Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
pembatalan kerja sama


__ADS_3

"Benarkah?" Tanya verel lagi.


Charla yang terganggu dengan tatapan verel pun balik bertanya.


"Apa maksudmu?"


"Hm.. bukan untuk menemui lelaki itu. Bukan kah kau sudah mendapat nomernya" mendengar tuturan verel, charla pun terkejut. Tatapan charla berubah dingin.


"Hai apa yang terjadi pada mu.. dari kemarin setelah kita pulang dari restoran mu kau jadi aneh... Ini bukan kamu rel.." elak charla.


"Dan sifat cari perhatian juga bukan sifat mu Cha..." Ucap verel.


Charla yang mendengar ucapan verel hanya diam dan sedikit mengangkat kedua alisnya.


"Cari perhatian? Kapan aku mencari perhatian?" Tanya charla.


"Ah fikir lah bagaimana kelakuanmu kemarin." Jawab verel lalu melangkah pergi meninggalkan ruang priv.


Charla yang tidak tau apa maksud verel hanya diam di tempat. Sesekali ia berfikir apa salahnya pada verel, seseorang yang telah bersamanya lebih dari enam tahun tiba tiba bersifat aneh kepadanya.


"ada apa dengan anak itu? cari perhatian apa maksudnya? dan kepada siapa aku mencari perhatian? dia sungguh aneh." Celoteh charla dalam hati.


Di perusahaan keluarga topan Hartanto.


Seorang lelaki berjalan dengan langkah sangat berwibawa. Membuat para karyawati tak berkedip memandanginya. Ya siapa lagi jika bukan Zaky alfahri Hartanto.


"Astaga lebih dari satu bulan tuan muda tidak berkerja dan sekarang tiba tiba masuk dengan gagah nya aduh hai luntur lah hati ku..." Oceh salah satu karyawati bernama icha.


"Hei aku juga tidak kalah gagah dari tuan muda" sahut salah satu rekan lelakinya.


"Ehm.. gagah apa tubuh bertumpuk lemak gitu kok gagah" jawab karyawati lainya yang bernama dini.


"Adi terlalu banyak makan gorengan makanya ngelek hahaha" ejek Icha.


"Sudah lah lanjutkan pekerjaan kalian, sampai tuan muda tau bisa di tegur mampus lu pada" sahut salah seorang karyawan lain bernama kevin.


Zaky pun menuju lift, dia menekan tombol angka 20 untuk masuk ke ruanganya. Perusahaan Milik keluarga Hartanto yang di pegang oleh Zaky memiliki 22 lantai namun ruangan Zaky berada di lantai 20 karena lantai 21 adalah tempat meeting dan lantai 22 di jadikan tempat berbagai bunga dan tanaman hias yang di koleksi Zaky dan topan.


Zaky yang baru masuk kedalam ruangannya di bingung kan dengan kosongnya meja kerja. Hanya ada komputer dan buku buku perusahaan yang terdapat di meja itu.


"Lalu di sini aku harus apa? Kenapa tidak ada berkas satu pun di meja? Apa papa telah mengerjakan semua proyek yang aku berikan bulan lalu?" Tanya Zaky pada dirinya sendiri.


Zaky yang tak tau harus berbuat apa memilih untuk duduk di meja kerjanya. sesekali terbayang wajah gadis yang dua kali ia tabrak tanpa sengaja.

__ADS_1


"Apa mungkin bener kata nata dan papa kalau dia jodoh ku... Ah tapi tidak ia sudah punya kekasih" Zaky berbicara sendiri.


"andai kekasihnya tau aku seorang king mafia pasti dia tidak berani membentak ku seperti kemarin." ucapnya dalam hati.


Tok... Tok...


Tiba tiba pintu di ketuk.


"Masuk" jawab zaky.


"Tuan muda ada ajuan kerja sama dari perusahaan pusat milik PT. Permada" lapor Tania asisten pribadi Zaky.


Tania azkara gadis berusia 22 tahun yang memiliki penampilan sederhana namun tetap terkesan elegan. Tubuh nya yang kecil dengan tinggi rata rata membuat gadis ini terlihat sempurna bagi para kaum lelaki. Namun sayang tak ada peluang bagi lelaki lain, selain bosnya sendiri yaitu Zaky. Tania sudah menaruh hati pada tuannya setelah ia di angkat menjadi asisten pribadi topan lalu di gantikan dengan Zaky.


"Baiklah laporan saya terima. Tentukan pertemuan dengan PT. Permada, lebih baik sore ini sebab saya tidak ada kerjaan sama sekali" jawab zaky setelah Tania menyerahkan berkas kerja sama yang di ajukan PT. Permada.


"Baik tuan" ucap Tania lalu pergi meninggalkan ruangan Zaky.


