
Kapal pribadi milih keluarga Hartanto berlayar mengarungi laut Bali. Membawa tiga sejoli yang semalam beradu kasih dengan pasangan masing-masing. Sebenarnya kapal ini ingin di sewa bima. Dia merasa tidak enak sebab dialah yang mengajak Nata Resa dan Zaky Karin ikut honey moon dengan nya, namun Zaky menolak halus kemauan Bima sebab yang pergi bukan hanya bima dan Tania melainkan dirinya dan sang istri serta Nata resa ikut.
Angin laut yang tenang serta cuaca yang mendukung membuat tiga pasangan itu bersyukur atas ciptaan tuhan.
"Nat liat deh" resa menunjuk beberapa burung yang terbang.
bukanya melihat apa yang di tunjuk istrinya Nata justru memandangi Resa dengan senyum menawan nya.
"ih liat kesana, kok malah liatin aku"
"kerena ga ada yang paling indah di antara ciptaan tuhan selain kamu sayang" ucap Nata.
"arghhh..." sorak Sorai dari Tania dan Karin. kedua wanita dia buat lemas oleh gombalan dari Nata yang di tunjukkan pada Resa.
Zaki dan Bima di buat bingung oleh teriakan Istri nya. Mereka belum menyadari apa yang baru saja terjadi.
"kulkas 10 pintu dah luluh ya sekarang" ujar Tania masih dengan ekspresi gemas.
"ada apa?" Bima bertanya apa yang tak dia pahami namun hal tersebut mengundang Mala petaka baginya.
"ini yang pengantin baru kita apa Resa sama Nata sih... kamu ga peka" Tania memukul lengan Bima lalu pergi meninggalkan laki-laki yang masih bingung itu.
"gue salah apa?" bima bertanya pada teman-teman nya sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
Karin, Zaky juga Resa dan Nata hanya tertawa kecil melihat kekonyolan kedua pasangan itu.
***
Makan malam pasangan tiga sejoli itu di warnai dengan hembusan angin malam juga suasana dingin di antara Bima dan Tania yang belum juga reda. membuat kedua sejoli lain hanya dapat diam walau sesekali menahan senyum.
"aaa sayang aaa" ucap bima Sabil menyodorkan satu sendok penuh spageti yang langsung mengundang pelototan ruang dari Resa dan Karin. nampaknya mereka berdua tau apa yang akan terjadi.
"apa! kamu pengen aku kesedak hah? terus aku mati terus kamu cari istri baru gitu?! kamu kira aku cewe cewe suka mukbang di sosial media gitu hah?!" crocosan itu keluar dari satu tarikan nafas Tania.
"kebanyakan ya sayang?"
mendengar itu semakin membuat Tania menggeleng tak mengerti. dengan santainya tania menepis sendok berisi spageti yang masih ada di tangan bima.
"kenyang aku!" ketua Tania dengan membuang mukanya.
"tapi sayang...-"
ucapan Bima terpotong oleh teriakan Karin.
"papa.."
__ADS_1
"ada apa" suara lirih Zaky menanggapi.
Karin mengarahkan tulunjuk nya ke bibir memberi isyarat Zaky dan yang lain untuk menyenyapkan suara sebentar.
"semua urusan di Singapure sudah selesai pa?"
"sudah sayang, papa akan pulang besok pagi" jawab Samson dari sebrang.
Karin tersenyum senang. "perlu pesta pa?"
"cukup kamu sambut papa itu sudah sangat cukup"
"Karin... kalau boleh papa tau kamu ada di mana sekarang? papa mendengar hembusan angin kencang" sambung Samson.
"aku lagi honeymoon sama Tania bima, resa dan nata pa... sekalian mumpung ada waktu"
Dari sebrang Samson mengangguk anggukan kepala kemudian senyuman terukir indah di bibirnya.
"cepat beri papa cucu nak" ucapnya sebelum panggilan terputus.
Karin diam tak tau mau berbicara apa.
"Sayang kamu kenapa" tanya Zaky.
"Oh enggak, gini sayang papa mau pulang besok pagi dan aku pengen jemput papa di bandara. Apa boleh aku pulang terlebih dahulu?" Karin menjelaskan dengan antusias.
"Tidak akan ku izinkan nona hartanto pulang sendiri, pulang bersama ku nona itu jauh lebih baik" Sambung Zaky dengan wajah datar serta ukuran senyum tipis.
Mendengar itu Karin langsung termenung, benarkah yang barusan berbicara itu suaminya?
"Aku bersedia tuan" Jawab Karin dengan ekspresi yang sama.
Mereka saling tersenyum dan menggenggam tangan satu sama lain tak peduli ada empat pasang mata yang memperhatikan mereka. Seakan dunia hanya memilik keduanya.
