
siang yang terik menambah hawa panas di hati dan pikiran setelah mendengar cerita wanita di depannya. takut dan khawatir tergambar jelas di wajah yang gagah tanpa kenal usia itu. mundar mandir kanan kiri pilihan yang tepat agar hati tak terlalu gusar. teringat kejadian 10 tahun lalu, dirinya kembali khawatir. mau tak mau dia harus segera mengumpulkan anak dan menantunya dengan alasan makan siang.
pukul dua belas lebih lima belas mereka yang di panggil akhirnya datang berkumpul memenuhi panggilan. semua memasang wajah tegang dan fokus tak terkecuali dua wanita yang duduk di tengah tengah tiga pria. semua menghadap tanpa ada yang berani berkutit. tidak ada pembantu atau orang yang bekerja di rumah tersebut yang berada di dalam rumah. masalah ini sungguh hanya pihak keluarga yang tau.
usai makan wajah mereka kembali tegang dan fokus menunggu lelaki paruh baya itu mengeluarkan kata kata yang mungkin akan mencengangkan mereka semua, kecuali Sarah yang sebenarnya juga ikut merahasiakan ini bertahun tahun lamanya.
"disini aku memanggil kalian semua untuk memberitahu sesuatu yang selama ini... aku dan Sarah sembunyikan...terutama kau nata..." gantung topan.
semua wajah tampak menatap lekat topan dan Sarah secara bergantian. ada tanda tanya besar di kepala masing masing. menunggu lanjutan dari kalimat gantung yang sengaja di buat untuk menambah penasaran tiga pemuda di hadapan dua orang paruh baya itu.
"kau bukan anak tunggal dari ayahmu Andrea sandres. sebelum menikahi adikku yang tak lain adalah ibu mu, ayahmu sudah pernah memilik istri, tapi sayang dia malah berkhianat" sambung topan.
flashback on
rintik hujan dan suara petir yang saling bersahutan menambah kegusaran dalam hati lelaki berusia tiga puluh tahunan itu. setelah dua hari ia harus menjalani pekerjaan ke luar kota. rindunya pada sang istri dan dua anak lelaki nya membuat lelaki itu nekat menerobos hujaman petir yang terus merutuki bumi.
Sampailah ia di sebuah rumah yang tak terlalu besar tetapi tetap terkesan mewah. beberapa kali klakson mobil terus ia tekan tapi tak ada tanda tanda gerbang akan di buka. mungkin satpam rumah tengah berteduh di dalam rumah karena kejamnya petir yang terus memekik telinga. pikirnya. mau tak mau ia harus turun sendiri dan membuka gerbang. untung saja saat itu pintu gerbang tidak di gembok.
Gerbang terbuka sesuai dengan ukuran mobil lalu setelah mobil masuk lelaki itu kembali menutup gerbang. ia kembali menjalan kan mobil untuk masuk ke garasi. tepat di sana rumah terlihat sepi tetapi ada satu hal yang membuatnya bertanya tanya. sepasang sepatu Derby berwarna coklat tertata rapi di atas rak sepatu yang berada tepat di samping pintu masuk. di sini ia masih berusaha berpikir positif. langkah kaki yang tak terdengar kerena tak memakai alas kaki menjadi bencana besar bagi dua pasangan gelap.
di pandangnya ruang tamu yang kosong lalu di lanjut ruang keluarga yang kosong pula membuatnya terus bertanya. tidak mungkin istrinya itu membeli sepatu Derby, ah mungkin itu untukku, pungkasnya dalam hati. di buka nya sebuah pintu kamar. nampak seorang anak lelaki berumur 3 tahun tengah tertidur pulas. senyum nya terukir melihat sang buah hati tidur dengan damai. ia kembali menutup pintu itu dan melanjutkan langkahnya menuju sebuah kamar. di buka lagi kamar tersebut dan sama, ia melihat seorang anak berumur 5 tahunan tengah tertidur pulas. senyumnya kembali terukir putra pertamanya juga tengah tidur dengan damai. lelaki itu meneruskan kan langkahnya. kini ia berdiri di sebuah pintu coklat yang tertutup. diduganya sang istri tengah tertidur pulas sama seperti dua anaknya. ia buka perlahan pintu itu dan...
seorang wanita cantik tengah berdiri memeluk seorang pria yang mungkin lebih muda dari pada dirinya. wanita itu memakai piyama yang kancing bagian atasnya membuka, memperlihatkan belahan dadanya. sementara pria yang tengah ia peluk hanya memakai celana sepaha dan baju kaos oblong biasa.
"mas Andrea..." lirih wanita itu.
pria yang tengah ia peluk itu menoleh ke arah mata wanita itu memandang. ia juga ikut terkejut melihat siapa yang ada di depannya.
"breng*ek...." pekik Andrea. tak segan ia melayangkan bogem mentah pada pria itu. membabi buta ia melakukannya tanpa ampun.
