Suamiku Musuh Bebuyutan Ku

Suamiku Musuh Bebuyutan Ku
kejujuran


__ADS_3

"Selamat sore... Pak maaf..." Karin menggantungkan kalimatnya.


"Kau... " Dirinya terkaget menyadari siapa yang datang.


Lelaki itu pun berdiri tegap, lalu berjalan mendekati Karin.


"Secara tiba tiba kau tidak ada kabar ternyata ini pekerjaan mu sekarang" ucap lelaki tersebut yang tak lain adalah bima.


"Huh... Kau membuat aku jantungan saja" jawab Karin. Ia pun duduk di kursi empuk rungan itu.


"Ini Karin atau Tante Ratih.." kekeh Bima menatap Karin dari ujung kaki hingga kepala.


"Ya Karin lah bego... Udah ya kalau cuma mau ngejek gue lebih baik Lo pulang deh buang buang waktu gue aja Lo" ucap Karin.


"Gue kesini mau ngajak Lo kerja sama? Gimana?" Tanya Bima.


"Perusahaan Lo gak ada sangkut paut nya sama kosmetik, kecantikan, bedak bedak gak ada." Jawab Karin. Belum mengerti maksud sahabatnya.


"Siapa bilang gak ada, di hari hari tertentu gue juga kasih bingkisan ke karyawan gue, dan khusus perempuan nih pasti senang banget gue kasih bingkisan berupa kosmetik kayak gitu" elak Bima.


"Ya juga sih... Oke kita jalin kerja sama, ini udah jam 15.35, kurang lebih setengah jam lagi semua karyawan pulang. Kita meeting besok terserah Lo di mana" ucap Karin menyetujui permintaan Bima.


"Oke jam 10 di perusahaan Lo aja" jawab Bima memberi usul. Bima sendiri memiliki alasan mengapa ia mamilih untuk meeting di kantor Karin, karena Bima ingin melihat Karin menunjukan skill nya menjadi seorang CEO.


Keesokan paginya kantor Karin telah di sibukkan dengan meeting. Untuk pertama kalinya Karin maju kedepan bukan untuk memimpin pasukan perang seperti biasanya, tatapi ia maju kedepan untuk mempresentasikan data data dari kemajuan perusahaan yang ia pimpin di hari kedua ini.


Jezzy yang melihat kemajuan yang sangat baik pada Karin tentang dunia bisnis mengulum senyum akan keberhasilan bos barunya itu. Ia juga dapat menangkap wajah kliennya yang tak lain adalah Bima sangat puas dengan hasil prestasi pertama Karin.


"Anda tak jauh berbeda dari Bu Ratih" bisik jezzy ketika Karin mulai duduk.


"Heheh terimakasih" jawab Karin ikut berbisik.


Dengan tatapan datar di tambah senyum mengejek yang Karin tunjukan untuk Bima membuat lelaki itu menggelengkan kepala.


"Skill mu sangat mumpuni" ucap Bima.


"Lihat lah siapa yang kau tantang" jawab Karin.


Jezzy yang melihat sifat Bima dan Karin yang seperti nya sangat akrab pun terheran heran. Ada perasaan tidak enak di hati jezzy karena perlakuan bos barunya itu.


"Non sopan lah terhadap klien" bisik Jezzy.


Karin yang mendengar ucapan jezzy sangat ingin tertawa tapi ia tahan. Ia tau perasaan jezzy tidak enak hati kepada klien barunya itu.


"Akan ku jelaskan nanti" bisik karin pada jezzy.


Jezzy yang mendengar ucapan Karin hanya mengangguk. Walau dirinya bertanya tanya, tetapi hal itu bisa di tahan hingga meeting benar benar selasai.


"Bagaimana tuan Bima apa anda berkenan untuk bekerja sama?" Tanya Karin tersenyum miring penuh kemenangan.


