
Hari hari telah terlewati dengan baik.. tapi itu jika di lihat dari kehidupan Karin dan Zaky. sedangkan Sarah masih tersiksa dengan keadaan nata. topan... laki laki itu malah mementingkan bisnis nya. jika nata jangan di tanya lagi, kalau sampai Sarah ikut tersiksa pasti keadaan nata tidak baik baik saja.
Bukan masalah mau atau tidak mau peduli terhadap keluarga sendiri tapi lebih tak mau gabung dengan luka yang nata buat sendiri. laki laki itu menyiksa diri sendiri dengan cara jarang tidur dan jarang makan. dia juga jarang pulang kerumah dengan alasan yang tak masuk akal. yaitu "RESA BELUM KEMBALI" tak sepatutnya laki laki itu bersifat ke kanak kanak kan?
Hari sudah hampir berganti hari. kondisi di gedung itu juga sudah amat sepi. dengan di temani minuman botol kaca di atas meja nata bertahan dengan mata yang hampir tertutup sempurna. laki laki itu itu tak pulang lagi. kondisinya saat ini adalah gambaran kondisi nata satu Minggu belakangan ini.
"ARRGHHH" teriakan itu terdengar nyaring tapi sayang tak ada yang mendengar sebab nata berada di ruangan yang kedap suara.
laki laki itu kini mengobrak abrik meja lab yang berada di kantornya sendiri. penemuannya gagal lagi dan lagi. sudah ada tiga kali percobaan dan laki laki itu tak menyerah. hanya satu yang akan di benci dari sosok nata saat ini. dia selalu menyalahkan tidak ada nya resa di setiap ke gagalannya.
"anjn*..." raungnya lagi. "kapan kamu kembali sayang? aku rindu" lirih laki laki itu begitu ngilu.
Nata mengusap kasar air mata yang perlahan mulai jatuh. dering ponsel membuat nya sedikit terkejut. nama Raina tertera di sana. membuat nya segera bangkit dari posisi tersungkur nya.
"h-hallo mah"
"ma... gimana keadaan resa?"
"resa kapan bisa pulang ma?"
kalimat terus keluar dari mulut nata laki laki itu seakan kehilangan citra yang menonjol pada dirinya saat ini. sosok yang dulu di kenal cool sekarang runtuh hanya karena seorang wanita. dan resa lah wanita beruntung itu.
"jemput resa... kita berbicara baik baik terlebih dahulu" balas Raina dari sebrang. membuat nata terdiam beberapa saat lalu tersenyum semringah.
panggilan telepon di tutup sepihak oleh Raina, tapi nata tak ambil pusing. dia segera mengemasi barang barangnya dan pulang, mandi lalu menjemput belahan jiwa. senyum nya masih belum surut. membuat para karyawan yang melihat nata ikut senang tapi juga bingung.
"tuan besok ada meeting dengan cabang perusahaan citraanna apa...-"
"susun dengan baik, jika sudah silahkan hubungi saya" jawab nata tak membiarkan sekertaris nya menyelesaikan informasi yang hendak di berikan.
Sekertaris itu hanya diam membeku di tempat.
sudah mampir satu bulan nata tak tersenyum bahkan mau menjawab pertanyaan penting dari bawahannya. dia hanya akan menjawab dengan anggukan atau gelengan kepala. tapi hati ini senyum itu muncul lagi di permukaan bumi. senyum yang selalu membuat para bawahan semangat untuk berkerja. sosok nata sebagai pemimpin adalah hal paling sempurna untuk lara karyawan nya.
Sarah terperangah saat mendapati nata keluar dari mobil dengan senyum yang mengembang. Sarah juga di buat terheran heran sebab sebelum bener benar masuk rumah nata menyempatkan diri untuk memeluk Sarah. hal itu membuat Sarah terdiam cukup lama hingga akhirnya nyusul nata ke dalam.
Sarah kembali di buat bingung saat mendapati nata menyerahkan banyak uang lembaran merah kepada artnya.
"Bi tolong siapkan hidangan paling the best pakek uang ini, tuan putri mau pulang hehe" ucap nata yang masih dapat di dengar Sarah.
walau terheran heran Sarah tau siapa yang di maksud tuan putri oleh nata, ya siapa lagi jika bukan resa. wanita itu benar benar mengambil hati nata sepenuhnya.
Merasa ada pergerakan di belakang nya, Sarah membalikkan badan dengan cepat. ternyata itu topan. laki laki itu tampak mengamati nata yang kini tengah menaiki anak tangga dengan senyum yang masih terpasang jelas.
