
Memilih diam atau merayu dengan kemesraan masih di pertimbangkan matang oleh Karin. sudah ada satu jam lamanya mereka berdiam tanpa melakukan bahkan berbicara sedikitpun. kecewa itu ada dan itu juga Pasti. Zaky merasakan Karin sungguh aneh dan jauh saat mereka masih pacaran.
Karin menunduk sejenak berusaha mengalahkan gengsi yang ada di otaknya. berusaha mendekat walau yang di dekati terus menjauh dengan kekesalan.
"sayang...? marah?" Karin bersuara.
Zaky diam di tempat tanpa membalikkan badannya.
"aku minta maaf kalau ada salah, kamu jangan diamin aku kayak gini gak enek tauk" ucap karin dengan sayu.
Zaky tak berkutit tapi jika di lihat lebih seksama lagi dia nampak tak tega dengan istrinya. tapi kekecewaan itu yang hanya berdasar curiga berhasil membuatnya tetap diam di tempat.
"oh anak mama lagi marahan nih?" suara Sarah muncul tanpa arah.
"mama?" suara keduanya mencari sosok itu.
Karin mendongak mendapati bayang bayang dari bawah kakinya. di yakini itu memang Sarah dan memang dia lah orangnya. tanpa kesadaran keduanya, Sarah sudah berdiri di sana sejak Karin dan Zaky tampak diam.
"hadeh... hadeh anak muda jaman sekarang pada gak ada yang mau ngalah sama pasangan sendiri. dikit dikit bertengkar, dikit dikit diam diaman. kalau kalian begini terus gimana kalau kalian di kamar berdua? yang satu tidur di bawah? gak lucu Zaky... Karin " nasehat Sarah sembari menuruni anak tangga.
Karin dan Zaky saling melirik. malu atau merasa tertegur mereka saat ini tapi yang jelas mereka berdua sudah ketauan tengah bertengger.
"baikan gih... kalau gak mama ikut marah" ketus Sarah di bagian akhir kata. ia berjalan menjauh sambil melipat tangan depan dada.
Zaky dan Karin saling berpandangan tak paham dengan apa yang di maksud mama mereka. tapi setelah itu mereka berlari kecil menuju Sarah seperti anak ayam.
melihat reaksi Karin dan Zaky, Sarah ikut senang lalu. dengan senang hati pula ia menambahkan aktingnya agar terkesan Betulan dan membuat dia anak ayam itu menurut. hahaha anak ayam kasian Karin sama Zaky...
"mamah... enggak kok ma... kita gak marahan, yakan sayang" ucap karin terlebih dahulu.
melihat wajah gemas istrinya Zaky tak dapat menolak, ia menirukan gaya istri nya yang bergelayut manja di pundak sang mama.
"kalian ini kenapa?" tanya topan tiba tiba yang datang entah dari mana.
"papa" jawab dua anak ayam itu langsung mengubah posisi mereka menjadi tegap. (anak ayamnya Zaky sama Karin bukan Anak ayam beneran)
"ini loh pa... mereka berdua marahan, biasa Anak muda suka cari masalah Sama pasangan sendiri" Sarah mengadu sambil bergelayut di lengan kekar suaminya.
"kayak kamu gak" lirih topan yang masih dapat di dengar Karin dan Zaky.
"ih kamu" Sarah mencubit perut suaminya lumayan keras.
"kenyataan sayang" topan menahan perih atas tindakan istri nya.
tawa mengiringi keempat orang itu. walau di lihat kondisi keluarga besar mereka belum signifikan, apa salahnya bergurau sejenak dengan keluarga inti. ya benar Rania masih belum di temukan.
banyak art dan para bodyguard tersenyum melihat keluarga kecil itu. penuh hiburan dan candaan. Mampang jarang tapi jika sudah seperti ini pasti akan berlanjut sampai malam nanti atau pergantian hari.
tawa mereka masih terdengar sampai suara ponsel milik Zaky berdering nyaring. seketika semua senyap tanpa suara. mendengar seksama suara yang akan keluar dari benda pipih hitam itu.
"ky... tolong gue" suara gemetar dari sebrang berhasil membuat keempat orang itu terdiam.
"resa hilang" lanjut si penelpon yang jelas itu adalah nata.
"hah?" pekik keempat orang itu.
"tolong gue... gue gak bisa apa apa saat ini, gue bener bener takut resa kenapa napa ky" suara nata semakin serak di buatnya.
