Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
masih ada kesempatan


__ADS_3

Tak ada waktu untuk istirahat bagi gadis itu. baginya pekerjaan adalah hal utama untuk mengisi kesehariannya. setelah kejadian itu dia tak lagi mau membahas hal lain. dia tak lagi ingin memikirkan hal lain selain pekerjaan yang memang menjadi prioritas utamanya.


Mengeraskan hati dan pikiran adalah pilihan tepat yang dia ambil untuk mengalihkan segala suasana hati. tak peduli lagi dengan kesehatan yang menurun secara perlahan.


ketukan pintu berhasil membuyarkan fokus pikirannya. tatapannya beralih ke pada pintu kaca. Tania bisa melihat jelas bahwa itu citra.


"masuk" jawabnya.


"hallo Tania ku sayang, yang cantik bahenol dan mempesona" ucap citra dengan wajah lucu bercampur senangnya.


"hm... apa?"


"ciee... kepo yak" citra menghentikan langkahnya sembari menunjukan seikat bunga mawar merah dan putih. "ini loh tadi ada OB yang bawa paket bunga. katanya sih Lo" lanjutnya.


"bunga? siapa yang kirim?"


"gak tau deh coba Lo liat sendiri" citra memberikan seikat bunga yang di pegang pada tania.


Tania mencari nama pengirim dan ia menemukan secarik kertas kecil dengan tulisan imut di dalamnya.


-kita ketemu di taman Gemini. nanti siang see you-


Bima s.


tulis pesan itu. tak ada raut senang dari Tania. malah terlihat raut wajah jengkel dengan menggertakan gigi nya.


"emm... gue makam kali ya di kasih bunga kek gini. basi tau gak!" ucap Tania datar sambil melempar bingkai bunga itu ke tempat sampah.


"loh kok di buang?" tanya citra terkejut.


"kan aku udah bilang aku bukan makam dan itu modelan basi, bocil aja bisa kek gitu" ucap Tania ketus lalu kembali duduk di tempatnya.


Citra tak menanggapi ia tau saat ini kondisi psikis Tania sedang tak stabil. ia memilih diam lalu izin keluar dari ruangan Tania.


Mobil merah milik Karin kini terparkir tepat di depan markas besarnya. keinginannya untuk mencari tau sosok suami dari jezzy terus memberontak hingga tak ayal pekerjaan kantornya berantakan.


Pintu besi itu di buka perlahan memastikan tidak ada bima atau ayahnya di sini. para anggota white crocodile yang menyadari kehadiran queennya memberi hormat.


"James?" tanya charla.


"ada di dalam queen bersama deon" jawab salah satu anak buahnya.


charla mengangguk kecil. ia kembali meneruskan langkahnya menuju ruangan intai.


"deon. James. bagaimana tugas dari ku?" tanya charla saat dirinya telah berada di ruangan banyak komputer dan alat canggih lainnya.


James dan deon yang tengah serius dengan layar komputer di depannya terkejut dengan adanya suara charla.


"sudah queen" jawab deon cepat. ia segera beralih ke komputer lain untuk menunjukan apa yang di dapat selama ini.


Kelincahan jari jemari milik deon berhasil membuat charla puas. data data yang di dapat andalannya itu sangat memuaskan.


tapi seketika mata charla melotot menyadari ada sesuatu yang ganjil. dari data data itu terdapat marga milik suami jezzy dan nama adiknya sama seperti milik nata. yaitu keluarga sandres.


Charla semakin di buat terkejut dengan data data yang di berikan Deon tentang siapa suaminya jezzy sebenarnya.


Sebuah data singkat menyatakan tentang kerja sama antar Andreas dan adiknya bersama sebuah mafia yang terkenal kejam juga. tapi sayang data yang di dapat Deon kurang lengkap.


Untuk siapa Andreas menyewa grup mafia itu. ada apa tujuan mendasar dari hal besar yang akan Andreas ambil. belum terdata di sana.


"deon, lanjutkan lagi. siapa dan untuk apa orang gila ini menyewa pembunuhan bayaran" ucap charla.


