Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
keegoisan zaky


__ADS_3

Pagi itu tidak seperti biasa, dua kursi yang seharusnya di isi pasangan pasutri kini telah kosong. tepat kemarin Resa dan Nata telah pindah ke rumah barunya yang baru selesai di renovasi. bagi Sarah itu adalah pukulan yang mengharuskan dirinya menerima keputusan keduanya. tidak mungkin juga dua pasang pasutri tinggal di rumah yang sama.


Saat sarapan jadi sepi karena Zaky tak ada teman untuk perang. saling melempar sendok dengan Nata membuatnya merindukan adik sepupunya itu.


semua hidangan telah siap di meja makan sekitar sepuluh menit yang lalu. begitu pun sepasang suami istri yang tengah menunggu pasangan suami istri lain. sampai pada akhirnya dua orang manusia yang tampak bahagia itu menuruni akan tangga dengan santainya dan tanpa wajah berdosa.


"ehm... gitu ya pa kalau pasangan muda zaman sekarang bucin nya minta ampun" Sindir Sarah yang membuat Zaky dan Karin menoleh secara bersama.


mereka tersadar bahwa kehadiran mereka ditunggu tunggu oleh dua orang paruh baya itu.


Karin yang tengah memeluk Zaky seketika langsung melepaskan genggaman tangannya pada pinggang Zaky lalu segera duduk di di dekat Sarah. di susul Zaky yang langsung duduk di dekat papanya.


"maaf ma..." lirih Karin.


"hahha mama bercanda sayang, lagian kan sah sah aja kamu sama Zaky kayak gitu biar lebih keliatan romantis" jawab Sarah.


"sepi sekarang, gak ada Nata. Zaky gak bisa cari gara gara lagi" celetuk topan.


"eh kok Zaky yang cari gara gara, nata yang sering pah" bela Zaky pada dirinya sendiri.


"yaudah sekarang kamu aja yang gantiin nata" sahut Sarah pada suaminya. mereka tertawa sebelum kata senyap menyapa meja makan. semua fokus pada makanan di depannya.


usai makan Zaky dan Karin segera pamit untuk langsung berangkat ke kantor. hari ini karin memilih untuk berangkat sendiri karena semalam Zaky sudah bilang padanya kalau pagi ini ada meeting, jadi dia juga tidak mau mengambil waktu Zaky dengan alasan sepele.


Kemajuan kantor Karin semakin meningkat karena banyaknya perusahaan lain yang meminta kerja sama. menaruh saham di cabang perusahaan Karin yang berupa tempat spa lengkap dengan salon kosmetik di dalamnya.


kantor masih terlihat senggang sengaja Karin datang lebih awal untuk mengecek beberapa pemasukan bulan bulan terakhir ini begitu pun pengeluarannya. Karin tersenyum melihat hasil pemasukan perusahaan yang semakin besar itu pun karena tanam saham dari orang lain. tapi jika di hitung lagi dan di bagi dengan pengembalian saham plus keuntungan yang di dapat perusahaan Karin masih mendapat bagian yang lumayan.


Karin membolak balik kertas bermap di depannya sebelum ketukan pintu mengalihkan perhatiannya.


"masuk" jawab Karin sambil memperhatikan pintu kaca yang memperlihatkan seorang wanita dengan blazer merah maron berdiri di depan pintu.


"oh mba jezzy, ada laporan apa mba jezz?" tanya karin setelah jezzy masuk dengan senyuman.


Jezzy tak menjawab. hanya semburat senyum yang di tampilkan wanita berusia kelapa tiga yang tampak masih muda. dia berjalan mendekat ke arah Karin yang tengah duduk di kursi singgasananya.


"lalu?" tanya Karin lagi.


"hanya ingin membagi kabar bahagia nona..."


Karin terheran tapi muka tegang tak tertampil di wajah cantiknya. "dengan senang hati aku mendengar"


"saya hamil anak ke dua saya nona,..." Jezzy menggantungkan kalimatnya.


"wah aku turut senang. selamat ya mbak jezz" jawab Karin ikut senang. " lalu?" sambungnya karena melihat wajah jezzy tiba tiba berubah.


"saya minta izin untuk tidak masuk kerja beberapa hari sampai keadaan kandungan saya membaik" jawab Jezzy lirih.


" mbak jezz... kenapa?" tanya Karin panik melihat tetes air mata turun dari mata wanita di depannya.


"duduk... duduk dulu mbak..." Karin menuntun wanita di depannya untuk duduk di kursi yang berada tepat di depan meja kerjanya.


Karin duduk di Sampai kursi yang di tempati jezzy. ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. ada sebuah masalah besar yang mungkin wanita hamil itu simpan. terlihat begitu berat sampai sampai wanita yang dia kenal ceria dan selalu memberi semangat menangis di hadapannya.


"haruskah aku menyesal karena menikah dengan seorang laki laki yang gila harta?" tanya Jezzy dengan menahan tangisnya.


