Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
janda kembang


__ADS_3

Semua pengunjung cafe saat itu bersorak atas kemenangan Zaky meyakinkan hati karin.


Hari semakin larut Karin dam zaky memutuskan untuk kembali ke istananya masing masing. Sebenarnya ingin sekali Zaky mengantar kan Karin pulang tetapi Karin menolak dengan alasan membawa mobil sendiri dan hari sudah larut.


Sesampainya di rumah Zaky berjalan menuju kamarnya dengan tersenyum senyum sendiri. Topan, Sarah dan nata yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton TV menjadi heran dengan tingkah Zaky. Zaky sendiri tidak menyadari jikalau dia sedang diperhatikan tiga pasangan mata.


"Kesambet apa dia?" Tanya nata.


"Om juga tidak tau" jawab topan.


"Tante juga" jawab Sarah


Mereka bertiga saling berpandangan satu sama lain. Lalu dengan bersamaan mereka bertiga mengangkat bahu masing masing.


"Nat coba kamu susul Zaky jangan jangan dia kesukaan" ucap topan.


"Heh papa jangan gitu bahaya kalau Zaky memasukan bisa bisa dia tersenyum senyum terus nanti" sahut Sarah.


"Hahah iya om Tante, nata susul bentar ya" jawab nata terkekeh.


Nata menyusul Zaky ke dalam kamar namun sayang pintu kamar Zaky terkunci.


"Ni anak kenapa sih, gak biasanya pintu di kunci kayak begini" gerutu nata.


"Zaky!!! Buka!!" Teriak nata.


Sedangkan Zaky yang melamun di kamar terkejut. Dengan jengkal ia membukakan pintu kamarnya.


"Berisik Lo ah" gerutu Zaky.


"Tadi habis senyum senyum sekarang marah marah Lo kenapa sih?" Tanya nata tak kalah jengkel.


"Hahaha jadi dari tadi Lo ngeliatin gue, kayak orang gak ada kerjaan Lo" ejek Zaky.


"Enak aja lagian Lo masuk masuk gak permisi maen nylonong masuk terus senyum senyum lagi kayak orang gila" elak nata.


"Ah Lo sih gak pernah tau rasanya jatuh cinta" ucap Zaky asal.


"Apa jatuh cinta? Lo suka sama siapa sih?" Tanya nata kaget.


"Kepo ye... Dah lah gue ngantuk bye..." Akhir Zaky. Ia pun menutup pintunya kembali dan menguncinya.


Nata yang melihat tingkah sepupunya ini hanya diam. Terdapat rasa penasaran yang dalam hati nata.


"Siapa yang membuat dia jatuhcinta sampai seperti itu?" Tanya nata pada dirinya sendiri.


Tak mau ambil pusing nata segera turun untuk menemui om dan Tante nya.


"Gimana Nat?" Tanya Sarah.


"Katanya jatuh cinta Tan gak tau deh sama siapa" jawab nata seadanya.


Sarah dan topan yang mendangar jawaban nata pun saling berpandangan. Mereka sendiri tidak pernah menyangka bahwa anak mereka sampai segitunya kala berhasil mengenal cinta.


"Sama seperti kamu dulu" bisik sarah mencubit dada suaminya.


Topan yang mendapat perlakuan yang langka ia dapat hanya menyengir menahan sakit juga tawa. Sementara nata yang melihat tingkah keduanya hanya menggelengkan kepala pelan lalu berjalan menuju kamarnya di lantai dua tepat di samping kamar Zaky.


Keesokan paginya Karin bangun agak kesiangan. Sesegera mungkin Karin menghubungi papanya untuk meminta izin mengambil alih perusahaan an yang di pegang orang kepercayaan papanya.


"Kamu tidak salah Karin?" Tanya Samson.


"Pa Karin sungguh sungguh" jawab Karin menyakinkan.


Samson nampak berfikir sebentar, ia mencoba mengingat ingat perusahaan mana yang sekiranya pantas Karin pegang. Karena Karin sendiri belum ada pengalaman kerja kantoran.


"Oke papa akan berikan kamu perusahaan yang sempat mama dirikan satu tahun lalu, perusahaan kosmetik milik mama mu belum terlalu maju jadi karena kamu perempuan papa akan menyerahkan perusaahan itu ke padamu. Papa akan berbicara kepada jezzy pemegang perusahan itu yang dulu menjadi asisten mamamu" jawab Samson panjang lebar.


"Karin jangan pernah kau bertidak gegabah, kau masih dalam masa pembelajar. ketika mendapat instruksi dari jezzy jalankan saja." Ingat Samson pada putrinya.


"Baik pa... Makasih love you so much papa" ucap Karin.

__ADS_1


"Love you too Karin" jawab Samson lalu mengakhiri panggilan.


