
Hari sudah sangat larut membuat orang orang memilih untuk beristirahat. meyiapkan hari esok yang entah akan merusak fisik atau mental mereka. yang di percaya setiap hari pasti ada Rezki yang jelas minta di jemput. tapi tidak dengan gadis ini dan beberapa orang yang akan menjadi teman juga lawannya.
kecepatannya hampir saja melebihi 100 km/jam. untung jalan raya sepi. sangat mudah untuk gadis ini melaju tanpa kendala. memilih untuk melewati jalanan sempit dan gelap hanya demi selamat dari sergapan polisi. sungguh cerdik.
lebih dari satu jam berkendara akhirnya gadis ini sampai ketempat tujuan. ia segera berganti pakaian dari ujung rambut hingga kaki. dengan setelan yang biasa ia kenakan. sepatu boots hitam panjang, jas hitam dengan logo buaya putih di dada samping serta topeng hitam juga celana hitam pendek sepaha. beberapa kali Karin mengobrak ngabrik isi mobilnya. ah sial dia hanya membawa satu pistol yang entah ada isinya atau tidak. pikir Karin. ia segera keluar dari mobil. dengan langkah hati hati ia menyelinap masuk pagar sebuah gedung tua yang dia jadikan markas.
dorr...
hampir saja tembakan itu mengenai kakinya.
refleks charla membalas tembakan itu dengan tembakan yang tak kalah brutal dan tiba tiba. secara bersama karena terkejut si penembak juga kaget, ia tak sempat mengelak hingga akhirnya perut pria itu tembus peluru.
mendengar ada tembakan dari belakang sang leader musuh bebuyutan chara mengerahkan anak buahnya yang masih tersisa ke belakang gedung.
bilahan pisau, suara tembakan dan pekikan suara sakit yang tertahan menjadi teman charla malam ini. untung saja gedung tua itu berada di ujung kota tidak ada masyarakat sekitar yang akan mendapat dampak dari kegaduhan yang di sebabkan adanya salah paham.
"dia sini kau rupanya..pengecut! seorang queen yang sangat di hormati malah datang terlambat di saat genting seperti ini? tak jauh beda dari ayahmu rupanya" tawa Jack tergelak saat menyadari anak buahnya telah mengepung charla dari sisi manapun.
charal tak menjawab, dia malas berbicara dengan seorang pecundang yang mengepung satu wanita dengan tujuh lelaki bertubuh tegap.
"tak sanggup berkata kata queen?" tanya Jack dengan nada ejakan.
charla tersenyum menyeringai kala menyadari ada bantuan yang kini telah berdiri di belakang Jack. asisten kepercayaannya yang dia beri kabar beberapa menit lalu kini telah tiba. dengan menyiapkan satu pistol untuk queennya. lelaki ini berjalan penuh keberanian.
" di belakang...!!!" seru nata.
sebuah kesalahan fatal. ternyata Jack sudah menyadari kehadiran verel asisten charla sedari tadi. ia pun mengangkat tangannya memberi isyarat untuk anak buahnya tetap tenang. kegesitan Jack tak dapat di diduga oleh charla maupun verel. keduanya sama sama terkejut dengan jalan yang di ambil oleh pengecut di hadapannya ini.
dengan gerakan cepat Jack menembak lutut charla lalu beralih menembak perut verel. semuanya di lakukan hanya dalam waktu tiga detik. cepat dan singkat.
"danger...!!!!" teriak charla sekuat tenang.
sementara verel masih kokoh dalam posisinya walau darah mengucur dari lubang perutnya. ia masih berusaha berdiri kokoh agar musuh tak mengambil kesempatan untuk menyakiti queennya.
sementara anak buah charla yang masih menghadapi anak buah Jack mendengar teriakan queennya dari belakang gedung. terdengar samar samar seperti tengah menahan sakit. beberapa anak buah charla yang mendengar kembali mengucapakan kalimat sebagai tanda bahaya itu.