"mas... mas udah mas... mas Andrea!!" teriak wanita itu.
"kau... Nadila argantha... nama mu saja yang indah tapi kau wanita biadab! enyahlah kau!" satu tamparan perih melayang ke pipi Nadila. tersungkur wanita itu mendapat satu tamparan dari suaminya.
"jangan sok tersakiti mas... aku tau! aku tau di sana kau juga bermain main dengan wanita malam kan?! jangan kau pikir aku wanita lemah yang mau saja di hianati! kau pikir hanya kau yang dapat kenikmatan, sementara aku? hah?!" teriak Nadila tak mau kalah.
plak....
satu tamparan perih lagi dari tangan Andrea melayang ke pipi istrinya.
"cih kau pikir selama ini aku berkelana untuk mendapat pundi pundi rupiah hanya omong kosong? lalu apa yang nikmati sekarang bukan dari hasil keringat ku?! bodoh! wanita gila! sekarang nikmati lelaki itu dan jangan pernah cari aku! akan ku urus surat perceraian kita.
__ADS_1
Andrea pergi dari rumah tersebut membawa barang barangnya dan hartanya. ia tak Sudi memberi wanita itu sepeser pun dari hasil keringat nya. ingin rasanya ia membawa dua putranya jauh tapi sayang. putranya itu melihat jelas apa yang dia lakukan kepada sang ibu. dengan keras dua anak laki laki di bawah umur itu membencinya. alhasil hak asuh anak semua di berikan pada sang istri yang berhasil memfitnah nya dengan bukti pipinya yang memar.
flashback off
"satu tahun kemudian ayah mu bertemu ibumu tanpa sengaja. entah bagaimana ceritanya mereka bisa saling mencintai dan berencana untuk segera menikah. dulu om yang paling tidak setuju dengan hubungan mereka tapi karena mereka saling mencintai dan om yakin adik om bisa bahagia dengan ayahmu, akhirnya om beri izin. tak ku sangka hubungan mereka telah berbelas belas tahun dan tragedi itu terjadi..." jelas topan lagi. ada raut sesal di wajah lelaki itu. andai saat itu dia bisa mencegah kepergian sang adik pasti keluarga mereka masih utuh.
"ada hal yang mengganjal di kecelakaan maut itu ma... pa..." ucap nata setelah cerita dari topan berakhir. nata sengaja memanggil om dan Tante dengan sebutan mama dan papa. ia telah mengikhlaskan kepergian orang tua kandungnya dan kini ia menganggap om dan tantenya itu sebagi orang tua barunya.
semua mata tertuju pada nata yang kini tengah memandang serius kedepan. memasang raut tanya yang butuh jawaban. semua menunggu menjelaskan nata lebih detail lagi.
flashback on
Hari yang cerah membawa kegembiraan bagi keluarga kecil itu. setelah menyusun rencana jauh jauh hari dan persiapan yang matang, akhirnya hari itu tiba. sederhana tapi bermakna, hanya kepantai terdekat menikmati hari tanpa ada kesibukan kerja. menikmati sepanjang hari di tepi pantai yang indah dengan airnya yang biru. bayang bayang indah menyelimuti mereka bertiga. tak sabar agar mobil yang di Kendari segera melaju. entah kemana perginya sopir itu.
"maaf pak lebih baik tuan nata di letakkan di tengah saja dan nyonya Mira duduk di sebelah kiri saja, supaya saya enak ngobrolnya sama tuan Andrea" ucap seorang lelaki berumur sebaya dengan Andrea.
aneh mendengar permintaan itu dari seorang supir yang memiliki tugas mengantar mereka kepantai. tapi jika mendengar alasan yang di berikan olehnya memang masuk akal. Andrea akhirnya menurut saja apa yang di minta oleh supir pribadi keluarga nya itu.
"baik kang aji, oh ya tolong bantu saya memasukkan tas besar itu ke bagasi" jawab Andrea tanpa menaruh curiga.
kang aji memang supir baru setelah supir yang pertama meminta cuti untuk mendampingi sang istri melahirkan. di lihat dari performa kerja yang di milik kang aji yang baru bekerja tiga hari, dia cukup baik untuk mengatur jalan mobil. ia juga terkenal ramah dan mudah akrab dengan siapa saja tak terkecuali dengan nata yang masih berusia 14 tahunan.
Hingga Sampai Mereka di sebuah jalan yang benar benar sepi tanpa ada seorang pun. tapi di sana ada sebuah truk tronton yang terparkir di pinggir jalan. sedikit susah melalui tronton yang hanya berhenti tersebut kerena lebar jalan juga tak sesuai dengan body mobil di tambah body truk itu. setelah selesai melewati truk itu ada gelagat aneh yang hanya nata yang sadar. lambaian tangan kang aji pada sopir tronton itu di ketahui nata.
