Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
CEO baru


__ADS_3

Hari hari telah berlalu, keputusan Karin untuk memegang perusahaan yang sempat mamanya dirikan satu tahun lalu telah di setujui oleh papa dan juga jezzy yang dulu menjadi asisten sekaligus sekertaris mamanya. Hari ini Karin dan jezzy akan bertemu dan membicarakan perihal pergantian kepemilikan perusahaan tersebut. Jadwal pertemuan mereka di atur oleh jezzy pada jam 9 pagi.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya Karin sampai di sebuah gedung berlantai 5 yang lumayan luas. Menurut alamat yang dia dapat gedung inilah perusahaan milik Ratih Santos mamanya sendiri. Memang setelah meninggalnya Ratih, Samson tak pernah membahas soal perusahaan milik istrinya karena takut rasa bersalah putrinya datang kembali.


Karin berjalan santai menyusuri lobi perusahaan tersebut. Banyak pasangan mata yang menatap dirinya semenjak ia turun dari mobil. Semua orang menduga bahwa Karin adalah anak dari mantan bos mereka yakni Ratih karena wajah Karin yang mirip dengan Samson suami dari bos mereka.


"Apa dia akan menggantikan posisi Bu jezzy?" Bisik salah satu karyawati saat Karin masuk lantai satu.


"Mungkin saja..." Jawab teman di sebelahnya.


Kedatangan Karin di sambut bisikan Bisikan para karyawan. Ada yang memuji kecantikan Karin namun ada juga yang menghujat Karin dengan anggapan Karin mengambil alih perusahaan setelah perusahaan sedikit maju. Karin yang mendengar hanya diam, ia tak peduli apa kata karyawannya toh Karin juga belum mengenal mereka.


Saat berjalan menuju life, Karin di sapa oleh seorang wanita berumur 30 tahunan. Dandanan yang natural dan gaya berpakaian yang tak terlalu terbuka membuat Karin ramah kepadanya.


"Pemisi ruang asisten CEO dimana?" Tanya Karin tersenyum


Nampak seorang wanita itu melihat Karin dari ujung kaki hingga kepala. Matanya menatap wajah Karin lalu ia tersenyum.


"Karin Evelin Santos?" Tanya wanita itu.


"Iya saya sendiri" jawab Karin masih tersenyum.


"Rupanya anda sudah datang, baru saja saya mau menyambut anda di luar" ucap perempuan itu.


"Saya jezzy leuguae asisten Bu Ratih" sambung wanita itu.


"Oh anda nyonya jezzy? Senang bertemu dengan anda" ucap Karin menjabat tangan jezzy.


"Tidak perlu memanggila saya nyonya, sekarang anda lah nyonya saya" jawab jezzy tersenyum lalu menyambut uluran tangan Karin.


"Mari ikut saya..." Lanjut jezzy mengarah ke pintu life.


Di dalam life, jezzy dan Karin saling bertukar kenal. Dari pembicaraan mereka Karin menjadi paham mengapa papa mamanya menyerahkan perusahaan ini ke jezzy, itu karena jezzy pernah berbaik hati menyelamatkan Ratih dari copet. Saat itu jezzy dengan mencari pekerjaan dan hal itu lah yang membuat Ratih terdorong untuk mendirikan perusahaan kosmetik yang sangat ia idamkan. Jezzy sendiri adalah seorang ibu dari satu anak yang masih berumur 7 tahun sementara suaminya sendiri adalah seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan. Dan sampailah mereka di lantai 5.


"Mari saya antar anda ke rungan CEO" ucap jezzy.


Karin menjawab dengan anggukan kecil dan senyum.


Sampailah mereka di ruangan yang terlihat besar dan bersih. Di ruangan tersebut terdapat foto keluarga yang membuat Karin menitikan air mata, ya foto keluarga siapa lagi yang membuat karin bersedih jika bukan foto keluarga nya.


"Walau dalam waktu tiga bulan ini saya memegang perusahaan nyonya Ratih saya tidak pernah singgah di ruang ceo, saya tetap ada di ruangan milik saya sendiri" tutur jezzy.