Bandara terlihat ramai dengan banyak orang berlalu lalang. Karin dan Zaky clingak clinguk mencari keberadaan Samson yang katanya sudah sampai bandara. Akan tetapi sudah ada 30 menit mereka menunggu belum ada kabar tentang Samson. Karin merasakan degupan kencang di dadanya. Dia merasakan ada sesuatu yang terjadi pada ayahnya.
Zaky melihat wajah panik milik istri. Dia berusaha menenangkan Karin. Zaky sedikit terperanjat saat merasakan jari jemari Istrinya dingin dan gemetar.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya nya.
"Hah? Aku tidak kenapa Napa, mungkin cuaca hari ini terasa lebih sejuk dari biasanya" sanggah Karin.
Zaky menatap lekat lekat istri nya. Memperhatikan mimik wajah itu. Sesekali ia melihat ke arah jendela kaca besar di bandara. Jika membicarakan tentang cuaca itu sungguh berlainan dengan apa yang di katakan Karin. Cuaca hari ini terlihat cerah bahkan sampai panas.
"Karin...Zaky..." Terdengar suara itu dari balik kerumunan.
__ADS_1
Zaky dan Karin segera berbalik badan. Namun tak menemukan sosok yang di yakini memiliki suara itu. Tak berselang lama seorang laki laki berjas abu abu berjalan mendekati mereka. Mata Karin seketika berbinar. Raut wajah yang tadinya ke takutkan kini berubah menjadi ceria dan penuh warna.
Karin berlari menghampiri sang papa tanpa memperdulikan Zaky yang masih memperhatikan perubahan mimik wajah istrinya. Karin memeluk Samson begitu erat. Dia rindu sosok bertubuh tinggi besar ini. Sosok cinta pertama dan sosok guru di dunia yang kejam ini.
"Pa... Karin takut" Karin menggantung kalimat nya.
"Hanya sedikit dan itu tidak akan terjadi" sambungnya.
Samson tau Putri nya pasti sedang tidak baik baik saja. Baru kemarin Samson mendengar jika Karin tengah honeymoon bersama Zaky setelah sekian lama menikah. Apa kepulangannya membuat Karin bersifat waspada seperti ini? Ntah lah
Samson mengelus lembut rambut panjang putri kesayangannya. Sedikit meredakan rasa takut dan terancam milik Karin.
Di mobil hanya ada suara hening. Hanya ada peluk rindu Karin yang terus memeluk papanya. Sedangkan Zaki yang berada di samping sopir merasa tenang juga bingung. Karin sungguh terlihat seperti menyembunyikan sesuatu.
Sampailah mereka di rumah megah yang lama di tinggalkan oleh pemilik nya. Semenjak Karin menikah dia sangat jarang mampir kesini karena pekerjaannya. Hanya ada beberapa pembantu dan beberapa penjaga yang tinggal di rumah ini. Walau lama di tinggalkan rumah ini masih terlihat terawat.
"Pa.. malam ini aku nginap di sini ya" Tanya Karin saat mereka berjalan kepintu rumah.
Samson tak menjawab. Dia hanya memandangi Zaky yang berjalan di samping putrinya.
Mengerti apa yang di maksud sang papa Karin pun tersenyum.
"Sayang, boleh kan?"
Zaky tersenyum lalu mengangguk ringan. Membuat Karin langsung beralih memeluk nya.
Rumah terlihat sepi tidak ada aktivitas sama sekali. Pintu rumah yang biasanya di bukan kini tertutup rapat.
"Sepi?" Tanya Samson.
Karin menggeleng dan mengangkat kedua bahunya tanda bahwa dia tak tau menahu.
Zaky membuka pintu perlahan. Rumah nampak sepi dan gelap tak ada orang di rumah ini.
"Mereka semua kemana? Jika mau izin kan ada laporan tpi ini..?" Mendadak Karin merasakan lagi ketakutan yang tadi nya sudah senyap.
"SELAMAT DATANG KEMBALI TUAN SANTOS..."
Ketiga orang yang baru saja masuk rumah sama sama terkejut dengan kehadiran banyak orang di sana. Bukan hanya para pekerja rumah saja tpi di sana juga ada Resa dan Nata serta Tania dan Bima. Itu membuat Zaky dan Karin terheran heran. Harusnya mereka menikmati honeymoon mereka tpi saat ini mereka berdiri sini memberi surprise pada papanya baru pulang dari Singapura.
"Kalian.." Ucap Karin dan Zaky bersamaan.
"Hahaha kaget ya..." Jawab Tania.
"Kita ga akan mungkin liburan sendiri tanpa kalian. Kita berangkat bersama kita juga pulang bersama" Imbuh Bima.
__ADS_1
"Aaaa so sweet banget sihh bestie bestie gue jadi pengen nangis deh" Ucap Karin sambil berjalan kearah mereka dan memeluk nya.
Acara siang itu hanya di warnai makan makan tpi juga banyak cerita. Tentang rencana mereka yang tidak di ketahui siapa pun. Mereka juga merencanakan ini serba dadakan tapi syukur lah semua sesuai dengan angan angan.