"kang aji kenal sama sopirnya?" tanya nata dengan polosnya.
mendapat pertanyaan seperti itu, ada gelagat aneh dari kang aji. dia terlihat gagap hanya untuk menjawab pertanyaan sederhana dari nata.
"o...oh it.. itu den... kebetulan teman akang waktu SMP" jawab kang aji.
"oh" jawab nata singkat.
suasana kembali hening, beberapa menit hingga pada akhirnya klakson keras dan nyaring memekik telinga membubarkan lamunan masing masing. semua terdengar histeris. bukan apa, tepat di belakang mereka ada truk tronton yang mereka dapati di pinggir jalan tadi tengah melaju tanpa ada arti rem. sungguh brutal sopir itu mengemudi.
melihat itu kang aji segera meminggirkan mobilnya ke kanan. alhasil bagian kiri mobil masih menempati aspal jalan. menyadari akan ada bahaya yang datang, dengan sigap Andrea memindahkan posisi nata ke posisinya dan bener saja. truk tronton itu menerjang bagian kiri mobil hingga ringsek tanpa bentuk lagi.
Nata yang kala itu di dorong keluar oleh sang papa terkejut setelah menyaksikan tragedi itu. dengan jelas ia melihat tubuh ibu dan ayahnya yang sudah remuk akibat terjangan tronton. darah mengeliling posisi mobil sementara dirinya dan kang aji selamat. namun kang aji pingsan sementara dirinya hanya dapat menatap kepergian truk yang menyebabkan kecelakaan itu.
andai saat itu dia tidak setuju untuk melalui jalan dalam pasti orang tuanya masih hidup. dan sejak saat itu pula nata menjadi pribadi yang dingin serta acuh kepada lingkungan sekitar. ia juga tak pernah Sudi melihat supir itu lagi. juga menutup berita tentang truk dan kronologi kejadian itu. Sampai pada akhirnya ia mau bercerita sedikit demi sedikit kepada Zaky. Zaky yang saat itu juga masih anak anak hanya mengangguk tanpa menghiraukan kan ceria nata. kedekatan nya ada Zaky membuat dirinya betah tinggal bersama om dan tantenya.
flashback off.
__ADS_1
cerita Nata di tutup dengan wajah menahan amarah dan duka. nata kembali mengontrol diri agar tak kelepasan dalam mengambil kata kata. di dampingi oleh resa yang membuatnya sedikit tenang.
"kecelakaan itu..." lirih topan. "di sengaja, sudah di rencana jauh jauh hari" sambungnya.
Nata yang mendengar itu pun mengangguk kan kepala. ia sudah tau soal itu dan peka akan hal itu telah ia masuk dunia mafia bersama om dan sepupunya. tapi lagi lagi nata menutup ingatan nya dengan kata ikhlas. tidak dengan hari ini. ia ingin mengusut tuntas tragedi kecelakaan itu walau sudah lama ia tak peduli.
"kini mereka sudah dewasa, tidak mungkin mereka akan diam. papa yakin mereka di balik semua ini" ucap topan.
"siapa pa?" tanya Zaky
"anak pertama dan kedua Andrea serta mantan istrinya. papa yakin itu" jawab topan dengan mantap.
"aku juga berfikir seperti itu" imbuh Sarah.
"Zaky... segeralah kau menikah dengan Karin, papa yakin dia tidak hanya mengincar nata tapi juga keluarga Hartanto yang lain termasuk orang orang terdekat keluarga Hartanto. lindungi Karin dari luar dan dalam. jangan hanya mengirim anak buah mu saja tapi kau juga harus ambil peran... papa tau kau masih mencintai nya" tegas topan.
"Zaky tidak yakin Karin mau menerima Zaky lagi" lirih Zaky.
"mama akan turun tangan. kau hubungan saja papanya Karin besok kita langsung lamar Karin tanpa basa basi" tegas Sarah.
"secepat itu? persiapan nya?" tanya zaky.
"biar mama dan papa urus, kau hanya tinggal menghubungi papanya Karin guna bersiap" jawab Sarah lagi.
"siap ma..."
"dan nata... papa pengen kamu beri penjagaan untuk mamanya resa. seketat mungkin" perintah topan.
"apa ini tidak berlebihan pa? maksudku... mereka bukan keluarga mafia seperti Kitakan?" tanya nata sedikit ragu.
"memang bukan mafia, tapi papa dengar kedua anak Andrea adalah berandalan terkenal yang memiliki geng berbahaya. teman teman mereka bukan orang biasa. pembunuh bayaran saja bisa menjadi teman mereka" jawab topan tegas.
nata mengangguk paham.
mereka pun di bubarkan untuk melanjutkan pekerjaan masing masing. sementara Zaky masih berusaha menghubungi Samson untuk mengatakan keinginan nya.
.
.
selanjutnya...
__ADS_1