"danger...!!!" seru James yang saat itu berada di gedung bagian belakang
"danger...!!!" susul Deon yang berada di gedung bagian depan
masih dengan kalimat yang sama, Wily yang berada di halaman depan gedung ikut berteriak kala mendengar suara Deon. "danger...!!" mereka masih berusaha memberi instruksi pada yang lain. sampai pada akhirnya mereka berkumpul.membentuk formasi perlindungan.
hampir semua anak buah Jack terkesima dengan cara mereka bersatu. membentuk barisan bundar dengan baris kebelakang. saling melindungi yang tak berdaya. merangkul bahu satu sama lain tak lupa senjata mereka selipkan di bagian belakang celana. membentuk hentakan demi hentakan agar musuh mundur dari Medan perang. itu yang kini anak buah charla lakukan.
tatapan takjub anak buah Jack di jadikan mereka sebuah kesempatan untuk melawan. gerakan cepat menembak yang di lakukan anak buah charla membuat mereka tak sadar akan apa yang telah terjadi. anak buah Jack lumpuh seketika.
__ADS_1
masih dengan formasi yang sama, para anak buah charla menuju tempat queen nya tersekak. mereka melakukan hal yang sama pada anak buah Jack yang masih tersisa. seketika semua lumpuh dalam hitungan menit.
Jack yang melihat cara kerja anak buah charla cukup kagum juga membuat nyalinya menciut. sesegera mungkin ia menarik tangan nata yang saat itu hanya diam di sampingnya. ia berlalu menerobos pagar kayu yang hampir habis di makan rayap. di susul anak buah nya yang masih mampu berdiri sementara yang tergeletak tak berdaya ia tinggalkan. biar lah mereka menjadi tawanan white crocodile. pikir Jack busuk.
semua mengira white crocodile lah pemenangnya l tapi tak di sangka perang belum berakhir.
dari luar pagar Jack menatap sinis charla yang merangkul erat verel. sahabatnya ini masih sanggup berdiri walau kesadarannya sudah di awang awang.
dor...
satu tembakan meluncur tepat mengenai punggung charla. peluru itu hampir sama menembus hingga dadanya.
"kau berani mengusik kehidupan seseorang yang ku sayangi! tak kan ku biarkan kau masih hidup tenang.... Sampai kapan pun!! urusan mu hanya dengan ku! bukan dengannnya!" teriak Jack. dari raut wajah di balik topeng ada amarah yang alam ia pendendam. masalah yang menimpa kekasihnya beberapa Minggu lalu masih ia sangka perbuatan charla.
samar samar charla mendengar segala amarah yang di luapkan Jack padanya. tengah berfikir siapa orang yang di sayangi Jack sampai sampai membuat lelaki itu marah. ia juga merasa tidak pernah merusak hidup siapa pun. tapi sayang masih dalam keadaan berfikir charla ambruk. ia tak sadarkan diri sementara Jack sudah berlalu pergi entah kemana.
anak buah charla segera membawa queen dan teman teman mereka ke rumah sakit pribadi milik keluarga charla. sangat mudah bagi mereka untuk melakukan hal itu karena mereka sering keluar masuk rumah sakit itu dengan alasan mereka keluarga jauh charla/Karin.
pagi semilir yang seharusnya membuat para insan merasakan sejuknya angin pagi tidak dapat di rasakan lelaki ini. dari kepulangannya kemarin malam dadanya masih merasa panas dan sesak. seperti ada sesuatu kesalahan yang tak dapat dia maafkan. tapi apa? bahkan sarapan pagi yang seharusnya terasa nikmat dengan adanya kelengkapan keluarga tak mampu membuyarkan lamunannya.
"Zaky kamu sehat sayang?" tanya Sarah, di perhatikan sejak putranya ini turun kelantai bawah ekspresi wajahnya tak berubah.
"em... Zaky baik baik saja" jawab Zaky seadanya.
topan yang merasa ada yang aneh dengan putranya hanya diam. dia paham pasti ini masalah nya dengan musuh bebuyutan nya itu white crocodile selalu sama.
nata dan Zaky secara bersamaan mengangguk. walau tidak ada masalah sama sekali dengan nata, ia tetap mengangguk mencoba memahami situasi sepupunya itu.
usai makan Zaky memilih kembali ke kamarnya. dia ingin menenangkan hati dan pikirannya sejenak saja.
baru beberapa saat ia memejamkan mata, pintu kamar di ketuk.