"Lo tenang.. gue sama papa kesana sekarang" jawab Zaky cepat. Lalau menutup panggilan.
dia beralih menatap topan, Sarah dan Karin bergantian. Zaky kemudian mengecup hangat istri di susul bersalaman dengan Sarah.
"ayo pa..." ucapnya.
topan mengangguk dan berjalan mengikuti putranya.
__ADS_1
"sayang ikut" pekik Karin tiba tiba, entah dari mana kata itu keluar.
"jangan... jaga mama aja" balas Zaky.
Karin menghembuskan nafas kasar. pelan Sarah merangkul pundak menantunya dengan sayang.
"andai kamu tau siapa Zaky sebenarnya, Rin apa kamu masih mencintainya" tanya Sarah dalam hati.
"mama Karin takut, resa hamil muda maa" lirih Karin yang membuat Sarah ikut khawatir.
"kita tenang ya... kita tunggu suami dan papamu pulang" Sarah membawa pelan Karin untuk duduk di sofa ruang keluarga itu.
Ruang tamu berhamburan dengan barang barang yang ada. banyak orang lalu lalang kesana kemari dengan kegelisahan masing masing. di dalam sana mata Zaky dan topan dapat melihat pemuda itu tampak frustasi dengan keadaan.
mantap mereka berdua berjalan melangkah menghampiri nata dengan rambut tak berbentuk.
"Nat... ada hasil?" tanya Zaky langsung.
"gue gak bisa... gue udah gak tahan. gua mau black dragon maju lebih awal ky... dia istri gue dia ngandung anak gue dia hamil muda ky!" nata berteriak memenuhi ruangan itu.
"nata tenang.. kita pasti maju lebih awal, kamu tenang kita akan mengerahkan semua anggota black dragon untuk mencari Rania dan istri mu" topan angkat bicara.
"papa masih bisa nyuruh aku tenang... kita ketinggalan lebih dari sejalan pa... kalau Resa kenapa napa gimana?" nata belum dapat tenang emosi masih menguasai dirinya.
seorang art keluar dari dapur dengan nampan berisi satu cangkir teh hangat yang siapkan untuk nata. art itu mendekat dengan ragu.
"tuan tehnya" ucap art tersebut.
dengan gerakan cepat nata menghempaskan nampan itu dengan mudah. di susul gerakan cepat tangan Zaky yang berusaha menghalangi air teh mengenai art tersebut. dan alhasil air itu mengenai tangannya. tapi bagi Zaky itu bukan apa apa.
plakk...
tamparan perih mendatar cantik di wajah nata.
"Nat sadar... dengan begini Lo pikir resa bakal balik hah?! gak, Lo bodoh kerena selalu berfikir cepat. pikirkan hal lain yang bisa kita lakuin karena Lo otak dari black dragon. kita gak akan jalan kalau Lo gini" Zaky ambil alih suara. dirinya telah di buat geram kerena tindakan nata yang berubah 180 derajat.
"dia yang harus tau situasi pa... biar dia tau kalau anak buah Karin juga ikut serta membantu masalah ini begitu pun black dragon" Zaky jengah dengan segalanya.
semua senyap di makan denting jam yang lirih. tak ada yang berucap setelah itu. hanya hembusan nafas yang kasar yang sesekali keluar dari organ pernapasan mereka.
Memilih tempat sepi dan tak terjangkau oleh siapa pun, Karin akhirnya dapat menelpon Bima dengan tenang. ia memilih masuk kamar mandi yang terletak di kamarnya untuk memulai panggilan.
kata 'berdering' membuat senyumnya terlihat jelas. nafasnya mulai melega dengan segala kegundahan yang ada.
Dari sebrang laki laki itu nampak tengah sibuk makan dan berbincang ringan bersama seorang gadis. terlihat mesra mereka berdua saat saling melempar senyum satu sama lain.
drett...drett
getaran pada ponselnya sedikit menggangu acara makan siang mereka. takut ada yang penting, Bima merogoh kantung celananya.
nama Charla ada di sana.
"sebentar ya aku tinggal dulu" izinnya pada gadis itu yang tak lain adalah Tania.
Tania mengangguk pelan. saat itu Bima menjauh dari tempat duduk nya takut ada yang rahasia dari telpon ini, sebab Karin menelpon dengan nomer mafianya.
