Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
kegaduhan


__ADS_3

para jomblo-wan jomblo-wati yang duduk duduk di pinggir pojokan hanya dapat menatap miris para manusia yang berdansa dengan pasangan masing masing. mereka hanya menyeringai kala di angguki senyum oleh orang orang bahagia itu.


sama halnya dengan Bima. dia memiliki duduk di dekat meja bir yang memang di sediakan. minuman yang di sajikan memang ada yang beralkohol tetapi tidak terlalu memabukkan. senyum pahit melintas seperkian detik kala tatapan dari sahabat nya ia dapat. pura pura bahagia adalah jalan utama untuk menutupi rasa pilu yang dia rasakan. melihat seseorang yang di cintai berdansa dengan lelaki lain yang jelas itu memang pasangannya.


dengan kemolekan dan keanggunan nya Karin menggerakkan badannya. walau dia sendiri tidak pernah berdansa tapi ya bisalah ngibul biar gak terlalu norak. akan di pandangan bagaimana nanti jika kekasih seorang pengusaha tidak bisa berdansa. sungguh memalukan bukan?. itu yang ada di pikirannya sekarang. terpancar wajah sedih dari wajahnya yang cantik. melihat seorang lelaki yang selalu ada untuknya hanya duduk dan minum minum saja. dia relakan kebahagiannya hanya untuk karin. lalu apa balasannya? entahlah.


baru saja setengah lagu di putar seluruh tamu di kagumkan dengan kedatangan seorang wanita cantik. setelan dress selutut berwarna pink samar samar. rambut panjang terurai ke depan dengan jepitan mutiara yang menghalangi rambut halusnya menutupi mata. sepatu high heels dengan warna senada dengan warna kulit putih bersih. sungguh sangat menarik mata para buaya darat.


beberapa kali para tamu perempuan memukul pasangannya karena tidak fokus berdansa. ada yang malah menginjak gaun si wanita ada juga yang memutar mutat pasangannya tanpa henti. tapi hal itu tidak terjadi kepada Karin Zaky dan nata resa. mereka tetap fokus pada pasangan masing masing.


"Tania..." lirih resa saat menyadari kehadiran sahabatnya.


"ada apa sa..?" tanya nata.


"bagaimana ini..." resa mulai gelisah. pandanganya kemana mana. pikirannya memanas. resa panik karena tau apa yang akan terjadi.


seorang sahabat yang seharusnya memberi dukungan pada sahabat yang lain, hal ini tidak di lakukan resa karena dia tidak memilik hak apapun. malam ini Tania harus menerima kenyataan bahwa sosok lelaki yang dia idam idamkan bisa berdansa denganya malam ini ternyata berdansa dengan wanita lain.


resa semakin terperanjat kala melihat Tania sudah berdiri tepat di dekat Zaky dan Karin yang masih asik berdansa. tubuh resa membeku. apa yang harus dia lakukan?


"res kamu kenapa?" tanya nata. dia sendiri tidak tau apa yang membuat tunangannya ini berubah.


"resa..." panggil Tania.


yang di panggil malah melotot kan matanya.


"sa itu teman kamu?" tanya nata masih berusaha mencairkan suasana.


Zaky dan Karin yang mendengar ucapan nata pun menghentikan dansa mereka. Zaky hanya tersenyum ramah tanpa beban pada Tania. dia tidak merasakan akan ada hal ganjal yang akan terjadi.


"kamu telat Tan?" tanya zaky.


Tania tidak menjawab. kini dirinya hanya butuh jawaban dari sahabat nya.


"resa? siapa aku? kau berjanji untuk itu kan. jelaskan sedikit saja sa..." ucap tania. ia masih berusaha positif tingking.


"tan... gue minta maaf... gue gak punya hak apa apa. mereka yang bantu gue buat dekat sama nata, gue bahagia" resa sudah tak dapat membendung air matanya lagi.


"ada ini... kalian ini kenapa?" tanya nata bingung. sementara suaranya termakan oleh musik dansa yang memang sengaja di keraskan.


tak ingin membuat acara kacau nata menarik resa juga Zaky untuk masuk kedalam. sementara Zaky menggandeng erat tangan Karin. Tania yang juga di tarik oleh resa hanya pasrah.


sesampainya di belakang hotel tepatnya di sebuah taman mini, dekat kolam renang mewah dan Besar. mereka berlima berdiri memutar agar dapat dengan jelas mendengar dan melihat lawan bicaranya.


"jelaskan apa maksud pembicaraan kalian tadi" ucap nata menatap resa dan Tania secara bergantian.

