
setelah mengantar resa ke perusahaan Bima, dengan kecepatan tinggi nata menjalankan mobilnya menuju perusahaan nya sendiri. sesampainya di perusahaan nata berusaha mengontrol diri untuk menjawab setiap pertanyaan yang di berikan omnya nanti. nata sangat lah hafal sikap omnya ketika ia pergi dari perusahaan dalam jangka waktu yang lama.
nata mulai membuka pintu ruanganya. di sana sudah ada dua pria yang menunggu kedatangan nata.
dengan bersamaan kedua pria. itu membalikan tubuh mereka seraya tersenyum. nata yang melihat tingkah sepupu dan omnya hanya menatap heran. bagaimana tidak tiba tiba omnya datang dan saat dia kembali beliau malah tersenyum.
"bagaimana Nat... kencan bersama janda itu?" tanya topan terkekeh.
mendengar pertanyaan yang di lontarkan omnya, nata terkaget. pipinya yang putih nampak memerah dengan senyum malu yang mewarnai ekpresinya kala itu. sayangnya senyum itu tidak bertahan lama di wajah nata. tatapan tajamnya mengarah pada sepupunya yang diam di dekat jendela.
"ah om pasti Zaky yang mengatakan pada om" jawab nata melirik tengil Zaky.
"hahah kalian kalau baikan seperti ini ternyata..." jawab topan. ia melangkah keluar ruangan nata.
Zaky tau apa yang akan terjadi. dia memilih mengikuti ayahnya tanpa mengatakan apa pun.
"kau pikir bisa lari dari ku?" tanya nata mencegat Zaky keluar ruangan.
"hehehe... maaf aku keceplosan" elak Zaky.
"hai dengar untung saja aku keceplosan jika tidak pasti kau akan mendapat ceramah dari papa" bela Zaky pada dirinya sendiri.
"ah alasan..." sahut nata. ia pun menduduki singgasananya sambil melanjutkan bekerja.
"hai bro bagaimana tadi?" tanya Zaky.
"lancar tapi sayang... resa sampai pingsan" jawab nata tanpa ekspresi.
"hahahah... pasti karena melihat muka mu yang dingin itu..." ledek Zaky.
"sembarangan..." jawab nata.
"lalu kenapa?" Zaky terus mendesak nata agar mau bercerita.
"ya dia pingsan karena belalang yang ku lepas hinggap di tasnya" jawab nata singkat.
"lalu apa yang terjadi?" tanya Zaky lagi.
tangan nata terulur, ia mengetik sesuatu di ponselnya tak lama setelah itu ia mendekatkan ponselnya pada telinga.
"iya Rin... kau benar Zaky memang sangat kepo dengan urusan ku" ucap nata.
lelaki yang masih berdiri di dekat pintu itu pun terbelalak. ia tak menyangka jika nata nekat memberitahu Karin tentang apa yang di lakukan.
"coba kau bicara pada nya.." ujar nata mendekatkan ponsel pada Zaky.
tanpa melihat atau memeriksa ponsel nata, Zaky segera berlari pergi meninggalkan rungan nata.
"ternyata dia bodoh," ucap nata lalu mengantungi ponselnya lagi.
ponsel itu sebenarnya mati karena lobet saat nata mengantar resa ke rumah sakit. hanya dengan bumbu kebohongan dan raut wajah serius semua itu bisa menipu Zaky dengan mudah.
Perusahaan Ratih Santos.
Karin baru saja menyelesaikan rapat bersama para manager dan anggota penting di perusahaannya. rencana beberapa bulan lagi perusahaan akan di perluas dan di tambah beberapa lantai lagi. oleh karena itu Karin meminta para anggota perusahaan agar sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaan mereka.
untuk pembangunan perusahaan, Karin dan Bima sudah sepakat jika desain yang akan di pilih tak jauh beda dari perusahaan Karin sekarang. Bima selaku CEO perusahaan konstruksi hanya menjalankan apa yang di ingin kan kliennya.
usai rapat Tiba tiba ponsel karin berdering. Karin yang posisinya masih di aula segera mengangkat panggilan itu.
"iya ada apa?" tanya Karin.
"by aku akan ke perusahaan mu" Jawab Zaky dari sebrang.