"kenapa tu anak?" tanyanya.
"ratunya mau pulang" bisik Sarah lalu pergi meninggalkan topan.
"hah?" topan masih belum mengerti dia segera menyusul istrinya. "apa sayang?" sambungnya setelah menyamai langkah dengan Sarah.
"his... ratunya nata siapa sih pa... pakek tanya" gerutu Sarah tanpa menghentikan langkahnya.
"resa? dia mau kesini? syukurlah kalau begitu" ucap topan tapi tak di respon oleh Sarah.
langit sudah hampir menjelang malam. nata keluar dari kamar dengan setelan bak pangeran kerajaan. sungguh gagah laki laki itu malam ini. membuat semua orang menatap tanpa berkedip.
dengan santai laki laki menuruni anak tangga menyapa orang orang yang tenga bersiap untuk berkumpul sore seperti biasa.
"mama... makan malam setelah aku pulang oke?" laki laki seperti kehilangan citra. dia memang tampil gagah tapi tidak dengan kelakuan. ibarat anak kecil yang baru saja.mendapat janji. nata berjalan dengan langkah gembira. ya... sedikit dia meloncat kecil seperti anak kecil.
"ponakan kamu kenapa sayang?" tanya topan.
"ponakan kamu juga" Sarah menyikut dada suaminya. "resa akan kembali" sambungnya.
"benarkan itu ma?" sahut Karin dari kursi sebrang.
Sarah mengangguk pasti. di lihat dari gerak gerik nata sejak pulang dari kantor tadi jelas tergambar kalau dia sedang bahagia.
__ADS_1
kini nata tengah berdiri di sebuah pintu rumah sederhana yang lama tak di ketuk nya. untuk saat ini dia sungguh yakin untuk melakukan hal itu dengan hati berbunga bunga.
tukk...tukk...tuk...
belum ada jawaban.
tuk...tukk..tuk..
kini terdengar sahutan dari dalam.
"ya... sebentar" suara wanita yang sangat nata rindukan.
ceklekkk...
pintu di buka.
keduanya sama sama diam, mungkin kalau nata diam karena bahagia dan membatu melihat orang yang di cintai nya tapi tidak dengan resa. dia sungguh terkejut dengan kehadiran nata yang tiba tiba. tak di sangka ternyata laki laki hadir lagi setelah lama dia menunggu.
benar memang selama ini resa tidak menghubungi Nata, membiarkan dirinya dan juga nata sama sama menata hati. tapi bagi Resa, Nata terlalu lama, dia juga gengsi jika harus menghubungi nata terlebih dahulu. ya begitulah wanita.
"siapa res?" tanya Raina dari dalam.
"em... nata ma" jawab Resa lirih.
mendengar jawaban dari Resa, Raina segera menghampiri keduanya. di lihat mereka masih sama sama diam sebelum Raina meminta nata masuk.
"Nat... masuk nak" perintah nya datar.
"iya ma" jawab nata, lalu sedikit tersenyum pada resa yang juga di balas senyum singkat dari wanita itu.
ketiga nya kini telah duduk manis di ruang tamu. namun belum ada pembukaan untuk pembicaraan tersebut.
"jadi... bagaimana Nat?" tanya Raina karena tak tahan melihat kedua nya saling diam.
"malam ini nata meminta izin untuk membawa resa pulang, dan untuk malam ini juga nata akan membawa mama sekalian" jawab laki laki itu mantap.
Raina tersenyum. "keputusan ada di resa sendiri, tanya kan pada istri mu ini"
"Resa?" lirih nata, malu salting atau apalah yang laki laki itu rasakan.
resa malu menjawab iya, tapi ini yang dia tunggu selama ini. jadi dia harus apa?
"resa, bagaimana nak?" tanya Raina.
yah resa hanya menjawab dengan anggukan malu malu. hal itu membuat nata tersenyum begitupun Raina.
sebenarnya Raina tidak kaget akan hal itu. tadi siang saat bertemu nata, dirinya berkata seperti itu juga karena melihat resa yang nampak merindukan suaminya. sama seperti diri ya yang merindukan sosok suami.
Entah keberanian dari mana, Nata nekat mengangkat resa dan membopong wanita itu menuju mobil. tak lupa dirinya menunggu Raina untuk ikut masuk ke dalam mobilnya.
Seluruh hidangan telah tersaji di atas meja makan. Dengan sajian yang lebih mewah dari biasanya. Tapi jangan salah, sajian ini di buat langsung oleh para ART keluarga Hartanto. Bahkan seluruh anggota keluarga nya saja sudah di buat ngiler dengan hidangan di depan mereka. Yah mereka harus menunggu tiga orag lagi untuk bergabung.