"Ya saya setuju, dengan syarat meeting selanjutnya anda lah pemimpinya" ucap Bima. Ia mengulurkan tanganya untuk menjabat tangan Karin.


"Saya terima persyaratan anda" jawab Karin balik mengulurkan tanganya.


Meeting pun usai. Seperti janji Karin, ia akan menjelaskan pada jezzy mengapa ia sangat akrab dengan klien barunya. Karin pun mengajak jezzy ke ruanganya.


"Aku tau kau bingungu mengapa aku sangat akrab kepada klien itu. Tapi tenang hal itu tidak akan berpengaruh pada kerjasama perusahaan kita" ucap Karin mengawali pertemuan pribadi antara dirinya dan jezzy.


"Dia sahabat ku sejak aku kelas tiga SMP. Kami sangat dekat seperti adik kakak. Karena itu juga alasan mengapa kemarin dia datang langsung ke mari... Ya karena ia sangat ingin melihat ku memimpin perusahaan ini" jelas Karin.


"Oh jadi anda sudah kenal dengan beliau sejak dulu. Saya kira anda bersifat seperti itu karena anda yakin akan mudah mendapat kerjasama bersama perusahan yang beliau pimpin." Angguk jezzy mengarti.


"Maaf nona sudah berburuk sangka pada mu" ucap jezzy meminta maaf.


"Tidak apa apa mbak... Jezz saya tau anda takut kerjasama ini akan gagal." Senyum Karin.


Setekah selesai dengan apa yang ingin di bahas, Jezzy pun keluar dari ruangan Karin.


Tiba tiba telepon kantor berdering, Karin segera mengangkatnya.


"Masih disini?" Tanya Karin.


"Baiklah aku akan segera turun" jawbnya lagi.


Dengan tergesa gesa Karin turun dari lantai atas menuju lantai dasar. Mulutnya terus mengoceh tanpa henti hingga sampai di ruang tamu atau ruang pertama saat memasuki kantor.


"Apa yang kau tunggu?" Tanya Karin pada seseorang yang tengah duduk santai di sofa.


"Mari makan siang nona" jawab seseorang tersebut yang tak lain adalah Bima.


"Tunggu bukannya kau kemari bersama resa dan beberapa anak buah mu. Kemana mereka?" Jawab Karin bingung.


"Mereka ku suruh untuk kembali ke perusahaan dulu" jawab Bima.


"Bim... Bim... Baik lah kau ingin makan siang di luar atau di kantin kantor?" Tanya Karin.


"Kantin saja, aku ingin melihat menu yang di sediakan di kantor Tante Ratih ini" jawab Bima.


"Pesankan satu meja spesial untuk kita" imbuhnya lagi.


"Hidih... memang ada meja spesial di kantin kantor?" Tanya Karin mengangkat sebelah bibir atasnya.


"Harus ada" jawab bima seenaknya.


Kebetulan ada OBE yang tak sengaja lewat depan Karin dan Bima.


"Mas... Saya minta tolong pesankan meja spesial,untuk makanan dan minuman juga harus spesial" ucap Karin menanggapi permintaan Bima.


"Baik Bu" angguk OBE itu. OBE itu pun akhirnya pergi menjalankan perintah Karin.


"Bim gue ke atas dulu, posel gue ketinggalan" ucap Karin. Ia pun meninggalkan bima sendiri.


Karena bosan Bima memilih untuk jalan jalan mengelilingi ruang utama. Ruangan dengan dekorasi dominan warna putih di tembok, sofa, pintu dll sedangkan hitam di bagian meja, lemari kayu kecil, juga bingkai foto menambah kesan eksotis pada ruangan tersebut.

__ADS_1


Bima melanjutkan jalan jalannya menuju lobi perusahaan. Matanya tak sengaja terarah pada tempat parkir yang teduh. Nampak jadi arah gerbang sebuah mobil hitam memasuki halaman perusahan lalu menuju tempat parkir. Tak berapa lama kemuadian turun seorang lelaki bertubuh tegap. Dengan santai lelaki itu berjalan menuju lobi kantor.


