
Di kediaman Andreas yang tak terlalu luas bersama sang istri, ia tengah berhadapan dengan seorang lelaki yang tak lain adalah adiknya sendiri. mereka berbicara sedikit berbisik agar tak terdengar ke ruangan yang lain. wajah kusam dan serius terpampang jelas di antara keduanya. menunggu sebuah jawaban dari teror teror yang selama ini mereka kirim. tapi nihil, sudah lebih dari seminggu ia berhenti mengirim teror untuk menunggu jawaban.
"Sampai kapan kita harus menunggu, sudah cukup penderitaan ini di sebabkan olah anak itu. kau tau dari kecil kita terus kekurangan kerena dia lahir kemuka bumi ini. andai mama dulu dapat menggugurkan kandungan wanita itu pasti kita terus di anggap dan kejadian itu tidak perlu terjadi" erang John.
"kita tunggu beberapa hari lagi, jika masih sama kita langsung serang tanpa aba aba" Andreas menjawab dengan wajah tenang.
"dari kelemahan istrinya dulu, aku yakin bocah itu anak kewalahan"
"siapa?"
"Raina... ibu dari istri nata" jawab John mantap.
sontak Andreas melayangkan tatapan nanar pada john yang menurutnya berlebihan. memang penderita keluarga itu di sebabkan oleh perceraian orang tua mereka tetapi jika balas dendam di tuntut kan pada orang yang tidak tau apa apa itu bukan kemauan Andreas.
"jangan gila kamu, cukup keluarga Hartanto saja yang masuk dalam target kita, jangan tambahkan orang lain" tegas Andreas.
"Raina termasuk keluarga sandres sama seperti nata" tepis John lagi.
"dan aku menolak keinginan mu!"
"aku yakin mama setuju dan aku tidak pernah meminta persetujuan mu!" jawab John dengan lugas. ia bergegas pergi meninggalkan Andreas sendiri.
Semua telah berkumpul untuk menyambangi rumah calon mempelai wanita setelah Zaky menghubungi Samson beberapa hari lalu dan hari ini adalah hari yang sudah di tentukan. memang belum di lamar tapi ya sudah lah tekad mereka sudah kuat untuk menjadikan Karin sebagi menantu keluarga Hartanto. apa lagi ini memang di idam idamkan Sarah yang terus mendesak supir untuk jalan segera.
Ada dua mobil yang sengaja mereka bawa kekediaman Karin. bagian mobil yang masih longgar di isi bingkisan bingkisan. baru saja mobil akan berjalan, dering ponsel topan mengharuskan ia memintaku supir untuk berhenti sebentar. usai bercakap cakap, dengan segara topan membuka pintu mobil. tangannya di cengkal seseorang dari belakang.
"mau kemana?" tanya Sarah.
"maaf sayang, aku ada urusan sebentar. aku janji akan menyusul kalian nanti, aku mohon ini penting" jawab topan memelas.
"lebih penting dari proses lamaran putra mu?" tanya Sarah lagi.
"aku mohon ini hanya sebentar, setelah urusan selesai aku akan menyusul. aku mohon sekali saja" pinta topan.
tegas Sarah melepas tangan suaminya, dengan tegas pula ia menyuruh sang supir untuk berjalan setelah topan Benar benar turun dari mobil.
dag dig dug perasaan itu bercampur aduk. antar yakin dan tidak yakin kalau Karin akan menerima lamaran yang dia ajukan apa lagi setelah kejadian waktu itu. dan seharusnya kejadian itu tidak pernah terjadi. tidak ada pihak yang berhak di salahkan hanya waktu yang memang menempatkan mereka dalam pertemuan buruk, memotong tali simpati antara dirinya dan Karin. menyesal pun bagiamana sudah terlanjur. bodohnya dia saat itu kondisi nya lemah yang mengharuskan nya diam sementara ada salah paham yang harus di luruskan.
"Zaky... mama yakin Karin tidak seegois pemikiran mu. ia pasti tau saat itu keadaanmu sedang tidak baik. maka dari itu kehadiran tania membantu mu" ucap Sarah yang tau kegusaran dalam hati putranya.
"Mama seyakin itu?" tanya Zaky memastikan.
Sarah mengangguk mantap.
