Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
amarah


__ADS_3

Hari hari di lalui nata dengan rasa bahagia. dia sadar ternyata cinta di dalam hidup memang sangat berpengaruh besar. mengubah pemikiran seseorang, sifat, bahkan kepribadian seseorang tersebut. terbukti indahnya rasa cinta di hati nata yang telah berlabuh juga telah mengubah kepribadiannya.


nata mulai memasuki salah satu perusahaan Hartanto yang dia pimpin. wajah nata terlihat sangat ramah dari pada hari hari sebelumnya. dengan langkah berwibawa dia menuju ruanganya di lantai paling atas.


"selamat pagi pak..." sapa salah satu karyawati.


"pagi..." jawab nata tersenyum.


sontak karyawati tersebut terkaget dengan jawaban nata. seorang CEO yang terkenal dingin dan cuek tiba tiba manjawab sapaan karyawan biasa hal itu tidak pernah terjadi.


"heh itu tadi suara tuan nata?" tanya karyawati lain.


"iya... aku juga kaget mendengar suaranya. dia kan terkenal irit bicara, tapi tuan nata itu banyak bertindak. masuklah kedalam kriteria ku" jawab karyawati itu.


"iya masuk kriteria mu tapi kau tidak masuk kriteria tuan nata" jawab karyawati lain. mereka berdua kembali pada tempat duduk mereka.


kembali pada posisi nata.


ia mulai menyalakan komputer di depannya. seperti biasa nata segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cekatan. tetapi tiba tiba pikirannya di kacau kan dengan rencana yang di buat Zaky juga Karin.


"apa itu baik untuk resa?" tanya nya pada dirinya sendiri.


"arghh... rencana mereka merusak pekerjaanku" nata mengacak ngacak rambutnya.


nata kembali menfokuskan diri pada layar komputer yang ada di depannya. tak lama kemudian ponselnya berbunyi. nata pun mengangkat panggilan tersebut.


"hari ini aku akan bertemu dengan Karin, apa kau ingin bergabung?" tanya Zaky dari sebrang.


"ngapain gue ikut?" nata balik bertanya.


"oh jadi Lo udah gak ada niatan buat Deket sama janda itu" ucap Zaky.


"alasan... kau ingin mengumbar kemesraan kan di depanku kan?" sangkal nata.


"ya terserah Lo gue udah nawarin baik baik" ucap Zaky.


"iya iya gue ikut. kapan?"


"nah gitu dong... nanti gue jemput Lo" jawab Zaky. lalu ia mengakhiri panggilan.


nata kembali mengerjakan pekerjaannya sebelum Zaky tiba tiba menjemputnya.


perusahaan satria permada.


seorang lelaki tengah memutar mutar ponselnya. ia juga tersenyum licik, memperlihatkan dia bukan orang biasa. ia juga memutar mutar kursi tempat ia duduk.


"ku kirim sekarang atau nanti ya...?" tanya lelaki itu pada dirinya sendiri seraya tersenyum jahat.


"nanti saja supaya lebih seru... Karin... ku tunggu hancurmu.." ucap lelaki itu.


"masih ku intai gerakan mu" ujarnya lagi. semakin mengeluarkan kata kata suara lelaki ini semakin mendesis menakutkan.


tok...tok... tok.. pintu rungan di ketuk.


"masuk" jawab lelaki tersebut.


"tuan... ada laporan baru tentang keuangan bulan ini" ucap perempuan tersebut yang tak lain adalah resa.


"letakkan laporan itu, lalu duduk lah" perintah lelaki itu yang tak lain adalah Bima.


"baik tuan... ada perlu apa?" tanya resa.


Bima melayangkan tatapan dalam ke mata resa. sedangkan resa yang mendapat tatapan aneh dari Bima pun terkaget dan sedikit ada rasa takut.


"ada apa tuan?" tanya resa hati hati.


"sungguh kau tidak pernah dekat dengan CEO Hartanto pusat?" tanya Bima.


"sungguh tuan saya tidak pernah dekat dengan CEO Hartanto pusat" jawab resa.


