
Karin sungguh letih dengan masalah yang dia hadapi. antara harus ikut mencari dan menyelidiki tentang kasus hilangnya resa dan Tante Raina, dia juga harus pintar pintar menyembunyikan siapa dirinya yang sebenarnya.
Baru saja bernafas lega, pintu kamarnya di buka paksa padahal pintu tidak di kunci. membuatnya terkejut dan langsung ambil sifat Tenang saat mendapati siapa yang masuk.
"sayang... ada apa?" tanya Karin yang memang tak tau arti mimik wajah milik Zaky.
"aku gak tau apa yang mau sembunyin dari aku... tapi satu Rin-" gantungnya. "aku gak suka di bohongi" tegasnya kemudian.
seperti terkena sengatan listrik dengan wat tinggi, tubuh Karin lemas macam tak bertulang. tapi sebisa mungkin ia menstabilkan kondisinya itu.
"aku gak sembunyin apa pun dari kamu-" Karin senyum antara pahit dan tulus. "jangan curigaan ya sayang... aku lagi bantu papa pindahin aset perusahaan ke Indonesia" sambungnya dengan nada tulus.
membuat Zaky merasa bersalah karena sudah penggunakan nada yang terkesan membentak pada istrinya.
"aku mau mandi" kilangnya menutupi rasa bersalahnya.
jawaban yang di tunjukan Karin membuat Zaky terheran heran. istrinya itu justru tersenyum bahkan sesekali suara tawa terdengar dari mulut nya.
"kenapa?" tanyanya.
"kamu udah mandi sayang... mau mandi berapa kali hah?" tanya Karin yang membuat Zaky salting sendiri.
"maksud ku mau makan" kilang Zaky menutupi rasa malunya.
"ya udah iya.." jawab Karin masih dengan menahan tawa.
hanya berselang beberapa menit, Zaky kembali dalam kamar. ia nampak clingak clinguk mencari keberadaan Karin.
"sayang..." teriaknya.
"iya sebentar..." jawab Karin dari kamar mandi.
"apa?" sambungnya setelah itu.
"Bima cari kamu" ucap Zaky.
mendengar itu seluruh tubuh karin gemetar. Karin takut Bima membahas atau malah akan membocorkan identitasnya. namun sebisa mungkin perubahan wajahnya ia atur di depan Zaky.
"bersama Tania" lanjut Zaky saat melihat Karin tak menunjukkan reaksi bahkan jawaban apapun.
"oh iya bentar..." ucap Karin bernafas lega. tadinya ia berfikir bahwa Bima kemari untuk membahas misi mereka.
di ruang tamu sana, Karin dapat melihat wajah bahagia milih Tania sedangkan wajah Bima, mimik wajah yang susah di artiannya.
"wih apa ni? sebar undangan ya?" tanya Karin dengan nada canda.
"iya Rin... datang ya ke acara lamarannya" ucap Tania sambil memberikan kartu undangan. "datangnya jangan sendiri" lanjutnya.
"ya iyalah dia kan udah punya aku, datangnya juga sama aku lah" sela Zaky yang mendapat tabokan pelan dari Karin.
"benarkan sayang?" tanya Zaky pada Karin.
"iya sih tapi... kamu jangan alay ah"
Semua Tertawa kecuali Bima yang hanya tersenyum. Karin sedikit bingung dengan hal itu. apa yang membuat Bima diam? apa ada paksaan di balik ini? ah tidak mungkin.
malam itu penyelidikan masih di lanjutkan, tapi kini sudah tidak hanya di sekitar rumah Raina dan nata tapi juga rumah Zaky bahkan Karin. di lanjut penyelidikan sampai ke berbagai tempat sampai sampai nata memberi usul untuk kembali mendatagai John. tapi itu di Tolak halus oleh Zaky.
mengingat bahwa besok adalah hari bahagia milik Tania dan Bima. sedikit pun Zaky tak mau mengecoh kan acara yang telah lama mereka berdua dambakan.
nata tau dan nata menghargai, untuk saat ini biarlah anak buahnya yang bekerja. jujur saja ia juga ingin beristirahat sebentar.
sedangkan Karin, perempuan itu meminta izin pada Zaky untuk kembali membantu sang papa memindahkan aset perusahaan. tapi sayang itu hanya sekedar kebohongan belaka yang tidak di ketahui Zaky. aslinya Karin mendatangi markas. meminta bertemu dengan Bima untuk menanyakan lamaran yang dia lakukan secara mendadak ini.
lama laki laki itu hanya terdiam saat mendapati pertanyaan itu. dan Karin bukan sosok penyabar hanya untuk sebuah jawaban simpel.
