Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
berjalan lancar.


__ADS_3

segala misteri yang membuat kekacauan kemarin akhirnya beres. persahabatan karin dan Bima tidak ada yang berubah bahkan sahabat mereka berdua bertambah dengan adanya nata dan Zaky.


hati mereka berempat sudah mulai tenang sesuai dengan harapan Karin. agar lebih dapat mencarikan situasi setelah ada nya pemanasan di hati masing masing, Karin mengajak ketiga sahabatnya untuk mengobrol sebentar. tak lupa mereka berempat juga memesan makan.


"nah mumpung ada Bima disini, bagaiman jika kita bahas masalah kemarin" ujar zaky mengingatkan karin dan nata tentang rencana mereka kemarin.


"iya aku setuju, apalagi Bima kan bos nya resa" jawab Karin girang.


"memang ada masalah apa dengan resa?" tanya Bima penasaran.


"oke, jadi..." Zaky menggantungkan kalimatnya. ia melirik nata yang tengah menyeruput secangkir kopi di hadapannya.


nata yang merasa di lirik hanya diam, lalu ia tersenyum dan mengangguk.


"jadi begini...Nata sedang menyukai seorang perempuan dari pandangan pertama, dan perempuan beruntung itu adalah resa. asisten CEO Satria permada. dan kamu Bim selaku CEO Satria permada apa kau mengizinkan nata untuk mendekati asisten mu?" terang Zaky tersenyum.


"tentu saja," jawab Bima ikut tersenyum


"tunggu sebentar... berarti kemarin anda menatap resa dengan penuh selidik itu... Karena Anda ingin mencari kelebihan resa yang membuat tuan nata jatuh hati?" tanya Bima mulai paham.


spontan Zaky mengangguk cepat. ternyata ada seseorang yang paham dengan pemikirannya.


"oh... lalu apa upaya kalian untuk mendekatkan resa dan tuan nata?" tanya Bima.


"tunggu... jangan pakai bahasa formal, kita bicara selayaknya kita berbicara dengan teman saja" sela Karin yang risih mendengar bahasa kaku yang di ucapkan Bima dan Zaky.


"oke...oke.. ya gue sama Karin punya rencana untuk mendekatkan resa dan nata. agar terlihat real di mata resa gue ngusulin ide yang seakan akan resa akan di nodai oleh beberapa pria yang tak lain adalah body grand ku sendiri." jelas Zaky.


mendengar ide yang baru saja di lontarkan Zaky, wajah Bima dan nata secara bersamaan berubah. ada kesan tak setuju pada ekspresi mereka.


"ada apa? ada yang salah?" tanya Zaky masih tak mengerti.


"menurut gue jangan begitu, bisa saja nafsu para body grand Lo naik, dan itu akan berdampak besar pada resa." jawab Bima.


"gue setuju..." celoteh nata.


"iya yang... kayak nya ide kamu kemarin ekstrim deh" sahut Karin.


"yaudah... Lo punya pendapat lain Bim?" tanya Zaky.


"caranya simpel, resa phobia sama belalang. gue juga gak tau dia takut banget sama belalang dan gue yakin saat ada belalang di dekatnya , siapa pun yang ada di dekat resa saat itu akan jadi tempat berlindungnya" ujar Bima memunculkan sebuah ide di kepala nata.


"gue punya ide..." ucap nata.


"Bim... gue butuh bantuan Lo." lanjut nata.


mereka berempat mulai berkumpul lalu nata membisikkan sesuatu. selang beberapa menit mereka saling mengangguk. dengan sangat gembira Karin memberikan tos pada tiga kawannya itu.


malam semakin larut mereka berempat memilih untuk segera kembali ke istananya masing masing. karena jalan rumah Karin dan Bima satu arah, mereka pun pulang bersama walau beda kendaraan.


tind....


bunyi klakson mobil Karin saat ia mulai memasuki pagar rumahnya sebagai ucapan "good bye" pada Bima.


tind...


jawab Bima seraya melambaikan tangan keluar jendela.


Karin berjalan santai menyusuri tangga. aura keceriaan telah kembali pada wajahnya.


"non baru pulang?" tanya bi Ina dari lantai bawah.


karin yang mendengar suara bi Ina segera membalikan badannya.


"heheh iya Bi... baru aja Kumpul sama teman" jawab Karin cengengesan.


"syukur deh non Karin udah gak kayak kemarin" celoteh bi Ina.


"iya Bi syukurlah hari ini segala masalah beres" jawab Karin.


