Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
melepas rindu


__ADS_3

Ada hal aneh yang baru Zaky sadari tiga hari belakangan ini. dari sifat dan kelakuan nata, sampai hal hal yang kini jarang nata lakukan kembali di lakukan oleh laki laki itu. dan Zaky juga sadar, nata berubah setelah pertemuannya dengan Karin beberapa hari lalu.


Nata telah resmi Pulih dan kini laki laki itu kembali aktif di markas. bahkan tanpa sepengetahuan topan maupun Zaky, nata sudah aktif membuat barang barang baru dengan fungsi yang berbeda beda di laboratorium pribadinya. ada lagi yang Zaky dan topan tidak tau, yaitu nata membentuk dua kubu di dalam black dragon.


Kubu pertama adalah kubu milik Zaky yang di mana anggota Kubu itu tidak mengetahui rencana nata sedikit pun. sedangkan kubu ke dua adalah kubu yang di pimpin oleh nata sendiri. kubu ini terdiri atas orang orang kuat dan orang orang yang kepandaiannya di atas standar. kubu ini adalah kubu rahasia milik nata yang akan dia bawa di tempat yang sekarang ini tengah di selidiki oleh karin.


"Nat... ada laporan dari para malfionso yang kita kirim untuk mengintai pergerakan kakak Lo." ucap Zaky datar.


"apa hasilnya?" tanya nata tanpa menghentikan latihan menembak nya.


"belum ada pergerakan dari Andreas atau pun John, mereka sama sama kosong" jawab Zaky dengan wajah serius.


nata mengangguk angguk lalu dirinya membatin dalam hati "kosong kayak otak Lo"


nata tersenyum tanpa sepengetahuan Zaky yang telah berlalu dari dirinya. jujur saja dia bingung kenapa kebenciannya timbul terhadap sepupunya sendiri dan om-nya sendiri. nata saja tidak tau apa yang terjadi pada dirinya. nata hanya mau dan ingin resa kembali bersama Raina begitupun janin dalam perut istrinya.


"aku datang sayang..." bisik nata dan dorr satu tembakan telat sasaran dari nata.


kesibukan kembali terjadi di markas white crocodile. charla tak henti hentinya berlarian kesana kemari hanya untuk memberi instruksi untuk para bawahannya. dan lah itu di lihat langsung oleh karsa yang seharunya bertugas di luar markas.


laki laki itu masih sibuk menyiapkan beberapa hal yang akan dia bawa ketempat yang akan di tuju oleh queennya. sebenarnya itu hanya alasannya saja. karena tidak bermaksud lancang kepada queennya. tapi dia hanya kasihan kepada Karin yang akhirnya akhir ini harus berkerja sendiri.


suara langkah sepatu berhasil memalingkan kan pandangan orang orang yang tadinya sibuk dengan berbagai persiapan. tapi itu bukan masalah bagi charla. masih sibuk mengawasi CCTV uang masih aktif di beberapa sudut yang mana memang telah di pasangan secara langsung oleh anak buah charla.


semua nya bernafas lega, akhirnya yang di tunggu datang dan memiliki waktu untuk markasnya. tapi bernafas lega itu tidak berarti apapun bagi karsa. laki laki itu sudah di kuasai kebencian yang luar biasa.


"hai Cha" ucap verel berjalan mendekati charla.


"queen sedang sibuk, apa kau tak Melihat itu?" ketus karsa.


mendengar itu keluar dari mulut karsa, sontak semua orang menoleh ke arah laki laki itu. begitupun dengan charla yang terkejut dengan tindakan karsa.


"Lo kenapa? santai aja bro" verel menepuk pelan bahu karsa lalu melalui laki laki itu dengan langkah santai.


"****!" decih karsa yang masih di dengar verel.


"sejak kapan Lo seberani ini?"


"sejak gue tau Lo beban di sini!" karsa mulai naik pitam. rahang nya mengeras kuat dengan gurat merah yang memenuhi urat wajahnya.


kini charla benar bener tidak dapat fokus dengan apa yang dia kerjakan. untuk pertama kalinya ada kegaduhan antar individu di dalan white crocodile. jujur charla tak pernah menghadapi ini selama ia memimpin white crocodile.


charla masih diam, melihat apa yang akan di lakukan kedua orang itu selanjutnya.


"maksud nya?"


"sifat, kedisiplinan, bahkan otak mu gak pantes buat jadi wakil leader di sini" ucap karsa datar.


sontak semua mata melotot kearah karsa dan verel lalu pindah menatap ekspresi datar milik queen mereka.


"KURANG AJAR!.." bentak verel. dengan tenaga yang masih belum berkurang sedikit pun, verel dena. mudah menjatuhkan tubuh karsa yang sebenarnya lebih kekar di banding dengan dirinya.


dalam keadaan tersungkur, karsa masih dapat tersenyum. membayangkan betapa sombongnya laki laki di hadapannya itu.


