
usai makan karin memulai pembicaraan terlebih dahulu. suara terdengar serius bercampur rasa khawatirnya yang dia buat buat. tapi Zaky tidak dapat mengidentifikasi itu. dari ada seseorang yang menelpon nya sampai laporan hilangnya uang perusahaan Karin ceritakan nya pada Zaky. tak lupa Karin menjelaskan detail suara desisan yang di keluarkan si penelpon.
mendengar semua cerita Karin kekasihnya, Zaky menjadi kalang kabut. ia takut suara Perempuan yang di maksud Karin adalah suara charla. jika benar berarti nyawa Karin dan keluarga nya sedang terancam. tapi Zaky tak jauh berbeda dari Karin. ia pintar menyembunyikan perasaan yang membuatnya wajahnya memucat.
"by kamu masih ada nomernya?" tanya Zaky.
"masih" Karin mengambil benda pipih dari dalam tasnya. lalu ia menekan nekan sesuatu dan munculah nomer itu.
dengan antusias Zaky menulis kembali nomer itu ke ponselnya. sejenak dia terdiam, memperhatikan dengan fokus nomer nomer itu. nampaknya Zaky pernah melihat nomer itu. apa lagi dengan tiga angka terakhir nya. seketika dia melotot kaget setelah mengingat nomer siapa itu. ya pemiliknya bukan dari orang sembarang. seperti yang di katakan Deon nomer ini milik organisasi Hitam yang bergerak di bidang jasa pembunuhan. black killer, organisasi itu sangat terkenal di kalangan organisasi rahasia lainya.
"by... aku akan mengantar kamu pulang" ucap Zaky tiba tiba.
"Loh kenapa ini belum ada jam satu siang?" Karin heran dengan perubahan sifat zaky.
"aku ada meeting mendadak" Zaky menyeret halus Karin agar mengikuti langkahnya.
Zaky memang tidak satu kendaraan dengan Karin tetapi matanya tak pernah teralihkan dari mobil Karin yang dia ikuti dari belakang. jangankan menoleh berkedip saja tidak ia lakukan hanya demi memastikan Karin baik baik saja.
sementara Karin masih dalam keadaan kebingungan. dia berusaha untuk tidak bertanya apa apa pada Zaky walau beribu pertanyaan sedang meminta pertanggung jawaban. sebenarnya dia sendiri bingung mengapa zaky sampai mengantarnya ke depan gerbang lalu pergi tanpa mengucapkan apa apa. dari kejauhan nampak mobil Zaky bergerak sangat cepat tanpa mempedulikan keadaan jalan raya saat itu.
"dia kenapa?" tanya karin, dia masih duduk manis di dalam mobil yang berhenti di depan gerbang rumahnya.
Karin diam sampai suara satpam mengagetkan nya.
"nona... maaf saya tidak tau nona sedang menunggu" sesal satpam itu.
"tidak pak... saya akan keluar lagi" jawab Karin, ia mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil untuk menjawab satpam itu. dengan kecepatan penuh Karin menuju markasnya. mengingat perkataan Deon bahwa ada seseorang yang akan datang.
jubah serba hitam, topi dan topeng hitam serta tali merah di pergelangan tangan telah melekat di tubuh Karin. langkahnya berwibawa saat menuruni mobil dan masuk kedalam pekarangan markasnya. dia menemukan dua mobil sedan hitam terparkir di halaman markasnya. mobil penuh goresan dan kaca mobil bagian belakang pecah. logo dua kapak saling beradu berada tepat di bagian belakang mobil itu.
"milik siapa ini?" tanya charla. tanpa ragu ia memasuki markasnya.
sorakan gemuruh dan denting kaca saling beradu dari dalam bangunan besar dan gelap. ini lah bentukan markas Charla sekarang. suara suara serak dan Tawa yang menggambarkan kematian ada di dalam markasnya. tapi hal itu tidak dapat menciutkan nyali gadis ini. dengan gagah membawa pistol berwarna hitam. dengan logo KS di bagian pegangan.
"siapa kalian!" bentak charla ketika matanya dipertemukan dengan beberapa orang yang asing baginya.