Tak disangka setelah lelaki itu mendekat ke arah Bima, ia pun melepas kacamata hitam yang ia kenakan. Bima yang terkaget dengan kedatangan lelaki itu apalagi lelaki itu membawa bingkisan Bunga yang lumayan besar di tangan.


"Bima?" Ucap lelaki itu yang tak lain ada lah Zaky. Sebenarnya Zaky datang langsung ke kantor Karin untuk memberi kekasihnya itu surprise, tapi ia sendiri malah di kejutkan dengan kedatangan Bima yang tak ia sadari karena sedari tadi pandanganya Hanya menatap bunga yang ia bawa.


"Kau...? Ada keperluan apa kau kemari? Dan bunga itu?" Tanya Bima bertubi tubi.


Di saat yang bersamaan saat Zaky hendak menjawab pertanyaan Bima, suara Karin membuat suasana seketika hening.


"Bim Lo ngapain..." Karin menggantikan kalimatnya. Matanya terarah pada dua lelaki yang berdiri berhadapan di tambah lelaki yang memegang kaca mata juga tengah memegang bunga.


"Za... Zaky kamu..." Karin tak sanggup melanjutkan ucapanya.


Hening beberapa menit dan akhirnya Zaky mulai membuka suara.


"Saya, berniat menjalin kerja sama dengan perusahaan ini" ucap Zaky berusaha mencarikan suasana.


"Harus dengan buang?" Tanya Bima.


"Em... Bu.. bunga ini hanya sebagai bingkisan" bohong Zaky.


Karin yang tau posisi dirinya dan Zaky tengah terpojok, ia pun menengahi perdebatan Zaky dan Bima.


"Baik tuan Zaky, kita berdua akan makan siang bersama. Bergabunglah... Kita bisa membahas kerjasama ini bersama samakan" ucap Karin berusaha tersenyum manis.


Zaky dan Bima saling berpandangan lalu dengan bersamaan mereka mengangguk mengikuti langkah karin. Karin juga tak lupa menerima bingkisan Bunga Zaky lalu meletaknya di meja tamu.


"kau selamat hari ini Karin..." Bisik Karin dalam hati.


Mereka bertiga pun makan siang bersama dengan menu makanan yang di samakan juga, sebenarnya ini permintaan Bima agar makanannya di sama kan dengan Karin tetapi karena ada Zaky akhirnya makanan itu di samakan juga. Karin dan Zaky yang masing masing menyimpan rasa gugup karena takut salah bicara atau bertidak di hadapan Bima yang tengah mengintai gerak gerik mereka. mereka Memang sepakat bahwa Bima tidak akan mereka beri tau soal hubungan mereka. Mereka takut Bima akan terpukul kembali.


Selesai makan Bima pun pamit kembali ke perusahaannya sementara Zaky masih menetap di perusahaan Karin dengan alasan akan membahas kerja sama.


"Ada apa kamu kemari?" Tanya Karin.


"Maaf by... Aku hanya ingin memberi mu surprise, tapi aku malah di surprise duluan dengan kedatangan Bima." Jawab Zaky memelas.


"Huh... Biar lah semua sudah terjadi. Oke. sayang kita ngobrol di ruangan ku saja ya" ajak Karin.


Zaky menjawab dengan anggukan. Ia berjalan di samping karin dengan memegang bunga yang tadi Karin letak kan di meja.


Sesampainya di ruangan Karin, Zaky menangkap bingkai foto besar. Nampak di foto itu keluarga bahagia yang hanya berjumlah tiga orang saja. Mata Zaky menangkap foto seorang perempuan berusia 40 tahunan. Zaky merasa ia pernah melihat perempuan tersebut.


"By... Dia siapa?" Tanya zaky menunjuk foto perempuan itu.


"Oh itu mama..." Jawab Karin.


"Mama?" Tanya Zaky memastikan.