"oh oke" jawab Karin panggilan pun terputus.
gadis itu pun berjalan menuju ruanganya sendiri. dengan leluasa Karin merenggangkan otot otot tubuhnya. lalu kembali ke meja kerja dan melanjutkan pekerjaan yang telah menunggu untuk segera di tuntaskan. jari jari lentik milik Karin dengan lincah menari nari di atas keyboard komputer nya. lama berselang pintu ruangannya di terbuka tanpa adanya ketukan. Karin mencuri lihat beberapa detik lalu menfokuskan diri pada layar komputer di depannya lagi.
"selamat sore by..." sapa seseorang yang baru masuk.
"sore sayang... udah Dateng aja" jawab Karin. layar komputer di depan nya sudah gelap.
"aku ngebut demi kamu by..." jawabnya
"jangan ngebut aku gak akan kemana mana kok" Karin tersenyum sipu.
mereka mengobrol sebentar membicarakan acara kencan resa dan nata hari ini. gelak tawa keluar dari pembicaraan sepasang kekasih ini tanpa sadar niat jahat sedang mengintai.
"oh iya by, tadi nata menelpon mu?" tanya Zaky memastikan.
"tidak, ada apa?" tanya Karin heran.
"kurang ajar aku di bohongi" gerutu Zaky masih terdengar oleh Karin.
"siapa yang bohong in kamu?" tanya Karin.
"nata" jawab zaky.
Karin hanya tersenyum mendengar jawaban Zaky.
pembicaraan berlanjut hingga tiba di suatu topik yang membuat Karin terkejut semua nya berhenti dengan keadaan hati gusar mendengar permintaan dari Zaky.
"apa secepat itu yang?" tanya Karin meyakinkan.
__ADS_1
"aku sudah tak ingin menunggu lagi..." jawab Zaky memohon.
"baiklah malam ini aku akan datang ke rumah mu" akhir Karin. dengan perasaan campur aduk Karin tak mungkin menolak permintaan keluarga Zaky terutama mamanya.
hari semakin sore, Zaky meminta izin pada Karin untuk pulang dan mempersiapkan kesempurnaan untuk nanti malam.
lelaki itu menyusuri koridor kantor untuk menuju loby, Zaky menjadi bahan gosip pada karyawati kantor. banyak yang memuji ketampanan dan kewibawaan yang terpancar di diri Zaky saat ia berjalan. banyak juga yang menggunjing Karin karena berani memasukan lelaki di dalam rungan pribadinya.
Zaky yang mendengar simpang siur pembicaraan mereka sedikit geram. ia berhenti beberapa detit untuk memberi peringatan.
"ingat keluarga kalian masih hidup karena bos yang kalian gunjingkan itu" tegur Zaky dengan suara santai namun penuh penekanan.
lelaki itu melanjutkan langkahnya keluar dari kantor. sementara pada karyawati yang mendengar teguran Zaky seketika diam. tanpa sadar sebenarnya ada seseorang yang berdiri di balik tembok dengan senyum liciknya. ide licik untuk menghancurkan pemilik perusahaan muncul di kepalanya yang banyak terdapat pikiran dangkal. perempuan itu lupa apa yang akan terjadi setelah ia bermain main dengan Karin sang CEO perusahaan.
kediaman keluarga santos.
meditasi yang di lakukan nona di rumah besar itu telah usai. kini dia di hadapkan dengan setumpuk pakaian yang ia keluarkan dari dalam habitatnya. satu persatu baju itu ia angkat lalu menempelkannya ke tubuh cantik yang masih berbalut kimono putih.
"kenapa ia mengajak ku dadak seperti ini sih membuat repot saja" gerutu Karin.
banyak baju yang ia rasa tidak cocok sama sekali dengan malam istimewa ini. tumpukan kali. berhamburan kemana mana. sesaat gadis itu melihat jam dinding di tembok kamarnya.
jarum panjang menunjuk angka 2 sementara jarum pendek menunjuk angka 6, itu artinya dia hanya memilik waktu kurang dari satu jam. namun belum ada pakaian yang pas di tubuhnya.
masih dengan kimono yang ada di tubuhnya Karin berlari ke arah kamar papanya yang terletak tepat di samping kamarnya. ia mulai membuka lemari baju tempat di mana baju baju mamanya dulu tersimpan. dengan sangat rapi dan hati hati Karin menarik salah satu baru berwarna coksu (coklat susu) dari lemari tersebut. sebuah pakaian drees cantik milik almarhumah mamanya membawa Karin teringat masa masa indah yang tak kan terulang lagi.
ia membawa baju itu keluar dari kamar papanya. lalu Karin masuk ke dalam ruang ganti di kamarnya. usai ganti baju Karin berdiri di depan kaca besar masih dengan rambut yang ia gulung.