"iya Cha ada apa?"tanya Bima setelah cukup jauh dari meja makannya.
"Bim gue minta tolong Lo buat perintahin anak white crocodile buat ngelacak semua tempat di sekitar rumah tante Raina, Lo tau kan?"
"emang ada apa?"
"satu Minggu yang lalu Tante Raina hilang dan sekarang resa ikut hilang, gua yakin ini tindakan orang yang selama ini neror keluarga Zaky"
"perintahin seluruh anggota white crocodile untuk cari tau" lanjutnya.
__ADS_1
"oke Cha..." bima mengakhiri panggilan.
tanpa laki laki itu sadari, Tania mengintip dari kejauhan. tapi ia masih dapat mendengar jelas jawaban Bima.
"Cha? siapa Cha?" tanyanya pada diri sendiri.
melihat Bima berbalik badan hendak kembali, Tania dengan cepat berlari kecil dengan hati hati takut menabrak pengunjung lain yang kian lama kian bertambah.
sekitar lima menitan Tania duduk kembali di Kursinya kemudian di susul Bima dengan senyum seperti tidak terjadi apa apa.
"Tania kita balik yuk.. aku ada pekerjaan dadakan" ucap Bima sambil mengulurkan tangannya.
"ayok" Tania ikut tersenyum walau dia tau bahwa Bima tengah menyembunyikan sesuatu.
setelah Bima mengantarnya ke kantor, tania diam diam mengendari mobilnya sendiri yang memang ia berangkat kerja dengan mobil pribadi tapi saat makan siang tadi Bima menjemput nya.
Tania tak meminta izin Zaky karena dia tau Zaky tidak masuk kerja selama berhari hari. pekerjaannya pun tak terlalu banyak jadi tak ada hal yang dapat menghalangi kepergiannya.
Dengan jarak yang lumayan jauh Tania berhasil membuntuti Bima hingga memasuki gang kecil. merasa ada yang aneh Tania memilih keluar dari mobil dan membuntuti Bima dengan cara berlari. mobil milik Bima pelan berjalan hal itu mempermudah Tania.
mobil hitam itu masuk ke gerbang besar berkarat yang menurut Tania ia tempat terseram yang pernah dia ketahui. tempat terpencil dan jarang bahkan tak ada rumah atau toko di sekitar sini. nyali Tania menciut membuat dirinya mundur dan memilih kembali ke mobil.
"tempat apa itu" pekik sebelum membuka pintu mobil.
Karin mengendap endap keluar dari rumah tapi sayang suara Sarah membuatnya harus berhenti.
"mau kemana Karin?"
"mau...itu ma... mau beli bedak sama sabun, udah habis soalnya" bohong Karin.
"oh... kemarin kenapa gak titip mama, mama udah beli kemarin"
"tau hanya habis hari ini ma.."
"yaudah kamu pergi hati hati ya... cepat balik nanti Zaky pulang kamu gak ada di rumah lagi" pesan Sarah.
"iya ma... Karin pamit.. assalamualaikum" ucap Karin lalu mencium tangan Sarah.
"waalaikumsalam"
Sampai Karin pada markas besarnya. perempuan itu kemudian berjalan pelan penuh ketegasan di dalamnya.
"queen..." beberapa orang menunduk menyadari kehadirannya.
"ada verel?"
"ada queen di ruang pengintaian" jawab salah satu dari beberapa orang itu.
Charla pergi ketempat yang di tunjuk bawahannya itu. di sana ia mendapati beberapa orang tengah sibuk dan yang lain latihan di belakang markas. suara pistol dan kilatan pisau sejenis terdengar dari sana.
"ada petunjuk?" tanyanya.
"ada... CCTV di gang kompleks rumah resa menunjukkan resa di bawa oleh seseorang berpakaian daster, berkaca mata dan bermasker hari ini sekitar pukul 10" lapor verel.
Charla mengangguk, lalu bertepuk tangan sebanyak tiga kali. banyak orang datang menghampirinya dengan wajah siap untuk maju ke Medan perang.
"siap?!" tanya nya tegas.
"siap queen" semua berbaris menuju pintu keluar.
.
.
selanjutnya...
__ADS_1
***wih penculiknya berdaster, kira kira sapa tuch?? aku pun penasaran mari kita tebak bersama di eps yang akan aku up secepatnya...
sabar adalah kuncinya man teman😁***