"kau yang siapa?" jawab salah satu pria itu. dia terpengaruh banyak minuman beralkohol dan membuatnya hilang kesadaran.
tak terima dengan pertanyaan yang di layangkan pria itu, charla melangkah maju. hentakan demi hentakan keluar dari sepatu boots panjang dan hitam milik charla. sementara anak buah charla hanya diam. mereka tau apa yang membuat queennya mengeluarkan kan jargon andalan nya ketika marah.
plaaakkk...
satu tamparan keras dan penging menghantam pipi pria mabuk itu. tangan charla yang terbiasa menghantam benda keras itu tak dapat merasakan apa apa padahal pria yang dia tampar sampai mengeluarkan darah dari di bagian telinganya.
sorot mata orang orang yang berada di sana tidak dapat di kedip kan. terkecuali bos dari pria mabuk itu. tapi bukannya marah lelaki bertubuh besar tinggi itu malah tertawa lepas.
__ADS_1
"nona ternyata kau lebih mematikan" ucap pria itu.
"siapa kau?!"
"mereka lah pemilik nomer yang semalam menelpon anda" jawab Deon.
"oh... rupanya anda salah sasaran" ucap charla.
"kami hanya menjalankan pekerjaan kami Nona, tak di sangka target kita bukan orang biasa" jawab lelaki bertubuh bom itu.
"siapa yang membayarmu?"
"seorang perempuan, dia cantik seperti nona" jawab pria itu. dia lancang berani mendekatkan tubuhnya pada charla lalu mengelus lembut rambut gadis itu dan menyikapinya ke belakang. angin hangat berhembus melewati telinga charla tanpa anting anting.
dengan gerakan cepat charla mundur seraya menarik tangan pria itu dan memelintirnya sampai pria kurang ajar itu mengaduh. bersamaan dengan itu charla menyodorkan pistolnya ke arah kelapa pria itu. di susul tiga pria lain yang tak di kenal charla ikut mengangkat senjata mereka dan mengarahkannya pada Charla.
"kau sangat agresif" ucap pria besar itu dengan senyum lebar sampai nampak gigi mas nya. ia juga memberi isyarat pada anak buahnya untuk menurunkan senapan yang mereka bawa.
"hentikan omong kosong mu dan tunjukan siapa perempuan yang membayarmu" ucap charla masih belum melepas pelintiran nya.
"oke jika itu mau mu nona"
Karin melepas pelintiran nya. setelah itu pria di depanya mengeluarkan ponsel dan menunjukan foto seorang wanita di dalamnya. charla yang melihat foto wanita itu menjadi geram. tapi dia punya cara tersendiri untuk menghukum si pelaku.
"hah kau sangat pandai nona," ucap pria itu membalikan badan, berjalan mendekati pintu. "seret dia!" perintah nya bermaksud agar tiga anak buahnya membawa salah satu temanya yang terkapar karena ulah charla.
beberapa beberapa menit tenang, charla kembali di ganggu oleh dering ponsel nya. kali ini panggilan berasal dari nomer charla sendiri sebagai charal bukan sebagai Karin. panggilan tersebut tak terdaftar di kontaknya tetapi nomer ini pernah menghubungi nya begitupun sebaliknya.
"Jack! mau apa lagi dia?" tanya charla. ingat betul nomer itu milik Jack. charla mengangkat penggilan itu.
"dasar pengecut, sejatinya pengecut tetaplah pengecut" gerutu jack dari sebrang tanpa alasan.
"orang gila!" bentak charla.
"siapa yang gila?aku tau kau? beraninya menyerang orang lain sebagai titik kelemahan." ucap Jack lagi.
charla yang mendengar sedikit bingung. selama ini dia di sibukan dengan jati dirinya sebagi karin, malah sekarang dia di kerjai oleh karyawan sendiri. dan sekarang apa? orang gila yang datang dari planet lain menuduhnya?
"gila kau" charla memutus telepon itu.
tak ada tanggapan apa apa dari charla. kalau pun itu perbuatan anak buahnya pasti tidak mungkin. mereka selalu patuh pada charla. mereka tidak akan menyerang tanpa adanya aba aba.
sementara di markas black dragon, Jack masih di kesalkan dengan tindakan charla. wanita itu barani mengusik hidup kekasihnya hanya demi dendam yang tidak ada sangkut pautnya dengan Karin. tapi seketika ia ingat sesuatu. suara charla dan Karin hampir mirip saat charla berbicara dengan nada yang terlalu tidak terlalu tegas.