Sontak Karin berlari menuruni anak tangga dengan tersenyum lebar. Ia pergi ke dapur lalu memeluk bi Ina dan asisten rumah tangga yang lain. Jelas saja orang orang yang di peluk Karin terheran heran dengan tingkah majikan mereka.


"Non, non sehat?" Tanya bi Ina.


"Iya bibi sampai kaget di peluk sama non Karin" imbuh bi Tuti.


"Maaf maaf Bi, Karin senang banget sebentar lagi Karin mempunyai pekerjaan tetap" ucap Karin merangkul Bu Ina dan bi Tuti.


"He lah dalah ternyata itu to yang bikin non Karin suenang e ndak karuan" ucap Bi Tuti dengan logat bicaranya yang khas.


"Bibi Kira non abis di tembak sama mas mas ganteng" lanjut bi Ina.


Seketika pipi Karin menghangat mendengar ucapan bi Ina. Memang benar ia baru saja mendapat cinta dari seseorang yang dia kagumi selama ini.


"Loh loh kok pipinya pink gitu" ucap Bi Tuti.


"Ah tidak bi" jawab Karin memegangi pipinya Lalu berlari menuju kamar.


"Setelah kepergian nyonya, non Karin jarang banget bersifat seperti itu" celoteh bi ina


"Hooh kamu bener na" jawab bi tuti. Mereka pun melanjutkan pekerjaan masing masing.


Karin keluar dari kamar mandi. Kini tubuhnya terasa lebih segar. Karin bersiap pergi ke markas untuk memeriksa data data yang di dapat Deon tentang Zaky dan keluarganya. Dengan tergesa gesa Karin menuruni anak tangga satu persatu.


"Non gak sarapan dulu?" Teriak bi Ina.


"Sarapan di luar bi" jawab Karin setengah berlari.


Sesampainya di markas Charla langsung memasuki ruangan pribadinya. Terdapat beberapa lembar kertas. Di atas meja tersebut juga terdapat beberapa lembar foto berukuran sedang. tatapan tajam charla menangkap foto seorang gadis berusia 12 tahunan yang duduk tepat di depan Zaky. Namun sayang foto gadis itu terlihat blur. Cukup dengan membaca lembaran kertas dan juga foto, charla keluar untuk menemui Deon.


"Deon apa hanya ini yang kau dapat?" Tanya charla menunjuk beberapa lebar kertas di tanganya.


"Iya queen..." Jawab Deon.


"Latar belakang keluarga nya?" Tanya Karin lagi.


"Saya sudah berusaha tapi entah kenapa data lengkap tentang keluarganya sangat sulit di dapat" jawab Deon.


Hari semakin sore, meeting yang di adakan P.T satria permada dan P.T Haryanto pusat telah usai. Ya memang mereka sepakat untuk menjalin kerja sama lagi setelah pembicaraan dari hati ke hati yang di lakukan Zaky dan Bima.


"Terimakasih atas kerja sama nya" ucap Zaky menjabat tangan Bima.


"Saya yang seharusnya berterimakasih, karena kesalahan yang saya buat dulu anda masih mau menerima ajuan kerja sama saya" jawab Bima menyambut uluran tangan Zaky. Mereka berdua pun berpelukan layakanya seorang teman.


"apa dia sudah tau jika aku dan Karin resmi menjalin hubungan?" Batin Zaky. Ia berkeinginan untuk merayakan kerjasama dan resminya hubungan dirinya dan Karin tapi hati kecilnya menolak.


"Jika aku salah bicara semua akan berantakan dan Karin akan kecewa kepada ku" imbunya lagi.


Selesai dengan urusannya Bima dan resa beranjak pergi dari kantor milik Hartanto pusat. Sebelum Bima dan resa benar benar pergi dari perusahaan tersebut, resa sempat menabrak seseorang saat berada di lobi yang mengakibatkan berkas berkas di tanganya berjatuhan.


"Maaf saya tidak sengaja" ucap seseorang tersebut yang tak lain adalah nata. Mata nata menatap lekat wajah resa saat sedang membantu perempuan itu.


Bima yang melihat resa kesulitan juga ikut membantu. Tetapi pandangan bima teralih pada tatapan nata kepada resa yang saat itu dengan tertunduk.


"Ehemmm..." Dehem Bima menyadarkan lamunan nata.


"Maaf tuan..." Ucap resa seraya berdiri.


"Tuan nata... Senang bertemu dengan anda" ucap Bima mengulurkan tanganya.


Nata hanya menjawab dengan anggukan lalu melanjutkan jalannya menuju dalam kantor.Sedangkan Bima dan resa segera kembali ke perusahaannya.


Di ruangan CEO P.T Hartanto.


Tiba tiba pintu terbuka tanpa adanya ketukan. Zaky yang terbiasa dengan kelakuan sepupunya itu hanya membiarkan saja, ia masih menyibukkan diri dengan komputer di depannya.