"berapa tahun itu otot cuma di latih tapi gak pernah berguna! pengen di lihat Maco doang kan lo? lemah" desis karsa.


charla masih diam di tempat, dirinya sudah di asikkan dengan perseteruan dua orang di depannya. tapi hal itu tidak berlangsung lama. charla di buat sadar dengan keadaan. tidak ada waktu untuk membuang hal penting untuk saat ini.


dorrr


satu bunyi nyaring itu berhasil membuat keduanya dia dan menunduk. mereka tidak sadar bahwa kelakuan mereka sudah di.luar batas.


"karsa kembali ke tugas mu dan kau verel ikut aku!" perintah charla tegas.


sebelum bener bener berpisah, verel dan karsa sempat melempar tatapan tajam pada satu sama lain. walau verel merasa bingung tadi ia ikut tidak suka dengan karsa yang mulai kurang ajar padanya.

__ADS_1


malam semakin larut. cahaya rembulan begitupun bintang teka terlihat di atas sana. seperti mereka enggan memperlihatkan diri untuk saat itu. mungkin mereka tau apa yang akan terjadi.


seperti rencana awal nata dan Karin akan bertemu di perbatasan kota. mereka secara diam diam pergi berdua membawa pasukan yang lumayan besar untuk menyergap dan menghukum penculik resa. bagi nata tidak ada ampun untuk siapapun yang berani mengusik kehidupan rumah tangganya.


sebuah mobil hitam dan sebuah truk berhenti tepat di bawah gedung tua dan gelap. mereka memilih jalan sepi seperti ini untuk menjaga jaga kalau sampai ada razia polisi. apalagi truk itu pasti berisi banyak orang.


Karin yang saat itu baru Sampai tempat yang di janjikan langsung menghampiri nata dalam mobil. Mereke niat menyusun rencana secara matang untuk persiapan kedepannya.


usai rundingan selama lima belas menit, mereka sampai pada titik terang. di mana Karin akan berjalan terlebih dahulu bersama anak buahnya. sedangkan Nata menyusul.


pergerakan akan di mulai. Karin telah mengambil posisi. di bantu oleh deon yang senantiasa ada di sisinya. sementara verel ikut bergerak pada kelompok James yang tetep di pimpin oleh james sendiri.


"queen hanya ada dua orang wanita di dalam rumah itu" bisik deon yang membuat Karin melototkan matanya.


"apa kau sungguh sungguh?" tanya Karin memastikan.


"aku sudah memasang CCTV di berbagai disudut rumah dan lihat lah tidak ada siapapun kecuali mereka" lapor Deon.


Karin di buat gemetar dengan laporan yang di berikan Deon. dia hanya dapat menatap sendu jendela kaca hitam yang berada tak jauh dari mereka.


karin mulai menelpon nata tapi sayang nomer telpon laki laki itu tidak aktif. karin mulai gelisah, bagaiman tidak dari rencana yang ada nantinya nata akan langsung menembak rumah itu berdasarkan instruksi dari Deon.


"sial!" decih Karin. Karin langsung bergerak keluar dari mobil dan langsung di cegat oleh deon.


"jangan queen lebih baik perintahkan orang lain untuk menghubungi tuan nata" saran Deon.


Karin mengangguk paham apa yang Deon ingin kan. tapi kari. kembali di buat bingung siapa yang akan dia perintahkan di situasi seperti ini.


"James of karsa?" tanya nya pada Deon.


"James saja queen kerena di kelompok James ada dua pemimpin" Karin mengangguk.


Karin mengangguk setuju. ia langsung menghubungi James yang mengutusnya untuk mendekat ke arah nata dan memberitahu yang sebenarnya. setelah itu keadaan kembali senyap.


setelah ada beberapa menit sunyi, suara ketukan pada kaca mobil karin membuat kari. dan deon menoleh ke asal suara. Karin membuka kaca mobilnya lalu mendapati nata bersama salah satu anak buahnya berdiri di sana.


"Nat... tidak ada orang lain di rumah itu kecuali seorang ibu dan anak perempuannya" ucap karin tegas menggambarkan doa tidak bercanda dengan ucapannya.


nata menatap Deon yang masih sibuk menatap layar laptop nya. Karin yang menyadari itu langsung menyenggol Pelan lengan Deon.


merasa ada yang menyenggolnya Deon segera menaikkan pandanganya ke arah nata langsung. lalu ia segera mengangguk.


"lalu kita harus apa?" tanya nata kemudian.


"bergerak sendiri" ucap Karin mantap. "sembunyikan senjata kita, aku hanya takut mereka berdua memiliki persiapan" lanjut Karin.


nata mengangguk setuju. lalu Karin keluar dari mobil sementara Deon dan anak buah nata yang nata bawa diam di mobil mereka akan memberi instruksi untuk nata dan Karin melalu sebuah earphone yang telah di hubungkan.


Karin dan Nata berjalan selayaknya orang yang hendak bertamu. dengan langkah ringan keduanya sama sama berbincang hal hal sederhana walau itu hanya pura pura.


tok...tok...tok...


"permisi?" itu suara Karin.


tok...tok...tok...


