Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
duka dan penyesalan


__ADS_3

"kenapa kau menyiksaku tanpa henti?" tanya Sabrina dengan nada menahan tangis.


"kau ingin tau? hah ku jelaskan. kakak mu membunuh ibuku!!" teriak charla.


Sabrina terkejut karena yang dia tau kakaknya adalah orang paling baik yang dia miliki.


"tidak mungkin.. kau berbohong kakakku orang baik, tidak sama seperti mu" hardik sabrina membuat charla naik pitam


"ikut!!" bentak charla. dia menyeret Sabrina ke tempat dimana ibunya berbaring tanpa nafas.


sesampainya di tempat itu Sabrina melihat jelas seorang wanita terbaring, bercak darah menutupi tubuh nya hingga tak terlihat jelas wajah wanita tersebut. Sabrina juga melihat semua pria yang tadi menyiksanya tertunduk di samping jenazah itu.


"kau masih tidak percaya dengan ucapanku?" tanya charla dengan nada mendesis.


Sabrina menggelengkan kepala, dia tetap yakin jika kakak nya tak Setega itu.


"berani kau tetap tak percaya dengan ucapanku?" tanya charla penuh penekanan. tangan charla kini sibuk menarik-narik rambut Sabrina hingga rontok.


"aww... sakitt" rintih Sabrina.


"ini tak seberapa dengan tembakan yang menembus tubuh ibuku!" bentak charla ia semakin mengencangkan jambakannya.


"siksa dia sampai dia menginginkan kematiannya sendiri" perintah charla. ia mendorong Sabrina hingga jatuh dan terbentur lantai.


"siap queen" jawab mereka serempak.


"wily, James bawa ibuku ke mobil" perintah charla lagi. (Wily dan james nama samaran)


"siap queen" jawab Wily dan James bersamaan.


setelah jasad ibunya masuk mobil, charla segera pulang untuk menghubungi ayahnya yang tak lain adalah mantan king white crocodile. semenjak charla di angkat menjadi leader white crocodile, Samson meyakini anaknya itu anak menjaga serta istri dan ia memutuskan untuk melanjutkan bisnisnya di tanah orang itu. tapi sekarang kesalahan dan kecerobohan siapa yang akan di salah kan. charla sungguh kaku harus mulai dari mana saat menelpon papanya nanti.

__ADS_1


tekatnya sudah sebulat, sebulat Ping Pong, sebesar bola basket. ia harus mengatakan yang sebenarnya. itu jalan satu satunya. walau ia tak akan tega melihat raut kesedihan seseorang yang sangat ia sayangi. pelita di masa kecilnya itu harus bersedih karena ulangnya.


di kediaman Santos.


"buka gerbangnya!" perintah charla pada satpam yang berjaga di gerbang utama. satpam itu menunduk dan segera membukakan gerbang.


charla melajukan mobilnya dan berhenti tepat di depan pintu utama sebuah rumah yang terkesan megah.


"hery...Jaka bantu saya!" teriak charla pada penjaga pintu.


"baik nona" jawab Hery dan Jaka berbarengan.


hery dan Jaka terkejut saat melihat keadaan nyonya besar mereka. baju penuh bercak darah di tambah tubuh yang dingin dan kaku. tapi Hery dan Jaka tak berani bertanya, mereka tau saat ini charla masih bersedih.


jasad Ratih di letakkan di atas lantai beralas karpet tebal.


"hubungi pak RT. sampaikan kabar duka ini. cepat!" perintah charla yang di angguki Hery dan Jaka.


setelah Hery dan Jaka pergi, charla segera menghubungi papanya di Singapura.


"what? is dead? what do you mean Karin?" jawab telepon dari sebrang menunjukan kekagetan. (karin adalah nama asli charla. nama charla hanya di pakai ketika dia masuk dunia mafia).


"i'm sory i failed to protect mom" jawab Karin masih diiring Isak tangis.


"oke papa return home" jawab Samson papa karin. ia menutup panggilan telepon itu.


beberapa menit kemudian para pelayat datang, termasuk para kerabat dekat. semua bertanya apa yang terjadi dengan Ratih, namun karin hanya diam tak mungkin ia menceritakan permusuhan nya di dunia hitam.


jenazah akan segera di makamkan berbarengan dengan kedatangan samson. Samson pulang dengan pesawat jet pribadinya agar cepat sampai ketempat tujuan dan melihat istri tercintanya untuk yang terakhir kali.


usai pemakaman Karin terlihat termenung di halaman belakang yang masih terlihat asri. hanya ada penyesalan yang ada di pikiranya.

__ADS_1


"Karin papa ikhlas sayang.." terdengar suara Samson yang kini sudah duduk di samping karin.


"maaf kan Karin pa, Karin janji seperti yang papa ajarkan nyawa di balas nyawa dan nyawa mama setara dengan dua nyawa manusia licik itu" jawab Karin. kini dirinya kembali tersulut emosi.


"siapa yang berani melakukan itu pada mama nak?" tanya Samson hati-hati.


"musuh bebuyutan kita pa, black dragon" jawab Karin tanpa menoleh.


"why..?" tanya Samson sebab yang dia tau musuh bebuyutannya yang satu ini tidak akan memukul genderang tanpa sebab.


"Karin menyekap adiknya semalaman hingga saat ini" jawab Karin membuat Samson terpelongo.


"what for? segera akhiri ini" jawab Samson membuat Karin membulatkan matanya.


"pa..dendam papa belum berakhir" ucap Karin membela diri.


"itu urusan papa dan mantan king black dragon" jelas samson.


"no pa.. papa di not understand" elak Karin.


"Karin papa paham apa yang kamu rasakan, segera tuntaskan dendam mu dan jangan mengungkit dendam di masa lalu" nasehat samson.


"terserah papa..." jawab Karin. dia memilih pergi agar perdebatan itu segera berakhir.


Samson yang melihat tingkah putrinya hanya menggeleng kan kepala. dia tau apa yang dia tanam di pikiran putrinya akan dia tuai sendiri.


Karin melajukan mobilnya menuju markas white crocodile. tanganya sangat geli ingin menyiksa adik dari pembunuh mamanya. obsesi nya teriakan gadis lugu itu sangat di rindu kan gendeng telinganya. tak peduli darah, memar di mana mana. hanya teriak dan pekikan rasa sakit yang ingin ia dengar.


sesampainya di markas.


.

__ADS_1


.


selanjutnya....


__ADS_2