"jadi suami mbak yang buat mbak kayak gini?" Karin terkejut bukan main. setelah pertanyaan itu matanya tak sengaja menanggap sebuah memar biru di kaki sawo matang yang jenjang itu.


"mbak... ini kenapa? karena suami mbak juga?" tanya Karin dengan raut marah dan khawatir jadi satu.


jezzy menyadari mata karin berhasil menangkap luka yang berusaha ia sembunyikan. di segera menutup kakinya dengan rok kain selutut yang dia pakai. tapi nihil karena rok itu pendek membuat lukanya tak dapat tertutup sempurna.


"saya antar mbak pulang sekarang. tunjukan di mana laki laki kurang ajar itu pada saya" ucap Karin dengan nafas yang memburu.


"tidak! jangan nona" seru jezzy.

__ADS_1


"kalau mbak gak mau biar saya yang menemui suami mbak..." ucap Karin lalu pergi meninggalkan jezzy yang duduk bersimpuh.


Saat di depan lift, tangan Karin berhasil jezzy raih dengan berlari.


"saya mohon nona" pintanya penuh sayatan.


"lebih baik saya yang tegur dia atau suami saya yang memenjarakan nya" ucap Karin datar.


Karin bersifat seperti itu agar tak ada lagi seorang wanita yang dengan mudah terlihat lemah di hadapan seorang laki laki yang memang tak patut untuknya. bukan juga sombong sampai semudah itu ia mengatakan hal yang tidak sepele itu. dengan mudah ia dapat memenjarakan seseorang yang terbukti bersalah.


"pilihan ada di tangan kamu jezzy" ucap Karin datar.


Jezzy tetap diam sampai pada akhirnya dia mengikuti langkah Karin yang telah masuk lift. Karin tersenyum tapi tidak jezzy. dia tampak takut dan khawatir jika apa yang di katakan Karin benar benar terjadi. ia ingat suami Karin bukan orang biasa. dia seorang pengusaha yang namanya telah tenar di luar maupun di dalam negri.


"sekarang di mana suamimu?" tanya Karin saat di jalan.


"saya tidak tau nona"


Karin diam dia masih melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. menuju tempat yang mungkin akan menjadi tempat terseram yang pernah jezzy datangi. ya benar mereka akan pergi ke markas white crocodile.


"kita mau kemana nona?" tanya Jezzy yang merasa tempat yang mereka lewati tidak pernah dia lewati.


"ketempat di mana saya bisa.menemukan suami mbak" jawab Karin masih dengan muka dan suara datar.


mobil berhenti, Karin memarkirkan mobilnya tepat di depan sebuah gedung terbengkalai. sekitar gedung di tumbuhi banyak ilalang.


"mau ikut masuk atau di sini?" tanya Karin.


"ikut nona saya takut" jawab Jezzy cepat.


mereka berdua masuk dengan santai. sampai pintu tua gedung itu di buka oleh Karin. semua mata tertuju pada dua wanita yang masuk tiba tiba.


"queen..." semua orang menunduk menyapa Karin dengan hormat.


jezzy sedikit terkejut dengan panggilan yang di berikan orang orang bertubuh kekar itu pada Karin. tapi kemudian di paham di mana kini dirinya berada. ternyata tentang mafia dan orang orang misterius itu bener benar adanya.


"laksanakan queen" jawab deon cepat dan tak kalah tegas.


"jezzy siapa nama suamimu? dan di mana letak kerjanya" tanya Karin berbisik pada jezzy yang berdiri di sampingnya.


Mendapat pertanyaan itu dari Karin dan mendapat tatapan menyeramkan dari orang orang bertubuh kekar membuat jezzy tak berfikir dan segera menjawab pertanyaan Karin.


"Andreas sandres, bekerja di PT. ZX"


"kau dengar deon!"


"siap queen" deon segera pergi ke depan komputer kesayangannya untuk melacak keberadaan orang yang di sebut oleh jezzy. tapi sayang sepuluh menit deon berkutat dengan komputer hasil yang di dapat hanyalah zonk belaka.


"sial" umpat Karin.


Karin mengajak jezzy untuk pergi dari tempat itu tak lupa ia juga meninggalkan perintah untuk anak buahnya guna menyelidiki Andreas sandres.


hari telah menjelang sore, Karin memutuskan untuk mengantar jezzy ke rumahnya. dengan sebuah pesan yang ada. dia meminta jezzy untuk tetap bersikap tenang dalam menghadapai suaminya. dan Karin juga meminta agar jezzy tetap diam dan tidak mengatakan apapun pada suami nya Bahwa kini rumah mereka telah di pasang CCTV tersembunyi.


jezzy hanya mengangguk dengan yakin lalu ia bergegas masuk ke dalam rumah. begitupun Karin yang segera pergi dari pekarangan rumah jezzy.


Sore yang melelahkan membawa tubuh itu untuk memasuki gerbang besar. tak disangka orang yang sepanjang hari ini di nanti juga melakukan hal yang sama dengan mobil hitam miliknya sendiri. saling bersahutan dengan bunyi klanson membuat gerbang itu di buka lebar oleh seorang satpam.