__ADS_1
"Bim!" ketusnya.
"gue gak enek sama Lo Cha" balasnya cepat.
"why?"
"Lo lagi ada masalah dan gue malah buat acara lamaran, asisten macam apa gue ini Cha? gak pernah ada gunanya" lirihnya kemudian. "saat Lo butuh gue, gue selalu gak ada entah sakit atau malah pergi dan sekarang gue malah buat acara" lanjutnya.
"kalau Lo emang gak mau semendadak ini kenapa Lo buat acara itu?"
"papa mama gue yang paksa, di tambah orang tua Tania yang ternyata juga kenal sama orang tua gue rin"
"Lo tenang aja di sini gue sama yang lain, gue gak akan sendiri kok Bim" sanggah Karin guna menghilangkan rasa bersalah Bima.
"apa pendapat suami Lo kalau lo ngilang ngilang gini?" celetuk Bima.
sempat berpikir beberapa saat, kemudian Karin menjawab. "papa gue jadi alasannya"
"aset perusahaan dari Singapura akan di pindah ke Indonesia, itu yang gue jadiin alasan" lanjut Karin.
"om Samson lagi jadi kambing hitam" lirihnya.
"papa bilang gak pa pa, dan papa tau apa tengah kita dan keluarga besar Hartanto hadapi untuk saat ini"
Bima tersenyum mendengar jawaban Karin yang tampak enteng. ia juga bersyukur kalau memilih seorang bos seperti Karin.
setelah itu Karin meminta Bima pulang karena di ingat besok ada acara lamaran itu. Karin tak mau Bima kurang beristirahat dan akan lelah besok pagi nya.
Walau sempat menolak, akhirnya Bima kalah telak. ia tetap memilih pulang sebab Karin menggunakan para malfionso nya itu memaksa Bima.
Pagi itu sekitar pukul 7 pagi, keluarga Hartanto sudah di buat kalang kabut. nata yang semalam memang menginap di rumah topan hilang. sudah di hubungi tapi ponselnya malah di temukan di atas nakas yang berada di kamar nata. padahal acara lamaran Tania dan Bima akan berlangsung satu jam lagi.
tapi satu yang mereka lupa kan yaitu mengecek CCTV yang tersebar di rumah itu. dengan inisiatif sendiri. Karin berjalan cepat ke ruang pengintaian dan meminta penjaga di sana untuk melihat rekaman CCTV.
"tolong cepat ya pak" ucap Karin.
"mangkanya jangan terlalu panik, hal sepele aja bisa kita lewat Kan loh kalau ga bisa tenang" jawab Karin.
"hehe maaf sayang, aku takut nata ikut di culik"
"petinggi black dragon mana bisa di culik" bisik Karin dalam hati. "jangan mikir aneh aneh dulu, ingat Bima sama Tania, aku ga mau bikin mereka kecewa" kini karin berucap dengan suara.
"tuan... nona, tuan nata ada di halaman belakang kasih makan ikan tuan" ucap penjaga itu.
ucapan penjaga itu membuat Karin di buat tersenyum sendiri. dia baru tau ternyata petinggi black dragon yang terkenal tegas dan kejam memiliki hobi sesederhana itu.
"kamu kenapa?" tanya Zaky.
"Nata hobinya simpel banget ya?"
"ya iyalah, karena itu anak anaknya nata. dia yang minta izin papa untuk beli ikan koi bahkan saking antusiasnya dia buat kolam koi sediri tanpa bantuan siapa pun" Zaky juga ikut tersenyum mengingat kejadian beberapa tahun lalu. "kadang aja dia rela pulang kerja mampir dulu ke sini cuma mau kasih makan anak anaknya" lanjut Zaky.
"hah iya?"