"baik... keluarlah" perintah Bima.


resa mengangguk lalu keluar dari ruangan Bima. ada rasa tidak enak di hatinya atas sikap dan pertanyaan Bima akhir akhir ini.


di sebuah cafe.


seorang perempuan tengah duduk sendirian. dalam hati nya kini tengah menggerutu karena telah lama menunggu. tak lama kemuadian sebuah tangan menempel pada pundaknya.


"maaf by telat" ucap pemilik tangan tersebut.


"kenapa kau lama sekali, untung aku sabar" jawab perempuan tersebut yang tak lain adalah Karin.


"hehehe maaf, ni dia lemot" jawab zaky melirik seseorang yang berdiri di samping nya.


sedangkan yang di lirik hanya diam lalu memutar bola matanya malas. seraya melangkah untuk menduduki sebuah kursi.


"kau nata kan?" tanya Karin.


"hm iya aku nata" jawab nata.

__ADS_1


"senang bertemu dengan mu" ucap Karin seraya mengulurkan tangannya.


belum sempat nata menyambut uluran tangan Karin, tangan Karin malah di sambut oleh tangan Zaky. Karin yang melihat tingkah Zaky pun heran tapi tak lama kemudian dia paham.


"apa kalian yakin dengan rencana itu?" tanya nata to the poin.


"tentang kau dan resa?" Karin mencoba meyakinkan.


nata menjawab dengan anggukan.


"ya aku yakin, karena Zaky bilang body grandnya tidak akan pernah macam macam pada resa jika Zaky tidak memerintah nya" jawab Karin.


"bukan kah hawa nafsu bisa datang tiba tiba?" tanya nata lagi.


"hai bung... oleh sebab itu datanglah di waktu yang tepat" ujar zaky.


"ku serahkan ini pada kalian," jawab nata pasrah.


pesanan pun datang mereka pun segera menyantap hidangan yang mereka pesan.


Ting...


Ting...


dua pesan masuk di ponsel karin. Karin pun segera melihat pesan tersebut takutnya itu pesan dari jazzy atau pesan penting. tetapi dugaannya salah, sebuah nomer yang tidak di kenal mengirim dua Vidio.


"siapa by?" tanya Zaky.


"entahlah... nomer baru" jawab karin.


ia pun memutar rekaman Vidio yang dikirim kan oleh nomer tersebut. Karin memperhatikan dengan seksama. belum ada berubah di raut wajahnya. hingga sampai tiga kali dia memutar rekaman tersebut Karin baru paham apa yang di maksud Vidio itu.


seketika Karin naik pitam, darahnya mendidih Menahan amarah. tapi ia tetap berusaha untuk menyembunyikan jati dirinya sebagai charla di hadapan Zaky dan nata.


Zaky yang menyadari ada tatapan aneh yang di layangkan karin kepadanya pun memberanikan diri untuk bertanya karena raut wajah Karin terlihat menakutkan.


"By... you oke?" tanya Zaky.


tidak ada jawaban dari Karin.


sedangkan nata yang mendengar pertanyaan Zaky pun melihat ke arah Karin. wajah gadis yang terlihat teduh itu tiba tiba memerah. nata tak tau harus apa. dia hanya diam menunggu hal apa yang akan terjadi selanjutnya dengan feeling akan ada badai pada hubungan Karin dan Zaky.


"by..." panggilan Zaky lagi seraya memegang bahu Karin.


seketika Karin menghempaskan tangan Zaky dari pundaknya secara kasar.


"jadi itu maksud mu mengapa kau ingin menjodohkan nata dengan resa... ternyata... saudara menusuk saudaranya sendiri hanya karena nafsu, benar ucapan mu Nat... nafsu bisa datang kapan saja" ucap Karin membuat nata dan Zaky terheran heran.


Karin tak mengeluarkan kata apa pun. ia hanya menyerahkan ponsel nya pada nata.


"buka rekaman video itu, pahami dan perhatikan" ucap karin menyerahkan ponselnya pada nata.


pada awal Vidio nata juga bingung apa yang di maksud Vidio tersebut. tapi pada putaran kedua Vidio itu ekspresi wajah nata berubah. wajah memerah mata nya juga memerah. ekspresi itu tidak pernah nampak di wajah nya.


"ap... apa yang kalian lihat?" tanya Zaky tambah bingung.


tak butuh banyak waktu nata berdiri dari tempat duduknya. ia berjalan berlahan mendekati Zaky.


