Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
di balik hari penuh misteri


__ADS_3

hari hari berlalu sangat indah sampai tak sadar akan datangnya sebuah hari yang sering di istimewa kan oleh kebanyakan orang. di mana kisah hidup mereka mulai berjalan menghiasi berlembar lembar kertas putih yang nantinya akan penuh dengan tinta hitam. semua insan manusia akan menuai tabungan mereka selama di dunia saat nanti mereka berada di keabadi.


gadis itu berjalan menyusuri trotoar sambil menjinjing sebuah kantung plastik berisi makanan ringan sembari bersenandung kecil. tepat saat sebelum ia memasuki sebuah gerbang besar, dua orang berseragam putih menunduk lalu membukakan gerbang besar itu. senyum ramah mengembang di wajah cantik gadis itu sebagai ucapan terimakasih.


masuk kedalam rumah megah bak istana Sang raja, gadis itu duduk di sebuah ruangan yang terdapat layar hitam di depan sofa. ia mulai menekan tombol remote di sampingnya lalu layar hitam itu memunculkan sebuah cahaya di ikuti oleh manusia di dalamnya. sereal percintaan yang sering menjadi pengisi di hari santai seperti hari Minggu ini.


"non mau di buatkan apa?" tanya bi Ina.


"jus jambu merah bik" Jawab gadis itu yang tak lain adalah princess di istana itu. Karin.


Bi Ina mengangguk berlalu ke dalam dapur. beberapa saat kemudian beliau kembali ke rungan keluarga untuk mengantar permintaan Karin yang memang ia tawarkan.


"terimakasih bik" ucap Karin tersenyum.


bi Ina mengangguk pergi meninggalkan Karin yang masih asik dengan tontonan yang ia tonton di layar televisi. belum sampai bi Ina keluar dari ruang keluarga, ia berdiri sejenak. membalikan badan menatap Karin sendu dari kejauhan.


Karin yang sadar akan tatapan bi Ina pun bertanya.


"bi kenapa?" tanya Karin.


"eh tidak non" jawab bi Ina.


Karin melihat jelas ada rasa kaget saat dirinya bertanya. tapi dia biarkan lah Bi Ina bersifat seperti itu memang agak aneh tetapi ya sudah lah pikir Karin.


kembali lagi Karin menonton sinetron yang sejak tadi menemani setiap tawa, sedih, bahkan geregetnya si Karin. tak berselang lama, ponsel karin berdering. nomer tak di kenal. siapa lagi yang mau kerjainya kali ini? entah lah nanti juga tau.


"siang, dengan siapa?" tanya Karin berusaha ramah.


"jalan merdeka, pelataran luar penuh bunga. banyak insan berkumpul menanti kedatangan seorang bayi perempuan yang lahir dua puluh dua tahun yang lalu. terimakasih" jawab seorang lelaki dari sebrang. panggilan terputus sebelum Karin menjawab sebuah teka teki yang di ucapkan si penelpon.


"aneh..." ucap Karin sambil menatap layar ponselnya yang sudah hitam.


tak berselang lama bi Ina, Bu Tuti, dan para pekerja di rumahnya membawa sebuah tas hitam. setiap orang Mambawa tas hitam dengan berbagai ukuran. Karin yang melihat kejadian aneh itu pun bertanya dengan ragu.


"Bi Ina mau kemana?" tanya Karin.


bi Ina tidak menyahut sama sekali pandanganya kosong ke depan mengikuti teman temannya yang sudah berjalan dahulu.


"ini kenapa sih, di tanya gak nyaut. ada orang telpon gak jelas lagi. hari Minggu bikin orang pusing aja deh" gerutu Karin.


gadis itu kembali menyalakan ponselnya. ia iseng membuka status yang di pajang oleh teman teman dekat nya tak terkecuali kekasihnya sendiri. Zaky.


-jalan merdeka, pelataran penuh bunga. sedang menanti kedatangan seorang bayi perempuan yang lahir dua puluh dua tahun yang lalu. menanti- . semua kata kata dari status yang di pajang di sebuah aplikasi pesan itu sama. tidak ada yang berubah dari tanda koma, titik dan lain sebagainya.


"cih... ini kenapa sih kok aku jadi bingung, Zaky juga ngapain ikut ikutan" gerutu Karin.