Mendengar suara jezzy, Karin pun tersadar. Ia segera menghapus air matanya.


"Berarti setelah mama pergi tidak ada yang memasuki ruangan ini?" Tanya Karin.


"Ya mungkin ada, tapi dengan kepentingan membersihkan ruangan ini atau memeriksa sesuatu seperti OBE atau tukang servis AC" jawab jezzy.


"Oh begitu..." Jawab Karin mengangguk paham.


"Lalu dimana kita akan berbincang tentang kelanjutan perusahaan ini?" Tanya Karin.


"Di aula saja" jawab jezzy menuju sebuah ruangan yang tak kalah besar dari ruangan CEO, tetapi ruangan ini terbuka dan bisa di lihat saat memasuki lantai lima.


Akhirnya mereka pun berbincang bincang hal penting di ruang aula tentang pengalihan nama perusahaan. Sampai pada titik terakhir jezzy menyarankan agar perusahaan ini di ganti nama menjadi nama Karin sendiri. Tapi dengan tegas Karin mengatakan bahwa tak akan ada perubahan atas nama siapa pun. Perusahaan ini akan tetap menjadi perusahaan mamanya.


Jezzy yang mengerti maksud Karin hanya menyetujui permintaan Karin. Ia tau bahwa Karin akan melakukan ini karena Karin sendiri terlihat masih belum mengikhlaskan mamanya pergi.


"Baik sesegera mungkin saya akan menyelesaikan dokemen atas nama CEO pemegang resmi. Mungkin besok anda sudah menjadi CEO resmi perusahaan ini" ucap jezzy tersenyum.


"Terimakasih atas bantuan yang anda berikan kepada saya, tuntun saya terus karena ini pertama kalinya saya bekerja seperti ini" ucap Karin mengaku.


"Iya pasti saya bantu" ucap jezzy.


Setelah selesai dengan urusan mereka Karin sangat ingin mengajak jezzy makan siang di luar tapi sayang jezzy menolak dengan alasan masih banyak pekerjaan. Akhirnya Karin memutuskan untuk kembali kerumahnya dengan di antar jezzy sampai depan pintu utama perusahaan.


Saat di perjalanan tiba tiba ponselnya bergetar menandakan ada panggilan masuk. Karin pun mengangkatnya dan ternyata Zaky lah sang penelpon.

__ADS_1


"By.. kita makan siang di luar yuk" ajak Zaky dari sebrang.


"Ah kebetulan sekali, ayo... Dimana?" Jawab karin.


"Terserah kau saja" jawab Zaky.


"ee... Aku akan ke mall, apa kita makan di mall saja?" Jawab Karin.


"Oke, mall yang mana?" Tanya Zaky.


"Kembang baru" jawab Karin.


"Oke, aku otw ya" jawab Zaky. Lalu panggilan pun terputus.


Di mall kembang baru, karinlah yang sampai terlebih dahulu. Ia tengah mengunggu Zaky di lobi mall yang lebih sepi dari biasanya. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Zaky sampai. Dengan senyum yang mengembang di wajah nya, lelaki itu memeluk Karin sangat erat. Sudah lebih dari tiga hari Zaky dan Karin tak bertemu karena jadwal Zaky di kantor yang padat.


"I miss you so much" ucap Zaky mengecup puncak kepala Karin.


"Really?" Jawab Karin.


"Do you think?" Jawab Zaky lagi.


"Oke..." Ucap Karin merekatkan perlukan mereka.


Setalah puas berpelukan Karin dan Zaky melepas pelukan mereka. Zaky yang menyadari ada lah berbeda pada kekasihnya tak sungkan untuk bertanya.


"Apa yang membuat mu sesenang ini?" Tanya Zaky menatab wajah Karin berseri.


"Kau akan tau nanti" jawab Karin seraya menarik Zaky untuk masuk kedalam mall.


"Oke... Kau ingin makan apa?" Tanya Zaky menggandeng tangan Karin.


"Aku ikut kau" jawab Karin simpel.


Zaky pun memesan makanan yang dia inginkan, ia juga memesankan Karin makan. Mereka menyantap makanan dengan tawa yang mengiringi pembicaraan mereka selama di meja makan.


