Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
hilangnya Raina


__ADS_3

langkah Karin gemertak tak menentu. dirinya telah di kuasai emosi yang telah melampaui akal sehatnya. tapi dia juga berfikir apa yang akan terjadi ketika dia bertindak di atas amarah. segalanya pasti akan hancur.


Karin masuk kedalam gedung perusahaan yang luas. salah satu dari cabang perusahaan keluarga Hartanto. Karin mantap melangkah ke dalam. banyak orang yang perhatikan dirinya yang berjalan masih dengan suara sepatu.


"ruangan tuan Jonata?" tanya Karin pada salah satu OB yang berjalan di dekatnya.


"ada di lantai atas, mari saya antar" jawab OB itu sopan.


Karin mengangguk kecil, dia kemudian berjalan membuntuti OB itu. tak ada percakapan serius di antara mereka. hanya saling bertanya dari perusahaan mana dan lain sebaginya.


sampai di lantai atas Karin di antar untuk menemui sekertaris nata terlebih dahulu. lalu OB itu pergi setelah tugasnya selesai.


"apakah sudah ada janji?" tanya wanita yang tengah mengotak atik komputer di depannya.


"belum"


"di mohon untuk membuat janji terlebih dulu Bu..." kata sekertaris itu terpotong oleh ucapan Karin.


"saya sepupu iparnya, istri dari Zaky Hartanto" ucap Karin cepat.


mimik wajah sekertaris itu menunjukan keterkejutan. sesegera mungkin ia mengantar Karin keruangan nata tanpa banyak bicara lagi.


Pintu telah di ketuk beberapa kali sebelum orang yang ada di dalam memerintahkan mereka masuk.


Nata sedikit terkejut dengan kehadiran Karin yang tiba tiba. tidak seperti biasa, kini Karin datang sendiri tanpa ada Zaky yang menemani.


"hai Rin... ada yang bisa gue bantu?" tanya nata sedikit canggung melihat tatapan Karin yang tak bersahabat.


"siapa Lo?!" ucap Karin sambil mengeluarkan pistol dari dari balik pakaian blazernya.


Kini Nata paham situasi, ternyata perempuan di depannya ini telah menyelidiki jauh tentang siapa peneror keluarga nya. tak nata pikir dua musuh dengan satu tujuan.


Sedikitpun nata tak terkejut tentang hal itu. sudah sejak lama nata tau Karin adalah queen white crocodile. gerak gerik yang Karin dan topan tunjukan beberapa kali sudah membuat nata yakin tentang dugaanya. di tambah tindakan Karin yang blak blak seperti sekarang ini.


"Charla sudah ku duga itu dirimu" ucap nata pelan yang berhasil membuat Karin henti nafas beberapa detik.


"siapa bos mu!" tanya Karin masih dengan bentakan.


Nata diam sejenak. tidak dia tidak akan pernah mengatakan yang sebenarnya. biarlah nanti mereka saling tau sendiri Tanpa ada perantara.


"suatu saat kau akan mengetahui... siapa orang di balik nama Jack" nata kembali fokus pada pekerjaannya.


Di saat itu lah air mata Karin menetes. sesak ia rasa ketika teringat kejadian satu tahun lalu. di mana di harus mereka sang ibu untuk bahan pembalasan dendam. kasih sayang yang selalu ia rindukan. serta dukungan dan nasihat di setiap langkah gadis itu.


"pembunuh!" ketus Karin tanpa mengangkat kepalanya.


Nata hanya mendongak sejenak. lalu kembali tersenyum tanpa paham apa yang Karin maksud.


"kau juga memilik pekerjaan yang sama dengan ku pekerjaan di dunia gelap. peran mu lebih besar dari ku" ucap nata yang masih menatap komputer nya.


"harus kah ibuku! kau salah satu pembunuh nya. siapa yang menyuruhmu hah?! kau menyerang orang yang tau jelas peran kita Nat..." kini Karin berteriak membuang segala rasa lelah, rindu dan bencinya.


Mata nata terangkat menatap tak mengerti ke arah Karin. sedikit pun ia tak tau mengenai tentang hal itu. bahkan kejadiannya itu terjadi kapan dia saja tak tau apa apa.