"iya sayang"
"ih lucu juga ya dia hihihi"
"udah ayo di Samperin keburu telat nanti" ucap Zaky lalu menggandeng tangan Karin.
sesampainya di halaman belakang, Zaky mendapati nata tengah termenung di pinggir kolam sembari terus memberi makan ikan ikan di dalam kolam. Zaky tau itu bukan ekspresi senang tapi mencari ketenangan. nata rapuh dan dia tau. kehilangan keluarga inti adalah hal yang paling di takutkan laki laki itu.
nata pernah berkata. "cukup mama dan papa yang pergi dan cukup satu kali aku kehilangan rasanya kasih sayang mereka"
"sayang kamu tunggu di sini ya" ucap Zaky lirih pada Karin.
__ADS_1
"kenapa?" balas Karin ikut berbisik.
"tunggu aja" Zaky melangkah maju meninggalkan Karin.
hati hati laki laki itu menepuk pundak nata, takut menghancurkan angan angan indah laki laki itu.
"berangkat bro udah hampir jam delapan" ucap Zaky lembut.
"oh... iya" jawab nata singkat. lalu beranjak dari posisi jongkoknya.
Acara meriah dengan dekorasi yang berdominan warna putih coklat membawa ketenangan untuk setiap tamu yang datang. tapi yang punya hajat malah belum kelihatan batang hidungnya. Karin, Zaky dan nata memilih duduk di salah satu bangku dengan jumlah empat kursi
"rame ya ternyata" ucap Karin walau suaranya terhalang Suara para manusia yang juga Hadir di sana.
"Tania anak tunggal dan Bima juga Anak tunggal mungkin keluarga kedua memang ingin Bener benar di meriahkan" jawab Zaky yang terus menatap nata yang hanya diam.
"nata kenapa?" tanya Karin yang menyadari arah pandang zaky.
"kangen resa mungkin" lirih laki laki itu.
Suara pembawa acara yang terdengar menandakan acara akan segera di mulai. setelah lama menyambut tamu yang datang akhirnya yang memiliki hajat keluar. dengan senyum semringah ke dua orang itu membuat Karin dan Zaky serta para tamu tersenyum tapi tidak dengan nata.
sampai pada penghujung acara, Nata mendapat notif dari nomer yang tidak di kenal. bukan ini bukan nomer Kedua kakaknya. tapi ini nomer baru. nata tetep berinisiatif untuk membuka notif itu di tempat yang sedikit sepi.
belakang gedung adalah tempat yang tepat untuk membuka notif itu. walau tempat itu terdapat beberapa orang yang lalu lalang entah dengan tujuan apa.
satu kalimat yang membuat nata henti jantung sejenak.
-saya hanya ingin melihat menantu saya dan melihat perut buncitnya-
pesan itu membuat nata bergetar.
-siapa kau?- balas nata.
sekitar satu menit kemudian.
-dia masih hak saya, begitu pun Raina masih berstatus besan saya- balas dari sebrang.
Nata bergetar padahal kalimat jawaban itu tidak mengandung ancaman. tapi bagi nata tidak, bagian "hak saya" berarti bayi yang ada di dalam kandungan resa juga miliknya (penculik itu). teror baru berhasil membuat laki laki itu dangkal pemikiran.
Dia berlari menuju depan gerbang tanpa menghiraukan orang orang yang tanpa sengaja telah dia tabrak. hal itu tak luput dari perhatian Zaky dan Karin. keduanya sama sama berlari mencegah lari nata yang terlihat brutal. tapi dengan hati hati pula Karin dan Zaky berlari pelan agar tak menimbulkan kegaduhan.
"Nat... Lo kenapa?" teriak Zaky.
nata berbalik dengan nafas tersengal sengal. nampak Nata memesan ojek online untuk mengantarkan pergi dari sana.
"resa... gue ga mau dia kenapa napa"
"Lo tenang nata.. gue benci lo yang terlaku tergesa gesa"
"gue juga benci sama Lo yang belum bisa dapat apa apa dari kasus ini"
"kita semua juga takut resa kenapa napa Nat... tapi kamu juga harus sabar" kini Karin ikut menasehati.
"omong kosong" ucap nata singkat lalu pergi dengan ojek online yang telah ia pesan.
Karin dan Zaky hanya termenung sesaat, menyadari ekspresi yang baru saja nata keluarkan adalah ekspresi takut laki laki itu yang telah lama hilang.
.
.
selanjutnya...
*aku baik man teman, aku kasih petunjuk tuh mari nebak bareng bareng kira kira siapa yang nyulik resa sama mamanya ya🤔? Andreas sama John atau orang baru nih?
__ADS_1
penuhi kolom komentar pliss😳*