
14 tahun berlalu dengan cepat. permusuhan antara white crocodile dan black dragon kian memanas. kini leader dari masing-masing lawan telah beralih ke anak mereka.
pagi itu di sebuah gedung tua yang berada di gang sempit, tidak lebih tepatnya sebuah markas rahasia terdengar suara jeritan dan tawa yang terkesan menakutkan.
"apa salahku pada mu?" ucap seorang gadis berumur 15 tahunan yang di ikat di sebuah kursi.
"hahaha... salah mu? ck..salah mu adalah kau terlahir menjadi adik seorang king black dragon" jawab seorang perempuan yang berdiri tepat di depan gadis malang tersebut.
"dengar jangan kau pikir jika kita sama-sama seorang wanita aku akan kasihan padamu bocah!!" bentak gadis itu lagi. dia mencengkram kuat rahang gadis yang sudah sangat lemah akibat siksaan yang dia terima semalaman.
"kakak mu itu bodoh sudah bermain-main dengan ku" imbuhnya lagi.
gadis yang berpakaian serba hitam dengan jubah yang memiliki logo buaya putih di bagian belakang dan di lengkapi topeng yang menutupi wajahnya adalah seorang queen mafia white crocodile. dia bernama charla (nama samaran). dia di kenal kejam pembunuh tanpa jejak walau dia seorang perempuan. sedangkan gadis yang tengah duduk lesu di kursi adalah adik dari king Black dragon musuh bebuyutan white crocodile. namanya sabrina.
kembali ke cerita.
"Queen lebih baik lepaskan bocah itu atau your mam tidak akan selamat" ucap seorang lelaki yang tak lain adalah salah satu anak buah charla yang di tugaskan untuk memata-matai keadaan keluarga. wajah lelaki itu tertutup kaca mata hitam dan masker.
"what..my mam? kalian bodoh! sudah ku bilang lindungi keluarga ku atau your family died too" bentak charla.
"siapa yang berani menyentuh my family?" sambungnya.
"leader black dragon, dia tau queen menyekap adiknya" jawab lelaki itu.
Ting...
tiba-tiba terdapat sebuah pesan masuk dari nomer yang tak di kenal charla.
*pergilah ke jl. Yx no 3.* isi pesan tersebut.
seketika charla naik pitam darah nya mendidih, dengan cepat ia menuju alamat yang di berikan orang misterius yang di duga adalah leader black dragon. tak lupa charla membawa dua pistol kesayangannya yang penuh dengan peluru.
sesampainya di tempat tujuan charal segera turun dari mobil, ia berhenti sedikit menjauh dari alamat yang di tuju. saat charla tepat berdiri ditempat tujuan matanya membulat sempurna. seorang wanita yang ia kenal tengah di ikat dan di siksa oleh beberapa orang bertubuh kekar.
tak ingin gegabah charla memilih menembak ke tiga pria bertubuh kekar itu dari kejauhan.
dorr...dor..
dorr..dor..
dor..dorr..
keenam peluru itu lepas dari pistol charla dengan sempurna. ketiga pria itu tumbang dengan luka tepat pada puru-parunya.
__ADS_1
sementara seorang wanita berumur kepala empat yang melihat kejadian tersebut merasa lega, dia tau bahwa seorang gadis yang dilatih sejak umur 6 tahun itu akan menolongnya. namun tak di sangka semua yang di pikirkan nya salah.
dua lelaki memakai jubah hitam gambar naga hitam dengan mata merah, menyeret seorang gadis yang wajahnya tertutup topeng hitam. tubuh gadis itu terlihat lunglai, dia tak lain adalah charla. walau tubuh charla lunglai tapi tidak dengan kesadaranya, dia tau bius yang di berikan ke padanya adalah bius pelumpuh otot.
***flashback on***
dua tembakan perhasil di lepaskan charla dengan sempurna tepat mengenai pria yang berdiri di belakang ibunya yang di sekap, namun saat charla hendak melepas tembakan ke tiga lengannya terasa nyeri. charla menoleh dan betapa terkejutnya ia saat melihat jarum suntik tertancap di lengannya. seketika ototnya melumpuh sampai-sampai tak mempu berdiri.