"bi Karin pamit ke kamar dulu ya... mau mandi badan rasanya lengket banget" izin Karin sopan.


"oh iya non" jawab bi Ina lalu kembali ke dapur.


selesai mandi Karin menjatuhkan dirinya ke kasur. segala ganjalan di hati rasanya telah lenyap. pikiran terasa enteng dan fresh. tanpa sadar Karin terlelap dengan posisi kaki menjelujur ke bawah.


keesokan paginya di perusahaan satria permada.


usai rapat bersama para staf kantor Bima memanggil resa ke ruangnya. seperti rencana kemarin, Bima akan mengajak resa makan siang bersama di resto tradisional Park yang memang memiliki nuansa perpaduan antar luar ruangan dan dalam rungan.


"tuan memanggil saya?" tanya resa saat sudah memasuki ruangan Bima.


"iya... res nanti temani saya makan siang di luar" ujar Bima.


"apa maksud tuan Bima... apa ini ada hubungannya dengan pertanyaan kemarin?" gumam resa.


"baik tuan.." jawab resa mengangguk.


setelah mendapat isyarat dari Bima resa pun kembali ke ruangannya. dirinya kembali di pusing dengan kelakuan bosnya yang tiba tiba mengajaknya makan siang bersama.


"jika benar itu ada hubungannya dengan tuan Zaky... lalu bagaimana dengan Tania. semoga yang ku khawatir salah" batin resa.


beralih ke perusahaan Ratih Santos.

__ADS_1


Di ruangan Karin tidak melakukan apa pun. pekerjaannya telah beres, tapi Karin tetap proposional dalam bekerja. ia mencoba mempelajari hal lain yang belum ia mengerti tentang dunia bisnis. setelah bosan dengan kegiatan nya Karin teringat jika bulan ini papanya tidak pulang.


"hari ini sudah mulai memasuki pertengahan bulan baru, tapi papa belum pulang... papa juga gak kasih kabar ke aku. apa aku telpon aja ya" ucap Karin berbicara sendiri.


ia mulai melakukan panggilan. tersambung tetapi tidak ada jawaban dari sebrang. Karin mencobanya lagi sampai tiga kali panggilan baru ada jawaban dari sana.


"pa kok gak di angkat angkat..." gerutu Karin saat panggilannya telah terhubung.


"maaf sayang... disini papa sedang banyak pekerjaan, papa tidak bisa pulang selama beberapa bulan ya nak maafkan papa" jawab Samson dari sebrang.


"padahal Karin mau nunjukin hasil kerja Karin selama ini ke papa, eh papa malah gak pulang" cemberut Karin.


"papa tau perusahaan mamamu pasti maju setelah ada CEO resminya kan dan papa juga tau jika hal itu akan terjadi. lagian sayang setiap Minggu jazzy memberikan laporan tentang perusahaan ke papa" jelas samson.


"oh jadi mbak jazz yang ngasih tau papa" jawab karin mulai mengerti.


"ya sudah pa... papa lanjut kerja. Karin sayang papa..." ucap Karin.


"papa juga sayaangg banget sama Karin" jawab Samson. panggilan terputus.


Karin meletakkan ponselnya kembali ke meja. setelah lama Karin yang tidak berubah menjadi charla. sifatnya sedikit aneh dan berubah. ia lebih sabar dan lebih mengedepankan perasaan.


Karin tiba tiba tersentak, Karin teringat jika hari ini ia akan pergi ke markas mengambil laporan anak buahnya tenang keadaan keluarga tina yang sebenarnya. sesegera mungkin Karin bersiap pergi, tak lupa ia izin pada jazzy.


sesampainya di markas white crocodile.


semua anak buah Karin/charla di kejutkan dengan penampilan queen mereka sekarang. ya charla tidak mengganti pakaiannya dengan pakaian mafia. ia memilih memakai pakaian kantor karena tak ingin ribet.


anak buah charla masih bingung melihat penampilan dari queennya itu. memang charla pernah memerintahkan anak buahnya untuk mencari tau kebenaran tentang keluarga tina, namun charla memerintah lewat via telepon. jadi anak buahnya tidak pernah tau pekerjaaan baru queennya.


"queen..?" ucap James.


"ya ada apa?" tanya Karin yang sibuk dengan komputer di depanya.


"tidak..." jawab James. ia mengurungkan niatnya untuk bertanya. ia takut pertanyaannya salah nanti akan berdampak buruk pada nyawanya.