__ADS_1


dari kedua belah pihak tidak ada yang mengeluarkan suara. mereka hanya saling melempar lirikan saja.


"apa dengan cara kalian saling lirik kita bisa tau apa maksud perdebatan di dalam tadi?" tanya nata tegas. dia sedikitpun tak takut jika resa akan merasa terganggu dengan sifatnya yang lebih dewasa ini, walau resa lebih tua setahun dari pada nata.


resa menatap tania, sementara yang di tatap.malah membuah muka. perlahan resa memegang tangan lembut sahabatnya itu. dan di saat resa dan Tania bertatapan. mereka berdua akhirnya berpelukan.


"siapa dia res?" tanya tania.


"dia... kekasih tuan Zaky..." jawab resa.


semua mata terbelalak mendengar pembicaraan mereka. tertebak bahwa Tania memiliki hati pada Zaky sehingga dia tak terima ada perempuan lain yang berdansa dengannya.


"maksudnya?" Zaky ikut bersuara.


"maaf kan saya nona" Tania menatap Karin sendu. "lama saya menahan tuan. anda memperlakukan saya layaknya seorang teman. saya tau hanya teman tapi... hati saya berkata lain. berlabuh di tempat yang salah..." kalimat terakhir Tania sedikit lirih. di susul seseguk tangis membuat suara itu tidak terlalu terdengar. tapi telinga Karin yang saat itu hanya diam mencerna segalanya paham. hampir sama dengan nasib Bima yang salah kaprah mengartikan perlakukan nya selama ini.


Tania berlari pergi meninggalkan mereka berempat yang masih terdiam. saling mencoba untuk mengerti apa maksud ucapan Tania. tapi sayang di saat mereka masih berfikir Tania malah lari dengan menundukkan wajahnya.


resa hanya bisa diam. dia mendapat kebahagiaan sementara nasib sahabatnya? bagaimana? memang selama ini Resa menyembunyikan hubungan Zaky dan karin karena tak mau menyakiti siapa pun. dia juga sadar bahwa Karin dan Zaky lah yang mendukung hubungannya dengan nata. jika resa mengatakan apa yang dipendam sahabatnya selama ini bukan kah itu akan terlihat keji dan tak tau malu? ah... sungguh posisinya terpojok.


"resa dia mancitai Zaky kan?" tanya Karin tiba tiba. terlihat dari pandangan matanya tak menyimpan apa apa. teduh dan manis untuk di lihat.


resa tak lagi menjawab dia segera mengabur memeluk erat Karin. kedua gadis yang menyimpan rasa sedih itu saling menguatkan bahu untuk satu sama lain.


sementara dua lelaki yang hanya berdiri di sana, menatap heran. selang beberapa detik nata paham situasi saat ini. ia pun merekuh pinggang resa dan membawa wanita itu pada pelukannya. sementara Zaky menatap penuh tanya pada Karin yang hanya sedikit mengeluarkan air mata.


"darling? explain to me!" ucap Zaky datar.


"dia... dia... diam diam suka padamu" jawab Karin singkat tapi itu cukup membuat Zaky terpelongo.


"kenapa ini semua terjadi di saat saat seperti ini... ha?! res... seharusnya kau katakan pada ku yang sebenarnya agar aku bisa ngantisipasi hal sebodoh ini" erang zaky. type sifat yang di miliki Zaky ini sulit di di lenyap kan. dia paling tidak suka jika acara yang telah susun baik dan terlaksana lancar dikacaukan oleh satu orang. yakin semua orang pasti seperti itu...


"zak cukup... resa hanya ingin menjaga perasaanmu dan Karin, kau malah membentaknya seperti ini?" tegas nata tak terima.


"dan kau terima acara mu yang telah sukses di hancur kan oleh satu wanita yang datang tiba tiba lalu dia menangis layaknya dia yang paling tersakiti? padahal itu murni kesalahan sendiri. jika suka ungkapkan! di undur undur keduluan orang lain menangis! dan ingat cinta tidak bisa dipaksakan. setidaknya di telah mengurangi beban pikirannya kan!" Zaky ikut membentak.


"dengar kau... tidak pantas mengatakan itu pada resa ingat itu!" nata tak mau kalah.


"ini bukan untuk resa saja..." kalimat Zaky terpotong oleh kedatangan tiga orang yang usianya hampir selaras. yaitu topan, Sarah, dan Raina.


"ada apa dengan kalian!" bentak topan yang sedari tadi telah berdiri di ambang pintu dan memanggil manggil nata dan Zaky yang bertengkar.


sunyi. tidak ada yang berani mengeluarkan kata kata. empat orang yang di tatap secara bergantian hanya bisa menunduk tanpa ekspresi.