Tind...tind...
Suara klakson mobil dari luar berhasil mengundang senyum seluruh orang yang tengah menunggu bunyi tersebut. Suara klakson yang menggambarkan kegembiraan karena bunyinya yang nyaring dapat di kenali oleh orang orang yang sering mendengar isyarat itu.
Semua nya berdiri dan segara menuju ruangan depan untuk menyambut kedatangan mereka. Dengan hingar bingar kebahagiaan di wajah mereka.
"Resa..." pekik Sarah untuk pertama kali melihat menantu nya kembali. sumber kebahagiaan Nata kembali lagi.
Sarah dan Resa saling berpelukan lalu di susul Karin yang tak mau kalah dengan keadaan. Dia juga rindu sosok Resa. Walau jujur saja Karin memilih angkat tangan jika Nata sudah galau sendiri.
Raina yang melihat itu sedikit di buat iri, menyadari mendapat tatapan aneh, Sarah beralih memeluk Raina yang masih berdiri.di belakang Resa. Diikuti oleh Resa dan Karin.
Para laki laki hanya di buat bingung, tapi mereka juga paham. yah biasalah perempuan.
Selesai dengan acara peluk memeluk, kini mereka beralih ke meja makan. Raina dan Resa di buat sedikit terkejut dengan hidangan yang ada.
__ADS_1
"rame banget meja makannya" celetuk Raina.
"hehe kan tuan putri pulang... harus ada perayaan dong" kini bukan nata yang menjawab melainkan Zaky. mungkin laki laki itu sudah Gedeg sendiri dengan sepupunya.
"yang di tanya gue" nata menyikut tangan Zaky.
Zaky geming. dia tak peduli dengan hal itu.
Ditengah tengah acara makan mereka, tiba tiba seorang art berlari menghampiri Karin. lalu berbisik sesuatu pada karin.
"oh iya Bi..." Karin segera beranjak dari kursinya.
"mau kemana sayang?" tanya Zaky sambil mencengkal tangan Karin.
"ada Bima sama Tania di luar, kita ajak makan bareng aja ya?" jawab Karin lirih.
Zaky mengangguk kemudian bangkit. "aku ikut" ucapnya.
"kalian mau kemana?" tanya Sarah.
"ke depan ma... ada tamu"
"siapa? suruh masuk saja, lagian makanan nya masih banyak" tanya Sarah beserta sarannya.
Karin dan Zaky mengangguk, keduanya berjalan meninggalkan tempat makan.
sesampainya di ruang tamu, mereka sudah mendapati dua orang yang duduk bersama sambil tersenyum senyum. seperti ada kabar gembira yang di bawa keduanya.
"hayo senyum senyum, ada apa ini?" Karin membuka suara.
"eh" keduanya terjingkat lalu sama sama saling berpandangan.
"em... ini Rin... kita kesini mau kasih kabar gembira berserta buktinya" Bima menyahut tanpa menurunkan senyumnya.
"apa itu?" tanya Karin basa basi padahal dia sudah menduga bahwa Bima akan membagikan undang pernikahannya.
"ini Rin... datang ya..." Tania menyerahkan sebuah undangan berwarna coklat dengan seleret emas di sampingnya.
Karin dan Zaky saling berpandangan. mereka juga saling melempar senyum bahagia.
"akhirnya..." seru keduanya.
mereka sama sama tersenyum entah karena apa. mungkin saling bahagia nya keempat sahabat itu.
"oh iya... titip untuk Resa sama Nata juga ya" Tania kembali mengeluarkan selembar undangan dengan bentuk dan warna yang sama.
"iya.. oh iya kalian ikut gabung makan malam kita dulu yuk, sambil ngobrol ngobrol kan kita lama ga barengan tuh" ajak Karin.
"eh kita tadi ganggu makan malam kalian ya? maaf kalau gitu."
"enggk kok Tan.. sama sekali enggak, yaudah ayok gabung dulu"
"maaf Rin ga bisa, masih banyak undangan yang harus kita sebar. lain kali deh kita kumpul kumpul lagi"
"yah kok gitu sih Bim... yaudah deh ga papa"
selesai dengan urusannya, Bima dan Tania pamit undur diri. seperti nya mereka sungguh tergesa gesa karena mereka sampai tidak menunggu nata dan resa.
.
.
selanjutnya..
maaf man teman jarang up...
sekolah mulai aktif hihi Alhamdulillah 😂
__ADS_1
maaf juga kalau banyak yang typo atau cara penulisan yang salah:)