajuan kerjasama dari perusahaan perusahaan maju. Tak di sangka hampir seminggu Karin memegang perusahaan mamanya, perusahaan tersebut mulai maju.


Tok... Tok...tok.. Pintu rungan karin di ketuk.


"Masuk" jawab Karin.


"Maaf kan saya nona, saya tidak tau jika nona akan datang pagi" ucap jazzy merasa bersalah.


"Gak kok mbak... Ini kemauan saya sendiri"


"Mbak, laporana kemarin sudah saya terima. Silahkan anda hubungi pelamar kerja itu" perintah Karin.


"Baik" angguk jazzy, ia segera keluar dari ruangan Karin menuju ruanganya sendiri.


Perusahaan PT Hartanto pusat.


Di aula perusahaan sedang di adakan sebuah meeting antara perusahaan Hartanto dengan satria permada. Ini meeting kedua mereka. Asisten pribadi CEO Satria permada tengah menjelaskan pembangunan yang di rencanakan perusahaan mereka sementara Asisten CEO Hartanto pusat disibukan dengan menulis poin poin penting yang di presentasi kan oleh resa.


Zaky menatap resa yang tengah berdiri di depan dari kepala hingga kaki tanpa berkedip. Bukan bermaksud nakal, tetapi ia sedang mencari hal istimewa yang di miliki resa hingga sampai membuat sepupunya yang terkenal dingin itu meleleh.


Tanpa di sadari Bima yang duduk satu meja dengan Zaky tengah melayangkan tatapan heran, tapi tak lama kemudian ia tersenyum licik.


"lihat apa yang akan ku lakukan" bisik Bima dalam hati. Tangan Bima pun seperti mengeluarkan benda kotak berukuran kecil.


Usai presentasi yang di lakukan resa, ia pun duduk di kursi sebelah Bima. Dengan hati hati Zaky masih mengintai gerak gerik resa dengan tujuan yang sama. Begitupun Bima dengan hati hati pula ia memindahkan benda kecil yang di pegang menghadap ke arah wajah Zaky. Lalu Bima tersenyum miring menandakan kemenangan ada di tanganya.


Selesai meeting Bima kembali ke perusahaanya. Di jalan dia bertanya pada resa.


"Sejak kapan kau mengenal CEO Hartanto pusat?" Tanya Bima.


"Sudah lumayan lama tuan, semenjak sahabat saya di angkat menjadi asisten CEO Hartanto pusat." Jawab resa.


"Apa kau pernah dekat dengan CEO itu?" Tanya Bima lagi.


"Hah... Tidak tuan, tidak mungkin" jawab resa yang kini merasa penasaran dengan pertanyaan Bima.


"Maaf tuan jika lancang, mengapa tuan bertanya demikian?" Ucap resa hati hati.


"Karena... Sejak kamu presentasi matanya tak pernah berkedip melihat mu" jawab Bima tanpa menoleh. Ia menambahi bubuk kebohongan di kalimat yang dia ucapkan. Nyatanya beberapa kali Zaky sempat menundukkan pandangan.


Resa yang mendengar ucapan Bima pun terkejut bukan main. Ia tak menyadari jika sesuatu yang di katakan Bima tersebut terjadi.


Perusahaan Ratih Santos.


Lebih dari dua jam Karin menunggu kedatangan seseorang yang pernah mencoba mempermalukan nya. Ia mencoba menghubungi jazzy mengenai kabar dari seseorang tersebut.


"Mbak jazz bagaimana dengan kabar pelamar kerja yang akan datang?" Tanya Karin dari via telepon kantor.


"Tengah dalam perjalanan" jawab jazzy dari sebrang.


Karin pun menutup panggilan. Ia kembali manyibukkan diri pada komputer di depannya. Tak berapa lama kemuadia pintu ruanganya di ketuk.


"Masuk" jawab Karin.


Jazzy pun masuk, sebenarnya ia membawa seseorang tetapi ia memilih untuk masuk terlebih dahulu tanpa membawa seseorang tersebut.


"Nona dia sudah datang" lapor jazzy.


"Persilahkan dia masuk" jawab Karin singkat.


Jazzy pun keluar untuk mempersilahkan seseorang tersebut masuk. Ia tak ikut kembali masuk karena Karin memberinya isyarat untuk segera pergi.

__ADS_1


Nampak saat seseorang tersebut masuk, kursi CEO menghadap ke belakang.


"Permisi Bu... Saya disini bertujuan untuk bergabung dengan perusahaan yang Bu Karin pimpin" ucap perempuan tersebut.


Tapi yang di ajak berbicara malah terdiam.


"Terserah Bu Karin memberi tempat saya apa yang penting saya di terima kerja di perusahaan ini" imbuhnya lagi.


Respon yang di berikan CEO sama saja.