"siap queen"

__ADS_1


charla meninggalkan markas dengan wajah penuh kekhawatiran. bagaimana tidak orang yang pernah menjadi abdi mamanya itu kini dalam masalah besar.


jezzy bisa saja di seret masuk ke dalam dunia gelap yang suaminya ambil karena alasan yang belum Karin ketahui saat ini. apa lagi kini jezzy tengah berbadan dua. dia bisa membayangkan bagaimana lelahnya wanita itu saat ini dan mungkin masih akan berlanjut.


Dering ponsel membuat Karin sedikit terperanjat. menyadari suasana yang ada, kini dia masih di halaman markas. jelas suara riuh dari dalam gedung besar dan tua itu dapat di dengar penelpon jika di mengangkatnya di sini.


Karin berlari menuju arah mobil. ia menyalakan mesin mobil dan sedikit menjauh dari tempat itu. setelah keluar gerbang ia segera mengangkat telpon yang ternyata dari suaminya.


"halo sayang, ada apa nih? kangen?" ucap Karin riang sepeti tak terjadi apa apa.


"kok lama banget jawab telponnya, lagi sibuk ya?"


"oh tadi aku masing di ruangan mbak jezz. baru sadar kamu telpon setelah aku balik ke ruangan ku sendiri" bohong Karin.


Rasa takut tiba tiba menyeruak dalam diri Zaky saat nama jezzy di sebutkan. dia tak pernah menyangka jika salah satu saudara tiri Nata adalah suami dari bawahan istrinya. dari sini dia tau mengapa Andreas mengirim pesan singkat tapi semacam ancaman bagi keluarga Hartanto berserta nata saat pernikahan nya di gelar.


"sayang... kok diam aja sih" tegur Karin.


"gak sayang, nanti kita makan siang bareng ya aku jemput sekarang bye...bye.." Zaky menutup panggilan.


Sementara Karin kalang kabut karena saat ini dirinya tak ada di kantor. jujur dia takut kalau sampai Zaky sampai duluan ke kantornya, Karin pasti tak punya jawaban untuk pertanyaan yang akan melayang dari mulut Zaky.


Sebelum jam makan siang pun laki laki itu sudah siap dengan segalanya. niatnya untuk meminta maaf pada Tania akan segera terlaksana. biarlah di lihat nanti hasilnya seperti apa. dia tidak akan menyerah begitu saja dengan mudah.


"Resa... handle pekerjaan saya setelah jam makan siang" ucap Bima saat mendapati resa masih duduk manis di kursinya.


"iya tuan" jawab resa lalu melanjutkan pekerjaannya dengan menyimpan tanya.


diam diam Resa memperhatikan langkah Bima yang lebar. sepetinya laki laki itu terburu buru, pikir resa. dia tak ingin mencari tau. terkadang sifat nata menular pada resa sifat dingin dan cuek.


waktu yang tepat bagi Karin untuk sampai di perusahaannya. dia belum melihat mobil Zaky terparkir di sana. dengan lega dia turun dari mobil.


Baru beberapa langkah Karin berjalan, sebuah klakson mobil menghentikan langkahnya. kini dia tak dapat berbuat apa apa selain menungggu pria itu melayangkan pertanyaan.


"Habis dari mana?" tanya Zaky.


"ehmm... itu tadi cari buah pir buat mbak jezz, dia nyidam" bohong Karin dengan nada menahan gemetar.


"sekarang mana buahnya?"


"tadi itu habis jadi aku langsung balik kan mau makan siang sama kamu" Karin masih berusaha tenang.


Tak di sangka jawaban Karin membuat Zaky tersenyum. laki laki itu kemudian melupakan apa yang ingin ia tau pada Karin.


Zaky merangkul bahu Karin lalu mengajaknya masuk ke perusahaan. Zaky ingin menemani Karin masuk untuk mengambil tas istri nya itu.


perusahaan yang kurang lebih di pimpin oleh Karin satu tahun yang lalu kini telah berkembang pesat. luas dan besarnya sudah menyamai perusahaan perusahaan terkenal.


Sudah lebih dari setengah jam Bima menunggu kehadiran tania di taman sepi itu. hanya di temani angin sejuk dari beberapa tumbuhan cantik di sana. sesekali matanya melirik ke arah jam arloji yang melekat pada tangan kekarnya.


"sebenci itukah kau pada ku" gumamnya pelan. "andai ku tau kau tak pernah mencoba mempermainkan ku, pasti aku ku coba sebisa mungkin menerima kehadiran mu" imbuhnya lagi.