"permisi" masih suara Karin.


tak berselang lama pintu di buka. menampilkan seorang wanita muda dengan rambut hitam terurai.


saat itu juga Karin merasakan hawa panas di tepat di sampingnya. sedikit dia melirik nata yang ternyata kini tengah menahan amarah.


"mbak ibunya ada?" tanya Karin.


perempuan itu masih nampak memperhatikan Karin dan nata secara bergantian. lalu masuk tanpa mengatakan apapun.

__ADS_1


"eh" pekik nata sedikit keras.


"sabar Nat..." lirih Karin.


mereka berdua masih berdiri di sana untuk menunggu perempuan itu kembali menghampiri mereka. dan benar yang di tunggu akhirnya datang. pintu itu kembali terbuka dengan menampilkan seorang wanita paruh baya. dia nampak teduh menatap nata begitu pun Karin.


"masuk" ucapnya singkat.


Nata dan Karin sama sama masuk walau masih bingung. mereka berdua di persilahkan untuk duduk. Nata begitu pun Karin menurut saja. takut nya nanti mereka malah di usir karena tidak sopan.


baik Nata maupun Karin sama sama di kejutkan dengan kehadiran perempuan yang pertama kali menyambut mereka tadi. dia tidak sendiri. dia bersama resa dan Raina. mereka bertiga sama sama bergandengan.


melihat itu nata langsung berlari ke arah resa. dia memeluk sang istri erat dengan segudang rindu yang dia tumpahkan dengan cara menangis.


melihat itu Karin dapat merasakan ketulusan dan rasa khawatir yang begitu dalam. tapi ini suatu hal yang aneh baginya. bagaiman bisa tubuh resa lebih berisi dari pada di terakhir kali mereka bertemu. seharusnya resa dan Raina sama sama kurus karena mendapat tekanan dari kedua wanita itu.


kebingungan Karin masih belum berakhir, dia mendapati dua orang wanita itu ikut menangis haru melihat nata dan resa. mereka bahkan tak segan untuk tersenyum.


"maksudnya apa?" tanya Karin tiba tiba.


mendengar itu nata menghentikan aksinya yang masih asik berpelukan. dia juga butuh penjelasan dari resa begitu pun Raina.


"maaf kan mama nata dan maafkan Tante Karin" ucap Raina lalu duduk di samping wanita paruh baya yang seumuran dengannya. di susul resa yang ikut duduk di dekat perempuan itu di susuk nata yang duduk di samping resa.


"kamu saja Ros yang jelaskan" ucap Raina lagi.


"maaf kan tante sebelumnya, Tante ini mertuanya resa dulu, setelah dia menikah dengan Anak Tante, Arvin. tante melakukan ini karena Tante rindu dengan resa. jadi Tante rencana kan ini dengan Raina yang seakan akan resa di culik. tapi tenang di sini resa sehat kok kamu jangan khawatir" ucap Rosa sambil mengelus lengan nata dari sebrang.


"jadi mama ikut ikutan?" tanya nata memastikan.


"maaf kan mama ya... mama hanya mau kamu fokus lagi sama resa bukan sama pekerjaan kamu dan mama mau memastikan kalau kamu benar benar menyayangi resa" ucap Raina lagi.


"astaga mama" nata menepuk jidatnya.


"astaga... Tante tau nata sampai masuk rumah sakit karena mikirin resa" celetuk Karin.


"hah? beneran sayang?" tanya resa khawatir.


"enggk pa pa kan sekarang ada kamu" ucap nata manja.


"doa masuk rumah sakit karena -" ucapan Karin di potong oleh tatapan tajam nata. Karin tau pasti nata tak mau ribut dengan resa Karena kelakuannya yang seperti anak kecil.


"karena apa Rin?" tanya resa lagi.


"Karena mikirin kamu terlalu berlebihan" ucap Karin cepat.


semua tertawa.


Raina begitupun Rosa tidak mempertanyakan dari mana nata mengerti tempat ini. kerena mereka berdua sama sama tau jika nata adalah petinggi salah satu grup mafia. tapi tidak dengan Karin. tidak ada yang tau siapa karin sebenarnya kecuali nata dan topan.


mereka masih sempat-sempatnya berbincang bincang ringan sebelum pamit untuk kembali pulang. setelah mendapat izin, nata membawa mama resa dan resa ikut bersama nya. dia juga menyuruh untuk anak buahnya kembali ke markas tanpa ada dia.


Tak lupa nata memberi tahu anak buahnya untuk tutup mulut rapat tentang kerja sama antar dirinya dan juga Karin. dia juga meminta untuk anak buahnya merahasiakan mereka dari mana.


sementara Karin kembali kerumah papa nya untuk bermalam disana. untuk kembali kerumah Zaky baginya itu sangat beresiko.


.


.


selanjutnya...


**Dahkan gak penasaran lagi...


maaf baru up man teman🙏

__ADS_1


terimakasih sudah mau setia♥️


kalau banyak yang typo maklum saja ya... hehe😁**


__ADS_2