Sementara mobil yang berjalan tepat di belakang mereka dengan membawa bingkisan bingkisan di bagian jok belakang dan bagasi mobil tengah senyum senyum sendiri. bukan tanpa alasan. begitu yakin resa dan nata menganggap teror itu telah usai dan tidak berlanjut lagi. besar harapan mereka tidak ada teror terkelanjutan.
"sayang... makasih ya... kamu mau ngirim penjaga untuk mengawasi mama" senyum resa.
"dia juga mama ku bukan hanya mamamu saja... bukan masalah bagiku untuk mengarahkan sepuluh penjaga hanya untuk mama... keselamatan nya ada pada kita juga kan?" jawab nata.
__ADS_1
resa tersenyum manis sembari mengapit tangan nata. nuansa romantis yang bikin para jomblo meringis. jangan iri mereka sudah menikah sah sah saja Melakukan hal itu di dalam mobil yang hanya di isi mereka berdua. lagi pun nata masih menggunakan akal sehat untuk tidak terbuai jauh dengan perasaannya yang tengah berbunga bunga.
baru saja gadis itu menuruni anak tangga untuk menemui papanya. selangkah masuk ke ruang kerja yang lumayan luas itu, dia langsung di usir untuk segera mandi. padahal rindu sangat ingin ia lepas sebentar saja tapi hal itu yang dia dapat.
"jam segini belum mandi... bau. papa mau kamu buruan mandi sebelum tamu papa datang dan lagi setelah mandi pakailah pakaian yang sempurna di mata lelaki" ucap Samson tegas pada Karin.
"heh? papa mau jual aku? lagian kan Karin gak ngantor buat apa Mandi"
"oh begitu, jadi selama papa tidak ada di rumah kamu tidak pernah mandi selama kamu gak ngantor?"
"ih ya enggak, yaudah Karin mandi tapi sebelum itu... siapa tamu yang akan datang sepertinya sangat istimewa" jawab Karin.
"ada nanti pasti kau akan mengetahui, sana mandi" Samson menggandeng putri untuk keluar dari ruang kerjanya.
"papa ih... kok gitu" rengek karin.
"sudah sana mandi"
Mau tak mau karin harus menuruti keinginan papanya. ia pun berjalan menuju kamar dan melakukan semedi dengan air. lima belas menit berselang pintu kamar seperti di ketuk. walau samar samar Karin mendengar nya tetapi ia yakin pintu kamarnya bener di ketuk. sesegera mungkin ia meraih handuk kimono. lalu berjalan keluar dari kamar mandi menuju pintu kamarnya. yah benar saja papanya dengan tegak berdiri didepan pintu.
Dengan raut terkejut Samson mengeluarkan apa yang dia tahan.
"Karin dari tadi kamu baru selesai mandi?" tanya Samson dengan suara meninggi.
"hah? papa ni apa apaan sih, biasa lah Karin lama mandi. ada apa sama papa aneh tau!" jawab Karin tak mau kalah.
Sungguh aneh papanya hari ini. super protektif padahal Samson selalu acuh pada penampilan Karin selama ini lalu hari ini apa? segalanya di atur. ingin rasanya ia menolak dan meneruskan acara mandinya tapi menolak permintaan papanya sendiri adalah suatu undangan bagi Malapetaka. Karin pun akhirnya masuk dan sesegera mungkin mengenakan pakaian paling indah yang pernah ia miliki. pilihannya itu jatuh pada sebuah gaun berwarna putih tulang dengan hiasan buang.
Perlahan pintu di buka, tampak tuan putri keluar dari dalamnya. anak dari raja mana itu? Samson hanya bisa menolong melihat penampilan Karin. Wujud lain dari seorang Karin yang cenderung lebih menyukai pakaian bercelana dari pada rok apa lagi rok selutut.
"papa ayo... kita mau kemana, Karin sudah cantik loh" tegur Karin saat melihat papanya yang hanya terdiam.
"eh? oh iya ayo kita turun sudah di tunggu"
"di tunggu siapa?" tiba tiba Karin menghentikan langkahnya.
"nanti kau juga tau" jawab Samson lalu meraih tangan Karin dan menggandengnya.
satu persatu anak tangga mereka lewati bersama dengan langkah beriringan. hawa dingin, tak enak hati tiba tiba menyeruak begitu saja di diri karin yang tangannya masih di genggam erat oleh Samson. semacam akan ada hal buruk yang menimpa di bawah sana. masalah apa Yang akan ia hadapi kali ini? tidak cukup kah masalah masalahnya di hari hari sebelum nya. kegembiraan atau kesedihan lagi yang dia dapat?