"kau pikir mudah masuk ke markas black dragon?" tanya lelaki bertopeng naga. charla tak mampu menjawab semua otot nya terasa mati untung kedua lelaki itu tidak melepas topengnya.
charla di bawa lelaki satunya yang berdiri tepat di samping lelaki yang bertanya padanya.
"seret dia!!.." perintah lelaki yang tak lain adalah leader black dragon.
**flashback off**
"charla queen white crocodile masuk ke dalam perangkap king Black dragon ckckck ternyata dia bodoh sekali" ejek Jack leader black dragon.
geram rasanya charla mendengar cacian itu namun, ia tau keadaan tidak memungkinkan dirinya untuk melawan.
"bawa dia kedalam!.." perintah Jack menunjuk Ratih ibunda charla.
"ja ngan pernah kau sen tuh ibuku" bentak charla. suaranya masih terdengar terbata tepi tetap tegas.
Jack tetap mengisyaratkan anak buah nya agar membawa Ratih masuk.
"sekarang!!.." bentak jack.
mata charla seketika membulat. Lima anak buah black dragon masing-masing membawa pistol yang di arah kan ke berbagai bagian tubuh ratih.
"jangan...aku berjanji melepas adikmu, karena hanya aku yang tau tempat dimana anak buah ku menyekapnya." ucap charla mencoba bernegosiasi.
"hahahaha hai queen ternyata kau tak seberani yang ku bayangkan." jawab jack dengan senyum menyringai.
"lepaskan!..." sambung Jack.
charla menunduk lega karena ibunya bebas dari kematian. tapi seketika...
dorr...
dorr...
dorr...
__ADS_1
door..
dorr...
tembakan itu lepas. tiba-tiba charla merasa sesak. dia tidak menyangka jika maksud Jack 'lepaskan' adalah melepaskan peluru dari sarang nya.
"mam!!!..." teriak charla. kini obat bius tersebut sudah tak berpengaruh lagi pada tubuh nya.
"ma..ma.. sa..ya..ng.. kamu Cha ja..ga papa" ucap Ratih terbata di sisa nafasnya.
"Mama..!"charla berusaha melepaskan diri dari kursi dan berhasil. dia segera mengambil pistol yang tersimpan di balik jaketnya.
"nyawa di balas nyawa!!..." teriak charla. derai air mata membasahi pipinya. dirinya telah di bakar api yang tak mungkin padam.
dor..dorr..dor..dor..dor...dorr..dor..(anggap saja banyak tembakan). tembakan demi tembakan dilepaskan charla dengan membabi buta mengenai anak buah black dragon tak terkecuali leadernya.
Jack tak habis pikir ternyata charla memiliki pistol simpanan setelah ia merampas pistol nya tadi. ingin rasanya jack membalas charla namun, tembakan itu tepat mengenai dadanya. membuat Jack lemas dan tak sadarkan diri.
charla segera membopong ibunya untuk keluar dari markas black dragon. gadis itu melajukan mobilnya dengan kecepatan super.
sesampainya di markas white crocodile, charla meletakkan ibunya di sebuah meja berukuran panjang. kulitnya yang putih sekarang terlihat memerah.
"ini hasil kebodohan kalian!" bentak charla pada anak buahnya.
"mother queen" semua anggota white crocodile membelalakkan matanya melihat kondisi ibu ratu mereka.
"sekarang kalian terima akibat menyepelekan perintahku!" ucap charla seraya mengangkat sebuah cambuk dari besi.
cthaarrrr... cthaarrrr... cthaarrrr...
cambukan itu melayang menyelimuti tubuh bawahan charla. charla melakukannya dengan membabi buta.
"dimana bocah itu?!" bentak charla di iringi dengusan nafas yang terdengar ngos-ngosan.
"di..di ru ruangan. bawah tanah queen" jawab salah satu anak buahnya.
charla meninggalkan anak buahnya yang masih tertunduk ketakutan. dia menuju ruang bawah tanah untuk menemui Sabrina.
"nyawamu adalah balasan nyawa ibuku" ucap charla mendekati Sabrina.
"kenapa kau menyiksa ku tanpa henti?" tanya Sabrina dengan nada menahan tangis.
.
__ADS_1
.
selanjutnya....