Dengan sedikit geram perempuan tersebut kembali bersuara dengan nada sedikit menahan emosi.


"Silakan anda periksa data data tentang pengalaman kerja saya" ucap perempuan tersebut.


Tak ada jawaban. Tetapi Karin mengulukan langkanya untuk menerima data data yang di katakan perempuan itu tanpa berbalik.


"sok misterius" batin perempuan tersebut geram.


Tak ada pilihan lain perempuan itu pun memberikan data data nya pada CEO itu.


"Natina Puspita Arifin, mantan CEO PT Puspita Arifin" ucap Karin memberikan penekanan di setiap katanya.


Mendengar suara CEO itu, Tina sedikit terperanjat. Ia sangat yakin suara dari CEO perusahaan yang kini ia datangi adalah suara perempuan yang ia permalukan beberapa bulan lalu.


"Hai Tina... Masih ingat dengan wajah ku? Atau masih ingat dengan rambut yang kau tarik tanpa alasan?" Tanya Karin bertubi tubi. Ia mulai memutar kursinya menghadap ke depan.


"Kau..." Ucap Tina terkejut.


"Ada apa kau terkejut? Seorang CEO perusahaan terbesar di Asia tenggara... Katanya... tiba tiba melamar kerja di sebuah perusahaan yang belum terlalu maju? Ada apa Natina Arifin?" Ucap Karin penuh penekanan.


Kini tubuh Tina bergetar. Ia tak tau harus berbuat apa. Jika dia bertahan sama saja dia akan merendahkan dirinya sendiri tapi jika dia pergi akan ada keluarga yang harus menahan lapar di hari hari berikutnya nya. Jika dia melamar kerja di tempat lain bisa saja dia tidak akan di terima apalagi jika melamar kerja di perusahaan Bima rasa malunya akan berlipat lipat.


"Ya... Keluarga ku bangkrut karena rentetan tragedi di hari yang sama. Kehidupan berubah setelah berurusan dengan mu, aku tau kau sangat membenciku karena kelakukan ku pada mu saat itu. Tapi ku mohon terima aku kerja di perusahaan mu, karena aku harus menghidupi keluarga ku. Ayah ku tiada setelah hancurnya perusahaan perusahaan nya tanpa sisa, aku mohon lupakan masa lalu, aku butuh pekerjaan ini" ucap Tina panjang lebar, tanpa disadari dirinya menitikan air mata.


Sedangkan Karin yang mendengar cerita Tina sedikit iba, tapi Karin bukan lah orang bodoh yang mudah di bohongi oleh air mata.


"Arghh... Hapus air matamu itu, aku jijik melihat nya" ucap karin.


"Baik karena kau telah meminta maaf padaku, walau telat ku beri kau jabatan sebagai manager pemasaran, karena kebetulan manager di tempat itu sedang ada urusan keluarga." Ucap Karin.


"Tapi ingat jika ceritamu itu hanya bualan, kau akan tau akibatnya" ancam Karin.


"Terimakasih..." Ucap Tina.


"Hai berdirilah" ucap Karin


"Baik... Kapan saya bisa masuk kerja?" Tanya Tina.


"Besok!" Jawab Karin singkat.


"Segeralah pulang, persiapan kan hari mu besok, aku tidak mau ada kecerobohan dalam kerjamu" ucap Karin.


Tina manjawab dengan anggukan. Ia segera keluar dari rungan karin.


"karin kenapa kau lemah hanya karena melihat air matanya... bodoh!!" Erang Karin di ruanganya sendiri.


Satu minggu berlalu. dengan adanya manager baru membuat perusahaan Karin sakin berkembang pesat. belum ada hal aneh yang terjadi selama Tina bekerja di Perusahaan Karin itu. beberapa hari yang lalu Karin sempat meminta anak buahnya untuk mencari tau keadaan keluarga tina. ia hanya ingin memastikan jika yang di ceritakan Tina tentang karuan ayahnya bukan hanya bualan semata tapi juga kenyataan. tapi sayang karena jadwal yang padat Karin belum sempat memeriksa hasil kerja anak buahnya.


sekitar pukul tiga sore Karin berpamitan pada jazzy untuk keluar sebentar. ia akan menemui Zaky. entah apa yang akan di tunjukkan Zaky pada Karin sampai sampai ia memberi kabar secara mendadak.


di sebuah resto cepat saji.


"maaf sayang telat" ucap Karin. lalu mengecup pipi Zaky


"gak apa apa by, aku juga baru sampai" jawab Zaky.


"by I miss you" jawab Zaky membalas kecupan karin.


"I miss you too, by the way ada apa kamu ngajak aku ketemu dadakan begini?" tanya Karin.


"aku ingin cerita" jawab Zaky.


"oke... aku siap mendengar" jawab Karin.