Benar saja dari anak tangga paling bawah Karin bisa melihat jelas ada beberapa orang yang membawa banyak bingkisan tengah duduk di sofa ruang tamunya. yang lebih membuat Karin terkejut di sana ia menangkap wajah Sarah dan resa. dua pria yang posisinya membelakangi Karin saat ini masih menjadi pertanyaan besar. mungkinkan itu...? ah sudahlah berharap apa dirinya itu.
Perlahan Samson menggandeng tangan putri nya menuju ruang tamu. dengan tatapan tegas dan berwibawa dia menuntun Karin mendekat ke arah empat orang yang lama menunggu disana. ia berharap Karin menerima semua. setelah Zaky cerita tentang masalahnya bersama Karin tempo hari membuatnya was was. bukan apa, dia tau betul sikap karin yang keras kepala dan tak mudah memaafkan orang.
Terkejut gadis melihat siapa pria yang tadi duduk membelakangi posisinya berdiri. kini ia berdiri tepat di hadapan dua pria itu. yah dia nata dan Zaky. lelaki itu mau apa dia kemari. dan untuk apa pula ia membawa nata resa dan Sarah? apa maksud kedatangannya masih menjadi misteri bagi Karin. perlahan ia di dudukan tepat di samping Samson. perasaannya campur aduk bak es cendol yang tercampur dalam satu gelas. bedanya bukan dingin melainkan panas yang dia rasa.
"Maaf tuan Samson maksud kedatangan kami kemari sama seperti yang di katakan Zaky tempo hari yang lalu yaitu... melamar putri mu satu satunya untuk putra ku" Sarah mengawali pembicaraan.
Selayaknya di sambar petir, Karin hanya bisa melototkan matanya. apa yang dia dengar pasti sebuah kesalahan. baru beberapa Minggu lalu ia melihat Zaky tengah bersama Tania. setelah mereka tidak ada hubungan mengapa ia datang dengan iming iming lamaran? jantungnya berdegup dengan kencang melebihi pacuan kuda yang berlari kemedan perang.
__ADS_1
"maksud dan tujuan di terima" jawab Samson tanpa menunggu Karin memberi reaksi.
"baik terimakasih, tapi sebelum itu kami minta maaf karena papanya Zaky belum bisa hadir kemungkinan beliau akan menyusul." Sarah beralih menatap Zaky yang masih menunduk sembari memainkan kotak merah kecil yang terus ia genggam.
"Zaky..." Sarah memberi isyarat pada Zaky untuk mengatakan sesuatu dulu sebelum menyematkan benda kecil itu ke jari Karin.
Berwibawa ia berjalan ke arah Karin duduk lalu berlutut di hadapan gadis itu. walau ada seribu kecemasan dibalik itu semua. Ia yakin cinta Karin padanya masih ada.
"maukah engkau menerima lamaran ku, dan mau kah engkau menutup masa lajang mu bersama dengan ku?" tanya Zaky mantap.
Sambaran petir bercampur setrum listrik menggetarkan hati Karin. mendengar kata kata itu keluar dari mulut lelaki yang pernah membuat nya menangis. sebisa mungkin ia mencari bantuan dengan melirik papa, resa, Sarah dan nata secara bergantian. semua mengangguk kecil kemudian tersenyum. tidak membantu sama sekali. harus kah ia menerima nya? lalu bagaimana dengan rasa sakit itu? bagaimana dengan terbuang nya air mata itu? dan jika ia menolak. hatinya pasti menjerit karena cinta nya masih ada. cinta itu nyata walau tak terlihat tapi berhasil membuat seseorang bahagia namun terkadang juga dapat membuat seseorang tersayat.
Dan akhirnya Karin mengangguk dengan air mata tumpah ruah membasahi gaun cantiknya. pelukan hangat ia dapat dari seseorang yang selama ini ia rindukan. salah kah ia menerima nya? semoga tidak pernah.