"oh ya sorry gue baru jenguk ke markas, gue banyak kerjaan." celoteh Karin yang tau pertanyaan pertanyaan di kepala anak buahnya.


"queen... oh pantas saja selama ini jika ada permintaan untuk menghabisi seseorang atau menghancurkan seseorang kau serahkan pada kami, ternyata ini alasannya." sahut Deon.


"kenapa memang?" tanya charla. suara nya mendadak berubah. suara dingin khas milik charla.


"ti...tidak queen" jawab Deon takut.


"hahahah... kalian, sudahlah mana laporan tentang keluarga tina?" tanya charla di iringi gelak tawa.


"di sini queen..." tunjuk Deon. ia mulai menekan nekan tombol keyboard komputer.


setelah muncul berderet deret tulisan charla membacanya dengan teliti. seketika raut wajahnya berubah. tatapan tajam tetapi kosong melekat pada ekspresi nya.


"jika papanya telah mendirikan perusahaan baru lalu apa tujuannya bekerja di perusahaan mama?" charla berbicara sendiri. dia tetap mundar mandir ke kanan ke kiri tepat di depan komputer.


"apa perlu kita hancurkan lagi queen?" usul James.


"tidak... akan ku tunggu apa maksud nya masuk ke perusahaan mama, tunggu aba aba dari!" akhir charal ia segera pergi dari markas dan kembali ke perusahaan.


"siap queen..." jawab para anak buah charla serempak.


cabang perusahaan Hartanto.


seorang lelaki itu tengah duduk dengan di hadapkan beberapa dokumen yang harus di tanda tangani. dengan santai lelaki ini berkerja di Ruanganya. namun rasa tenang dan santai itu mendadak menghilang kala pintu di buka secara tiba tiba.


"apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu" ucap lelaki itu pada seseorang yang baru masuk tanpa mengalikan pandangannya dari layar komputer.


"hahah iya iya maaf..." jawab seseorang itu yang tak lain adalah Zaky.


"bagaimana bro... sebentar lagi jam makan siang..." imbuh Zaky.


"hah... pekara mudah, tapi aku grogi" jawab lelaki satunya lagi yang tak lain adalah nata.


"slow... men... hahha" ejek Zaky.


"ah payah Lo gak dukung gue, Lo malah ngejek" gerutu nata.


Ting...


satu pesan muncul di ponsel nata. pesan tersebut berasal dari nomer Bima.


*gue udah jalan ke resto tradisional Park* bunyi pesan Bima.


*gue otw.* jawab nata.


tanpa basa basi nata meninggal Zaky sendiri di ruangannya. spontan Zaky yang mendapat perlakuan menjengkelkan dari sepupunya itu geram.


"oh Lo berani ninggalin gue!" teriak Zaky.


"gue buru buru" jawab nata yang sudah berada diluar ruangan.


di resto tradisional Park.


Bima dan resa tengah duduk di hamparan taman yang di kelilingi bunga bunga berwarna warni. bukan hanya bunga beberapa tanaman, dan hewan hewan ramah lingkungan seperti kucing, kelinci, burung burung dan lain sebagainya mendampingi acara makan siang pelanggan restoran yang memilih alam sebagai teman makan siang mereka.


resa memandangi sekitar dengan mata berbinar. menambah kesan cantik pada wajahnya yang berbentuk oval. namun ada sedikit kendala yang membuatnya merasa tak nyaman yaitu tentang phobia terhadap sejenis serangga seperti belalang.

__ADS_1


"tuan... mengapa memilih tema luar ruangan?" tanya resa hati hati.


"agar lebih fresh saat kembali bekerja lagi" jawab Bima tanpa menoleh pandanganya fokus pada layar ponsel.


tak lama setelah itu pesanan mereka pun sampai, resa juga Bima segera menyantap hidangan di depan mereka. setelah habis Bima mengajak resa berbincang ringan terlebih dahulu


tanpa resa Sadari ada seseorang yang duduk tepat di belakangnya. seseorang tersebut tak pernah mengambil jeda untuk mengawasi Bima dan resa.


Bima yang menyadari kehadiran seseorang tersebut memberi isyarat bahwa ia akan ke toilet.


"res... kau tunggu di sini ya, ada panggilan alam" ujar Bima.


"oh iya tuan silahkan." jawab resa.


Bima pun meninggalkan resa sendiri. tanpa sepengetahuan resa seseorang yang sedari tadi mengintainya melepaskan seekor serangga. beruntungnya seseorang tersebut serangga yang dia lepas tepat hinggap di meja makan resa. spontan resa terkejut di tambah ia memiliki phobia pada serangga tersebut yang tak lain adalah belalang kayu berukuran besar.