Zaky memilih pergi ke lantai 22 untuk melihat kondisi tanaman dan bunga hias koleksi nya dan sang papa. Suasana dingin dari alam di rasakan Zaky walau perusahaan berada di tengah kota. Memandang warna warni bunga dan hijaunya berbagai tanaman sangat memanjakan mata. Zaky terbuai dengan semilir angin yang sedikit lebih sejuk. Tubuhnya terjatuh dengan posisi Manja pada sebuah kursi santai dari kayu.


Tanpa sadar waktu berlalu sangat cepat. Jam makan siang hampir usai. Zaky yang tertidur dikejutkan dengan goyangan pelan pada tangannya. Dengan mata yang masih berat terpaksa Zaky kembali ke alam nyata.


"Tuan..." Panggil Tania.


"Tuan jam makan siang sudah hampir usai. PT. Permada menyetujui kemauan tuan. meeting akan di lakukan 15 menit lagi di cafe roses." Lapor Tania.


"bangun tidur saja tampan apa lagi habis mandi... heh Tania kerja." Gerutunya dalam hati. Tanpa sadar Tania menggeleng nggelangkan kepalanya.


"You oke?" Tanya Zaky yang melihat tingkah Tania.


"Ha... Oh... Oke" jawab Tania gelagapan. Tania berniat pergi untuk mempersiapkan meeting yang akan di mulai, namun baru beberapa langkah berjalan Zaky memanggilnya.


"Ya tuan?" Tanya Tania.


"Siapkan berkas berkas penting dan tolong kau yang berprestasi nanti. Ingat kita harus datang lebih awal, lalu beritahu aku tentang proyek kemarin!" Perintah Zaky.


"Baik tuan" jawab Tania.


Zaky dan Tania kini telah sampai di cafe roses untuk menunggu klien mereka. Tania yang masih menjelaskan tentang proyek kemarin yang ia bahas dengan tuan besarnya yang tak lain adalah topan di buat terkejut dengan tingkah Zaky. Zaky secara tiba tiba membenahi rambut Tania yang terulur kedepan mata.


Tania yang terkejut refleks mendongakkan wajahnya.


"tuan... apa yang kau lakukan kau membuat jantungku copot." ucap Tania dalam hati.

__ADS_1


"Maaf Tan rambut mu kedepan wajah membuat aku risih melihatnya" ucap Zaky yang menyadari keterkejutan Tania.


"Oh i iya tuan" jawab Tania lalu segera menggelung rambutnya.


Beberapa menit berlalu, akhirnya klien mereka datang. Dengan tampang terkejut Zaky dan kliennya yang ternyata adalah Bima saling bertatapan.


"Silahkan tuan.." ucap resa Asisten Bima.


Bima yang kembali terbakar cemburu karena kejadian kemarin, akhirnya bersifat dingin.


"Sepertinya sampai disini saja kerja sama kita, resa ambil berkas kerja sama kita!" Perintah Bima masih dengan berdiri.


Zaky yang mendengar penuturan Bima di buat kesal. Ingin sekali dia menghancurkan perusahaan Bima tapi entah dari mana dia terbayang dengan wajah sedih gadis itu kalau sampai kekasihnya bangkrut.


"Dengan hormat, kami masih berperilaku sopan pak. Apa anda tidak berkenan untuk membicarakan ini tanpa menyangkutkan hal pribadi?" Ucap Zaky membuat Tania dan resa terkejut.


"jadi tuan muda sudah pernah bertemu dengan tuan Bima? lalu masalah pribadi apa yang tuan maksud?" batin Tania.


"Baik... Kita berbicara sebentar mengenai kerja sama ini" jawab Bima.


Mereka berempat pun berdiskusi bersama dengan hasil yang sama. Bima tetap membatalkan kerja sama yang dia buat sendiri dengan perusahaan milik Zaky. Zaky yang tak mau ambil pusing hanya mengiya kan saja kemauan klien nya.


Pukul 15.00 mereka sudah kembali ke perusahaan masing masing. Zaky masih kecewa dengan sifat Bima yang menghubungkan masalah pribadi dan masalah pekerjaan. Zaky hanya diam dan menutup kerja sama dengan perusahaan permada yang lain.


"Tuan... Apa saya boleh bertanya mengapa tuan Bima membatalkan kerja sama dengan alasan yang tidak masuk akal?" Tanya Tania hati hati.


"Itu urusan saya dan dia. Kau sebagai asisten siap kan apa yang perlu ku kerjakan selanjutnya jika tidak ada aku akan pulang lebih awal." Tegur Zaky.


"Ba.. baik tuan" jawab Tania.


"Sepertinya jadwal hari ini kosong tuan" lanjutnya.


"Em baik lah, aku akan pulang terlebih dahulu" ucap zaky. Ia pun bangkit dari duduknya dan keluar ruangan.


Tania yang masih berdiri di tempat hanya diam membatu.


"ternyata tuan muda kalau kesal tampannya semakin terlihat ya" batin Tania sambil tersenyum senyum sendiri.


Di perusahaan satria permada.


.


.

__ADS_1


Selanjutnya...


__ADS_2