"Iya mama, mama meninggal sekitar 3 bulan lalu, beliau kecelakaan mobil yang parah saat hendak menjemput ku dari singapura" jawab Karin bohong, ia berbohong karena tak mungkin dirinya jujur akan kematian ibunya karena ulah musuhnya.


"bagaimana bisa dia sangat mirip dengan mamanya charla, tapi tidak mungkin. dia meninggal karena kecelakan bukan karena tembakan" debat batin Zaky pun terjadi.


"Yang... kok bengong" tegur Karin.


"Oh ya kenapa kau pergi ke Singapura?" Tanya Zaky lagi.


"Ya kan perusahaan papa ada di sama" jawab Karin.


"Oh begitu, em by aku ingin membicarakan hal serius tentang Bima" ucap Zaky.


"Jika kau meminta ku untuk memberitahu Bima tentang hubungan kita, aku menolak" jawab Karin cepat.


"Dari pada dia tau dari orang lain" ingat Zaky.


"Apa kau berfikir akan semudah itu berbicara baik baik di depannya." Tolak Karin.


"By... percaya jika kita memberi taunya baik baik, semua akan baik by" Zaky tetap bersukuku di atas pendiriannya.


Karin nampak berfikir sebentar, apa yang di katakan Zaky ada benarnya. Jika sampai Bima tau dari orang lain, rasa sakit dan kecewa itu akan bertambah. Tapi Karin juga berfikir bahwa selama seminggu menjalani hubungan dengan Zaky, tidak seorang pun yang tau.


"Tapi... Tidak ada yang tau hubungan kita" elak Karin lagi.


"Ada yang tau... Seseorang yang kini berdiri di balik pintu" jawab Zaky. Matanya melirik ke arah pintu masuk ruangan Karin.


Seketika mata Karin terarah pada pintu masuk ruangannya.


"Jezzy..." Panggil Karin.


Dengan perasaan ragu seseorang yang di panggil oleh Karin tersebut membuka pintu lalu masuk.


"Maaf nona, tadinya saya ingin menyerahkan laporan. Ada seorang wanita melamar kerja di perusahaan ini" jezzy mencoba menjelaskan maksudnya.


"Letakkan laporan itu di meja saya, lain kali ketuk pintu terlebih dahulu ya mbak jezz" jawab Karin tersenyum


Setelah menjalankan perintah Karin, jezzy pun keluar dari ruangan Karin. Detak jantung nya kembali normal. Sifat sabar dan lembut milik Ratih ternyata menadah di diri Karin.


Kembali ke posisi Karin.


"By mengapa kau tidak menegurnya sedikit pun" ucap Zaky geram.


"Biar lah... Dia hanya berniat untuk menyerahkan laporan kok" jawab Karin tersenyum.


"kau terlalu baik..." batin Zaky memuji Karin.


Dikediaman keluarga Hartanto kini tengah makan malam bersama. Seperti biasa meja makan tak pernah sepi, selalu ada canda tawa di tengah tengah mereka. Tidak di pungkiri menjadi keluarga mafia, bukan suatu alasan untuk mereka menjadi seseorang yang dingin. Bahkan di lingkungan keluarga Hartanto termasuk keluarga yang gampang akrab dan berbaur dengan warga warganya.


"Om tante, Zaky punya pacar" ujar nata tiba tiba.


Zaky yang mendengar penuturan nata pun terkaget. Seingatnya ia tak pernah memberi tau siapa pun tentang hubungannya dengan Karin.


"Sotoy lu" jawab Zaky masih bersifat biasa.

__ADS_1


"Hahah lu pikir gue bocah, gue tau semua rahasia Lo" elak nata.


"Sebentar... Pacar? Siapa Zaky? Kok kau gak ngomong sama papa dan mama. Bisa lah di kenal in" ucap Sarah sambil menyantap makanannya.


"Kalian mudah di tipu sama nata" Zaky masih bersikuku.