"by kamu kenal resa?" tanya Zaky.


"yes, asisten Bima kan" jawab Karin.


"nata?"


"yes, your cousin? jawab Karin.

__ADS_1


"oke... yes, nata loves resa" ucap Zaky.


"what?... really?" tanya Karin terkejut.


"yes, I really. nata sendiri yang bicara langsung kepada ku, bahkan ia sudah mencari tau tentang keluarga resa." jelas Zaky.


"wow... tapi yang ku tau resa itu janda" ucap Karin.


"ya nata tau itu, bahkan dia tau jika resa adalah janda kembang... janda perawan" ucap Zaky meyakinkan.


"lalu apa rencana mu?" tanya Karin.


"aku pingin nyomblangi resa sama nata tapi... aku gak Deket sama resa jadi aku minta bantuan mu" ucap Zaky.


"kok aku? aku aja ketemu resa baru satu kali, eh tapi dengar dengar resa Deket dengan asisten mu siapa sih namanya?" ingat Karin.


"Tania?" ucap Zaky.


"ya itu dia, kenapa kau gak minta bantuan aja sama dia?" tanya Karin.


"no no terlalu beresiko, nata mau hubungannya dan perasaanya di sembunyikan" elak Zaky.


mereka berdua saling ngobrol dan bertukar ide sampai hari semakin sore. hingga di titik tebal Karin dan Zaky memiliki sebuah rencana yang akan membuat resa dan nata menjadi lebih dekat, walau sedikit beresiko.


"makasih ya by kamu mau bantu aku" ucap Zaky saat sudah keluar dari restoran.


"sama sama itu gunanya teman" jawab Karin.


"what teman?" Zaky terkejut dengan penuturan Karin.


"ya kan pacar sama aja teman bedanya kalau pacar lebih dekat" jawab Karin tersenyum lebar.


mereka pun berpisah di parkiran resto, Zaky memilih kembali ke rumah nya begitupun Karin, karena hari semakin gelap.


kediaman keluarga Hartanto.


"Nat Nat nata..." panggil Zaky seraya menggedor pintu kamar nata.


"gue lagi mandi..." jawab nata dari dalam dengan teriakan.


"mandi aja lama Lo kayak bidadari.." jawab Zaky.


Zaky akhirnya memilih turun ke dapur untuk mengambil beberapa camilan, ia juga meminta asisten rumah tangganya untuk menyiapkan kan segelas yogurt. setelah mendapat apa yang dia inginkan, Zaky pun kembali ke lantai atas.


"udah rapi aja Lo, mandi gak?" tanya nata saat berpapasan di tangga.


"mandi bego, tapi gak lama kayak Lo" jawab Zaky.


"enak aja, eh btw ngapain Lo tadi gedor gedor pintu kamar gue?" tanya nata.


"gue mau ngomongin Lo soal resa" jawab Zaky.


"ck... mentang mentang udah tau siapa yang ada di hati gue Lo kayak begitu, dah lah biarin" jawab nata cuek.


"gila Lo, gue udah capek capek susun rencana biar Lo bisa dekat sama resa Lo nya malah gitu. padahal gue sama Karin udah ada idenya" ucap Zaky berdecak kesal.


"hah beneran Lo, yaudah kita ngobrol di atas" ucap nata semangat sambil menarik tangan Zaky yang tengah memegang yogurt.


"pelan pelan..." gerutu Zaky.


mereka pun memilih untuk berbicara di kamar Zaky. dengan sangat antusias nata mendangar rencana yang disusun Zaky dan Karin. mendengar semua susunan rencana Zaky dan Karin, nata merasa sedikit tidak setuju.


"gila Lo, kok gitu sih. gue takut anak buah Lo ada yang macam macam sama resa awas aja Lo" gerutu nata.


"yah Lo gak percayaan sama gue, tenang bro aman" jawab Zaky tersenyum percaya diri.


"kalau sampai anak buah Lo ada yang macam macam sama resa habis mereka termasuk yang punya ide" ancam nata.


"Lo mau bunuh gue, udah lah Lo tenang, jalanin aja sesuai instruksi oke" jawab Zaky masih bersikukuh dengan rencananya.


"hm.." jawab nata.


"dah gue mau tidur ngantuk" ucap Zaky.


nata pun keluar dari kamar Zaky. walau sedikit tak setuju dengan rencana yang di buat Zaky dan Karin tetapi nata hanya bisa pasrah. ia tau resa akan baik baik saja dan anak buat Zaky tidak akan pernah berani melakukan kesalahan apapun.


selanjutnya...


rencana Karin sama Zaky apa ya, kok nata sampai khawatir sama resa?...


kunci nya sabar oke... tunggu Up selanjutnya☺️

__ADS_1


__ADS_2