"Apa dia sisten CEO Satria permada?" Tanya nata tiba tiba.


Zaky nampak berfikir sebentar memahami siapa yang di maksud oleh nata tersebut.

__ADS_1


"Oh iya, namanya resa Dinda Mayang sari. Ada apa kau tiba tiba menanyakan tentang dia?" Ucap Zaky.


"Tidak ada aku hanya bertanya" jawab nata.


"Kau... Ah jangan jangan suka ya?" Celoteh Zaky sembarangan.


"Enak saja..." Jawab nata singkat.


"Ada apa kau kemari?" Tanya Zaky mengalihkan perhatian.


"Aku bosan di kantor, alangkah lebih baik aku mengacaukan pekerjaanmu" Jawab nata menatap Zaky nakal.


"Aku sedang malas..." Jawab Zaky yang mengerti maksud tatapan Zaky.


Nata yang mendengar jawaban Zaky sedikit merasa kecewa. Memang kebiasaan nata dan Zaky jika sedang bosan, nata mengajak Zaky pergi ke laboratorium yang dia buat di apartemen nya. Tapi hal itu tak membuat nata kecewa. Malah sekarang ia sangat ingin tau banyak tentang perempuan yang di tabraknya tadi.


"Ya sudah oke. ee.. gue mau tanya lagi gak apa apa kan?" Tanya nata pada Zaky yang terlihat masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Hm.." jawab Zaky.


"Apa kau tau banyak tentang asisten ceo itu?" Tanya nata.


"CEO yang mana?" Zaky balik bertanya.


"Ya CEO Satria permada lah" jawab nata dengan nada jengkel.


"Resa?"


"Iya, siapa lagi jika bukan dirinya." Jawab nata.


"Huh... Dia anak dari Alm. Tuan Bahar yang pernah menjadi pengusaha besar di kota ini, tapi perusahaanya bangkrut karena penipuan. Resa sendiri adalah anak tunggal. Dia seorang janda kembang yang di tinggal suaminya meninggal dunia karena serangan jantung..." Penjelasan Zaky dipotong oleh pertanyaan nata.


"Janda? Janda kembang? Tau dari mana kamu stastus pribadinya?" Tanya nata terkejut.


"Hai kau lupa aku ini siapa?" Jawab Zaky balik bertanya.


"Cantik tapi janda... Eh tapi gak apa apa janda kembang berarti dia belum pernah di sentuh oleh suaminya. Boleh juga jadi ibu untuk anak anak ku nanti" gerutu nata menurunkan volume suaranya agar tak terdengar oleh Zaky. Namun sayang telinga Zaky masih sehat.


"Apa? Ibu dari anak anakku? Kau suka kepadanya?" Tanya Zaky bertubi tubi.


"Apa? Siapa yang bila ibu dari anak anakku? Kau salah dengar." Elak nata.


"Kupingku masih sehat" bela Zaky.


"Awas kau..." Ucap nata seraya mengajar Zaky mengelilingi meja kerja.


Tanpa sadar seseorang masuk kedalam ruangan tanpa mengetuk pintu, dia adalah topan.


"Hei kalian kenapa malah main kucing tikus, apa pekerjaan kalian telah usai?" Tegur topan.


"Papa..."


"Om" mereka berdua sama sama kaget. Namun hal itu di jadikan Zaky sebagai sebuah kesempatan untuk mengadukan sepupunya kepada sang ayah.


"Pa... Nata mentukai seorang janda..." Ucap Zaky masih berusaha melarikan diri dari kejaran nata.


"Hah... Tidak om" elak nata.


"Janda? Siapa?" Tanya topan mulai menjatuhkan tubunya ke sofa ruangan itu.


"Asisten CEO Satria permada pa..." Jawab Zaky tersenyum lebar.


"Nata apa tidak ada wanita lain, kenapa kau malah menyukai janda?" Tanya topan bingung pada pemikiran keponakannya.


"Om tidak... Jangan dengarkan mulut Zaky" nata masih mengokohkan pendiriannya.


"Tapi pa dia janda kembang" sela Zaky.


"Kau..." Erang nata.


"Oh janda kembang... Boleh juga Nat lanjutkan om dukung..." Jawab topan ikut tertawa geli melihat raut wajah keponakanya yang berubah drastis.

__ADS_1


Ruang ceo kini telah berubah menjadi tempat lawakan komedi akibat tawa topan dan Zaky yang sangat kencang sementara nata hanya tertinggal rasa malu akibat ulah sepupunya. Padahal ia hanya ingin memuaskan rasa penasarannya. Walau tanpa di sadari di situlah letak adanya rasa nataresa yang akan membuka lembaran baru di hidup keduanya.


selanjutnya...


__ADS_2