"bung... jika kau ingin merusak kehormatan wanita, mengapa harus resa?" tanya nata. setiap kata yang keluar dari mulutnya penuh penekanan.


"ak... aku tidak tau apa yang kalian maksud" jawab Zaky semakin bingung.


"begitu..." desis nata.


langkah nata semakin mendekat. dan...


bukk...buk... buk... buk...


dengan membabi buta nata memukul wajah Zaky tanpa ampun. sedangkan Karin yang kebingungan hanya diam seraya menarik narik rambutnya frustasi.


para waiter cafe yang melihat kegaduhan tersebut segera melerai keduanya. salah satu waiter segera memanggil bosnya. tak butuh waktu lama manager cafe tersebut keluar dari kantor nya.


"cukup pak cukup... jika anda membuat kegaduhan di sini...silahkan keluar, tempat ini bukan untuk gaduh" lerai manager cafe itu.


dengan cekatan Karin segera menarik nata dan Zaky keluar dari cafe. tak lupa Karin meninggalakan dua lembar uang merah di meja.


walah sedikit kecewa pada Zaky, karin berusaha untuk tenang lalu meminta sedikit penjelasan pada Zaky.


"aku tidak tau apa yang kalian lihat di ponsel itu, tapi aku bersumpah tidak ada niatan sedikit pun, niatan untuk ku menghancurkan kehormatan resa atau wanita lain" Zaky Masih mencoba menjelaskan.


diri nata sudah mulai terkontrol, masih dengan nafas yang tersengal sengal nata meminjam ponsel karin untuk menunjukan Vidio apa yang membuatnya Semarah itu.


Zaky dengan senang hati dan lega menerima ponsel karin lalu ia memutar rekaman Vidio. tak butuh waktu lama Zaky paham apa yang membuat sepupu dan kekasihnya itu murka.


"iya Vidio ini murni, tidak ada editan sedikit pun" ucap Zaky.


mendengar ucapan Zaky, nata dan Karin dengan bersama melayangkan tatapan tajam.


"tapi aku bisa jelaskan apa arti tatapan ku pada resa" ucap Zaky lagi.

__ADS_1


"aku hanya ingin mencari tau apa yang membuat nata sangat kagum pada resa... hanya itu" ucap Zaky menekan dua kata terakhir.


"lalu siapa yang merekam Vidio itu?" tanya Karin.


Zaky diam. dia sendiri bingung harus menjawab apa. hal ini lah yang membuat Karin dan nata semakin kecewa.


"ak... aku tidak tau" jawab Zaky.


"sudah ku duga" jawab Karin.


Karin melangkah pergi meninggalkan nata dan Zaky yang masih berdiri di tempat. Karin pergi ke mobilnya untuk bergegas pulang.


sementara Zaky dan nata yang masih terdiam. namun tak berapa lama kemudian nata terlihat mengetik sesuatu di ponsel.


"Nat... mari kita pulang.." ucap Zaky.


nata tak menjawab. ia memilih pergi meninggalkan Zaky. tak kehabisan akal Zaky pun mengejar nata.


" Nat... apa kau juga tidak percaya dengan penjelasan ku" ucap Zaky terus berusaha mengejar nata.


nata tak menghindar dari kejaran Zaky. ia berhenti di depan jalan masuk restoran yang mereka tempati.


"Nat hari semakin sore apa kau tidak ada niatan untuk pulang?" tanya Zaky masih bersikeras.


tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan nata.


kaca mobil bagian pengemudi membuka secara perlahan.


"atas nama nata Aditya" ucap supir taksi online itu.


"saya sendiri." jawab nata seraya melangkah masuk kedalam mobil.


setelah nata masuk kedalam mobil, mobil pun melaju dengan arahan yang di berikan nata. nata berniat untuk pulang ke apartemen nya beberapa hari sampai dirinya benar benar tenang.


sementara Zaky hanya terdiam, ia tau hal semacam itu akan terjadi. sudah menjadi hal biasa saat nata marah. tapi kini Zaky tak tenang, ia takut jika dia pulang mama dan papa nya akan bertanya tanya tentang nata di tambah wajahnya yang babak belur. Zaky pun memutuskan untuk pulang ke markasnya. ia berniat akan bermalam di markasnya.


kediaman keluarga santos.