__ADS_1


Pistol di tangan Karin kembali terangkat. dendam nya belum usai. kini kesempatan baginya untuk membalas kematian ibunya.


Nata berdiri dari duduknya ia berjalan perlahan ke arah Karin yang sudah di kuasai amarah. sedikitpun tak ada rasa takut pada diri nata. padahal senjata api itu terpampang jelas di depan kepalanya.


Karin menarik pelan trigger pistolnya. tatapannya tajam ke arah nata, tapi yang di tatap malah tersenyum tanpa beban.


"Salah dalam membalaskan dendam tidak akan merubah apa pun" ucap nata datar.


"omong kosong" ketus Karin.


"satu.. kau akan kehilangan Zaky. dua.. kau akan di benci seluruh keluarga Hartanto. tiga.. akan ada yang terjadi pada resa dan janinnya" nata kembali bersuara sebelum trigger itu benar benar di Tarik. "tahan dulu aku tak mau. kau melakukan kesalahan yang berakhir penyesalan di kemudian hari" nata tersenyum lagi.


Karin tak dapat berkutit, apa yang dikatakan nata tidak akan meleset. semua kemungkinan yang di ucap kan laki laki itu akan terjadi jika hanya berdasar kan amarah dia melakukan ini. bukti kalau nata yang membunuh ibunya pun belum jelas.


Dering ponsel memecah keheningan di antara mereka. Nata yang masih tertodong pistol di kepala sangat santai dalam merogoh kantung celananya.


Nama resa terpampang jelas disana. takut ada apa apa Nat segera mengangkat telpon dari istri nya itu.


"halo res ada apa?" tanya nata terlebih dahulu.


"mama Nat... mama hilang" jawab resa dari sebrang nampak tengah menahan tangis.


"kamu tenang. disana aku udah pasang lebih dari 10 orang untuk jaga, tolong kamu minta rufly mengumpulkan orang orang terlebih dahulu, aku akan segera kesana" ucap nata lalu panggilan ia putus.


dirinya kembali menatap Karin. "di teruskan nanti saja, mama Raina hilang" ucap nata sebelum melangkah pergi.


"tunggu... gue ikut" ucap Karin lalu berjalan cepat mengekori nata.


sesampainya di parkiran, Karin nampak menelpon seseorang orang. wajahnya terpasang serius. melihat itu nata menunggu karin di di depan mobilnya.


"siap queen" balas James dari sebrang.


panggilan pun terputus. tatapan mata Karin menatap mohon pada nata.


"jangan hubungi Zaky terlebih dahulu, gue takut di tau siapa gue yang sebenernya" ucap Karin lalu melangkah masuk ke dalam mobilnya sendiri.


Nata mengangguk paham. "kalau gue panggil Zaky sama saja gue Pengan keluarga kalian berdua hancur Rin... di tambah kalau Lo tau Zaky itu Jack" batin nata sebelum melangkah masuk mobilnya.


sampai di kekediaman raina yang sederhana dengan dua lantai. Karin dan nata segera masuk melihat kondisi ruangan terutama resa yang saat itu memang izin untuk mengunjungi kekediaman ibundanya.


Kedatangan nata langsung di sambut pelukan dari resa. tangisan dan rasa takut mengelilingi resa sejak beberapa jam yang lalu. sudah dari pagi dia berada di rumah ini dan Raina sudah tidak ada. pada awalnya resa mengira mungkin Raina pergi ke pasar tapi setelah menjelang siang Raina tak kunjung kembali. dan bodohnya lagi resa baru menanyakan kemana ibunya pada rufly selaku kepala penjaga di rumah ibunya itu.


"mama udah hilang dari pagi Nat... dan bodohnya aku baru menanyakan itu ke rufly setelah menjelang siang" tangisan resa pecah di dada bidang suaminya.


"kamu tenang, Kasihan anak kita kalau kamu panik gini" nata mengelus rambut panjang istri. "duduklah bersama Karin, biar aku selidiki kemana mama pergi" nata merenggangkan pelukannya.


Disitu resa baru sadar kalau ada Karin di belakang nata. entah dari mana sampai karin datang bersamaan dengan nata.


resa segera beralih pada Karin dan memeluk wanita itu.