"yaaaaaa....!!!" teriak resa membuat pada mengunjung melihat ke arahnya.


resa berlari tanpa arah hingga tubuhnya menabrak seseorang yang sebenarnya telah mengamati resa sejak tadi seseorang itu tak lain adalah nata.


tak tau siapa yang ia tabrak resa segera merangkul pinggang nata dari belakang.


"jauhkan aku dari hewan itu... jauhkan aku dari hewan itu..." tanpa sadar resa menangis.


ada rasa kasihan pada resa tapi ada juga kebahagian di hati nata melihat rencana yang di susun nya kemarin berhasil.


"maaf nona bisa kau lepaskan aku?" tanya nata pura pura.


mendengar suara nata resa pun melepas pelukannya


"maaf tuan saya begitu ketakutan tadi..." jawab resa sesegukan.


"nona resa Asisten tuan Bima bukan?" ucap nata pura pura lagi.


mendengar ucapan nata, dengan perlahan resa mengangkat wajahnya. ia begitu terkejut ternyata yang dia tabrak dan rangkul adalah seorang CEO cabang perusahaan Hartanto.


"tuan nata..." jawab resa.


"iya, saya nata Aditya. senang bertemu dengan anda"nata mengulurkan tanganya.


resa menyambut uluran tangan tersebut.


"oh iya dengan siapa anda kemari?" tanya nata.


"tadinya bersama tuan Bima, tetapi beliau izin ke toilet" jawab resa sungkan.


"bagaiman jika anda pulang bersama saya, saya janji akan mengantar anda kembali ke perusahaan" tawar nata.


"tidak lebih baik saya menunggu tuan Bima" tolak resa halus.


setelah itu ada sebuah pesan masuk ke ponsel resa.


*res... kembali lah kekantor menggunakan ojek online, aku mendadak ada urusan penting* bunyi pesan dari nomer bima.


mendapat pesan seperti itu resa tidak menaruh curiga sama sekali. ia segera izin pada nata untuk pulang terlebih dahulu.


"katanya kau menunggu tuan Bima mengapa sekarang kembali ke kantor. kan Bima belum kembali dari toilet?" tanya nata basa basi.


"maaf, tuan Bima sedang ada urusan mendadak jadi beliau kembali ke perusahaan dulu" terang resa.


mendengar jawaban resa nata semakin gembira.


"ya sudah biar saya antara saja" bujuknya lagi.


"tidak perlu tuan..." tolak resa.


"saya mohon... jangan tolak permintaan saya, saya hanya bermaksud baik kok" bujuk nata lagi dengan raut memohon.


resa yang iba akhirnya mengiyakan. mereka berdua pun kembali ke perusahaan Bima. namun sebelum resa dan nata pergi ada hal yang tak di ingin kan terjadi. belalang yang tadinya nata kira telah terbang bebas kini malah terbang mendarat di tas resa.


resa yang menyadari ada sesuatu di tasnya segera melihat dan betapa terkejutnya dia saat ada serangga yang paling ia benci hinggap di tasnya.


resa yang tak kuat menahan rasa kaget akhirnya ia pun pingsan. nata yang melihat itu segera menggendong resa masuk ke mobilnya lalu melarikan resa ke rumah sakit terdekat.


sayup sayup resa membuka matanya. terlihat ruangan putih berisi alat medis di dalamnya.


"kau sudah sadar..." suara nata mengagetkan resa.


"tuan.. apa saya pingsan?" tanya resa.


"hahah iya..." jawab nata.


"maaf tuan jadi merepotkan, tapi tak apa tuan saya yang akan membayar tagihan rumah sakit nya" ucap resa merasa bersalah.


"ah tidak perlu... jika sudah enak apa kita bisa kembali ke perusahaan mu?" tanya nata.


"oh tentu tuan..." jawab resa tersenyum


di dalam mobil tidak ada pembicaraan sama sekali. tetapi nata tak henti hentinya melempar senyum pada resa yang membuat perempuan di sampingnya itu salah tingkah. tiba tiba saja pipi resa menghangat karena tingkah nata.


sesampainya di perusahaan nata mengantar resa hanya sampai parkiran Kantor lalu ia segera melaju kembali ke perusahaan nya karena mendapat laporan dari asisten jika om nya yang tak lain adalah topan datang mengunjungi kantor secara tiba tiba.


.

__ADS_1


.


selanjutnya...


__ADS_2