"sayang..." ucap Karin manja setelah turun dari mobilnya.


"kamu kenapa? gak kayak biasanya" jawab Zaky dengan merentangkan tangannya.


"aku minta tolong boleh?" tanya Karin dengan wajah memelas.


"huh! sudah ku duga jika wajah imut mu itu ada maunya" Zaky memutar bola matanya malas bermaksud untuk bercanda.

__ADS_1


"sekali kali lah minta tolong ke kamu" Karin semakin mengimutkan raut wajahnya.


"ya udah, apa?"


"bisa kamu memenjarakan seseorang dengan bukti yang terkumpul?" ucap Karin begitu saja.


sontak Zaky terkejut dengan kemauan tak biasa dari Istri. "siapa?"


"suami dari asisten pribadi ku di kantor. dia sudah tega memukul dan menyiksa mbak jezzy dalam keadaan hamil, aku tidak tega. kini aku tengah berusaha mengumpulkan bukti dengan bantuan mbak jezzy sendiri" Karin mengadukan apa yang telah jezzy ceritakan tentang suaminya pada Zaky.


"kamu tau siapa nama dan di mana tempat kerjanya?"


"tau" jawab Karin singkat.


"siapa?"


saat Karin hendak menjawab pertanyaan dari Zaky, tiba tiba Sarah membuka pintu dan menyuruh mereka masuk terlebih dahulu. akhirnya mau tak mau karin harus menunda jawabannya pada Zaky.


sesampainya di ruang tamu mata mereka di kejutkan dengan keberadaan Nata dan Resa yang tengah memajang senyum di sana.


"loh kalian..." ucap Karin.


"Resa dan Nata ke sini membawa kabar bahagia untuk kita sayang..." sahut Sarah.


"apa itu?" tanya Karin antusias.


Nata dan Resa nampak berpandangan terlebih dahulu sebelum Resa mengatakan... "aku hamil Rin" ucap resa dengan bahagianya.


Ada rasa senang dan rasa iri pada resa tapi tak dapat di pungkiri. pasalnya Nata dan Resa susah menikah sekitar beberapa bulan lalu.


kini hanya obrolan ringan yang mereka bahas sampau di mana Karin meminta apa yang dia minta pada Zaky dengan wajah berkerut. tak lupa di mengingatkan Zaky dengan cara berbisik.


Menyadari raut wajah Karin berubah Sarah menjadi khawatir. dia takut Karin merasa minder kerena belum hamil juga.


"kamu kenapa Rin?" tanya Sarah tiba tiba.


mendengar pertanyaan itu Karin menoleh dengan cengar cengir tidak jelas nya. sementara Zaky malah menertawai tingkah Karin saat ini.


"loh di tanya kok malah senyum senyum"


"itu loh mah, Karin minta aku masukin suami asisten pribadi ke penjara karena tindakan kdrt Karin bilang juga saat ini asisten nya itu tenaga hamil" crocos Zaky yang mendapat sikutan dari Karin. sungguh Karin hanya ingin dirinya dan Zaky yang tau.


"kamu tau siapa namanya Rin? atau letak kerja nya begitu" tanya Sarah yang ikut penasaran.


"iya Rin supaya kita bisa dengan mudah menuntut dia tapi ingat harus dengan bukti" sahut topan.


"tau pa... namanya kalau gak salah Andreas sandres bekerja di PT. ZX" jawab Karin tanpa beban.


Mendengar nama yang di sebut dan nama perusahaan yang di sebut membuat mata semua orang yang ada di sana menatap kaget ke arah Karin. tak terkecuali nata dan resa. apa lagi Zaky yang kini menahan gemetar di tubuhnya.


"ada apa?" tanya Karin yang membuat mereka semua sadar.


"oh tidak ada apa apa" jawab topan cepat. "yasudah Kamu ganti baju duluan di dalam sebentar lagi makan malam bersama" sambung topan.


"iya pa" jawab Karin lalu bergegas pergi.


sementara Zaky masih diam memaku di tempat. dia tak tau lagi harus apa, tapi jia pilihan mengatakan dia harus jujur pada Karin Jia di seorang king mafia apa yang akan terjadi. tidak masih ada cara lain dan cara itu bukan jalan pintas.


"Sekarang bagaimana Zaky? pilihan ada dia tangan mu sendiri. beritahu dia atau waktu yang akan memberitahu ya dengan kesadisan yang di miliki" ujar topan pelan tapi penuh penekanan.


"tidak pa, Zaky tau... apa yang Karin rasakan. Zaky paham hari ini ia telah di ambang amarah karena seorang Andreas yang melakukan tindak kdrt pada istri. tak apa. ku biarkan dia juga mengeluarkan amarah dan rasa takut pada waktu yang bersamaan. biarkan Zaky mengurus rumah tangga Zaky sendiri" ucap Zaky tegas lalu berlalu pergi meninggalkan semua orang yang menatap jengah dirinya.


.


.

__ADS_1


selanjutnya...


maaf kalau banyak yang typo🙏🙏


__ADS_2