"mama Karin izin pakai baju mama ya malam ini..." suara Karin terdengar lirih dan menyayat hati. baju yang dia ambil dari lemari milik mamanya sangat cocok di tubuh karin.
lalu Karin duduk di depan meja rias. dengan dandanan natural dan olesan bibir merah yang samar samar membuat karin berdecak kagum dengan penampilan nya. di tambah dengan rambut di Gelung rapi dan tas tenteng berwarna hitam yang ia pegang. lagi sepatu high heels dengan warna senada baju yang di kenakan Karin.
"Karin mirip mama... Karin kangen mama..." ucap Karin seraya mendekat ke kaca lalu mengelus kaca yang memantulkan wajahnya.
tanpa sadar titik hujan mulai turun dari mata cantik Karin tanpa melihat situasi yang sebenarnya. lamunan Karin terbuyarkan oleh ketukan pintu di kamarnya.
"ya... siapa?" jawab Karin sambil berjalan ke arah pintu Tak lupa ia menghapus air matanya.
"non ada...." ucap Bi Ina terpotong. bi Ina terpelongo dengan penampilan karin yang sangat cantik. di tambah menampilkannya sama seperti almarhumah nyonya besarnya.
"nyonya Ratih..." bi Ina berlutut di hadapan Karin sambil menangis.
Karin yang mendapat perlakuan aneh dari BI Ina menjadi bingung sesaat lalu ia paham kenapa bi Ina seperti ini. ia tau bi Ina akan terkejut dengan penampilan nya yang sangat mirip dengan mamanya . ditambah Karin sering mendengar bi Ina menceritakan canda tawa bersama sang mama yang menandakan jika bi Ina sangat merindukan nyonya besar nya itu.
"bi jangan seperti ini, aku Karin bi mama udah tenang di sama bik" ucap Karin membantu bi Ina untuk berdiri.
"maaf non... bi bi jadi ke ingat sama nyonya" bi Ina menghapus air matanya.
"oh itu non ada yang cari nona, laki laki non ganteng pisan dia nya sopan juga" jawab bi Ina tersenyum.
"loh siapa bik? bukan Bima?" tanya Karin. seingatnya tidak ada teman lelaki yang tau alamat rumah nya selain Bima.
"loh bukan... kalau den Bima Bibi kenal Pisan, ini dia ganteng banget non" jawab bi Ina.
Karin berfikir sejenak tapi sayang jawab nya jalan buntu. ia tak tau siapa yang datang dugaanya hanyalah teman kerja papanya yang mungkin saja datang mampir, tetapi jika itu benar rencananya malam ini akan berantakan.
"baik bi kita turun saja Karin bingung jadinya" jawab Karin pasrah.
Karin menyusuri tangga masih dengan menenteng tas berwarna hitam yang akan ia bawa ke acara makan malam keluarga Hartanto.
nampak dari kejauhan lelaki yang duduk dengan membelakangi tangga itu seperti zaky. tapi Karin menepis hal itu karena Zaky tidak tau alamat rumah nya.
"maaf cari siapa?" tanya Karin to the poin dari belakang lelaki tersebut.
merasa di tanya lelaki ini pun membalikan badannya. kedua insan manusia itu sama sama terkejut. lelaki itu terkejut dengan penampilan wanita yang ada di depannya sementara Karin terkejut karena tau siapa yang datang.
"Lo yang kok kamu tau alamat rumah ku?" tanya Karin pada lelaki itu yang tak lain adalah Zaky.
"eee... itu by aku tanya Bima" jawab Zaky gelagapan.
"Oalah Aden ini pacar nya non Karin to" ucap Bi Tuti yang sedari tadi menunggu Karin turun.
"ee... i iya Bi namanya Zaky..." jawab karin.
Zaky pun mengalihkan pandangannya kepada dua art yang berdiri di depannya itu. lalu dengan membungkukkan tubuhnya Zaky mengulurkan tanganya pada bi Ina dan bi Tuti secara bergantian.
"bi Karin izin keluar, ya nanti jangan kunci pintu sebelum Karin pulang" perintah Karin pada dua art di depannya.
"siap non"jawab bi Ina dan bi Tuti bersamaan.
di perjalanan Zaky tak henti hentinya melirik ke arah Karin yang duduk di dekatnya. tangan Zaky mulai nakal dengan meraba raba tangan Karin yang barada di atas paha yang berbalut baju drees yang ia kenakan.