"Pakaian kantor?" by kamu kerja kantoran? Dimana?" Tanya Zaky ikut senang.


"Iya... Di perusahaan mamaku" jawab Karin tersenyum.


"Oh kalau begitu kapan kapan aku boleh kan main ke sana?" Tanya Zaky.


"Boleh kok sayang.." jawab karin bergelayut Manja di lengan kekar Zaky.


Usai belanja Karin pun membayar tagihan belanjaan, tapi di hentikan oleh Zaky karena ia akan membayar tagihan tersebut dengan alasan ini sebagai hadiah kepada Karin. Karin tak memiliki alasan untuk menolak akhirnya ia pun mengiyakan kemauan Zaky.


Mereka berdua pun berpisah lagi. Zaky harus kembali ke perusahaannya sementara karin harus kembali ke rumahnya sendiri. Di tambah mereka membawa kendaraan masing masing.


Sesampainya di perusahaan Hartanto.


"Dari mana kau jam segini baru kembali?" Tanya seseorang saat Zaky baru memasuki ruanganya.


"Hai kau... Mengagetkan saja" jawab Zaky.


"Pamit makan siang, jam segini baru balik" protes orang itu lagi yang tak lain adalah nata.


"Makannya buruan Lo tembak resa keburu di lamar orang lagi nanti" jawab Zaky terkekeh.


"Ah kau. Kenapa kau bahas dia, apa hubungannya dengan pertanyaan ku?" Tanya nata balik.


"Agar kau bisa merasakan bagaimana rasanya jalan berdua bersama orang yang kau sukai" jawab Zaky mulai menyalakan komputer nya.


"Kau pikir aku menyukai wanita itu?" Elak nata.


"Jika kau tidak menyukainya mengapa baru pertama kali bertemu kau langsung menginginkan dia menjadi ibu untuk anak anak mu?" Zaky terus menyudutkan nata hingga nata tidak bisa menyangkal.


"Aku datang kemari ingin mengajak kau membicarakan hal serius tapi kua malah... Arghh..." Akhir nata. Ia memilih pergi meninggalkan ruangan Zaky.

__ADS_1


Zaky sendiri yang di tinggalkan oleh nata hanya diam di tempat. Ia tau nata akan bersifat seperti itu, tapi sekarang yang membuat Zaky terganggu adalah perkataan nata pada bagian terakhir yang mengatakan bahwa dia ingin berbicara hal serius.


"Ya sudah biarkan saja nanti juga cerita sendiri" ucap Zaky menyangkal pemikirannya untuk mengejar nata.


Seesokan paginya sebelum mentari menampakkan senyum, Karin telah di sibukan dengan segala persiapanya untuk bekerja. Ia juga sudah menghubungi papanya kalau segala masalah telah selesai dan hari ini ia akan menjadi CEO resmi perusahaan milik mamanya.


Dengan paduan pakaian blazer dan kaos oblong serta Celana kain membuat Karin terlihat lebih anggun. Pakaian itu sangat cocok melekat di tubuhnya. Ditambah lagi sepatu high heels hitam sederhana di padukan dengan tas Bahu hitam. Tampilan Karin lebih terlihat elegan dengan postur tubuh yang mendukung.


Karin berjalan menuruni tangga, suara sepatu nya membuat seisi rumah mencari sumber suara. Sebab yang mereka tau suara itu biasanya milik sepatu nyonya besar mereka saat hendak berangkat kerja.


"Ya tuhan non cantik sekali" ucap Bi Ina saat Karin sampai di lantai dasar.


"Apa iya sampai membuat kalian berkumpul?" Tanya Karin heran dengan tingkah para pekerja di rumahnya yang berkumpul di bawah tangga.


"Kami semua kaget dengar suara sepatu non, habis mirip banget kayak suara sepatu nyonya" ujar salah seorang asisten rumah tangga.


"Iya kan aku anak bi... Masa gak mirip. Memang suara sepatu mama dulu sangat khas ya?" Tanya Karin.


"Iya non kalau bibi dengar suaranya sangat berirama" jawab bi Ina.