__ADS_1


usai meracau mengutuki semua orang yang membuat status yang sama mata Karin di belalakan dengan status terbaru milik papanya. dengan kata kata yang sama. bedanya di tambah dengan kalimat 'aku sudah datang untuk menunggu nya' di akhir kalimat.


tanpa pikir panjang Karin berlari menuju kamarnya, ia mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih baik di gunakan untuk keluar rumah tanpa berdandan. tak lupa pintu rumah dia kunci. Karin mengambil kecepatan tinggi menuju jalan merdeka yang sering di sebut dalam satu hari ini. sedikit emosi Karin menatap jam tangannya. terdapat tanggal, bulan juga tahun yang di tulis dengan Angka singkat dalam arlojinya.


17-3-19. 10.45


"apa black dragon menyerang orang orang yang gue sayang?" tanya Karin mulai gusar.


"jangan kau salah langkah lagi Jack, jika tidak akhirnya akan fatal" ucap Karin dalam hati yang sudah yakin jika ini semua ada sangkut pautnya dengan musuh bebuyutan nya.


di jalan merdeka Karin mulai menurunkan kecepatan nya. ia mencari lokasi yang di maksud 'pelataran luar penuh bunga'.


'taman' itu yang langsung tertancap di pikiran Karin. ia berhasil mengingat ngingat jika di jalan merdeka ini terdapat taman bunga yang sangat indah.


'taman ladyrose'. sebuah taman yang terkenal karena keindahan Bunga dan labirin rumput di bagian belakang tamannya. entah sejak kapan taman ini di tutupi kain putih seluruhnya. bahkan ada dua orang bertopeng hitam yang menjaga pintu utama taman.


"ini kenapa pakek ada kain putihnya sih? di jaga lagi, siapa yang punya acara Sampek se-privasi ini, kalau mau privasi kenapa gak di gedung aja?" pertanyaan mulai muncul di benak Karin. ia berfikir terlalu dangkal karena sudah tersulut emosi sejak menerima telepon tadi.


"maaf pak apa saya di perkenankan untuk masuk?" tanya Karin berusaha tersenyum pada dua pria bertubuh kekar yang menjaga taman tersebut.


dua pria itu bersamaan memperhatikan Karin dari ujung kaki hingga kepala. dengan bersamaan mereka menjawab dengan tegas.


"silahkan anda masuk dari pintu belakang, para tamu sudah menunggu pelayanan anda" jawab dia pria itu membuat Karin tersulut emosi.


huft... Karin menghembuskan nafasnya kasar.


Karin pergi meninggalkan dua pria menjengkelkan tersebut. di balik topeng dua pria itu tersenyum menang. mereka berhasil mengerjai orang penting dalam hidup mereka. di pastikan oleh kedua pria itu Karin pasti sangat jengkel.


Karin berdiri di sebuah pintu yang arahnya tak menentu. ya inilah pintu labirin yang terkenal rumit walau pendek. dengan cara yang biasa di gunakan. Karin menempelkan telapak tangannya pada dinding labirin sambil mendekatkan telinganya dengan dinding labirin juga. memang terbuat dari tanaman pagar, tetapi hal itu akan lebih mempermudah Karin menemukan jalan keluar nya.


"tunggu... mereka menyebutku sebagai pelayan, tapi kok pelayan malah di persulit untuk masuk. seharusnya kan di permudah" pikir Karin di tengah tengah jalan.


"ah sudahlah aku sudah masuk terlalu dalam untuk keluar" pikir Karin tak pantang menyerah. ia kembali melakukan hal yang sama.


matanya berbinar saat melihat pintu keluar dari labirin itu. namun sayang pintu itu di tutupi oleh kain putih. sisa baterai kesabarannya sudah menipis. Karin dengan sigap menyikap kain putih itu dan suatu kebahagian baginya.


orang orang terdekat Karin tengah berbaris mengitari meja bundar. di tengahnya terdapat kue bentuk bundar dengan lima tingkat yang berbeda warna jelas juga rasanya. titik hujan datang menerjang pipi putih Karin. tangis bahagia itu tak dapat terhindarkan.


berlari kecil penuh irama di setiap hentakannya, Karin memeluk seseorang yang menjadikan dirinya kuat dan tegar. seorang lelaki yang selama ini memberikan kasih sayang lebih walau di pisahkan dengan jarak. seorang ayah yang selalu menjadi idola anak gadisnya. menjadikan nya contoh abdi tipekal pasangan hidupnya kelak. Samson andara Santos. lelaki paruh baya dengan setelan jas hitam di padukan dengan warna dasi yang senada di bantu kesempurnaan kemeja putih yang membuatnya terlihat gagah tak Padang usia.


gadis itu menangis tersendu sendu di pelukan papanya.