Beberapa saat kemudian anak buah Karin datang. mereka masing masing menggunakan masker hitam yang menutupi sebagian wajah mereka. nata tak heran karena dia sudah mendengar perintah Karin tadi.


"deon..." panggil Karin.

__ADS_1


"siap queen"


"lacak seluruh CCTV di rumah ini. dan James bantu mereka semua menyelidiki secara di tail sekitar rumah ini" perintah Karin.


semua anak buah Karin mengangguk mengerti.


Baru beberapa saat yang lalu pekerjaan nya beres tanpa sisa. tapi notifikasi dari ponselnya membuat Zaky kalang kabut dengan sendirinya. pesan singkat dari sarah berhasil membuat dirinya ketakutan kembali.


Secepat kilat dia mengendari mobilnya menuju kekediaman nata. sangat ia sangat berharap di sana tidak ada Karin. kalau di pikir pikir Karin tidak mungkin di sana karena masih sibuk dengan urusan nya. di tambah Karin Belum kembali ke rumahnya.


Mobil terparkir di halaman rumah yang luas. matanya memincing beberapa kali saat mendapati orang orang bermasker hitam di sekitar rumah. setau Zaky, Nata tak pernah meminta anak buahnya untuk menyembunyikan identitas mereka selama ada di sekitar rumahnya. tapi ini... ah sudah lah.


Mata Zaky membelalak saat mendapati dia wanita yang tengah berpelukan. saling menguatkan dan menopang sedih seorang wanita yang perutnya sudah mulai membuncit.


Dirinya kembali terperangah saat mendapati wanita yang tengah memeluk resa adalah Karin. saat itu pula mata Karin teralih pada seorang laki laki yang berdiri di depan pintu. mereka sama sama terkejut.


"Karin" ucap Zaky berjalan mendekat ke arah Karin.


sebisa mungkin Karin menyembunyikan sara kaget dan takutnya. dia tak mau Zaky curiga sedikitpun tentang dirinya.


"kok kamu ada di sini? sejak kapan?"


"tadi niat mau kasih kamu surprise ke kamu tapi malah dengar kabar gak enak dari nata yaudah aku langsung kesini" ucap Karin menutupi rasa groginya dengan berbohong.


Zaky mengangguk paham. " dimana nata?" tanyanya kemudian.


"entahlah tadi bantu bantu cari Tante Raina"


Zaky kembali mengangguk lalu pergi setelah mengelus rambut karin. sementara Karin bernafas lega lalu kembali duduk memeluk resa.


Sudah ada satu jam pencarian tapi hasil yang di dapat nihil. kini mereka hanya dapat mengandalkan Deon dan anak buahnya guna mengecek secara keseluruhan ke sekitar rumah.


Menunggu di temani kegelisahan membuat hati dan pikiran tak dapat berfikir secara positif.


Deon kembali dengan laptop di tangannya dan beberapa kabel yang di bantu anak buahnya. Deon meletakkan benda benda yang di bawa di atas meja lebih tepatnya di depan nata dan resa.


"bagian ruang keluarga dan teras CCTV dalam keadaan mati. tapi bukan mati karena kerusakkan melainkan kesengajaan" di buktikan oleh deon sembari memainkan jadi di atas keyboard laptop, dengan mudah Deon menembus mata sandi padahal di tak tau.


setiap gerik Deon selalu di awas oleh Zaky. sebab sebelum pertemuan ini Zaky dan pernah melihat orang itu. tapi Zaky lupa di mana.


Di layar tersebut nata resa sama sama menangkap kejadian yang menurut mereka tidak menggambarkan sesuatu yang aneh. tapi beberapa detik dari kejadian yang di lihat. Raina di paksa masuk mobil.


Resa yang melihat u semakin menjadi dalam tangisnya. dia takut kehilangan sesuatu pada mamanya.


"siapa kamu?" tanyanya pada Deon.


Semua mata teralih pada Deon dan Zaky berlebih nata dan Karin.


"itu anak buah baru gue pa... ant yang kasih" ucap kari. cepat.


Karin akhirnya menghela nafas lega. nata menyelamatkan dirinya dari pertanyaan Zaky.


.

__ADS_1


.


selanjutnya...


__ADS_2