Karin menjawab dengan anggukan kecil. Rasa rindunya pada sang mama kini kian menjadi. Kenangan kenanga itu tak akan bisa terulang lagi, namun Karin berusaha tegar. Ia tak akan mau menghancurkan hari pentingnya ini.


"Adoh, gimana to kok non Karin malah di suruh berdiri terus, non cepat sarapan gih keburu telat loh" ingat bi Tuti.


"Oh iya Bi" jawab Karin. Ia segera menuju meja makan lalu menyantap nasi goreng yang ada di meja. Selesai dengan sarapan nya Karin pun berpamitan pada orang rumah, ia juga meminta orang rumah berdoa untuk melancarkan urusanya di hari pertama bekerja sebagai CEO perusahaan mamanya.


Sesampainya di kantor Karin di sambut jangan oleh jezzy. Jezzy sendiri tak henti hentinya menatap Karin dari ujung kaki hingga ujung kepala. Ia merasa Karin itu adalah bosnya dulu, karena dengan setelan yang Karin pakai sekarang membuatnya lebih mirip Ratih di banding Samson. Berbeda dari kemarin saat Karin mengenakan pakaian hoodi di padukan dengan celana jeans.


"Nona Karin silahkan masuk" ucap jezzy tanpa berkedip.


"Mbak jez... Ada yang salah dengan pakaian saya?" Tanya Karin sedikit risih dengan tatapan yang di berikan jezzy.


"Oh tidak, hanya saja anda sangat mirim dengan almarhumah nyonya Ratih" ucap jezzy.


"Oh ya mari..." Ucap jezzy menajak Karin segera masuk kantor.


Karin mengangguk dan mengikuti langkah jezzy.


Tatapan mata karyawan tak luput dari penampilan Karin hari ini. Mereka membandingkan pakaian Karin kemarin dan hari ini, sungguh perbedaan yang luar biasa.


Sesampainya Karin dan jezzy di lantai lima, mereka menuju aula. Di meja utama terdapat beberapa lembar kertas yang harus Karin tanda tangani. Usai dengan tanda tangan, jezzy mengumpulkan semua anggota kantor untuk berkumpul di aula.


Dalam waktu 15 menit seluruh anggota kantor pun terkumpul. Di sini jezzy mengenalkan Karin sebagai CEO baru perusahaan kosmetik Ratih Santos. Karin juga di perkenankan untuk berpidato sebentar.


Selesai dengan peresmian CEO baru, jezzy memperkenalkan Karin di akun resmi perusahaan. Sebenarnya jezzy sangat menginginkan Karin di pertontonkan di televisi, namun Karin sendiri menolak.


Diakhir acara Karin di persilahkan untuk menuju ruanganya. Hari pertama kerja belum terlalu ada hal rumit yang harus Karin kerjakan. Dalam hatinya ia senang karena dapat meneruskan perusahaan mamanya, tapi di sisi lain ia juga bersedih karena orang lain yang membimbingnya bekerja bukan mamanya atau papanya.


Hari semakin sore, Karin yang tengah memeriksa beberapa dokumen perusahaan di kejutkan dengan telepon perusahaan yang berbunyi. Dengan cepat ia pun mengangkat panggilan tersebut.


"Ada pengusaha besar yang ingin mengajak kerja sama?" Tanya Karin.


"Benar non..." Jawab jezzy dari sebrang.


"Bahkan pengusaha itu datang langsung ke mari, beliau sedang menunggu di ruang tamu" imbuh jezzy lagi.


"Benarkah? Ya sudah saya akan turun menemui beliau" jawab Karin mengakhiri panggilan.


Dengan terburu buru Karin turun ke lantai dasar untuk menemui langsung pengusaha yang di maksud jezzy.


Nampak dari postur tubuh bagian belakang lelaki yang di maksud jezzy Karin merasa kenal dengan postur tubuh ini. Dengan langkah pelan Karin mendekati lelaki tersebut.


"Selamat sore... tuan maaf..." Karin menggantungkan kalimatnya.


"Kau... " Dirinya terkaget menyadari siapa yang datang.


selanjutnya...

__ADS_1


selamat berpuasa bagi yang menjalankannya😁.


__ADS_2