Samson ikut larut dalam tangis bahagia itu. setelah ia melepas sang istri untuk pergi selamanya kini ia juga harus belajar melepas sang putri untuk bergabung menjadi keluarga baru. lamaran antara Karin dan Zaky sengaja tidak ada pesta. terlebih lamaran ini di lalukan karena terpojok dengan teror teror yang lalu. kalau pun ada waktu untuk menyiapkan kan pesta semua tidak akan seperface yang di inginkan.
suasana itu tidak berlangsung lama. sebuah mobil tepat bertengger di depan teras rumah Karin. membuat tangis bahagia itu tiba tiba menghening. menunggu siapa yang datang. mau mengacau atau menambah suasana haru. dan laki itu muncul. membuat Samson terkejut begitupun sebaliknya. mereka sama sama melotot kan mata.
"dialah suami ku, papa dari Zaky alfahri Hartanto Calon menantumu. topan Maulana Hartanto calon besanmu" ucap Sarah tanpa ragu mengenalkan sang suami di hadapan Samson.
Samson berdiri di ambang amarah, ia tak percaya Zaky adalah anak dari musuhnya bebuyutan nya. setelah berbelas belas tahun tak berjumpa ingin rasanya ia melayangkan bogem mentah pada pipi lelaki sebaya dengannya itu. tapi Samson masih waras, hal apa yang terjadi jika ia bertindak gegabah. begitu pun sebaliknya. di dalam diam topan memiliki keinginan yang sama seperti Samson tapi ia juga memikirkan suasana yang sekarang mereka hadapi bersama.
"lama tak berjumpa ternyata anak kita saling mencintai" lirih topan di telinga Samson.
"tak ku sangka calon besanku adalah musuhku yang telah tega menghabisi istri ku, akan kah ini di batalkan saja?" jawab Samson tak kalah lirih dari topan.
"aku juga tak menyangka bahwa calon menantuku lah yang tega membunuh calon adik iparnya sendiri dengan sadis" topan tak mau kalah.
"mau di bagian yang mana? kepala, dada, atau perut?" ancam Samson.
Hening. Sarah yang terlalu bahagia tak menyadari ada ya gerakan dan sifat aneh di antara Samson dan topan tapi tidak di mata nata. lelaki itu jeli dalam menilai situasi yang ada. ia pun mulai bergerak mendekat kearah dua lelaki paruh baya yang diam diam tengah berselisih.
"baru beberapa menit yang lalu putra dan putri om bahagia. akan kah ego meruntuhkan kebahagiaan yang lama di nanti itu, dan om topan lihatlah bahagia sekali Tante Sarah melihat bersatu nya Karin dan Zaky." ucap nata bermaksud mengingatkan.
Kedua lelaki itu pun menoleh kearah Zaky dan Karin yang masih awet tersenyum bahagia. terlebih topan yang Melihat Sarah tak ada beban tersenyum sesekali tertawa. ia kembali teringat saat kepergian putri yang mendadak. akan kah ia tega membatalkan lamaran ini hanya karena permusuhan. lagi pun mereka juga sudah tidak mengambil posisi sebagai pemimpin anggota mafia milik mereka masing masing. begitupun Samson yang melihat Karin tengah berpelukan dengan Sarah. baru saja Karin merasa memiliki ibu baru mungkinkah ia tega mengatakan bahwa Zaky adalah bos mafia yang selama ini menjadi musuh bebuyutan nya? tidak mereka berdua tidak Setega itu.
melihat situasi kembali membaik, nata memutuskan untuk kembali ketempat duduknya.
"cukupkah kita yang tau soal ini? bagaimana dengan mereka?" tanya topan yang kepalanya mulai dingin.
"biarlah waktu yang memberi tau" jawab Samson singkat. lalu ia berjalan kembali ke tempat duduknya begitu pun topan yang duduk di dekat istri nya. sesekali mereka berdua saling melirik tanpa ada tatapan tajam dan sebagainya.
semudah itu permusuhan lenyap hanya ingin melihat bahagia nya anak mereka. ego pun turut hancur di bawa oleh percikan percikan tawa yang terlontar. Samson tak memendam kecurigaan pada topan yang mengetahui siapa calon menantunya itu. sama hal dengan topan. untuk sementara ini biarlah rahasia anak mereka dan statusnya manjadi rahasia sampai pada saat yang tepat. topan dan Samson menyerahkan ini semua pada waktu yang terus berjalan.
.
.
selanjutnya...
__ADS_1