Karin yang terkejut segera rileks kembali setelah mengetahui tangan itu tangan milik kekasihnya. sampai tersirat sebuah pikiran bahwa ada hantu di mobil kekasihnya itu yang sebenarnya ingin memegang tangan Zaky, jika benar Karin tak segan menggampar hantu sejenis Kunti itu.
"ku kira tanganya mba Kunti yang nyasar" ucap Karin sembarangan.
"heh kok gitu mikirnya" ucap Zaky langsung melepas pegangan tanganya pada Karin.
"bercanda..." jawab Karin tersenyum geli.
"by malam ini kamu cantik banget sumpah" ucap Zaky memuji.
"oh berati selama ini aku jelek?" tanya Karin, raut wajahnya berubah cemberut.
__ADS_1
"eh bukan itu... maksudku lebih cantik dari biasanya?" elak Zaky.
Karin tersenyum malu mendengar pujian dari kekasihnya. ia melirik Zaky dengan tatapan dalam lalu tersenyum. dalam hati ia mengucap syukur atas pemberian Tuhan yang tak terduga. seorang lelaki yang bisa menghargai wanita dan hormat terhadap orang yang lebih tua. Karin amat bersyukur akan hadirnya Zaky di dalam hidupnya. jarang bahkan mustahil jika ada lelaki yang memilik sifat seperti Zaky di zaman sekarang.
tanpa sadar mereka telah berhenti di sebuah rumah yang tak kalah megah dari rumah Karin. rumah dengan lantai dua dan terdapat kolam renang di sampingnya menambah kesan mewah pada rumah itu. taman yang di hiasi dengan lampu kecil berwarna kuning membuat mata Karin termanjakan.
"ini rumah mu sayang?" tanya Karin setelah Zaky membukakan pintu mobil untuknya.
"bukan ini rumah orang tua ku, rumah untuk kita masih dalam tahap pembangunan" ucap Zaky.
"bisa saja kau ini.." jawab Karin mencolek pinggang Zaky.
mereka berdua berjalan beriringan layaknya meja kursi yang terus bersanding. memasuki sebuah rumah megah milik keluarga terpandang di dunia bisnis juga dunia gelap. baru langkah pertama Karin memasuki rumah ini beberapa body grand membungkukkan punggung memberi hormat. kemudian saat Karin tiba di sebuah ruangan besar yang terdapat televisi dengan ukuran besar serta sofa terdapat dua pria dan satu wanita yang tengah duduk di sana.
"papa mama..." panggil Zaky.
ketiga orang itu secara bersamaan membalikkan badan. Sarah begitu terpana dengan seorang gadis yang di gandeng oleh putranya. ia segera beranjak dan meminta gadis itu duduk. dengan rasa malu dan ragu Karin mengikuti langkah perempuan berumur paruh baya yang masih terlihat cantik.
"Om Tante..." sapa Karin sungkan.
"oh kamu kan gadis yang waktu itu... jadi kamu calon istrinya Zaky" ucap topan yang masih duduk bersama nata.
mendengar ucapan papa dari Zaky Karin terkaget, ia tak pernah tau jika Zaky bercerita pada keluarganya bawa dialah calon istri Zaky sendiri. dengan terpaksa Karin mengangguk malu lalu melayangkan tatapan tanya pada Zaky yang masih berdiri di tempat seperti patung.
"sudah jangan di introgasi dulu... princess pasti lapar kan... ayo ke ruang makan dulu keburu makanannya dingin." ucap Sarah. dengan perlahan ia membawa Karin masuk ke ruang makan.
berbagai hidangan telah tersaji di atas meja. siap di lahap mahkluk hidup mana pun tak terkecuali semut, tapi sayang hewan kecil itu tak terlihat sama sekali. Sarah mengajak Karin duduk tepat di sampingnya. ia sangat ingin mengenal calon menantunya itu lebih dekat lagi.
semua orang telah berkumpul. mereka pun segera menyantap hidangan yang ada. Zaky nampak tersenyum melihat kedekatan sang mama dengan Karin walau Karin masih sungkan dengan sifat Sarah yang berlebihan.
"ayo nambah lagi jangan kurus kurus nanti kalau punya baby gampang lemas Lo" ucap Sarah menambahkan nasi dan lauk di piring Karin.
"astaga Tante tidak perlu seperti itu, ini saja Karin bingung menghabiskannya dengan cara apa" jawab Karin menolak halus permintaan Sarah.
"ya sudah nanti kalau mau lagi tinggal ambil, kalau pun habis nanti Zaky Tante suruh ke restoran termahal untuk membelikan apa yang kamu mau" ucap sarah meletakkan kembali lauk dan nasi yang dia ambil.