"Nat... Kamu tau dari mana Zaky punya pacar?" Tanya topan.


"Ini om Tante" jawab nata menunjukan sebuah foto yang berhasil ia cetak.


Zaky yang melihat foto dalam cetakan tersebut pun hanya bisa terpelongo. Fotonya bersama Karin hanya ia simpan di ponselnya saja. Sungguh hubungan mereka berdua sangat di rahasiakan dengan alasan takut ada hati yang terluka.


"Dari mana Lo dapet foto ini?" Tanya Zaky. Suaranya sedikit meninggi.


"Sabar bro... Tadi..." Ucap nata mulai bercerita.


Flashback.


Usai kembali dari kantor Karin ke kantornya sendiri, Zaky mendapat laporan penting dari Tania bahwa ajuan kerja sama perusahaannya dengan perusahaan Karin telah di setujui secara resmi. Dengan tergesa gesa Zaky pergi ke aula untuk mempersiapkan data data tentang perusahaannya. Tanpa sadar Zaky meninggalakan ponselnya.


Beberapa menit setelah Zaky meninggalkan ruangan, nata datang dengan tujuan mengajak Zaky pergi, namun yang di datangi malah tidak ada di ruanganya.


Seperti biasa nata akan menunggu Zaky kembali dengan duduk duduk santai di sofa Rungan tersebut.


Dert...dert...


Ponsel yang terdapat di meja kerja Zaky bergetar. Nata yang mendengar ada bunyi getaran ponsel segera mencarinya. Ia segera mengambil ponsel tersebut namun sebelum di jawab panggilannya terputus. Di karenakan penasaran nata membuka ponsen Zaky yang pada saat itu tidak di beri pin/password.


"Baby darling♥️" nama yang tertera pada panggilan telopon. Menurut nata nama tersebut terbilang aneh. Ia sangat kenal dengan Zaky.


Pribadi seorang Zaky alfahri Hartanto adalah seseorang yang tak mudah percaya akan sesuatu terlebih soal perasaan. Tapi melihat nama pada panggilan tersebut membuat nata terheran heran. Rasa penasaran nya semakin kuat. Dengan hati hati nata mencari tau soal nama tersebut. Ia membaca sekilas chatting an Zaky bersama seseorang yang di panggila "baby darling". Setelah membaca chatting tersebut nata mencari hal lain di galeri. Ia menemukan beberapa foto mesra Zaky bersama seorang perempuan.


"Perempuan ini? Bukanya dia Karin" gumam nata.


"Oh sepupuku... ternyata ini yang membuat mu tersenyum senyum sendiri kemarin" angguk nata.


Sesegera mungkin ia mengirim foto paling mesra antara Zaky dan Karin ke nomer miliknya. Setelah itu ia menghapus foto tersebut pada chat di ponsel milik Zaky. Lalu ia bergegas kembali keperusahaanya.


Tak ada satupun karyawan yang mencurigai gelagat nata. Mereka semua tau jika nata adalah sepupu dan sahabat Zaky.


Flashback off.


"Gadis ini sepertinya om pernah melihatnya" ucap topan.


"Om pernah melihatnya, saat dia menjenguk Zaky waktu itu" jawab nata melirik Zaky yang memberinya tatapan kesal.


"Gadis ini cantik Lo zak... Kok kamu gak mau kenal in ke mama" ucap Sarah tersenyum saat memandangi foto itu.


"Hah? Mama suka sama dia?" Tanya Zaky kaget.


"Dari tatapan matanya sangat teduh, dia pasti gadis yang baik dan lembut" ucap Sarah masih menatap foto tersebut.


"Mama beneran suka sama dia? Makasih ma... Zaky janji akan membawa dia kemari. Boleh kan pa?" Ucap Zaky.


"Terserah pada mu, jika mama suka papa juga dukung hubungan kalian" jawab topan.


"Tapi ingat selidiki dulu latar belakang keluarga nya" lanjut topan.