"ah bagaimana bisa?" tanya Jack. "hanya mirip" sambungnya.
__ADS_1
tak lama setelah itu pintu ruanganya pribadi di buka seseorang. kepala seseorang muncul di balik pintu itu.
"sudah ku duga kau berada di sini" ucap nata memasuki ruangan pribadinya juga.
"ngapain Lo ke sini, bukanya Lo nanti malem mau tunangan ya? dah sana siap siap jangan ganggu gue" usir Jack.
"ya Lo harus ada di rumah. walau Karin masih ada masalah dia tetep dateng kok" ucapnya lagi.
"tau dari mana Lo?"
"resa"
"terserah, gue dateng kalau ada mood" jawab Jack. ia pergi meninggalkan nata sendiri di tempat tidur ruangan itu.
"gila Lo di jemput malah ninggalin" teriak nata. ia segera menyusul Zaky.
waktu yang di tunggu akhirnya datang. momen sakral sebelum melakukan pernikahan akan terjadi malam ini. di antara gemerlap malam yang indah. seluruh tamu undangan dari rekan kerja, sahabat, Sampai sodara sodara berkumpul di sebuah hotel yang telah di boking keluarga Hartanto.
malam ini akan menjadi momen sakral antara resa dan nata sebelum menjadi sepasang suami istri. senyum senyum Manis dan ramah menghiasi gedung itu.
acara sudah hampir di mulai. MC sudah menaiki panggung untuk melakukan pembukaan acara. semua bergandengan dengan pasangan masing masing. sementara yang jomblo hanya diam termenung meratapi nasib di pojok ruangan.
malam ini karin terlihat mencolok dari yang lain. gaun warna mocca di hiasi kelap kelip manik manik kaca yang nampak seperti berlian. Karin berjalan anggun menghampiri seorang lelaki yang berdiri gagah di depan panggung.
"sayang.." panggilannya seraya memegang pundak lelaki itu.
Zaky tertegun lalu membalikan badan. entah dari mana masih ada putri raja di zaman sekarang. sungguh sangat menawan. polesan make up yang lebih berani dan rambut panjang kuncir kuda membuatnya pangling siapa wanita di depanya.
"darling... Wow siapa yang akan tunangan malam ini? resa nata atau kita?" tanya Zaky kagum.
"makasih sayang..." jawab karin mengecup pipi Zaky. ia tak perlu takut warna lipstik nya akan menempel di pipi Zaky Karena lipstik nya model lipstik kering walau terlihat lembab. ia juga tak payah untuk jinjit agar sampai di pipi kekasihnya itu. sepatu high heels nya lebih tinggi dari yang biasa di kenakan.
saking asiknya candaan mereka, mereka tak sadar jika acara susah di mulai. nata mulai menaiki panggung dengan menggandeng seorang wanita yang berpakaian cantik dan anggun. polesan make up nya natural tetapi berhasil membuat mata kagum pada wanita itu.
resa adinda. dia berhasil memenangkan hati nata sepenuhnya. bahkan sekarang cincin cantik akan segera menghiasi jari manisnya yang lentik.
dengan bergemetar nata memasangkan cincin itu ke tangan resa setelah mendapat aba aba dari MC. ia grogi, dia takut melakukan kesalahan dan mempermalukan resa sebagi calon istri nya. dan berhasil. cincin berlian itu telah singgah ke singgasananya yang baru. jari lentik milik resa sangat cantik jika di pasang cincin yang harganya sangat fantastis itu.
setelah cincin itu terpaut di jari manis resa kini giliran cincin yang sama melekat pada jari nata. resa tak terlalu bergemetar kerena dia sudah pernah melakukan hal sama. hanya beda orang dan suasana saja. tapi kebahagiaan yang dia dapat sama atau mungkin lebih besar sekarang? entahlah yang penting bahagia.
.
.
selanjutnya...
__ADS_1