"papa jahat, papa tega jebak Karin. Karin cepek pa dengan misteri hari ini. baru saja Karin beristirahat di hari Minggu, papa malah buat Karin Olah raga menyusuri labirin itu..." rengek Karin bernada lirih.


Samson yang mendengar keluhan putrinya pun tertawa. memang sedikit keterlaluan rencana surprise hari ini yang di rencanakan bersama Bima, juga Zaky. oh tunggu Zaky? jadi Samson sudah tau hubungan Karin dan Zaky? ya dia tau karena di beritahu oleh Bima. walau masih berat Bima menceritakan kebahagiaan Karin yang lengkap dengan bertambahnya usia.

__ADS_1


"sudah apa gak malu di lihat Sama Zaky?" tanya Samson.


"papa... papa tau kalau..."


"ya papa tau dari Bima"


Karin menatap Bima dengan senyum. jelas di mata Karin bahwa Bima hanya menginginkan kebahagiannya tanpa memperdulikan hatinya yang tergores dalam.


"makasih Bim" ucap Karin berpindah memeluk Bima.


"sama sama..." Jawab Bima.


tak jauh dari Bima Karin menangkap seorang lelaki berjas hitam berdasi biru tua dan berkemeja putih hampir mirip dengan penampilan Samson. lelaki itu tersenyum menatap kekasihnya yang memeluk erat sahabatnya. bukan masalah baginya. Karin adalah gadis yang mudah akrab dengan siapa saja.


"kamu nakal sayang, jahat buat aku kringetan" ucap Karin beralih pada Zaky.


"keringetan tapi tetep cantik" ucap Zaky mengusap titik air di dahi Karin.


Karin juga memeluk Zaky erat. rasa cinta nya pada lelaki di hadapannya kian bertambah. saat melepas pelukan nya Karin menangkap seorang lelaki yang berdiri beriringan dengan seorang perempuan yang baru ia kenal. ya siapa lagi jika bukan resa dan nata.


"kalian...?" Karin berjalan mendekat ke arah nata dan resa berdiri.


"dia kekasih ku sekarang" ucap nata yang tau akan kebingungan Karin.


"sejak?" tanya Karin.


resa tersenyum.


"keesokan harinya saya tak sengaja mendengar tuan Bima dan tuan nata bercakap cakap lewat telpon dan di situ saya tau kalau belalang yang tiba tiba muncul adalah perbuatan tuan nata dan tuan Bima. anda dan tuan Zaky juga ikut mendukung rencana tuan Bima dan nata bukan. dan saat itu juga saya mulai membuka hati untuk tuan nata. tuan Bima lah yang peran penting dalam hubungan kami" jelas resa panjang lebar.


"oh Bima... si jomblo yang sok jadi pak Jomblang" ledek Karin.


"Jodoh ku nanti datangnya hahah" jawab Bima tertawa lepas.


Karin tak hanya menangkap wajah wajah teman temannya saja, tetapi ia juga menangkap para art, bodyguard, juga para pekerja dirumahnya bahkan sampai ada anak buah Karin sebagai charla di sama. mereka mengenakan pakaian biasa tetapi tetap terkesan rapi. lalu bagaimana dengan para anggotanya white crocodile? mereka mengenakan kemeja rapi agar terlihat seperti teman bisnis papanya.


"selamat queen" ucap James sebagai perwakilan anggota white crocodile.


sontak semua mata mengarah pada James yang memanggil Karin dengan sebutan 'queen' Yang jelas mereka tau apa artinya.


"queen?" tanya Zaky curiga entah curiga itu datang dari mana.


"maksudnya pengganti queen tuan Samson" elak James. ia sendiri terkaget dengan respon yang di berikan banyak orang yang ternyata kesalahan ada padanya.


.

__ADS_1


.


selanjutnya nya...


__ADS_2