"Sudah pa, dia anak dari pengusaha di Singapura. Ibunya meninggal beberapa bulan lalu karena kecelakaan. Karin Evelin Santos adalah anak tunggal di keluarga nya" jelas Zaky.


"Hanya itu yang kau dapat?" Tanya topan.


"Iya pa..." Jawab Zaky.


Topan mengangguk lalu tersenyum. Melihat reaksi mama dan papanya yang terlihat suka kepada Karin padalah belum sempat bertemu dan berbincang hal serius.


Malam semakin larut. Masih di kediaman Hartanto yang mulai sepi karena penghuninya telah menarik selimut. Tapi tidak di kamar zaky. Ia sempat kesal terhadap kelakuan nata yang seenaknya saja, tapi hal itu menghilang kala Zaky mengerti maksud nata.


Masih dalam keadaan melamun. Tiba tiba pintu kamarnya di buka oleh seseorang yang ternyata adalah nata.


"Ada apa kau kemari?" Tanya Zaky.


"Kau tau kan maksud ku. Kenapa aku memberi tau om dan tente tentang baby darling mu itu" ucap nata naik ke ranjang Zaky.


"Hm... Tapi thanks Karena Lo udah buktiin ke gue kalau selama ini anggapan gue salah." Ucap Zaky tersenyum.


"Oke... Sebagian gantinya Lo harus denger cerita gue tanpa memotong cerita itu sedikit pun" ucap nata.


"Oh gue tau pasti ini tentang hal serius yang mau Lo bicarain ke gue tempo hari lalu kan?" Tanya Zaky.


Nata mengangguk.


"Iya... Bicaralah" ucap Zaky.


"Gue... Gue suka sama seseorang" ucap nata.


"Hah.. siapa?" Tanya Zaky kaget Karena nata tak pernah membicarakan atau kebocoran tentang perasaanya pada orang lain, selain nata serius dengan ucapanya.


"Iya, Lo bener kayak nya gue tertarik sama janda itu. Sebenarnya gue gak pernah nyangka bakal suka sama seorang janda, tapi itu terbukti dari rasa penasaran gue yang besar akan kehidupan perempuan itu. Bahkan gue tau siapa suaminya."


"Dia seorang direktur di perusahaan satria permada, sementara resa dulu adalah karyawan biasa. mereka menikah 4 bulan lalu. Tapi tak berlangsung lama. Arvin Mahardika meninggal setelah acara resepsi karena serangan jantung yang mendadak. Usai peristiwa itu resa yang di salah kan akan kematian suaminya. Dan akhirnya resa di ajak serumah lagi dengan ibunya. Sampai sekarang resa hanya tinggal berdua bersama ibunya. Gue mulai kagum sama dia karena di kuat nahan cercaan yang di layangkan keluarga suaminya terhadap diri nya" ucap nata panjang lebar.


"Gila Lo dapet info itu dari mana cepet banget, kayak baru beberapa hari deh Lo ketemu langsung sama perempuan itu" ucap Zaky.


"Iya... Karena gue penasaran, dan Lo jangan lupa gue siapa. Oke so gue Pengan Lo bantuin gue deket sama resa... Pliss..." Mohon nata.


"Itu perkara mudah" senyum zaky.


"Oke thanks... Lo sepupu plus sahabat terbaik gue" jawab nata. Ia segera keluar dari kamar Zaky menuju kamarnya sendiri.


Zaky yang termenung melihat kejujuran sepupunya itu, tak pernah menyangka jika perempuan yang berhasil menaklukan hati dingin nata adalah seorang janda kembang.


"Lo lelaki yang harus dilestarikan Nat, gak Mandang status pribadi" bisik nya.

__ADS_1


selanjutnya...


selamat berpuasa bagi yang menjalankan... maaf kan author ya jarang Up, lagi sibuk banyak acara di bulan ramadhan ini. sekali lagi author minta maaf.


__ADS_2