
masih dalam kebingungan yang di simpan rapi kedua insan bahagia ini. tak ada cara lain, jika seperti ini terus sepanjang malam mereka berdua bisa stress. walau masih terpaku di tempat dengan benda berupa kain dan batu, nata berfikir keras agar resa lebih aman.
"yang kita pindah kamar!" ujar nata lebih ke perintah tanpa mengubah posisinya sekarang.
tak tau lagi harus apa, resa sendiri masih dalam ketakutan. ia mengangguk pelan lalu bergegas membawa beberapa barang miliknya yang sekiranya akan di butuhkan. sementara nata telah berpindah tempat. ia juga masih setia membawa batu dan kain tersebut. dengan setia pula menunggu resa di belakang pintu masuk.
"sudah? apa barang mu ada yang ketinggalan?" tanya resa seraya menunjukan barang yang akan dia bawa.
nata mengangguk.
sepasang suami istri itu kini telah berdiri di depan pintu coklat bernomer 146. posisinya tak terlalu jauh dari kamar nata yang tadi. di kamar ini lah nata menjadikan tepat beristirahat sebagi tempat penemuan penemuan barunya. memang nata lelaki yang patut di acungi jempol. bukan hanya giat bekerja dengan memanfaatkan QI nya, tetapi juga memanfaatkan QI sebagi penemuan terbarunya.
"ini kamar siapa?" tanya resa.
"kamar ku, dan sekarang menjadi kamar kita" jawab nata tersenyum.
"dua kamar satu apartemen?" resa masih penasaran.
"masuk saja dulu, biar kan tubuh ku istirahat. nanti akan ku ceritanya semuanya ya..." nata mengelus lembut rambut resa setelah itu membuka kunci pintu.
mata resa berbinar kala melihat alat alat laboratorium berada tepat di depan matanya. sungguh ini pengalaman pertama setelah lebih dari 6 tahun ia berjumpa lagi dengan benda benda yang dulunya aneh bagi sosok resa yang tidak menyukai pelajaran sains itu.
"ini kamar kamu?" tanya resa. entah dari mana dia memiliki sifat yang banyak bertanya seperti ini.
"iya sayang, Ini kamar kita... udah ya tanyanya, ayo istirahat" jawab nata, ia menggandeng tangan resa.
setelah resa terlelap, nata kembali bangkit untuk menghubungi zaky. jujur saja dia tidak tenang. selalu ada rasa was was yang menghantui nya. tak ingin ia melihat resa yang baru saja bahagia merasakan rasa takut yang luar biasa karena ulang seseorang yang nata rasa itu adalah charla.
*dari mana Lo tau kalau itu dari white crocodile?* pesan balasan dari Zaky setelah nata cerita akan kejadian yang menimpanya barusan dengan pesan suara.
*siapa lagi kalau bukan dia?*
*Lo bilang dia kirim teror itu pakek panggilan adik? siapa adiknya? gue rasa bukan*
*kita ketemuan besok* akhir zaky. untuk membahas soal ini mereka membutuhkan penjelasan yang tidak di dapat saat seperti ini.
di hotel keluarga Hartanto.
Zaky tengah mondar mandir tak tentu arah. ia cukup terganggu dengan cerita nata tadi. pikiran yang mengira musuhnya itu telah tewas ternyata di tepis secara mentah oleh nata. tapi dirinya kembali tak yakin jika peneror itu adalah Charla. Zaky sangat mengenal sosok charla. sosok queen yang tidak pernah menyerang dari belakang apalagi dengan cara meneror.
"sialan sekarang aku benar benar tidak bisa tidur" gerutu Zaky.
"jika benar resa dan nata di teror oleh charla, berarti posisi Karin.." tiba tiba pikiran negatif itu meluncur begitu saja dari benaknya. bukan lagi tak bisa tidur, kini Zaky begitu khawatir akan terjadi sesuatu pada Karin.
dengan berbekal selimut kecil dan tikar kecil yang memang tersedia di lemari milik zaky, ia bergegas menuju lantai di mana Karin menginap. sesampainya di depan kamar Karin, Zaky merasa enggan dan tak enak jika harus membangun Karin. dia akhirnya memilih untuk tidur di depan kamar bernomer 327 itu.
nampak mentari malu malu untuk bersinar. bersembunyi di balik awan yang gelap. begitupun dua gadis ini. tak terima jika malam telah berganti pagi. awan yang gelap menambah rasa dingin di dalam ruangan ber-AC itu. menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuh demi memanjakan mata yang masih ingin terpejam.
brakkk!..