Nafas pasrah berhembus begitu saja sebelum laki laki itu beranjak dari kursi. langkahnya tak menunjukkan semangat. gagal sudah dirinya meminta maaf dan meminta cinta itu pada gadis lugu yang telah ia permainkan tanpa sengaja.


Dirinya semakin menunduk kala rerumputan taman telah habis ia lewati. kini ia berjalan menuju parkiran dan mungkin saja untuk sore ini dia tak akan melanjutkan pekerjaannya. sebab pikirannya yang sudah kacau balau.


"tidak pernah saya menyangka jika pengusaha muda ini adalah seseorang yang sulit sabar" ucap seorang gadis tepat di depan Bima.


perlahan Bima mendongakkan kepalanya. matanya membulat sempurna kala mengetahui siapa yang ada di depannya sekarang.


"kamu... datang" lirihnya.


"sekali lagi saya bukan pecundang, tapi maaf tuan saya tidak bisa berlama lama. sisa waktu saya hanya lima belas menit" jawab Tania pelan dengan muka datarnya.

__ADS_1


"akan saya persingkat sepersingkat mungkin"


tania menghela nafas panjang. "sekarang?" tanyanya.


"kita duduk dulu, di sana" Bima menunjuk bangku teduh yang terletak tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Bima mulai menarik nafas panjang sebelum mengetakan sesuatu padanya Tania. sebuah keinginan yang sudah ia rencanakan sejak kemarin. Bima juga sudah siapa dengan jawaban apa yang akan di berikan tania nantinya.


"sebelumnya aku ingin meminta maaf pada mu..." ucapan Bima di sela oleh Tania cepat.


"sejak awal"


"dan sekarang aku ingin melamar mu menjadi istri ku" ucapan Bima berhasil menghentikan nafas Tania. gadis itu membatu dengan menatap tepat pada mata Bima.


Tak dapat ia pungkiri, tidak ada tanda bercanda di pancaran mata laki laki di depannya ini. matanya terpejam beberapa saat sebelum menghembuskan nafas panjang.


"tidak akan pernah saya terima sebelum hati itu kosong" Tania berlatih menatap dada bidang Bima. "anda salah dalam memberi luka tuan... anda menyerang tepat pada titik kelemahan wanita yaitu hati" Tania menekan kata di akhir.


bima kembali menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya perlahan. "kamu tau.. itu sedang saya usahakan" lirihnya.


Tania diam sejenak dan akhirnya memilih untuk pergi meninggalkan Bima sendiri.


"tania..." panggil Bima.


"waktunya sudah habis tuan..." lirih gadis itu.


"masih ada lima menit kan"


"untuk perjalanan dari sini ke kantor" jawab ya ia lalu meneruskan langkahnya.


"setelah saya berhasil apa kamu mau menerima saya?" tanya Bima setengah berteriak


"terdengar sulit" jawab Tania lemah tapi masih terdengar jelas di telinga Bima.


"tunggu lamaran saya, hanya saya!" bima menjawab dengan sedikit paksaan di akhir kalimat.


"berharap pada manusia adalah kesalahan fatal bagi seseorang, dan saya tak mau melakukan kesalahan itu untuk kesekian kalinya" Tania kembali menatap ke depan. "temui orang tua saya ketika anda berhasil dalam waktu satu bulan kedepan" lanjutnya lalu pergi begitu saja.


mendengar ucapan tania membuat Bima sedang bukan main. ternyata masih ada kesempatan baginya untuk melanjutkan hidup bersama Tania. gadis lugu tapi juga tegas dalam bertindak. Bima yakin dia bisa melakukan itu dengan mudah.


.


.


selanjutnya...


***wow✨✨ man teman sudah hampir 60 eps loh. makin penasaran gak sih sama:


Zaky karin...


Tania Bima...


Resa Nata...


atau...


Andreas dan John? apa sih yang mereka lakukan.


derita Sinta dan jezzy dapat suami gila harta??


udah sabar tunggu, tiap Minggu up kok.


da...dah👋 ketemu satu Minggu lagi mungkin tapi kalau akunya gak sibuk bisa ketemu cepet loh kita..

__ADS_1


he iya salam dari @ghaaza2 untuk reader setia♥️***.


__ADS_2