
Kembali keposisi karin/charla.
Setelah bertabrakan dengan Zaky, Karin berusaha mengontrol dirinya agar berhenti menggerutu sebab setelah kepergian zaky, Karin tak berhenti mengutuki dirinya sendiri dan memuji lelaki yang menabraknya tadi.
"apa-apa sih Rin ya kalik Lo terpesona sama tu cowok" batinnya.
"Atas nama kak Karin pesanan telah siap" suara seorang pelayan yang melayani Karin tadi dari arah meja kasir yang tak jauh darinya.
Karin berjalan mendekat ke arah kasir dan membayar totalan roti yang dia pesan.
Saat akan keluar dari resto mata Karin menangkap seseorang yang sangat ia kenal sedang duduk berdua dengan seorang perempuan. Karin berjalan mendekat kearah orang tersebut.
"Woi lu ngapain disini?" Tanya Karin pada orang tersebut yang ternyata adalah asisten pribadi nya. verel.
Mendengar suara Karin verel segera bangkit dari duduknya.
" Eh elu ini gue lagi meting lah Lo sendiri ngapain disini?" Jawab verel melihat dua plastik berukuran besar yang di tenteng karin.
"Oh gue baru aja beliin anak-anak sarapan" jawab Karin dengan menatap kearah perempuan yang duduk di depan verel.
"Hah demi apa Lo beliin anak-anak sarapan?" Tanya verel dengan gelak tawa.
"Gue lagi baik hari ini" jawab Karin lagi memutar bola matanya malas.
"nih cewek siapa sih ngapain Bima pakek berdiri ketimbang njawab pertanyaan dia aja" batin Tina klien Bima (Bima nama asli verel).
__ADS_1
"Oke deh Lo emang baik dan mumpun Lo lagi baik.. gue kenalin lo sama Kline gue Tina dia..." Belum sempat bima melanjutkan penjelasannya Tina menyerobot ikut bersuara.
"Gue bukan cuma Kline nya tapi gue juga pacarnya" ucap Tina berbohong dengan nada kesal.
Mendengar ucapan Tina, Bima membelalakkan matanya. Dia tak habis pikir dengan kata-kata yang diucapkan Tina.
Dan Karin dia hanya menatap tina penuh selidik lalu memutar bola matanya malas.
"cih ngaku-ngaku pacar orang... memalukan" gerutu Karin dalam hati.
"Oh benarkah? Waw.. selamat ya atas haluan yang sungguh memalukan nya" ucap Karin menaikkan alis nya sebelah dan tersenyum miring.
"Nikmati lah kebersamaan kalian dan aku akan pergi tidak ada waktu hanya untuk mengurusi wanita tak memiliki harga diri seperti mu" lanjut Karin seraya melangkahkan kakinya pergi. ada segerombolan emosi yang tak dapat ia tahan kala mendengar ucapan wanita bernama Tina itu.
"Berani kau mengatakan aku wanita tidak memiliki harga diri, kau belum tau siapa aku? Anak pengusah terkaya di Asia tenggara, anak dari Husain Arifin dari PT. Puspita Arifin." Ucap Tina dengan bangga.
Karin hanya diam memendam amarah yang hampir meledak tapi itu teratasi karena kondisi seperti ini sering dia dapat kan saat menjadi sosok karin.
"Jika memang pernyataan saya salah kenapa anda marah?" Tanya Karin santai.
"kesabaran mu adalah awal hancurnya keluarga Arifin dan tina" batin Bima.
"Karena gue gak terima!" Bentak Tina di telinga Karin. Tina melepas jambakannya dengan setengah mendorong tubuh Karin dan kembali ke meja nya.
Sementara Karin hanya diam. Dia menatap tajam ke arah Bima berdiri. Memberi isyarat akan kejadian ini juga akan berdampak pula padanya.
__ADS_1
Dengan setengah ketakutan Bima menelan pahit Saliva nya. dia hanya mengangguk kan kepala. Ini baru pertama kalinya charla sebagai karin hampir membuat jantungnya lepas.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya bima pada tina yang asik makan seperti tidak terjadi apa-apa.
"Kenapa kau sangat memperhatikan nya? apa dia kekasih mu? Bim dengar ya perasaan ku masih sama saat kita masih kuliah" jawab Tina balik bertanya.
"Dengar dia buka kekasih ku tapi dia orang penting dalam hidup ku dan lagi jangan terlalu berharap sampai-sampai kau akui aku sebagai pacarmu, aku muak dengan kelakuan mu tin" jawab Bima beranjak pergi.
" Kita batalkan kerja sama ini jangan lagi kau muncul di hadapanku" ucap Bima penuh penekanan.
"Bim Lo ga tau apa yang gue rasain... Gue cinta sama Lo" elak Tina.
"Cinta Yang ngerusak akal sehat lo. Lo gak cinta sama gue Lo terobsesi sama gue paham!" Jawab bima membentak.
"Tapi Bim...." Belum sempat tina meneruskan ucapanya Bima keburu pergi meninggalkan dia. Di tambah semua pasang mata yang ada di restoran cepat saji itu menatap nya.
"Ah.. sial!!" Ucap Tina sambil menendang meja.
Kembali ke Karin.
.
.
selanjutnya...
__ADS_1