"masuk" jawab Zaky malas.
nata berjalan mendekati tempat tidur sepupunya itu. ia tau ada yang mengganggu pikiran sepupu juga sahabatnya ini. tak seperti biasa Zaky sedikit berbicara. wajah nya pun ikut pucat. apa benar dia hanya kelelahan? pikir nata.
"lo kenapa?" tanya nata.
"gak tau" jawab Zaky singkat.
"bangunnn.... cerita sama gue" nata mencoba membangunkan Zaky dari posisi rebahannya. ia menarik narik tangan Zaky sampai tubuhnya terduduk.
"gue males..." Zaky menepis tangan nata.
"apa ini karena kemarin malam?" tanya nata berhasil membuat Zaky membuka matanya.
__ADS_1
"hm..." Zaky bangun dari posisinya tidurnya.
"kenapa? bukannya ini impian Lo untuk hancurin white crocodile? bukan nya Lo pengen banget queen white crocodile itu mati? terus ada apa sama Lo?" tanya nata bertubi tubi.
"gue juga bingung, ada perasaan senang ada juga perasaan sesek. kayak ada yang gue tinggalin tapi apa?" jawab zaky. ia mulai frustasi menghadapi keadaanya sekarang.
"apa ini karena Lo nyerang cewek ya? jadi batin Lo ke Tante sarah atau ke karin jadi ke bawa bawa." tebak nata.
mendengar nama Karin di sebut, membuat Zaky tertegun. ada perasaan aneh yang tiba tiba muncul mendadak. ada firasat buruk juga tenang gadisnya itu.
"gue mau nelpon Karin bentar..." ujar Zaky tiba tiba.
"dah sana Lo telpon dari pada Lo stress" jawab nata. dia beralih duduk di meja kerja Zaky.
zaky mengangguk. ia mulai menekan nekan ponselnya tak lama setelah itu ia mulai mendekatkan ponselnya pada telinga. lama menunggu akhirnya suara seorang wanita muncul. bukan suara karin melainkan pemberitahuan.
"nomer yang anda tuju sedang tidak aktif... silahkan hubungi beberapa saat lagi" bunyi suara tersebut.
zaky tak menyerah, ia mencoba menghubungi Karin lagi. tapi nihil suara yang sama terus terucap dari ponselnya.
"gak aktif..." ucap Zaky menggeleng gelang kepala. perasaanya tambah gundah kala nomer seseorang yang dia khawatir kan tidak dapat di hubungi.
"coba gue tanya resa... siapa tau dia lagi sama Karin" tawar nata. sebenarnya ada rasa kasihan melihat sepupunya lesu seperti itu.
"hallo res... kamu lagi bareng Karin gak?" tanya nata setelah panggilannya tersambung.
"hah enggak... emang kenapa?" tanya resa dari sebrang.
"nomer nya gak aktif, gue kasian Zaky dia khawatir banget soalnya"
"kok bisa sih? tuan Bima hari ini juga gak masuk kerja, tuan erlangga tadi ke kantor buat gantiin pekerjaan tuan Bima" lapor resa.
"oh ya udah makasih infonya ya... kamu baik baik kerja, semangat..." akhir nata. panggilan pun terputus.
nata menghela nafas kasar. semakin bingung harus menjelaskan bagaiman kepada Zaky.
"Gimana Nat?" tanya zaky tak sabar.
nata memutar kursi yang di duduki "Karin gak bareng resa... di tambah hari ini Bima gak masuk kerja... gue bingung kok bisa barengan gini ya? ah mungkin kebetulan" ucap nata.
"Bima juga gak masuk kerja?" Zaky melayangkan tatapan curiga entah pada siapa. kini kekhawatiran nya bertambah. detak jantung nya tak lagi normal. ia merisaukan sesuatu yang belum terjadi sesuai tebakan di otaknya. entahlah dia kacau.
.
.
__ADS_1
selanjutnya....