Karin pulang dengan keadaan nya yang acak acakan. rambutnya berantakan, bajunya juga terlihat lusuh.


saat Karin mulai memasuki rumah, seluruh pasang mata lekat menatapnya. bi Ina selaku asisten rumah tangga juga pengurus Karin terkaget dengan keadaan anak majikannya.


"non... non Karin kenapa?" tanya bi Ina berlari kecil ke arah Karin.


"gak kok bi... hari ini Karin capek banget, pekerjaan di kantor banyak" jawab Karin sambil memegang pelipisnya.


"ya sudah non istirahat ya non nanti biar bibi yang antar makanan ke kamar non Karin" ucap Bi Ina.


Karin mengangguk lalu berjalan menyusuri tangga. sesampainya di kamar, Karin menjatuhkan dirinya ke kasur empuk. ia melempar tas nya ke sembarang tempat. tanpa di dasari Karin terbawa ke alam mimpi.


beberapa menit berselang, bi Ina dengan hati hati membuka pintu kamar Karin. tiba tiba bi Ina tersenyum melihat Karin yang tertidur dengan posisi tak beraturan. tas juga tergeletak di lantai, bahkan AC kamar belum sempat dinyalakan.


"secapek itu ya non?" bi Ina berbicara sendiri sambil meletakkan nampan berisi sepiring nasi juga lauk di meja kamar tersebut. lalu bi Ina mengelus kepala Karin yang basah karena keringat. bi Ina segera mencari remote kontrol AC, lalu menyalakan nya.


dengan hati hati bi Ina mengguncang tubuh Karin.


"non makan malam dulu" ucap Bi Ina.


"hmm..." jawab Karin seraya menggeliat.


Karin bangkit dari tidurnya. tanpa basa basi ia segera menyantap makanan yang di hidangkan bi Ina. walau di cafe tadi Karin sempat memesan sandwich. saking laparnya Karin belum membuka mata secara penuh. kondisinya sekarang berada di antara sadar dan tidak sadar.


"non kalau makan bangun dulu, nanti kesedak Lo" ingat bi Ina.


"iya Bi..." jawab Karin dengan nada lemas.


tapi bukannya mengubah posisi Karin lebih memilih bertahan dengan keadaanya.


bi Ina menggeleng ngelengkan kepala melihat tingkah nona nya itu. di hati bi ina sebenarnya ada rasa kasikan kepada Karin, tapi hal itu juga dapat mengajarkan Karin betapa lelahnya bekerja, tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi.


selesai makan Karin pun segera minum lalu duduk sebentar. belum sempat bi Ina keluar kamar Karin menjatuhkan dirinya lagi ke kasur.


"non gak mandi dulu?" tanya bi Ina sebelum membuka pintu kamar Karin.


tak ada jawaban dari Karin. dia sudah masuk terlalu dalam ke dunia mimpi.


di markas black dragon.


zaky/Jack tengah duduk di meja kerjanya yang berada di ruangan pribadi miliknya juga nata. dia hanya diam sambil memikirkan hubungan nya dengan Karin juga nata. sesekali jack juga memikirkan siapa perekam Vidio itu, dan dari mana nomer tersebut mendapat nomer Karin.


tiba tiba secarik ingat muncul dalam benaknya. dengan cekat jack menyalakan laptop nya, lalu mengirim Vidio yang sempat ia ambil di hp Karin kedalam leptopnya. dengan seksama jack mengamati Vidio tersebut. sampai tiga kali jack memutar Vidio tersebut, dia baru sadar posisi siapa yang biasa merekam Vidio itu.


"apa maksud nya merekam hal itu?" tanya jack dalam hati.


"lalu mengapa dia mengirimnya ke nomer Karin?" tanyanya lagi.


"jika dia mengirimnya pada Karin, berarti dia tau hubunganku dengan Karin..." ucapnya.


"tapi dia tau dari mana?" tanya jack semakin geram dengan pertanyaan pertanyaan yang di lontarkan sendiri.

__ADS_1


"tenang... ini akan berakhir" desisnya.


selanjutnya....


__ADS_2