"kalau papa mau lagi gimana ma?" sahut topan.
"papa gak boleh makan banyak banyak udah tua nanti kolesterol" jawab Sarah seadanya.
gelak tawa pecah di meja makan. Karin merasa langsung di terima di rumah ini walau belum menjadi istri zaky. karin menatap beberapa kursi yang masih kosong.
"huft... andai mama dan papa bisa ikut pasti tambah rame" batin Karin. Karin melamun cukup lama. lamunannya terbuyarkan oleh pertanyaan Sarah.
"mama sama papa mu di mana sayang" tanya Sarah.
"oh... papa sibuk dengan perusahaan nya di Singapura Tante, kalau mama..." karin tak melanjutkan kalimatnya.
"mama kemana? mama mu pasti ikut papa mu ya?" tanya sarah.
mendengar pertanyaan yang di lontarkan mamanya, Zaky pun terkesiap. ia baru ingat jika mama Karin telah meninggal beberapa bulan lalu. dengan perlahan Zaky menberi kode pada Sarah agar tak melanjutkan pertanyaannya tapi yang di beri Kodo tidak paham.
"apa sih ky" Sarah menepis halus tangan putranya.
"eh itu Tan mama udah pulang ke pangkuan tuhan" jawab Karin menunduk.
semua orang yang berada di meja makan menghentikan acara makan mereka. bersamaan mereka menatap Karin penuh iba. sungguh Sarah merasa bersalah.
"maaf kan Tante ya sayang tante gak tau..." Sarah ikut bersedih.
Karin tersenyum kecut lalu melanjutkan acara makan mereka. semua orang pun melakukan hal yang sama sampai makanan hanya tersisa sedikit. Sarah mengajak Karin, Zaky, nata dan suaminya untuk mengobrol di ruangan tamu.
ruangan yang di lalui oleh Karin tadi. sebenarnya ada pertanyaan yang hinggap di kepala Karin namun ia selalu mengurungkan niatnya untuk bertanya. sebuah bingkai foto berukuran besar terpajang di dinding ruang tamu. tiga lelaki dan dua wanita tengah tersenyum manis di sana. Karin menyadari ada sesuatu yang ganjal. ia mencoba untuk memberanikan diri untuk bertanya.
"Tante dia siapa?" tanya Karin menunjuk seorang gadis berdiri memegang bahu Sarah dari belakang di bingkai foto itu.
"anak Tante... adiknya Zaky..." Sarah mencoba untuk tersenyum.
deg... jantung Karin berdegup kencang sama dengan degup nya saat mengikuti lari maraton.
"di...dia di mana Tante?"tanya Karin masih berusaha berfikir positif.
"sama dengan mamamu, dia di panggilan ke panggung an tuhan terlebih dahulu. karena sebuah insiden kecelakaan yang Tante masih tidak percaya dengan itu" jawab Sarah, senyum di wajahnya mulai memudar.
Karin mulai tenang mendengar alasan mengapa adiknya Zaky bisa meninggal, jika karena kecelakaan berarti gadis itu buka gadis yang di siksa dan bunuh nya beberapa bulan lalu. hanya saja wajahnya mirip dengan adiknya Zaky pikir Karin.
sementara nata, Zaky dan topan saling berpandangan kala mendengar Sarah menyebutkan alasan meninggalnya Sabrina.
malam semakin larut, Karin izin pulang dengan di antar oleh Zaky kerena tadi dia juga di jemput oleh Zaky.
"kapan kapan main kesini lagi ya..." teriak Sarah dari ambang pintu.
"iya Tante" jawab Karin yang mau masuk ke dalam mobil.
mobil Zaky keluar dari gerbang istana menuju istana kekasihnya yang berada di sebrang sana seperti cerita dongeng dongeng. dalam perjalanan Zaky dan Karin hanya berbincang ringan sampai di istana sang putri. Karin turun di depan gerbang karena tak mau merepotkan Zaky di tambah hari semakin larut.
rumah nampak sangat sepi. Karin segera memasuki kamar lalu merebahkan dirinya di atas ranjang empuk. tak lupa sebelum benar benar terlelap karin berganti pakaian lalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. usai dengan pertapaannya di kamar mandi Karin pun bergegas tidur. menarik selimut, menyesuaikan kan ukuran pendingin dan masukkan ia ke alam mimpi.
.
.
selanjutnya...
__ADS_1