__ADS_1
suara itu berhasil membuat mata Karin terbuka. sipit sipit ia melirik samping tempat ia tidur. nampak jelas tania masih sibuk dengan alam mimpi. menutup rapat telinganya dengan boneka beruang yang sengaja ia bawa dari rumah. terpaksa dia lah yang harus mengalah untuk melihat siapa yang berada di depan pintu kamarnya.
matanya terbelalak kala melihat kaki seseorang terjelujur tepat di depan pintu. ingin sekali rasanya ia menelpon keamanan untuk mengusir orang itu tapi ia urungkan saat melihat postur tubuh yang ternyata tubuh lelaki. pikiran negatif tiba tiba terlintas di pikiran Karin. ia mengira lelaki itu korban pembunuhan atau penganiayaan.
pikiran itu kembali ia tepis saat mengenali pemilik tubuh itu. bingung itu yang terlintas dalam benaknya. ada apa dengan lelaki di hadapannya ini? apa perlu sesuatu? tapi mengapa ia seperti sengaja tidur di sini? dengan membawa tikar dan selimut kecil. pikir Karin.
"yang... yang... kamu ngapain di sini? bangun yang..." Karin mengguncang pelan tubuh Zaky. tapi tak ada respon apa pun dari si pemilik tubuh.
pikiran jahil terlintas di pikiran Karin. dengan senyum liciknya ia berteriak.
"Zaky.... bangun!!! kebakaran!!!"
Spontan Zaky terbangun dengan nyawa yang belum terkumpul. mata nya langsung menangkap sosok gadis yang sangat ia cintai. tak mau berfikir apa pun, Zaky langsung memeluk Karin erat.
di saat itu lah pintu kamar Karin terbuka. kepala Tania muncul dari balik pintu memeriksa keadaan sekitar karena terkejut juga dengan teriakan Karin. tak ada yang sadar akan kehadiran, tania segera masuk dan menutup pintu secara perlahan agar tak menimbulkan kan suara.
sementara itu Karin yang terkejut akan perlakuan Zaky akhirnya mendorong kuat tubuh itu hingga terbentur tembok.
"masih bau Iler jangan peluk peluk, masih pagi. kamu juga belum mandi" tegur Karin.
"hah kok gitu by... gini gini aku masih wangi loh" Zaky tak mau kalah.
"dah sana mandi, Oya kamu ngapain tidur di sini? bawa tikar sama selimut lagi?" akhirnya rasa penasaran itu ia tanyakan.
"em... mau ngelindungin kamu" jawab Zaky seadanya.
"eh sok overprotektif kamu" jawab Karin seraya melangkah masuk ke dalam kamarnya lagi.
"hm..." jawab Karin.
Zaky pun segera bergegas menuju kamarnya sendiri untuk bersiap siap. setelah setengah jam membersihkan diri Zaky pun segera turun ke loby untuk menunggu Karin.
tak lama setelah itu, Zaky mendapati Karin tengah berjalan beriringan dengan Tania. gadis itu yang pernah menaruh hati padanya dan semoga kini telah berbeda.
"by... ayo" seru Zaky.
Karin menoleh ke Zaky lalu menoleh lagi ke tania. sangat jelas terlihat gadis di sampingannya itu tengah menunduk. entah menahan sakit atau memang malas melihat kemesraan yang Zaky tunjukan untuk karin.
"i iya... Tan aku duluan ya" jawab Karin berusaha tersenyum manis walau hatinya sedikit tak enak.
tania mengangguk pasti lalu mempercepat langkahnya me menuju mobil.
di tengah perjalanan Karin gak mengeluarkan kalimat bahkan kata apa pun. ia masih memikirkan Bima dan Tania yang berani berkorban hanya demi melihat orang yang di cintai merasa bahagia.
"by... kamu kenapa?" tanya Zaky yang sedari tadi memperhatikan Karin.
"enggak" jawab Karin singkat.
Zaky tak menanggapi apa apa mencoba ikut berfikir tentang apa yang di pikirkan Karin. tapi ah sudahlah pikiran laki laki dan perempuan tidak akan bertemu jika hanya di gumam dalam batin.
__ADS_1
"by... nanti kalau mau keluar kemana aja! hubungi aku dulu oke" ucap Zaky setelah menurunkan Karin di depan gerbang hitam menjulang.
"hah? kenapa sih? kamu aneh deh" jawab Karin yang sedikit risih dengan pemintaan Zaky.