"siapa gadis yang menangis itu?" tanya topan lagi. ia mulai berjalan mendekati tiga pemuda itu.

__ADS_1


"pa... tanyanya pelan pelan" bisik sarah.


topan mengangguk mengerti apa maksud istrinya. kini dia membentak bukan hanya kepada anak anak mereka tapi juga dengan calon menantunya.


"maaf om... semua jadi kacau, hanya terdapat sedikit kesalah pahaman. Kita bisa membereskannya sendiri." tegas nata.


mereka semua pun kembali ke acara dan akan melanjutkan acara selanjutnya yaitu makan makan. lagipula jam sudah hampir menunjuk tengah malam.


para tamu di persilahkan untuk menyantap hidangan penutup sambil mendengar pidato dari topan sebagian ucapan terima bagi yang berkenan datang. sementara Zaky dan nata masih saling menatap sinis. mereka memang seperti anak kecil. hal itu juga yang Kadang menambah beban pikiran topan dan Sarah. beda dengan sabrina, dia selalu dapat melerai kakak dan keponakannya. tapi sayang dia sudah tenang di alam yang berbeda.


acara telah usai. para tamu undangan membubarkan diri tepat di saat jam menunjuk pukul 00.00. khusus keluarga atau tamu spesial keluarga Hartanto di jamu untuk bermalam di hotel. begitu pun Karin. dia kebagian kamar bernomer 204 berdampingan dengan kamar resa dan ibunya.


setelah kejadian tadi resa terlihat murung dan kurang senyum. sesekali Karin memergoki resa tengah menelpon seseorang tapi sayang dari ekspresi yang di tunjukkan, orang yang di telpon menolak panggilan. saking frustasi nya resa memilih duduk di depan pintu kamarnya. untung saja saat itu dia sudah mengganti pakaian dengan pakaian rumahan biasa jika tidak Pasti banyak pelayan hotel atau pengunjung lain menatap nya iba kerena mengira dia adalah pengantin yang di tinggal pasang nya.


"resa..." panggil karin. tangannya memegang bahu resa lembut.


"Karin..." jawab resa berusaha menyembunyikan air matanya.


"maafkan Zaky ya... dia berani membentak mu hanya karena masalah sepele. oh ya tentang Tania. sudah jangan kau pikir aku tau, cinta tidak bisa di paksakan dan tidak bisa di tebak kan. pada siapa dia akan berlabuh itu kehendak tuhan. aku berjanji akan membantu mu untuk menyelesaikan kan ini semua. kau akan tetap bersahabat dengan Tania. tidak ada yang akan berubah aku janji" bujuk Karin agar resa kembali tenang. bujukannya bukan hanya sekedar omong kosong. Karin berhasil mendapatkan nomer telpon Tania dari zaky saat ada kesempatan di akhir acara tadi. untung saat itu Zaky tidak berfikir hal negatif tenang Karin karena tidak mungkin Karin akan menjambak rambut Tania hanya kerena masalah hati.


"makasih Karin... kamu juga sahabat ku. kau selalu ada untuk ku walau kita baru saja kenal." ucap resa. ia mengajak Karin untuk masuk kedalam kamarnya agar dia lebih tenang.


baru beberapa menit Karin dan resa bertukar cerita, pintu kamar diketuk.


Karin turun dari ranjang lalu membuka pintu. ternyata itu bukan orang asing melainkan kan ibunda resa sendiri.


"resa ada didalam" tanya Raina.


"ada Tante..." jawab Karin sopan. dia mempersilakan Raina masuk.


Raina masuk lalu memeluk putrinya. dia Melihat dengan mata kepala nya sendiri tadi anaknya di bentak oleh Calok kakak iparnya sendiri. padahal masih calon sudah berani membentak apa lagi dia lelaki sungguh tidak tau malu. pikir Raina.


"kamu tidak apa apa sayang" tanya Raina mengelus rambut resa.


"resa baik baik aja kok ma... maaf ini resa ya ma buat acara tadi sedikit berantakan" sesal resa.


"gak apa apa kok yang penting para tamu tidak mengetahui kegaduhan tadi" ucap Raina melepas pelukannya.


Karin yang masih berdiri di dekat pintu merasa bersalah. mengingat yang membentak resa tadi adalah zaky kekasihnya sendiri. pasti hati ibu resa sangat sakit mendengar bentakan dari Zaky yang di layangkan ke putrinya. tak mau pusing dan melihat adegan yang tak bisa dia rasakan kembali membuat Karin bergegas menuju kamarnya sendiri.


.


.


selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2