"aku sayang kamu... ingat itu" Zaky menjawab dengan jawaban yang tak sesuai dengan keinginan Karin. "da...dah.." sambungnya seraya melambaikan tangan ke Karin.
diam termenung tak menanggapi perlakuan Zaky. Karin masih tercenung karena tingkah Zaky yang lebih protektif dengan kegiatan nya. namun pada akhirnya ia tak sanggup untuk terus berdiri. semalam pun ia hanya tidur tiga jam. Karin melangkah gontai memasuki gerbang yang di bukakan oleh satpam.
dengan kecepatan tinggi Zaky segera meluncur ke markas tepat di mana nata akan menceritakan semua kejadian yang di alami nya kemarin malam. sesampainya di markas Zaky mendapati mobil hitam itu telah terparkir di halaman. Zaky segera turun dari mobilnya, tanpa berganti baju. dia hanya mengenakan topeng dan topi hitam.
Zaky sedikit terperanjat saat melihat seorang perempuan yang berdiri di samping nata yang tengah berbicara dengan salah satu anak buahnya. tak lama setelah itu anak buah Zaky yang tengah berbincang ringan dengan nata, menunjuk ke arah depan pintu yang tertutup.
Zaky masih setia berdiri di tempatnya sampai nata menghampiri. ada rasa marah juga khawatir melihat perempuan itu juga menghampirinya. ia takut segala yang ia simpan rapi pada akhirnya terkuak secara mentah.
"sorry gue gak bilang resa ikut ke sini" ucap nata sambil menepuk pelan bahu Jack.
"dia siapa nat?" tanya resa.
tidak ada jawaban dari siapa siapa, nata menunggu jack untuk mengungkapkan siapa dirinya yang sebenarnya.
menyadari kalimat tanya yang terpancar dari tatapan mata nata, akhirnya Jack pun mengalah. dia berusaha menyakinkan diri sendiri bahwa resa bisa menjaga identitas nya sebagi mafia. Jack mengangguk kecil.
"Jack..." jawab nata setelah resa menunggu cukup lama.
"siapa Jack, bukanya ketua di sini itu Zaky?" tanya resa lagi yang masih penasaran.
"disini kita menggunakan nama samaran, agar musuh tidak mengetahui identitas kita dan keluarga kita bisa aman tanpa merasa terancam" jelas nata.
"jadi dia..." resa menggantung kalian nya.
"Zaky... leader mafia di anggota black dragon" lanjut Nata.
Zaky menepuk pundak nata pelan. memberinya isyarat untuk membawa resa ke ruangan pribadi mereka berdua. setelah berada di ruangan berdiameter 4×3 itu Zaky melepas topi dan potengnya.
"jadi selama ini kalian... dan Karin?" resa mulai gusar. ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya. rasa yang seharusnya bukan dia yang merasakan.
"Karin belum tau identitas ku maupun nata. Bima, Tania bahkan semua orang yang ada di samping kita seperti karyawan dan para pekerja rumah tangga tidak ada yang tau tentang ini" ucap Zaky. "res berjanji lah dengan ku dan nata, kau tidak akan buka mulut tentang ini terhadap Karin, tania atau siapa tanpa seizin kami" pinta Zaky. "demi kebaikan keluarga mu dan keluarga ku juga" Zaky masih memastikan ucapannya.
"Karin? apa kau tega terus berbohong pada nya?" resa sedikit menentang.
"akan ada waktunya, nanti setelah hubungan kami sama seperti hubungan mu dan nata"
"iya sayang... tenang, kita akan cari tau siapa peneror itu. tanpa memberikan tau siapapun termasuk keluarga kita" nata angkat bicara. "
"ku serahkan ini semua pada kalian, tapi aku tak dapat berjanji untuk terus merahasiakan ini dari karin dan orang orang terdekat kita. aku hanya bisa berusaha" resa berusaha meyakinkan diri sendiri.
"itu sudah cukup res... terimakasih" jawab Zaky. kini ia mulai bernafas lega setelah lama menahan sesak dan takut jika resa membuka jati dirinya. bukan tanpa alasan. Zaky hanya takut Karin merasa tidak aman dan selalu khawatir. ia juga takut Karin akan pergi darinya. gadis itu sudah menjadi komponen utama di dalam hati Zaky yang telah lama kosong. gadis yang sama sama memiliki rahasia itu berhasil membuat sosok Zaky yang friendly ke pada semua wanita kini hanya mau menggubris wanita dalam keluarga nya, itu pun tak semua.
.
__ADS_1
.
selanjutnya...